Lingkungan Hidup
( 5781 )Matematika Pangan Lokal
Melonjaknya harga beras menjadi momentum untuk kembali pada
beragam pangan lokal. Selain lebih murah, pangan lokal lebih segar dan memiliki
kandungan gizi yang baik. Ditinggalkanya beragam pangan lokal dan bergesernya pola
konsumsi ke beras membebani ekonomi masyarakat, terutama di daerah defisit
beras seperti NTT. Semakin miskin masyarakat, presentasi penghasilan yang tersedot
untuk membeli beras kian besar. Masyarakat harus mengorbankan beragam kebutuhan
konsumsi yang lain, termasuk mengurangi konsumsi protein. Hal ini pada
gilirannya berisiko meningkatkan masalah gizi pada anak.
”Harga beras saat ini paling mahal dari yang saya alami selama
hidup. Warga saat ini terbebani luar biasa dengan perkembangan ini,” kata
Kepala Desa Mudakeputu, Kabupaten Flores Timur, NTT, Yohanes Purin Weking (57),
Minggu (3/3). Harga beras di Pasar Mudakeputu saat ini mencapai Rp 17.000 per kg,
jauh lebih tinggi dari ketetapan harga eceran tertinggi (HET) Rp 14.400 per kg.
Kenaikan harga beras ini diikuti kenaikan harga-harga kebutuhan pokok lain,
termasuk telur. ”Warga miskin tambah miskin karena uang saat ini seperti tidak
bernilai,” ujarnya. Anastasia Marselina Dai (35), ibu rumah tangga di Desa Mudakeputu,
menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan beras, keluarganya menjual hasil
pertanian, seperti sayur-mayur, singkong, dan jagung, tetapi harganya tidak
sebanding.
Satu karung singkong, 50 kg, hanya laku dijual Rp 20.000. ”Kami
sekarang harus menghemat untuk membeli lauk-pauknya. Ikannya dikurangi, yang
penting anak-anak kenyang dulu,” katanya. Menurut Yohanes, lonjakan harga beras
saat ini membuatnya tersadar tentang pentingnya pangan lokal. ”Kalau warga
masih mau makan pangan-pangan lokal, pasti tidak akan kesusahan dengan naiknya
harga beras,” ujarnya. Secara tradisional, masyarakat Mudakeputu memiliki
pengetahuan untuk mengolah jagung dan singkong sebagai pangan pokok. ”Bahkan,
kalau mau ke hutan, juga banyak umbi-umbian yang dulu waktu saya masih kecil
menjadi makanan sehari-hari,” lanjutnya.
Jagung kuning, misalnya, menurut ahli gizi IPB University,
Drajat Martianto, memiliki kandungan energi 355 kalori per 100 gram (g), hampir
sama dengan nasi sebesar 360 kalori per 100 g. Sementara tepung gaplek memiliki
kandungan energi 363 kalori per 100 g. Bahan pangan ini juga memiliki unsur
mikro dengan kandungan bervariasi. Dari sisi harga, beragam pangan lokal juga
lebih murah. Meski begitu, makan juga soal kebiasaan selain persepsi warga yang
sudah terhegemoni pangan pokok harus beras. Menurut Yohanes, selama puluhan
tahun, masyarakat di desa diajarkan bahwa makan harus beras. Mereka yang masih
makan putu dan nasi jagung dianggap orang tidak mampu. ”Ini yang membuat warga
menjual jagung, singkong, dan mete untuk beli beras,” katanya (Yoga)
Pasokan Seret, Harga Minyak Goreng Rakyat Naik
Harga minyak goreng untuk rakyat, berupa minyak curah dan
kemasan sederhana merek Minyakita, naik. Hal ini terjadi lantaran pasokan
minyak goreng yang berasal dari kewajiban memasok kebutuhan domestic (DMO)
minyak goreng seret. BPS mencatat, pada pekan pertama Maret 2024, harga rerata
nasional minyak goreng Rp 17.825 per liter. Harga komoditas tersebut naik 0,44
% dibandingkan harga rerata pada Februari 2024. Kenaikan harga minyak goreng
itu terjadi di 236 daerah atau 65,56 % dari 514 kabupaten dan kota di
Indonesia. Jumlah daerah tersebut bertambah dari pekan kelima Februari 2024
yang sebanyak 228 daerah.
Berdasarkan Sistem Informasi Pemantauan Pasar dan Kebutuhan
Pokok Kemendag, per 13 Maret 2024, harga rerata nasional minyak goreng curah
dan Minyakita sama, yakni Rp 15.600 per liter. Harga tersebut di atas harga eceran
tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah Rp 14.000 per liter. Direktur Barang
Kebutuhan Pokok dan Penting Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Bambang
Wisnubroto, Rabu (13/3) mengatakan, kenaikan harga minyak goreng curah dan
Minyakita terjadi lantaran realisasi pemenuhan DMO rendah. Pada Februari 2024,
realisasi DMO hanya mencapai 123.536 ton atau 41,2 % dari target DMO bulanan
sebanyak 300.000 ton.
”Realisasi DMO pada Februari 2024 itu terendah sejak Juni
2022,” ujarnya dalam Rakori Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri
secara hibrida di Jakarta. Kemendag mencatat, penurunan realisasi DMO minyak
goreng itu terjadi sejak Desember 2023. Pada Desember 2023, realisasi DMO
tersebut sebanyak 249.044 ton atau 83 % dari target bulanan. Kemudian pada
Januari 2024, realisasi DMO itu turun menjadi 212.115 ton atau 70,7 % dari target
bulanan. Penurunan realisasi DMO terjadi lantaran permintaan ekspor CPO dan
produk turunan masih rendah. Salah satu indikasinya, hak ekspor minyak sawit
sebagai insentif atas pemenuhan DMO masih menumpuk, yakni 5,58 juta ton atau setara
kebutuhan ekspor 2,5 bulan. (Yoga)
Gerai Es Teh dan Es Kopi Gula Aren Gerus Pasar Minuman Kemasan
Merebaknya gerai es teh dan es kopi gula aren di berbagai
penjuru kota mulai berdampak pada menurunnya penjualan minuman dalam kemasan di
toko ritel dan warung kelontong. Fenomena ini menandakan adanya perubahan pola
konsumsi masyarakat terhadap minuman ringan. Mengutip data Nielsen, seperti
diolah Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim), volume penjualan produk minuman
dalam kemasan di luar air minum dalam kemasan (AMDK) pada 2023 adalah 3 juta liter.
Angka ini menurun 2,59 % dibandingkan tahun 2022 di 3,08 juta liter. Yang
termasuk minuman ringan dalam kemasan antara lain minuman teh dalam kemasan,
minuman kopi dalam kemasan, minuman mengandung susu dalam kemasan, minuman
berkarbonasi, dan minuman sari buah.
Menurut Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics
(CORE) Mohammad Faisal, salah satu faktor penyebab menurunnya penjualan minuman
dalam kemasan di tingkat ritel adalah menjamurnya gerai es teh dan es kopi gula
aren di berbagai sudut kota. ”Sedikit atau banyak (penurunan penjualan minuman
dalam kemasan) dipengaruhi oleh merebaknya gerai-gerai (es teh dan kopi gula
aren),” ujarnya dalam konferensi pers yang diselenggarakan Asrim bertajuk ”Kinerja
Industri Minuman di 2023 serta Peluang dan Tantangan di Tahun 2024” di Jakarta,
Rabu (13/3). Cara konsumsi minuman ringan di masyarakat telah berubah. Kini
masyarakat kian menggemari minuman es teh dan es kopi gula aren karena dianggap
sedang tren. Selain itu, konsumen juga lebih mudah mengaksesnya karena mudah
ditemui dan dibeli di pinggir jalan. Tidak seperti minuman dalam kemasan yang
disimpan di dalam lemari pendingin toko ritel. (Yoga)
BERAS, Pasokan Naik, Warga Diimbau Tidak Panik
Pasokan gabah dan beras ke pasaran diprediksi meningkat
seiring meluasnya area panen padi hingga 1-2 bulan ke depan. Masyarakat diimbau
tidak panik dalam membeli barang kebutuhan pokok, khususnya beras, karena dapat
berdampak pada kenaikan harga. Stok beras di Jabar, salah satu sentra produksi
beras nasional, diperkirakan dalam kondisi surplus 50.000 ton selama Maret
2024. Produksi akan meningkat pada puncak panen raya yang diperkirakan terjadi
bulan depan. Pergeseran masa tanam membuat panen padi di Jabar meningkat dan
mencapai 1,27 juta ton pada April 2024. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan
Hortikultura Jabar Dadan Hidayat memaparkan, produksi padi di Jabar diprediksi
mencapai 620.989 ton dalam bentuk gabah kering giling (GKG) pada Maret 2024.
Jumlah ini jauh lebih tinggi disbanding produksi pada Februari yang sebanyak 148.560
ton GKG, sementara pada Januari 2024 angkanya 243.362 ton GKG.
Menurut Dadan, selain pada volume produksi, fenomena El Nino
berdampak pada pergeseran masa tanam hingga 2-3 bulan. Akibatnya, masa tanam
dimulai pada Desember 2023 hingga Januari 2024. ”Secara kumulatif, pada Maret
2024, Jabar surplus hingga 50.000 ton. Memang ini cukup kecil. Namun, ini memastikan
masih ada kecukupan pangan. Potensi panen yang besar ada pada April 2024 karena
masa tanam bergeser jadi akhir tahun lalu dan Januari tahun ini,” ujarnya
seusai rapat pembahasan ketahanan pangan di Bandung, Jabar, Rabu (13/3). ”Dalam
kurun Oktober 2023 sampai 15 Februari 2024, ada 6.299 hektar lahan yang
terdampak bencana karena perubahan iklim. Namun, dari jumlah tersebut, yang
puso hanya 874 hektar. Jadi, kondisi awal tahun ini tidak dipengaruhi oleh bencana-bencana
tersebut,” ujarnya. Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin mengatakan, stok pangan
yang dinilai aman ini diharapkan bisa menenangkan masyarakat. Dia mengimbau
warga untuk tidak panik saat bulan Ramadhan karena dapat berdampak pada
kenaikan harga. (Yoga)
DMO Turun, Harga Migor Melambung
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kemendag (SP2KP) per 8 maret 2024, harga minyak goreng (migor) sawit curah mencapai Rp 15.600 per liter, di atas HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 14.000 per liter dikarenakan penurunan DMO Februari 2024.
Mendag Zulkifli Hasan mengatakan harga migor curah yang mengalami kenaikan tak dapat dihindari karena menurunnya realisasi DMO produsen yang hingga akhir Februari sebesar 123.536 ton atau 41 % target pemenuhan 300.000 ton. “Hal itu imbas lesunya ekspor CPO dan produk turunannya, sehingga DMO turun disbanding bulan lalu,” ucap dia dalam raker dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (13/3). (Yetede)
Ramadhan dan Ekonomi Pisang
Ramadhan tiba. Di Indonesia, pisang bakal menjadi salah satu
teman sahur atau berbuka puasa. Di balik itu, pisang turut menjadi penggerak
ekonomi dunia. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) bahkan menyebut pisang
sebagai tanaman pangan terpenting keempat di dunia setelah gandum, padi, dan
jagung. Kala Ramadhan, pisang beserta produk-produk olahannya semakin banyak diperjual
belikan. Para pedagang musiman turut bersanding dengan para pedagang regular menjajakan
aneka jajanan pisang, antara lain pisang goreng, kolak pisang, es pisang ijo,
dan pisang molen. Ramadhan juga menjadi momentum untuk mengenal aneka sajian
pisang dari banyak daerah di Indonesia. Sumbar dan Sumut mempunyai cekodok, sedangkan
Makassar terkenal dengan es pallu butung, pisang epe, dan barongko.
Lampung dan Sulawesi masing-masing memiliki geguduh pisang
dan sanggara talemme. Adapun Surakarta dan Gresik masing-masing mempunyai
carang gesing dan bongko kopyor. Satu produk pisang goring bahkan memiliki
berbagai sebutan atau nama khas di sejumlah daerah di Indonesia, yang muncul
karena ada perbedaan bentuk, cara mengolah, dan makan, meskipun sama-sama
digoreng. Pisang goreng di Pontianak dan Pekanbaru disebut sebagai pisang
goreng kipas karena bentuknya seperti kipas. Di Banjar, Banten, dikenal pisang
goreng telanjang karena digoreng tanpa tepung dan dicampur mentega. Sementara
pisang goring khas masyarakat Bugis di Kalimantan dikenal sebagai sanggara
pepe. Pisang yang ditumbuk pipih sebelum digoreng ini disantap menggunakan
sambal.
Pisang goreng serupa juga ada di Manado. Pisang goreng ter- sebut
disantap menggunakan sambal roa. Tidak heran jika Taste Atlas, laman panduan
wisata dan kuliner dunia, menempatkan pisang goreng Indonesia sebagai camilan
penutup makan terbaik dunia pada 2023, menempati peringkat pertama di antara 50
camilan dari 40 negara. BPS juga menyebutkan, pada 2022, nilai ekspor pisang di
Indonesia mencapai 8,7 juta USD, meningkat 42,81 % dari tahun sebelumnya. Di
tengah berbagai tantangan, Indonesia tidak hanya membidik pasar pisang dalam negeri,
tetapi juga pasar luar negeri. Bahkan, salah satu provinsi di Indonesia, yakni Sulsel,
menjadikan pisang sebagai salah satu solusi mengatasi kemiskinan dan
pengangguran. (Yoga)
Relaksasi Harga Beras Bisa Kerek Pendapatan Petani
Petani di Jatim menyambut positif kebijakan pemerintah
merelaksasi harga eceran tertinggi (HET) beras premium dari Rp 13.900 per kg
menjadi Rp 14.900 per kg. Beleid itu diharapkan mengerek harga gabah sehingga harganya
tetap tinggi menjelang panen raya di awal tahun ini. Wakil Ketua Kontak Tani
Nelayan Andalan Jatim Suharno mengatakan, rata-rata hasil panen petani padi tahun
ini turun menjadi 4-5 ton per hektar. Hasil panen itu jauh lebih rendah
dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 6-7 ton per hektar. Pemicunya
adalah mahalnya komponen biaya produksi, terutama pupuk yang harganya beberapa kali
lipat lebih tinggi karena ketiadaan pupuk bersubsidi. Dampaknya, kebutuhan
pupuk sesuai komposisi pemupukan berimbang tak terpenuhi.
”Karena kekurangan pupuk, tanaman tidak bisa tumbuh dan berkembang
secara maksimal sehingga produksi padinya juga kurang bagus. Sekarang petani hanya
dapat 4-5 ton gabah kering panen per hektar,” ujar Suharno, Selasa (12/3). Pemerintah
merelaksasi harga eceran tertinggi (HET) beras premium yang menyasar delapan
wilayah di Indonesia. HET disesuaikan dengan kenaikan Rp 1.000 per kg dari sebelumnya
sehingga untuk Pulau Jawa, Lampung, dan Sumsel, HET harga beras premium menjadi
Rp 14.900 per kg, naik dari sebelumnya Rp 13.900 per kg. Kebijakan berlaku pada
10-23 Maret 2024 atau selama dua pekan. Petani berharap kenaikan HET beras
premium akan mengerek harga gabah. Setidaknya, penurunan harga gabah pada panen
saat ini tidak terlalu tajam sehingga harga yang diterima petani tetap tinggi,
yakni Rp 7.000 per kg kering panen. (Yoga)
Sektor Produktif Berhak Konsumsi BBM Subsidi
BPH Migas mengungkap, usaha mikro, nelayan, petani, kapal motor tempel serta pelayanan umum masih tercantum dalam revisi Perpres No 191 Tahun 2014. Beleid ini direvisi agar penyaluran subsidi BBM lebih tepat sasaran. Nantinya dalam perpres teranyar akan memuat lebih detil konsumen yang berhak membeli Pertalite dan Solar subsidi.
Dalam mengakses BBM subsidi, kelima kelompok konsumen tersebut berbeda dengan konsumen pada umumnya. Mereka harus menunjukkan surat rekomendasi dari pemda setempat. Surat rekomendasi yang disertai kuota BBM tersebut memiliki jangka waktu 3 bulan dan bisa diperpanjang, Penerbitan surat rekomendasi ini menggunakan teknologi informasi yang diluncurkan BPH Migas.
Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman mengatakan, sektor-sektor produktif memerlukan dukungan demi meningkatkan pendapatan sehingga untuk jangka panjang, juga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. “Nelayan, petani, UMKM itu konsumen pengguna yang diatur dalam Perpres 191, ataupun revisinya,” kata Saleh di Jakarta, Selasa (12/3). (Yetede)
SKK Migas Kawal Pengembangan Proyek Masela
SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Inpex Masela, LTD, berhasil menyelesaikan rangkaian kegiatan dalam rangka melanjutkan pengembangan Proyek Lapangan Gas Abadi. Pencapaian signifikan mereka adalah penyelesaian kegiatan survei lapangan tambahan sebagai bagian kelanjutan proses dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang mencakup data tambahan hasil observasi ekosistem terumbu karang dan hasil resolusi aspirasi mewakili Maluku Barat Daya.
SKK Migas juga telah menerima penyerahan hasil pengadaan tanah kawasan non hutan seluas 28,9 hektar untuk pembangunan salah satu fasilitas proyek LNG Abadi dari Tim Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Kanwil BPN Maluku pada 19 Februari 2024 di Ambon, Maluku sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung kelancaran proyek. (Yetede)
Harga Emas Bersinar Tanda Ekonomi Redup
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









