2.495 Keluarga di Jatim Terdampak Gempa Bawean
Rentetan gempa bumi yang terjadi di Laut Jawa di sebelah
barat Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jatim, berdampak kepada sedikitnya 2.495
keluarga di sejumlah kota/kabupaten di Jatim. Gresik menjadi wilayah dengan
jumlah keluarga dan infrastruktur terdampak paling banyak akibat gempa
tersebut. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Sabtu (23/3) pukul 14.00 WIB, tercatat
2.495 keluarga terdampak. Dari jumlah tersebut, 2.473 keluarga atau 99 % berada
di Kabupaten Gresik.
Sisanya tersebar di Tuban, Lamongan, Surabaya, Pamekasan, dan
Sidoarjo. Untuk infrastruktur, khusus di Gresik, tercatat 304 rumah warga rusak
berat, 835 unit rusak sedang, dan 1.334 rumah rusak ringan. Selain itu, 11
fasilitas pendidikan rusak sedang dan 39 fasilitas pendidikan lainnya rusak
ringan. BNPB juga mendata 7 fasilitas ibadah rusak berat, 8 unit rusak sedang,
dan 72 unit rusak ringan. Delapan gedung perkantoran turut rusak akibat gempa
tersebut. Rentetan gempa itu terjadi sejak Jumat (22/3) pukul 11.22.
Gempa pertama bermagnitudo 6 dengan kedalaman 10 km.
Lokasinya 132 km ditimur laut Kabupaten Tuban, Jatim, atau sekitar 30 km dari
pesisir barat Pulau Bawean. Sampai Jumat tengah malam, tercatat 84 gempa
susulan, dua di antaranya bermagnitudo 5,3 dan 6,5. Berdasarkan data BMKG, pada
Sabtu (23/3) sejak pukul 00.12 sampai pukul 07.49, terjadi 10 kali gempa
tektonik di barat Pulau Bawean. Gempa-gempa itu terdata bermagnitudo 3,3-4,1. Sumbernya
di kedalaman 8-14 km dengan lokasi 119- 67 km di timur laut Tuban atau di barat
Pulau Bawean. ”Kami trauma, sampai kapan berakhir, ya, Pak?” ujar Riyan Adi, warga Sawah Mulia, Kecamatan
Sangkapura, Pulau Bawean. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023