Waspadai Cuaca Ekstrem Beberapa Hari ke Depan
BMKG memperkirakan terjadinya cuaca ekstrem di sejumlah wilayah
di Tanah Air beberapa hari ke depan. Angin kencang disertai hujan dengan
intensitas ringan-lebat serta gelombang laut tinggi berpotensi terjadi dan
berisiko memicu bencana hidrometeorologi. Masyarakat diimbau mewaspadainya. Di
NTB, Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) memprediksi cuaca ekstrem
berlangsung di NTB hingga akhir pecan ini. Masyarakat diimbau mewaspadai hujan
disertai angina kencang hingga gelombang tinggi. Kepala Stasiun Meteorologi ZAM
Satria Topan Primadi, Rabu (13/3) mengatakan, curah hujan bisa terjadi dengan intensitas
sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang. ”Berpotensi terjadi di seluruh
wilayah NTB, 10-16 Maret 2024,” ujarnya. Kondisi itu bisa terjadi pagi hingga
dini hari, yakni mulai dari Lombok Utara, Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah,
Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima, Kota Bima, dan Dompu.
Selain hujan disertai petir dan angin kencang, BMKG Stasiun
Meteorologi ZAM memprediksi potensi gelombang tinggi pada periode itu. Gelombang
dengan tinggi mencapai 2,5-4 meter berpotensi terjadi di Selat Lombok bagian
selatan, Selat Alas bagian selatan, dan Selat Sape bagian selatan. Adapun
gelombang 4-6 meter berpotensiterjadi di Samudra Hindia, selatan NTB. Di
Malang, Jatim, prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Malang, Firda Amalia M, mengatakan,
hingga kini dinamika atmosfer mendukung untuk terjadinya cuaca ekstrem. ”Selain
itu, saat ini juga ada bibit siklon yang berada di selatan Pulau Jawa. Ini bisa
meningkatkan cuaca ekstrem hingga seminggu ke depan berupa hujan lebat disertai
petir dan angin kencang serta gelombang tinggi di perairan selatan Jawa,”
ujarnya. Di Sultra, hujan dengan intensitas sangat tinggi masih berpotensi
terjadi di Kendari dan sejumlah daerah lain di Sultra. Masyarakat diharapkan
mewaspadai banjir dan longsor selama sepekan ke depan. ”Selama seminggu ke
depan, (curah) hujan masih akan tinggi. Kondisi ini diprediksi terjadi di
Kendari, sejumlah daerah di daratan Sultra, dan beberapa di kepulauan,” kata Kepala
Stasiun Maritim BMKG Kendari Sugeng Widarko. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023