Lingkungan Hidup
( 5781 )Makan Siang dengan Pangan Lokal
Rencana program makan siang gratis di sekolah sebaiknya tidak
menambah parah penyeragaman pola konsumsi nasional ke beras dengan menggusur
ragam sumber pangan lokal. Makan siang bersama bisa dilakukan dengan menu
pangan lokal, yang selain sehat juga murah, seperti dicontohkan SD di Flores
Timur, NTT. Pada Senin (4/3) siang, anak-anak di SD Inpres Lewoneda di Desa
Mudakeputu, Flores Timur, tengah menikmati makan siang bersama dengan beragam
pangan lokal. Fransiskus Barru, siswa kelas IV, lahap menyantap nasi jagung
dengan lauk ikan tongkol dan sayur rumpu rampe. ”Enak dan suka karena lapar
juga. Tadi pagi tidak sarapan. Bangun kesiangan,” kata Fransiskus.
Kegiatan makan siang bersama ini diinisiasi Perkumpulan
Finbargo-Bekal Pemimpin, Berguna Larantuka, dan Amartha. Bekerja sama dengan pihak
sekolah dan desa, mereka berupaya mengenalkan kembali keberagaman pangan lokal
kepada anak-anak di Flores Timur. ”Saat ini, anak-anak di Flores Timur sudah
banyak yang meninggalkan pangan lokal. Melalui kegiatan ini, kami mengajak
anak-anak untuk kembali mengenali dan merasakan kembali pangan lokal. Pangan
sehat itu bisa diupayakan sendiri oleh lingkungan sekitar kita,” tutur Rofinus
Monteiro, pendiri Berguna Larantuka.
”Hari ini kami sajikan makan lokal yang dulu menjadi makanan
kami saat kecil. Ini makanan-makanan tradisional, yang sekarang makin jarang
dikonsumsi,” kata Nirmala Piran (55), orangtua murid yang juga Bendahara PKK Desa
Mudakeputu. Hampir semua bahan pangan yang disajikan siang itu berasal dari
lingkungan sekitar. ”Sayur kami tidak beli, tinggal ambil dari kebun dan pekarangan.
Hanya ikan dan jagung yang beli. Singkong dan pisang tinggal panen,” ujarnya. Menurut
Nirmala, menu lengkap itu bisa disajikan dengan Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per
piring. ”Kalau pakai beras, ya, tidak cukup, mahal sekarang. Tapi, kalau mau
makan pangan lokal, masih terjangkau,” lanjutnya. (Yoga)
Beras dari Vietnam Tiba, Bulog Pastikan Stok Beras Lebaran Aman
Sebanyak 27.000 ton beras impor yang berasal dari Vietnam
tiba di Terminal Nonpetikemas, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (21/3).
Sebagian kebutuhan beras domestik saat ini masih ditopang oleh impor dari
negara lain lantaran produksi dalam negeri terbatas. Di sisi lain, Bulog
memastikan stok beras hingga memasuki hari raya Idul Fitri 2024 memadai.
”Pembongkaran yang dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok saat ini adalah kapal
MP Fortune dari Vietnam dengan muatan 27.000 ton. Dalam waktu dekat, akan ada
kapal Vinaship Diamond dari Vietnam dengan muatan 22.000 ton,” ujar Direktur
Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog Mokhamad Suyamto saat dikonfirmasi,
Kamis.
Suyamto menyebutkan, pada Maret 2024, total beras impor yang
akan masuk Indonesia sebanyak 450.000 ton. Beras itu berasal dari Vietnam,
Thailand, Pakistan, Myanmar, dan Kamboja. Pada tahun ini, pemerintah menetapkan
kuota impor beras sebanyak 3,6 juta ton. Dari jumlah itu, Bulog telah melakukan
kontrak pembelian beras sebanyak 800.000 ton melalui skema bisnis (B to B).
Selain itu, ada juga kontrak 100.000 ton beras melalui skema antar pemerintah
(G to G) dengan Thailand dan Kamboja. ”Meskipun mendapatkan penugasan impor
beras, kami akan mengutamakan menyerap gabah dan beras dari dalam negeri,
terutama saat panen raya nanti,” ujar Suyamto. (Yoga)
Hartadinata Bidik Ekspor Perhiasan Rp 10 T
Eling (Krisis) Minyak Goreng
Pasokan minyak goreng rakyat menipis saat permintaan
meningkat kala Ramadhan. Harganya pun naik. Kendati minyak goreng masih relatif
mudah didapat, banyak orang menjadi eling atau mengingat krisis minyak goreng
pada 2022 berikut pernak-perniknya. Minyak goreng untuk rakyat berbentuk curah
dan kemasan sederhana bermerek Minyakita berasal dari pemenuhan kewajiban
memasok kebutuhan domestik (DMO) perusahaan dan pengekspor CPO serta empat produk
turunannya. Tahun ini, pemerintah menetapkan total DMO minyak goreng sebanyak
300.000 ton per bulan. HET minyak goreng curah dan Minyakita ditetapkan Rp
14.000 per liter, sama seperti saat krisis minyak goreng pada 2022.
Berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kemendag,
per 19 Maret 2024, harga rerata nasional minyak goreng curah dan Minyakita
sama, Rp 15.600 per liter. Harga kedua komoditas yang mulai merangkak naik sejak
Januari 2024 itu sudah 10,25 % di atas HET. Kenaikan harga itu merupakan dampak
penurunan realisasi pemenuhan DMO. Berdasarkan data Kemendag, realisasi DMO
pada 1-15 Maret 2024 sebanyak 55.067 ton atau 18,4 % dari target 300.000 ton
per bulan, terendah sejak pertama kali kebijakan DMO minyak goreng digulirkan
pada 2022. Realisasi DMO turun sejak Desember 2023, hanya 83 % dari target bulanan.
Pada Januari dan Februari 2024, realisasi DMO itu turun jadi 70,7 % dan 41,2 %.
Muncul sejumlah asumsi penyebab rendahnya realisasi DMO. Ada
yang menduga pelaku usaha menahan stok untuk memainkan harga. Ada yang
mempertanyakan produksi TBS dan CPO turun, tetapi kok tetap bisa memproduksi
minyak goreng premium secara melimpah. Ada yang menduga produsen tidak lagi mau
memproduksi minyak goreng curah lantaran banyak konsumen kurang meminati minyak
goreng curah dan beralih ke minyak goring kemasan sederhana dan premium. Lalu, apakah
faktor penyebab kenaikan. Meskipun jauh dari dejavu krisis minyak goreng 2022,
tetap eling, waspada, jangan sampai krisis itu terulang. Kemendag telah menjamin
pasokan minyak goreng curah dan Minyakita bakal membaik kembali selama Ramadhan-Lebaran
tahun ini. Kemendag juga telah memberi surat teguran kepada 21 perusahaan yang
realisasi DMO minyak gorengnya masih rendah. (Yoga)
Produksi Batubara Rekor Sepanjang Masa
Laporan Badan Energi Internasional (IEA) berjudul
“Coal 2022” terbaru memperkirakan konsumsi batubara akan tetap pada tingkat
yang sama di tahun-tahun berikutnya jika tidak ada upaya yang lebih kuat untuk
mempercepat transisi ke energi bersih. Menurut data dari kpler, lembaga
yang melacak perdagangan batubara lintas laut, meskipun permintaan tinggi,
perdagangan batu bara lintas laut global pada tahun 2022 berada di level 5-8%
di bawah tingkat pra-pandemi atau di 2019. “Kondisi itu terjadi karena
penurunan di pasar yang sudah mapan diimbangi oleh permintaan yang terus kuat
di negara berkembang Asia. Hal ini berarti batu bara akan terus menjadi sumber
tunggal terbesar emisi karbon dioksida sistem energi global sejauh ini,”
katanya dalam keterangan resmi, Senin (19/12). Seperti yang disoroti oleh
laporan IEA Renewables 2022 yang baru, permintaan batubara diperkirakan akan
turun karena negara-negara memperluas kapasitas pembangkitan energi terbarukan.
BOS SAIDI ARAMCO: Dunia Harus Tinggalkan Fantasi untuk Menghapus Migas
ESDM Belum Tetapkan Target Produksi Batubara 2024
Logam Mulia hingga Perhiasan Emas Tetap Diminati
Penyesuaian HET Beras Diperpanjang Satu Bulan
Bapanas memperpanjang penyesuaian harga eceran tertinggi
(HET) beras premium selama satu bulan. Hal ini dilakukan demi menjaga
ketersediaan beras di pasar modern dan ritel. Presiden Jokowi menyetujui
perpanjangan penyesuaian HET beras premium tersebut dalam rapat tertutup
terkait kebijakan pangan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (19/3). Sebelumnya,
Bapanas menetapkan penyesuaian HET beras premium selama periode 10-23 Maret
2024. HET naik Rp 1.000 dari HET sebelumnya. Dengan adanya penyesuaian tersebut,
HET beras premium untuk wilayah Jawa, Lampung, dan Sumsel naik dari Rp 13.900
per kg menjadi Rp 14.900 per kg. Adapun di wilayah Aceh, Sumut, Sumbar, Bengkulu,
Riau, Kepri, Jambi, dan Kepulauan Bangka Belitung, HET beras premium naik dari
Rp 14.400 per kg menjadi Rp 15.400 per kg.
Di wilayah Bali, Nusa Tenggara, dan Kalimantan, HET naik
menjadi Rp 15.400 dari Rp 14.400 per kg. Untuk wilayah Maluku dan Papua, HET
disesuaikan dari Rp 14.800 menjadi Rp 15.800 per kg. Penyesuaian harga ini awalnya
berakhir pada 23 Maret 2024. Namun, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi seusai
rapat tertutup di Istana Merdeka
mengatakan,Presiden menyetujui perpanjangan penyesuaian HET sampai satu bulan. ”(Hal
ini) supaya stok yang ada di market, terutama di modern market, dan outlet
terjaga. Ini, kan, awalnya sampai 24 (Maret) ini. (Tanggal) 24 kita perpanjang
lagi, dari 24 (Maret) sampai 24 (bulan) berikutnya. (Hal ini) supaya beras itu
tetap ada di pasar sambil menyesuaikan GKP (gabah kering panen) turun,” ujar
Arief kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. (Yoga)
Pasokan Global Berkurang, Harga Minyak Menjulang
Harga minyak kian memanas hingga mencapai level tertinggi sejak Oktober 2023. Berdasarkan data
Bloomberg, harga minyak WTI berada di level US$ 82,89 per barel pada Selasa (19/3), menguat 0,2% secara harian.
Sejak awal 2024 atau
year to date
(ytd), harga minyak sudah naik sekitar 17%. Ke depan harga minyak diperkirakan masih potensial melanjutkan penguatan.
Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo mencermati, kenaikan harga minyak saat ini didukung oleh ekspor minyak mentah dari Irak dan Arab Saudi yang menurun. Serta indikasi kuatnya permintaan dan pertumbuhan ekonomi di China dan Amerika Serikat (AS). Selain itu, tingginya jumlah pengolahan minyak di negara-negara besar di Asia semakin meningkatkan optimisme di sektor energi.
Data Biro Statistik Nasional China juga menunjukkan produksi minyak mentah meningkat 3% yoy menjadi 35,1 juta ton antara bulan Januari dan Februari tahun ini.
Analis Deu Calion Futures (DCFX), Andrew Fischer Harga minyak dunia memproyeksi, harga minyak masih bisa lanjutkan kenaikan. Pasokan dari Arab Saudi dan Rusia cenderung berkurang, sementara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) membatasi produksi untuk menjaga harga tetap stabil.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









