;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Kegiatan Tambang Timah Ilegal Menyusut

16 Mar 2024

Kegiatan tambang timah ilegal di Bangka Belitung menurun drastic seiring dengan penanganan kasusdugaan korupsi dalam tata niaga timah oleh Kejaksaan Agung. Pemerintah akan membentuk satuan tugas tata niaga timah setelah penanganan kasus dugaan korupsi rampung. Sinergitas pemerintah pusat dan pemda menjadi kunci pembenahan tersebut.

Direktur Bangka Belitung Resources Institute (BRiNST) Teddy Marbinanda mengatakan, langkah Kejaksaan Agung berdampak signifikan terhadap kegiatan tambang illegal di Bangka Belitung. “Secara garis besar (kasus dugaan korupsi tata niaga timah) ada efeknya. Signifikan menekan kegiatan tambang illegal, tapi masih ada beberapa penambang liar yang beroperasi,” kata Teddy di Jakarta, Jumat (15/3). (Yetede)

Waspadai Cuaca Ekstrem Jabodetabek

16 Mar 2024

Wilayah Jabodetabek masih berpotensi dilanda cuaca ekstrem hingga 18 Maret 2024. Warga perlu waspada terhadap dampak hujan disertai kilat dan angin kencang yang mungkin terjadi. Berdasarkan penjelasan Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, Jumat (15/3) kondisi itu dipicu aktivitas Madden-Julian Oscillation serta fenomena gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial. Kemudian, adanya tiga bibit siklon tropis, yaitu bibit siklon tropis 91S, 94S, dan 93P, yang berada di sekitar Samudra Hindia selatan Jawa, Laut Timor, dan Laut Australia menunjukkan pengaruh terhadap wilayah Indonesia bagian selatan. Kombinasi fenomena tersebut diperkirakan menimbulkan potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat yang disertai kilat/angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jabodetabek.

”Hasil analisis terkini, penurunan potensi intensitas hujan di Jabodetabek akan terjadi mulai 17 Maret 2024,” kata Guswanto.”BPBD DKI mencatat, genangan saat ini terjadi di 13 RT atau 0,042 persen dari 30.772 RT di wilayah Jakarta,” kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji. Banjir disebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis (14/3). Sementara banjir di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya mulai surut pada Jumat (15/3) sore. Meski demikian, masih ada permukiman yang terendam banjir sehingga menyebabkan adanya sekitar 300 pengungsi. ”Alhamdulillah, mulai sore ini banjir sudah surut dan bisa dilalui kereta api dengan kecepatan terbatas sehingga perjalanan kereta api mulai kembali normal,” kata Franoto Wibowo dari Humas Daerah Operasi 4 Semarang, Jumat. (Yoga)

Dua Bulan Pertama, Impor Beras Naik Signifikan

16 Mar 2024

Volume impor beras pada awal tahun ini meningkat signifikan seiring penurunan produksi di tengah meningkatnya permintaan dan harga beras pada masa Ramadhan-Lebaran. Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, impor beras pada Januari-Februari 2024 mencapai 880.820 ton senilai 564,51 juta USD. Dibanding Januari-Februari 2023, volume dan nilai impor komoditas itu naik signifikan masing-masing 93 % dan 148,63 persen. ”Beras impor itu berasal dari Thailand 59,11 %, Pakistan 17,82 %, dan Myanmar 14,34 %,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar secara hibrida di Jakarta, Jumat (15/3).

Tahun ini pemerintah menetapkan kuota impor beras 3,6 juta ton, lantaran produksi beras pada 2023 turun dan pada Januari-April 2024 diperkirakan lebih rendah disbanding periode sama tahun lalu. BPS mencatat, produksi beras nasional turun 440.000 ton atau 1,36 % dari 31,54 juta ton pada 2022 menjadi 31,1 juta ton pada 2023. Dari hasil kerangka sampel area, potensi produksi beras nasional pada Januari-April 2024 sebesar 10,71 juta ton atau turun 17,52 % dari Januari-April 2023 yang sebesar 12,98 juta ton.

Dalam rapat dengar pendapat di Komisi VI DPR, Perum Bulog menyatakan sudah dan akan mendatangkan beras impor 1,3 juta ton yang akan digunakan untuk menstabilkan harga beras dan bantuan beras bagi 22 juta keluarga berpenghasilan rendah. Dirut Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengatakan, awal tahun ini, Bulog telah mendatangkan 500.000 ton beras impor dari sisa kuota impor tahun lalu. Hingga kini, Bulog juga telah merealisasikan kontrak impor beras dengan sejumlah negara sekitar 800.000 ton. (Yoga)

Bencana Merata, Kenali Risiko Lingkungan

15 Mar 2024

Warga yang tinggal di kawasan langganan banjir, daerah aliran sungai, dan perbukitan wajib waspada selama satu hingga dua pekan ke depan. Cuaca ekstrem selama beberapa hari ke depan membuat warga yang tinggal di daerah-daerah itu berisiko dilanda banjir dan tanah longsor. ”Kalau siang hari, lihat saja ke luar rumah. Kalau pandangan dalam jarak 100 meter ke depan tidak jelas, berarti intensitas hujannya sudah 30 milimeter per jam. Kalau malam, pakai senter. Jika itu terjadi, segera evakuasi mandiri,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Kamis (14/3). Setelah evakuasi,warga harus tetap berdiam di tempat aman sekurangnya dua jam meski hujan mereda, untuk memberi waktu berjalannya air hujan yang biasanya mendatangkan banjir. Misalnya, air dari Bendungan Katulampa baru akan sampai di daerah perkotaan Jakarta berkisar 4-6 jam.

”Teknologi sudah pasti dibutuhkan. Namun, pada kondisi tertentu, kita harus bisa mengambil keputusan sendiri dan itu harus cepat,” ujar Abdul. Dalam kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini, memperhatikan kondisi daerah masing-masing amat penting. Terlebih, bencana seperti banjir telah terjadi di banyak tempat. Di Semarang, Jateng, sebagian permukiman masih digenangi banjir pada Kamis (14/3). ”Banjir di jalan-jalan sudah mulai surut, tetapi di permukiman belum,” kata Kabid Penanganan Darurat Badan BPBD Jateng Muhamad Chomsul. Sejauh ini, BPBD Jateng sudah mengevakuasi warga terdampak. ”BPBD juga mendirikan dapur umum yang dipusatkan di masjid Balai Kota Semarang,” ujarnya. (Yoga)

Lifting Minyak Nasional Naik pada 2026

15 Mar 2024

Produksi minyak siap jual (lifting) diproyeksikan melandai hingga tahun depan. Posisi lifting pada tahun ini dan 2025 di level 594 ribu barel per hari (bph) sampai 600 ribu bph. Namun lifting mulai merangkak naik pada 2026 di kisaran 601 ribu bph hingga 630 ribu bph. Tingkat produksi minyak nasional terus menguat hingga 2030 diposisi 669 ribu bph hinga 891 ribu bph.

Peningkatan lifting minyak nasional itu seiring berproduksinya sejumlah lapangan migas. Namun scenario SKK Migas ini belum memasukkan proyek enchanced oil recovery (EOR) dan eksploitasi migas non konvensional (MNK) di Blok Rokan. Jika kedua proyek di Rokan membuahkan hasil, maka target 1 juta barel pada 2030 dapat tercapai. Dirjen Migas Kementrian ESDM Tutuka Ariadi optimis target 1 juta barel akan tercapai. “Kami terutama menaruh harapan besar di MNK dan EOR, kalau berhasil keduanya akan menyumbang kontribusi besar untuk produksi minyak,” kata Tutuka di Jakarta, Kamis (14/3). (Yetede)

Harga Minyak Melesat, Saham Energi Kian Panas

15 Mar 2024

Harga minyak dunia yang terus menanjak memberi berkah bagi saham-saham energi seperti PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Energi Mega Persada TBK (ENRG), PT Elnusa Tbk (ELSA) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang mencatatkan peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Konsensus analis sepakat, empat saham ini berpotensi melanjutkan kenaikan dan masih akan memberikan cuan besar. Berdasarkan data RTI, saham MEDC ditutup menguat 9,02 % ke posisi penutupan perdagangan Kamis (14/3), disusul ENRG yang naik 6,73 % ke posisi Rp 222, saham ELSA meningkat 2,65 % ke level Rp 388, dan PGAS naik 2,58 % menjadi 1.195.

Stockbit dalam ulasannya menyebut penguatan harga saham energi terjadi seiring kenaikan harga minyak Brent sebesar 2,6 % ke level USD 83,03 per barel pada perdagangan Rabu (13/3). Investment Analyst Stockbit Hendriko Gani mengatakan, “Dengan permintaan yang kuat dan penurunan stock minyak AS, Harga minyak global berpotensi melanjutkan penguatan harga dan dapat memberi katalis positif bagi kinerja produsen migas, seperti MEDC dan ENRG,” pada Kamis (14/3). (Yetede)

Menuju Pemain Geothermal Terbesar di Dunia

15 Mar 2024

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGBO) atau PGE terus menjajaki potensi merger dan akuisisi proyek panas bumi baru untuk mewujudkan ambisi menjadi perusahaan geothermal terbesar di dunia. Strategi pertumbuhan anorganik tersebut dilakukan untuk mempercepat pengembangan bisnis perseroan yang juga konsisten melakukan peningkatan kapasitas panas bumi secara organik.

“Bagi PGE, kami akan menjadi The Largest Geothermal Energy di dunia. Sekarang kapasitas kami 600 Megawatt (MW) dan ada 1.000 MW potensi upside, itu belum termasuk dari merger dan akuisisi. PGE secara agresif memperluas bisnis melalui strategi pertumbuhan organik dan anorganik, sekaligus berfokus pada pengembangan produk sekunder,” kata Dirut PGE Julfi Hadi pada acara Media Briefing PGE di Jakarta, Kamis (14/3). (Yetede)

INDUSTRI HULU MIGAS : TATKALA KKKS ‘GANTI JUBAH’ KE COST RECOVERY

15 Mar 2024

Minat kontraktor kontrak kerja sama atau KKKS untuk kembali ke skema kontrak bagi hasil cost recovery menjadi penanda awal bahwa industri hulu minyak dan gas bumi atau migas nasional masih memiliki tingkat risiko yang tinggi. Namun, otoritas hulu migas nasional berkomitmen untuk menjaga rentang sasaran plafon cost recovery sebesar US$8,3 miliar. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menganggarkan dana cost recovery atau pengembalian biaya kontraktor seluruhnya sebesar US$8,3 miliar setara dengan Rp129,23 triliun (asumsi kurs Rp15.570 per dolar AS) tahun ini. Alokasi cost recovery itu lebih tinggi dari realisasi cost recoveryyang diberikan pemerintah kepada kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) sepanjang 2023 di angka US$7,7 miliar atau sekitar Rp119,88 triliun. Kendati demikian alokasi cost recovery pada tahun ini tidak bergeser dari target 2023 di angka yang sama, US$8,3 miliar. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan anggaran cost recovery tahun ini diharapkan tidak bergeser dari pagu yang telah ditetapkan pemerintah. Kendati, kata Tjip sapaan karibnya, sejumlah KKKS telah mengajukan peralihan skema kontrak bagi hasil dari gross split menjadi cost recovery saat ini. “Ada beberapa KKKS yang akan mengusulkan perubahan dari gross split ke cost recovery tetapi tetap kita akan targetkan untuk tidak melampui budget yang diberikan sebesar US$8,3 miliar,” kata Tjip saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII, Jakarta, Rabu (13/3). Adapun komponen utama cost recovery itu berkisar pada biaya kegiatan produksi mencapai US$4,1 miliar, eksplorasi dan pengembangan US$2,3 miliar, depresiasi mencapai US$1,1 miliar, biaya administrasi mencapai US$0,6 miliar, investment credit sekitar US$0,1 miliar dan sisanya terkait dengan unrecovered costs. Apalagi, kata dia, beberapa KKKS ingin bermigrasi ke skema pengambalian biaya kontraktor tersebut. 

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sebagian lapangan migas tidak dapat dikembangkan lantaran terkendala urusan keekonomian. Kendala investasi itu disebabkan karena kontrak bagi hasil atau production cost sharing (PSC) yang dinilai tidak menguntungkan bagi KKKS. Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian ESDM Noor Arifi n Muhammad mengatakan, lebih dari lima PSC terpaksa jalan di tempat lantaran terganjal isu keekonomian tersebut. ementerian ESDM mencatat sebagian lapangan yang mengalami kesulitan itu berasal dari portofolio milik PT Pertamina Hulu Energi, termasuk di dalamnya PT Pertamina Hulu Rokan. PT Pertamina Hulu Energi (PHE) tercatat mengajukan permohonan perubahan skema kontrak bagi hasil dari gross split menjadi cost recovery di empat blok migas garapan mereka awal tahun ini. Keempat blok yang diajukan untuk migrasi menjadi cost recovery itu a.l Blok Offshore Southeast Sumatra (OSES), Offshore North West Java (ONWJ), Attaka, dan Tuban East Java. Direktur Utama PHE Chalid Said Salim mengatakan permohonan pengajuan pindah skema kontrak itu sudah didiskusikan bersama dengan pemerintah tahun lalu. Hanya saja, kata Chalid, proposal resmi baru disampaikan awal tahun ini. Sementara itu, PetroChina International Jabung Ltd. menilai positif perpanjangan kontrak wilayah kerja (WK) Jabung sampai dengan 2043 yang telah menggunakan skema kontrak kerja sama cost recovery. Skema kontrak cost recovery itu dianggap dapat meningkatkan investasi PetroChina di Jabung, yang telah dioperasikan sejak 2002 lalu. Komitmen itu disampaikan General Manager Jabung Wang Heping, saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII dan SKK Migas di DPR, Jakarta, Rabu (13/3). Lewat skema cost recovery itu, manajemen PetroChina menargetkan dapat menarik investasi yang lebih masif dari kantor pusat mereka di Beijing untuk mengembangkan WK Jabung.

STOK PANGAN : PRODUKSI BERAS DIYAKINI MENDERAS

14 Mar 2024

Kementerian Pertanian meyakini produksi beras tahun ini menembus 32 juta ton atau naik 2,8% dari realisasi produksi beras sepanjang 2023 sebesar 31,1 juta ton. Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan bahwa telah menyiapkan sejumlah langkah untuk merealisasikan target produksi beras pada 2024. Langkah pertama, Kementan telah melakukan refocusing anggaran 2024 sebesar Rp17,74 triliun untuk mengakselerasi peningkatan produksi beras dan jagung tahun ini. “Refocusing ini tidak mengubah total pagu dan komposisi anggaran per program Kementan,” ujarnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR, Rabu (13/3). Langkah berikutnya, Kementan juga mengajukan alokasi biaya tambahan (ABT) sebesar Rp5,8 triliun untuk menggenjot produksi bahan pangan. Sementara itu, pengoptimalan lahan rawa untuk padi akan dilakukan di 400.000 hektare yang tersebar di 10 provinsi. Adapun, untuk penanaman padi gogo dilakukan di 500.000 hektare lahan sawit. Dia juga mengalokasikan volume pupuk bersubsidi menjadi 9,55 juta ton seperti yang terjadi pada 2014 guna menyokong produksi beras tahun ini. Menurutnya, alokasi pupuk bersubsidi terus mengalami penurunan sejak 5 tahun terakhir dengan alokasi volume pupuk bersubsidi terendah pada 2024 sebanyak 4,73 juta ton. Oleh karena itu, pemerintah tahun ini juga menambahkan anggaran pupuk subsidi sebanyak Rp14 triliun sehingga volume pupuk subsidi 2024 bisa ditingkatkan menjadi 9,55 juta ton. Dalam kesempatan berbeda, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan juga menyatakan dampak El Nino menyebabkan pergeseran musim panen padi. Data yang diperoleh Kemendag, produksi beras pada Desember 2023-Maret 2024 lebih rendah 2,82 juta ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi itu menyebabkan harga gabah naik sampai dengan menembus Rp8.000 per kg. Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyebutkan stok beras premium di ritel modern dan pasar tradisional mulai tersedia pascarelaksasi HET untuk beras premium. Sebaliknya, anggota Komisi VI DPR Fraksi Partai Golkar Sarmuji menilai kebijakan pemerintah mengatur HET beras premium tak rasional mengingat beras itu dibeli kelas menengah ke atas.

Waspadai Cuaca Ekstrem Beberapa Hari ke Depan

14 Mar 2024

BMKG memperkirakan terjadinya cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Tanah Air beberapa hari ke depan. Angin kencang disertai hujan dengan intensitas ringan-lebat serta gelombang laut tinggi berpotensi terjadi dan berisiko memicu bencana hidrometeorologi. Masyarakat diimbau mewaspadainya. Di NTB, Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) memprediksi cuaca ekstrem berlangsung di NTB hingga akhir pecan ini. Masyarakat diimbau mewaspadai hujan disertai angina kencang hingga gelombang tinggi. Kepala Stasiun Meteorologi ZAM Satria Topan Primadi, Rabu (13/3) mengatakan, curah hujan bisa terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang. ”Berpotensi terjadi di seluruh wilayah NTB, 10-16 Maret 2024,” ujarnya. Kondisi itu bisa terjadi pagi hingga dini hari, yakni mulai dari Lombok Utara, Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima, Kota Bima, dan Dompu.

Selain hujan disertai petir dan angin kencang, BMKG Stasiun Meteorologi ZAM memprediksi potensi gelombang tinggi pada periode itu. Gelombang dengan tinggi mencapai 2,5-4 meter berpotensi terjadi di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, dan Selat Sape bagian selatan. Adapun gelombang 4-6 meter berpotensiterjadi di Samudra Hindia, selatan NTB. Di Malang, Jatim, prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Malang, Firda Amalia M, mengatakan, hingga kini dinamika atmosfer mendukung untuk terjadinya cuaca ekstrem. ”Selain itu, saat ini juga ada bibit siklon yang berada di selatan Pulau Jawa. Ini bisa meningkatkan cuaca ekstrem hingga seminggu ke depan berupa hujan lebat disertai petir dan angin kencang serta gelombang tinggi di perairan selatan Jawa,” ujarnya. Di Sultra, hujan dengan intensitas sangat tinggi masih berpotensi terjadi di Kendari dan sejumlah daerah lain di Sultra. Masyarakat diharapkan mewaspadai banjir dan longsor selama sepekan ke depan. ”Selama seminggu ke depan, (curah) hujan masih akan tinggi. Kondisi ini diprediksi terjadi di Kendari, sejumlah daerah di daratan Sultra, dan beberapa di kepulauan,” kata Kepala Stasiun Maritim BMKG Kendari Sugeng Widarko. (Yoga)