;

Gerai Es Teh dan Es Kopi Gula Aren Gerus Pasar Minuman Kemasan

Lingkungan Hidup Yoga 14 Mar 2024 Kompas
Gerai Es Teh dan Es Kopi Gula Aren Gerus Pasar Minuman Kemasan

Merebaknya gerai es teh dan es kopi gula aren di berbagai penjuru kota mulai berdampak pada menurunnya penjualan minuman dalam kemasan di toko ritel dan warung kelontong. Fenomena ini menandakan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap minuman ringan. Mengutip data Nielsen, seperti diolah Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim), volume penjualan produk minuman dalam kemasan di luar air minum dalam kemasan (AMDK) pada 2023 adalah 3 juta liter. Angka ini menurun 2,59 % dibandingkan tahun 2022 di 3,08 juta liter. Yang termasuk minuman ringan dalam kemasan antara lain minuman teh dalam kemasan, minuman kopi dalam kemasan, minuman mengandung susu dalam kemasan, minuman berkarbonasi, dan minuman sari buah.

Menurut Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal, salah satu faktor penyebab menurunnya penjualan minuman dalam kemasan di tingkat ritel adalah menjamurnya gerai es teh dan es kopi gula aren di berbagai sudut kota. ”Sedikit atau banyak (penurunan penjualan minuman dalam kemasan) dipengaruhi oleh merebaknya gerai-gerai (es teh dan kopi gula aren),” ujarnya dalam konferensi pers yang diselenggarakan Asrim bertajuk ”Kinerja Industri Minuman di 2023 serta Peluang dan Tantangan di Tahun 2024” di Jakarta, Rabu (13/3). Cara konsumsi minuman ringan di masyarakat telah berubah. Kini masyarakat kian menggemari minuman es teh dan es kopi gula aren karena dianggap sedang tren. Selain itu, konsumen juga lebih mudah mengaksesnya karena mudah ditemui dan dibeli di pinggir jalan. Tidak seperti minuman dalam kemasan yang disimpan di dalam lemari pendingin toko ritel. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :