Bencana Merata, Kenali Risiko Lingkungan
Warga yang tinggal di kawasan langganan banjir, daerah aliran
sungai, dan perbukitan wajib waspada selama satu hingga dua pekan ke depan.
Cuaca ekstrem selama beberapa hari ke depan membuat warga yang tinggal di daerah-daerah
itu berisiko dilanda banjir dan tanah longsor. ”Kalau siang hari, lihat saja ke
luar rumah. Kalau pandangan dalam jarak 100 meter ke depan tidak jelas, berarti
intensitas hujannya sudah 30 milimeter per jam. Kalau malam, pakai senter. Jika
itu terjadi, segera evakuasi mandiri,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan
Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Kamis (14/3). Setelah evakuasi,warga
harus tetap berdiam di tempat aman sekurangnya dua jam meski hujan mereda,
untuk memberi waktu berjalannya air hujan yang biasanya mendatangkan banjir. Misalnya,
air dari Bendungan Katulampa baru akan sampai di daerah perkotaan Jakarta berkisar
4-6 jam.
”Teknologi sudah pasti dibutuhkan. Namun, pada kondisi
tertentu, kita harus bisa mengambil keputusan sendiri dan itu harus cepat,” ujar
Abdul. Dalam kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini, memperhatikan kondisi
daerah masing-masing amat penting. Terlebih, bencana seperti banjir telah
terjadi di banyak tempat. Di Semarang, Jateng, sebagian permukiman masih
digenangi banjir pada Kamis (14/3). ”Banjir di jalan-jalan sudah mulai surut,
tetapi di permukiman belum,” kata Kabid Penanganan Darurat Badan BPBD Jateng
Muhamad Chomsul. Sejauh ini, BPBD Jateng sudah mengevakuasi warga terdampak.
”BPBD juga mendirikan dapur umum yang dipusatkan di masjid Balai Kota
Semarang,” ujarnya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023