;

Makan Siang dengan Pangan Lokal

Lingkungan Hidup Yoga 22 Mar 2024 Kompas
Makan Siang dengan Pangan Lokal

Rencana program makan siang gratis di sekolah sebaiknya tidak menambah parah penyeragaman pola konsumsi nasional ke beras dengan menggusur ragam sumber pangan lokal. Makan siang bersama bisa dilakukan dengan menu pangan lokal, yang selain sehat juga murah, seperti dicontohkan SD di Flores Timur, NTT. Pada Senin (4/3) siang, anak-anak di SD Inpres Lewoneda di Desa Mudakeputu, Flores Timur, tengah menikmati makan siang bersama dengan beragam pangan lokal. Fransiskus Barru, siswa kelas IV, lahap menyantap nasi jagung dengan lauk ikan tongkol dan sayur rumpu rampe. ”Enak dan suka karena lapar juga. Tadi pagi tidak sarapan. Bangun kesiangan,” kata Fransiskus.

Kegiatan makan siang bersama ini diinisiasi Perkumpulan Finbargo-Bekal Pemimpin, Berguna Larantuka, dan Amartha. Bekerja sama dengan pihak sekolah dan desa, mereka berupaya mengenalkan kembali keberagaman pangan lokal kepada anak-anak di Flores Timur. ”Saat ini, anak-anak di Flores Timur sudah banyak yang meninggalkan pangan lokal. Melalui kegiatan ini, kami mengajak anak-anak untuk kembali mengenali dan merasakan kembali pangan lokal. Pangan sehat itu bisa diupayakan sendiri oleh lingkungan sekitar kita,” tutur Rofinus Monteiro, pendiri Berguna Larantuka.

”Hari ini kami sajikan makan lokal yang dulu menjadi makanan kami saat kecil. Ini makanan-makanan tradisional, yang sekarang makin jarang dikonsumsi,” kata Nirmala Piran (55), orangtua murid yang juga Bendahara PKK Desa Mudakeputu. Hampir semua bahan pangan yang disajikan siang itu berasal dari lingkungan sekitar. ”Sayur kami tidak beli, tinggal ambil dari kebun dan pekarangan. Hanya ikan dan jagung yang beli. Singkong dan pisang tinggal panen,” ujarnya. Menurut Nirmala, menu lengkap itu bisa disajikan dengan Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per piring. ”Kalau pakai beras, ya, tidak cukup, mahal sekarang. Tapi, kalau mau makan pangan lokal, masih terjangkau,” lanjutnya. (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :