Harga Emas Bersinar Tanda Ekonomi Redup
Harga emas menanjak hingga mencetak rekor tertinggi atau all time high (ATH). Menurut data Bloomberg, harga emas terus menguat hingga mencapai rekor tertinggi baru di level US$ 2.188 per ons troi, Senin (11/3). Meski terkoreksi ke posisi US$ 2.166 per ons troi, Selasa (12/3), harga emas diproyeksikan menguat dalam jangka panjang. Ada beberapa pemicu menguatnya harga safe haven ini. Research and Development ICDX, Taufan Dimas Hareva mengatakan, Gubernur The Fed lebih pede memangkas suku bunga beberapa bulan mendatang. "Apabila semakin kuat ekspektasi pemotongan suku bunga Federal Reserve (Fed), semakin menguat pula kinerja aset emas," kata Taufan, kemarin (12/3). Data inflasi harga konsumen (CPI) AS Februari 2024 juga naik 0,4% secara bulanan. Secara tahunan, CPI meningkat 3,2% atau di atas perkiraan 3,1%. Ini sempat menjadi tekanan pada harga emas. Namun, Pengamat Komoditas dan Mata Uang, Lukman Leong melihat harga emas masuk tren kenaikan jangka panjang. Sentimen dari luar negeri, yaitu pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan turunnya imbal hasil obligasi AS jadi pendorong harga emas. Panasnya tensi geopolitik juga menyebabkan investor beralih ke si kuning. "Sentimen juga datang dari bank sentral China yang terus mengakumulasi emas sebagai usaha meningkatkan cadangan emas dan dedolarisasi," kata Lukman. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira juga mengatakan, investor akan mencari imbal hasil yang lebih menarik, tetapi dalam konteks safe haven seperti emas dan surat utang AS. Emas juga bakal bersinar lantaran proyeksi perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. Hal itu misalnya tampak pada rencana China yang akan mendorong stimulus fiskal secara besar-besaran. Proyeksi Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo bahkan lebih fantastis. Harga si kuning, kata dia, bisa mencapai US$ 3.000 dalam dua tahun ke depan. Sebab, berdasarkan perdagangan Contract for Difference (CFD) yang melacak pasar acuan komoditas ini, harga emas sudah naik sebesar US$ 116,14 per ons troi, atau naik 5,63% sejak awal tahun 2024.
Tags :
#EmasPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023