;

Dua Bulan Pertama, Impor Beras Naik Signifikan

Lingkungan Hidup Yoga 16 Mar 2024 Kompas
Dua Bulan Pertama, Impor
Beras Naik Signifikan

Volume impor beras pada awal tahun ini meningkat signifikan seiring penurunan produksi di tengah meningkatnya permintaan dan harga beras pada masa Ramadhan-Lebaran. Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, impor beras pada Januari-Februari 2024 mencapai 880.820 ton senilai 564,51 juta USD. Dibanding Januari-Februari 2023, volume dan nilai impor komoditas itu naik signifikan masing-masing 93 % dan 148,63 persen. ”Beras impor itu berasal dari Thailand 59,11 %, Pakistan 17,82 %, dan Myanmar 14,34 %,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar secara hibrida di Jakarta, Jumat (15/3).

Tahun ini pemerintah menetapkan kuota impor beras 3,6 juta ton, lantaran produksi beras pada 2023 turun dan pada Januari-April 2024 diperkirakan lebih rendah disbanding periode sama tahun lalu. BPS mencatat, produksi beras nasional turun 440.000 ton atau 1,36 % dari 31,54 juta ton pada 2022 menjadi 31,1 juta ton pada 2023. Dari hasil kerangka sampel area, potensi produksi beras nasional pada Januari-April 2024 sebesar 10,71 juta ton atau turun 17,52 % dari Januari-April 2023 yang sebesar 12,98 juta ton.

Dalam rapat dengar pendapat di Komisi VI DPR, Perum Bulog menyatakan sudah dan akan mendatangkan beras impor 1,3 juta ton yang akan digunakan untuk menstabilkan harga beras dan bantuan beras bagi 22 juta keluarga berpenghasilan rendah. Dirut Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengatakan, awal tahun ini, Bulog telah mendatangkan 500.000 ton beras impor dari sisa kuota impor tahun lalu. Hingga kini, Bulog juga telah merealisasikan kontrak impor beras dengan sejumlah negara sekitar 800.000 ton. (Yoga)

Tags :
#Beras #Impor
Download Aplikasi Labirin :