;

2.495 Keluarga di Jatim Terdampak Gempa Bawean

Lingkungan Hidup Yoga 24 Mar 2024 Kompas (H)
2.495 Keluarga
di Jatim Terdampak
Gempa Bawean

Rentetan gempa bumi yang terjadi di Laut Jawa di sebelah barat Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jatim, berdampak kepada sedikitnya 2.495 keluarga di sejumlah kota/kabupaten di Jatim. Gresik menjadi wilayah dengan jumlah keluarga dan infrastruktur terdampak paling banyak akibat gempa tersebut. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Sabtu (23/3) pukul 14.00 WIB, tercatat 2.495 keluarga terdampak. Dari jumlah tersebut, 2.473 keluarga atau 99 % berada di Kabupaten Gresik.

Sisanya tersebar di Tuban, Lamongan, Surabaya, Pamekasan, dan Sidoarjo. Untuk infrastruktur, khusus di Gresik, tercatat 304 rumah warga rusak berat, 835 unit rusak sedang, dan 1.334 rumah rusak ringan. Selain itu, 11 fasilitas pendidikan rusak sedang dan 39 fasilitas pendidikan lainnya rusak ringan. BNPB juga mendata 7 fasilitas ibadah rusak berat, 8 unit rusak sedang, dan 72 unit rusak ringan. Delapan gedung perkantoran turut rusak akibat gempa tersebut. Rentetan gempa itu terjadi sejak Jumat (22/3) pukul 11.22.

Gempa pertama bermagnitudo 6 dengan kedalaman 10 km. Lokasinya 132 km ditimur laut Kabupaten Tuban, Jatim, atau sekitar 30 km dari pesisir barat Pulau Bawean. Sampai Jumat tengah malam, tercatat 84 gempa susulan, dua di antaranya bermagnitudo 5,3 dan 6,5. Berdasarkan data BMKG, pada Sabtu (23/3) sejak pukul 00.12 sampai pukul 07.49, terjadi 10 kali gempa tektonik di barat Pulau Bawean. Gempa-gempa itu terdata bermagnitudo 3,3-4,1. Sumbernya di kedalaman 8-14 km dengan lokasi 119- 67 km di timur laut Tuban atau di barat Pulau Bawean. ”Kami trauma, sampai kapan berakhir, ya, Pak?”  ujar Riyan Adi, warga Sawah Mulia, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :