Gerai Es Teh dan Es Kopi Gula Aren Gerus Pasar Minuman Kemasan
Merebaknya gerai es teh dan es kopi gula aren di berbagai
penjuru kota mulai berdampak pada menurunnya penjualan minuman dalam kemasan di
toko ritel dan warung kelontong. Fenomena ini menandakan adanya perubahan pola
konsumsi masyarakat terhadap minuman ringan. Mengutip data Nielsen, seperti
diolah Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim), volume penjualan produk minuman
dalam kemasan di luar air minum dalam kemasan (AMDK) pada 2023 adalah 3 juta liter.
Angka ini menurun 2,59 % dibandingkan tahun 2022 di 3,08 juta liter. Yang
termasuk minuman ringan dalam kemasan antara lain minuman teh dalam kemasan,
minuman kopi dalam kemasan, minuman mengandung susu dalam kemasan, minuman
berkarbonasi, dan minuman sari buah.
Menurut Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics
(CORE) Mohammad Faisal, salah satu faktor penyebab menurunnya penjualan minuman
dalam kemasan di tingkat ritel adalah menjamurnya gerai es teh dan es kopi gula
aren di berbagai sudut kota. ”Sedikit atau banyak (penurunan penjualan minuman
dalam kemasan) dipengaruhi oleh merebaknya gerai-gerai (es teh dan kopi gula
aren),” ujarnya dalam konferensi pers yang diselenggarakan Asrim bertajuk ”Kinerja
Industri Minuman di 2023 serta Peluang dan Tantangan di Tahun 2024” di Jakarta,
Rabu (13/3). Cara konsumsi minuman ringan di masyarakat telah berubah. Kini
masyarakat kian menggemari minuman es teh dan es kopi gula aren karena dianggap
sedang tren. Selain itu, konsumen juga lebih mudah mengaksesnya karena mudah
ditemui dan dibeli di pinggir jalan. Tidak seperti minuman dalam kemasan yang
disimpan di dalam lemari pendingin toko ritel. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023