;

Waspadai Cuaca Ekstrem Jabodetabek

Lingkungan Hidup Yoga 16 Mar 2024 Kompas (H)
Waspadai Cuaca
Ekstrem Jabodetabek

Wilayah Jabodetabek masih berpotensi dilanda cuaca ekstrem hingga 18 Maret 2024. Warga perlu waspada terhadap dampak hujan disertai kilat dan angin kencang yang mungkin terjadi. Berdasarkan penjelasan Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, Jumat (15/3) kondisi itu dipicu aktivitas Madden-Julian Oscillation serta fenomena gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial. Kemudian, adanya tiga bibit siklon tropis, yaitu bibit siklon tropis 91S, 94S, dan 93P, yang berada di sekitar Samudra Hindia selatan Jawa, Laut Timor, dan Laut Australia menunjukkan pengaruh terhadap wilayah Indonesia bagian selatan. Kombinasi fenomena tersebut diperkirakan menimbulkan potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat yang disertai kilat/angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jabodetabek.

”Hasil analisis terkini, penurunan potensi intensitas hujan di Jabodetabek akan terjadi mulai 17 Maret 2024,” kata Guswanto.”BPBD DKI mencatat, genangan saat ini terjadi di 13 RT atau 0,042 persen dari 30.772 RT di wilayah Jakarta,” kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji. Banjir disebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis (14/3). Sementara banjir di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya mulai surut pada Jumat (15/3) sore. Meski demikian, masih ada permukiman yang terendam banjir sehingga menyebabkan adanya sekitar 300 pengungsi. ”Alhamdulillah, mulai sore ini banjir sudah surut dan bisa dilalui kereta api dengan kecepatan terbatas sehingga perjalanan kereta api mulai kembali normal,” kata Franoto Wibowo dari Humas Daerah Operasi 4 Semarang, Jumat. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :