Lingkungan Hidup
( 5781 )Mengungkit Taji Produksi Migas
Melemahnya daya ungkit lifting minyak dan gas atau migas 2023 kembali mencuat ke permukaan. Pencapaian lifting dalam hal ini minyak mentah yang meleset dari target pemerintah, tentu saja berdampak pada lonjakan impor komoditas energi yang berujung pada membengkaknya beban yang ditanggung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), lifting minyak per 31 Desember 2023 berada di level 612.000 barel per hari (bopd). Pencapaian itu lebih rendah dibandingkan dengan target APBN 2023 yang ditetapkan sebesar 660.000 bopd. Rendahnya realisasi lifting minyak mentah ini disebabkan oleh tertundanya sejumlah proyek, seiring dengan peristiwa penghentian operasional atau uplanned shutdown. Beberapa penghentian operasional itu dipicu antara lain bencana tanah longsor di Lapangan Kedung Keris milik ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL), kendala Train-1 dari kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) bp, kebocoran pipa atau power outgage di PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES), dan kebocoran pipa di PHE Offshore North West Java (ONWJ). Dari sisi operasional, belum tercapainya target lifting minyak mentah menjadi pekerjaan rumah yang mendesak untuk segera diselesaikan. Merespons penurunan tersebut, SKK Migas melakukan pembenahan salah satunya dengan mengoptimalkan perangkat digital dalam pengawasan kegiatan hulu migas. Seakan ingin mengejar ketertinggalan pada 2023, pemerintah pun mengalokasikan perhatian pada sejumlah program eksplorasi dan penanaman modal jumbo untuk 2024. Investasi pada tahun ini diklaim melampaui capaian tahun sebelumnya. Tingginya angka investasi menjadi penanda komitmen pemerintah yang bergandengan tangan dengan perusahaan migas untuk mengawal industri migas pada tahun ini dapat mencapai target APBN. Di tengah euforia pemanfaatan energi ramah lingkungan kerja keras menjaga kelangsungan proyek migas agar tetap berada dalam jalurnya tidak dapat dilepaskan dari target ambisius produksi migas 2030. Pada tahun tersebut, pemerintah memang menargetkan produksi minyak mentah sebesar 1 juta bopd, dan 12 bilion standar cubic feet per day (BSCFD).
INDUSTRI HULU MIGAS : SYARAT KETAT PERUBAHAN KONTRAK
Otoritas hulu minyak dan gas bumi nasional mengajukan syarat kepada Pertamina Hulu Energi jika ingin usulan perubahan skema kontrak berjalan mulus. Komitmen kerja pasti yang telah disepakati sebelumnya harus dipenuhi oleh kontraktor kontrak kerja sama.n Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebut komitmen kerja pasti sebagai syarat yang perlu diselesaikan apabila kontraktor kontrak kerja sama, seperti Pertamina Hulu Energi mengajukan usulan terkait dengan pengelolaan lapangan migas, termasuk mengubah skema kontrak dari gross split menjadi cost recovery. “Mereka ada komitmen kerja pasti, itu harus diselesaikan dulu. Kalau ada rencana berubah ke cost recovery, itu baru dimungkinkan,” kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, saat ditemui, Senin (18/3). Pertamina Hulu Energi memang sudah resmi mengajukan permohonan perubahan skema kontrak bagi hasil dari gross split menjadi cost recovery di empat blok migas yang dikelolanya awal tahun ini.
Keempat blok yang diajukan untuk migrasi itu adalah Blok Offshore Southeast Sumatra (OSES), Offshore North West Java (ONWJ), Attaka, dan Tuban East Java. Dorongan yang sama diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), di mana otoritas energi nasional itu meminta Pertamina Hulu Energi untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi lanjutan di aset ONWJ. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan bahwa Blok ONWJ masih berpotensi menyimpan sumber daya minyak yang relatif besar. Akan tetapi, potensi tersebut masih perlu dibuktikan lebih lanjut, seperti yang sudah terpetakan di Lapangan. Upaya tersebut, dibutuhkan pemerintah untuk mencapai target 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari dalam rencana jangka panjang atau long term plan yang belakangan diproyeksi mundur dari target semula pada 2030. Pasalnya, SKK Migas telah meminta untuk memundurkan target long term plan tersebut paling lambat 3 tahun lebih molor dari target awal karena pandemi Covid-19, sehingga membuat sejumlah rencana pengembangan lapangan mesti berlarut-larut dari jadwal awal yang telah disepakati bersama dengan KKKS. Benny Lubiantara, Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah SKK Migas, juga telah meminta Pertamina Hulu Energi untuk menjelaskan kenapa baru sekarang mengajukan perpindahan skema kontrak untuk empat wilayah kerja sekaligus. Sementara itu, Founder & Advisor ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto menyarankan pemerintah untuk menerima sejumlah proposal migrasi skema kontrak dari gross split menjadi cost recovery yang diajukan oleh Pertamina Hulu Energi.
Harga Emas Menanti Pidato FOMC Pekan Ini
Kilau emas diproyeksi masih akan bersinar. Research And Development PT Handal Semesta Berjangka Alwy Assegaf mengatakan, data ekonomi Amerika Serikat (AS) terkini yang membaik dinilai tidak mengubah pandangan pasar terkait pemangkasan suku bunga AS. Ia menyebut, pasar masih menempatkan penurunan suku bunga di Juli tahun ini. Berdasarkan data Bloomberg, harga emas global kembali melandai ke US$ 2.162,30 per ons troi, kemarin (18/3), setelah mencetak rekor pada Senin pekan lalu di level US$ 2.188,60 per ons troi. Alwi menilai emas masih memiliki prospek untuk cenderung bullish sepanjang tahun ini. Namun, untuk pekan ini, arah harga emas memang bergantung pada hasil rapat FOMC yang akan berlangsung Kamis pekan ini.
Menurut Alwi, jika The Fed melihat petunjuk mengenai waktu dan ruang lingkup penurunan suku bunga masih seperti Desember 2023, maka akan ada pemangkasan suku bunga sebanyak tiga kali. Dengan demikian, dengan skenario hawkish (inflasi naik) maka harga emas akan terkoreksi dengan support US$ 2.110–US$ 2.130 per ons troi, Sementara apabila hasil FOMC dovish, maka harga emas akan naik ke US$ 2.170 dan kenaikan selanjutnya ke US$ 2.194 per ons troi. Analis Deu Calion Futures (DCFX) Andrew Fischer memenyarankan investor dapat mempertimbangkan potensi penurunan yang lebih besar di masa mendatang. "Utamanya jika ada pengumuman penting dari Fed yang dapat mempengaruhi arah dolar AS," imbuh Ficher dalam rilis, kemarin.
Panen Meluas Harga Beras Mulai Terkoreksi
Kenaikan harga beras pada minggu ke dua Maret
2024 dibandingkan minggu pertama cenderung mendatar (flatering) dan jumlah
wilayah yang mengalami lonjakan juga menyusut. Kondisi harga beras yang
demikian disebabkan harga gabah kering panen (GKP) kini turun menjadi Rp 6.700
per kg menyusul meluasnya panen raya padi di Indonesia bulan ini. Koreksi harga
beras diperkirakan makin signifikan pada puncak panen raya April nanti, ketika
produksi dan kebutuhan sudah seimbang.
Menurut Plt Kepala BPS Amalia Adminggar
Widyasanti, situasi harga beras menunjukkan tanda-tanda yang sangat baik sebab
rerata harga beras pada minggu kedua dan pertama Maret 2024 sangat sedikit
perbedaannya. Hal itu didorong produksi beras Maret 202 ini yang mulai
meningkat. “Harga beras kelihatan mulai ada flattening antara minggu kedua
Maret dibandingkan minggu pertama. Selain itu, wilayah yang mengalami kenaikan
harga beras pun menurun di minggu kedua Maret menjadi 268 kabupaten/kota, dari
271 kabupaten/kota di minggu pertama,” jelas dia saat Rakor Pengendalian
Inflasi Daerah Tahun 2024 di Jakarta, Senin (18/03). (Yetede)
Harga Beras Sulit Turun ke Posisi Tahun Lalu
Meningkatnya biaya produksi padi membuat harga beras akan
sulit turun ke level harga eceran tertinggi atau HET yang ditetapkan pemerintah
tahun lalu. Apa yang dapat dilakukan pemangku kebijakan saat ini adalah menjaga
stabilitas harga beras agar tidak merugikan petani maupun masyarakat. Dirut Perum
Bulog Bayu Krisnamurthi menuturkan, harga beras sulit turun ke level tahun lalu
mengingat sejumlah komponen pembentuk harga beras telah mengalami kenaikan, di
antaranya upah tenaga kerja, harga sewa lahan, hingga harga pupuk. ”Seiring
dengan kenaikan UMR (upah minimum regional) dan inflasi di kisaran 2-3 %, upah
buruh tani juga meningkat. Faktanya 50 % biaya produksi tanaman padi didominasi
upah tenaga kerja,” ujarnya di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (18/3).
Bayu juga menyoroti adanya kenaikan harga sewa lahan yang disinyalir
karena banyaknya konversi lahan yang terjadi. Petani merogoh kocek lebih banyak
untuk menyewa lahan lantaran lahan semakin sempit dan dibanderol lebih mahal. Faktor
lain yang membuat HET beras tidak bisa kembali ke posisi tahun lalu adalah kenaikan
harga pupuk baik di tingkat internasional maupun regional. Sebagai informasi,
pupuk subsidi hanya menyumbang 3,8 % dari total biaya produksi padi, sedangkan
pupuk nonsubsidi menyumbang 10 % dari total biaya produksi padi. ”Kondisi
demikian menjadi pertimbangan kenaikan harga beras ke depannya. Jadi menurut penghitungan
kami, harga akan sulit untuk kembali ke titik semula seperti setahun yang
lalu,” ujar Bayu. (Yoga)
Menjaga Inflasi Pangan
Setiap memasuki bulan Ramadhan harga kebutuhan pangan selalu
naik. Pengalaman empiris menunjukkan harga kelompok bahan pangan bergejolak
(volatile food) akan terus naik hingga Lebaran tiba. Salah satu pemicunya,
meningkatnya permintaan masyarakat. Pusat Informasi Harga Pangan Strategis BI,
6 Maret 2024, melaporkan kenaikan harga beberapa komoditas pangan, antara lain,
bawang putih, semua jenis beras dari kualitas bawah hingga kualitas super,
cabai rawit hijau, gula pasir lokal dan premium, serta minyak goreng curah. Kenaikan
harga paling signifikan terjadi pada komoditas daging ayam ras segar Rp 38.900
per kg, naik Rp 1.200 per kg atau 3,18 %. Disusul telur ayam ras segar Rp
31.750 per kg, naik Rp 850 per kg atau 2,75 %.
Meski menunjukkan tren melandai setelah mengalami kenaikan
cukup signifikan selama beberapa bulan terakhir, harga beras masih sangat tinggi,
dalam kisaran Rp 14.500-Rp17.300 per kg. Kenaikan harga beras menjadi
penyumbang utama angka inflasi bulan Februari 2024. BPS melaporkan, inflasi Februari
2024 sebesar 0,37 %. Penyumbang inflasi terbesar adalah makanan, minuman, dan
tembakau dengan inflasi1 % dengan andil 0,29 %. Ada dua alasan pemerintah harus
menjaga angka inflasi pada angka yang rendah. Pertama, inflasi yang tinggi akan
menggerus daya beli masyarakat miskin. Apalagi jika pemicu inflasi itu adalah
naiknya harga kelompok volatile food seperti yang terjadi beberapa bulan
terakhir. Belanja pangan keluarga miskin menyumbang 60 % total pengeluaran
mereka. Kedua, inflasi yang tinggi akan mendongkrak suku bunga dan membuat
nilaitukar rupiah terpuruk.
Pemerintah melalui unit-unit kerjanya perlu lebih terlibat
dalam penguatan stok penyangga pangan. BUMN dan BUMD menjadi off taker beberapa
komoditas pangan strategis untuk dijadikan stok penyangga dengan volume dan
lokasi penyimpanan yang jelas. Pemerintah perlu memetakan puncak kebutuhan
pangan terukur untuk mengantisipasi gejolak harga. Melalui pengaturan kalender
tanam komoditas sayuran, seperti cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah,
dapat diatur kapan waktu panennya. Saatnya Perum Bulog juga menjadi pelaku
produksi pangan dan penguat stok penyangga berbagai komoditas pangan, serta off
taker komoditas pangan strategis, seperti kedelai, tebu, komoditas
hortikultura, dan komoditas pangan penting lain. Tim pemantau dan pengendali
inflasi daerah dapat melakukan langkah strategis untuk stabilisasi harga pangan
melalui berbagai instrumen, seperti operasi pasar dan penyelenggaraan pasar
murah. Semua ini diharapkan dapat membantu menjaga inflasi karena meningkatnya
harga pangan. (Yoga)
Berburu Manisnya Takjil yang Meluruhkan Sekat
Ramadhan tahun ini ada fenomena baru yang seru, yakni war
takjil lintas agama. Berburu takjil di pasar kini tak hanya dilakukan warga
Muslim yang sedang berpuasa, tetapi warga lain dari beragam agama. Fenomena ini
ternyata meluruhkan sekat suku, agama, ras, dan antargolongan atau SARA. Belakangan
ini, Clara (24) sering memperhatikan jam tangan atau jam dinding ruang kerjanya
di perkantoran kawasan Jakpus, pikirannya bukan soal kapan jam kerja berakhir
atau waktunya pulang. Warga Rawa Belong, Jakbar ini memikirkan jeli, puding,
dan agar-agar yang dijajakan penjual takjil. Dia tak sabar untuk membelinya dan
berbuka puasa bersama teman-teman Muslim.
”Ikut berburu takjil, tetapi tidak ikut puasa. Enggak tahu
kenapa, jajanan yang dijual saat Ramadhan lebih menarik dan menggoda,” seloroh
Clara, Minggu (17/3). Andini (27) juga merasakan hal yang sama. ”Heboh,
semangat cari takjil. Padahal, saya yang puasa anteng-anteng saja. Tapi di situ
keseruannya,” ujar Andini. Selain berburu takjil, teman-temannya yang tak
berpuasa juga antusias untuk buka puasa bersama. Mereka semangat
merekomendasikan tempat dan menu yang pas bagi semua. ”Biasanya satu kali
seminggu. Dibayari kantor, gratis. Pastinya semua senang,” kata Andini sembari
tertawa. Keriuhan berburu takjil hingga buka puasa bersama juga merambat ke
jagat maya. Warganet menyebut berburu takjil sebagai ”war takjil”. yang jadi
topik hangat, seperti di X, dulu Twitter. Utas @FashionReco,
”Berburu takjil, persaingan lintas agama-a thread-”. Utas
berisi potongan tangkapan layar tentang berburu takjil yang bernuansa candaan
atau gurauan telah dilihat 1,4 juta kali, dicuitkan 816 kali, ditandai 702
kali, dan disukai 11.000 kali. Ramadhan membawa berkah bagi semua warga, baik yang
berpuasa maupun tidak. Mereka sama-sama kecipratan rezeki, seperti Vicky Amelia
(28), warga non-Muslim yang berjualan takjil di Pasar Rawajati, Kecamatan
Pancoran, Jaksel. Di lapak berukuran 1 meter x1meter dia menjajakan kolak
pisang, biji salak, martabak, lontong sayur, dan oncom, risol, serta berbagai penganan
berbuka lainnya.
Sejak subuh, Vicky sudah berbelanja di Pasar Minggu hingga
meracik berbagai makanan mulai pukul 06.00 dibantu dua pegawai yang melaksanakan
ibadah puasa. “Biasanya pukul 15.00 sudah banyak konsumen yang datang. Kami
tidak ingin kehilangan momen,” kata Vicky. Di Pasar Rawajati juga ada puluhan
lapak nenjajakan takjil di kanan dan kiri jalan. Ratusan pembeli tumpah ruah berburu
takjil. Di tahun pertama membuka usaha jualan takjil, Vicky mendapatkan omzet
lumayan. Dalam satu hari, dia bisa mengantongi Rp 1,5 juta dengan keuntungan
bersih Rp 400.000. Erni (45), salah satu pegawai Vicky, cukup terbantu dengan
usaha ini. Dalam sehari, ia memperoleh upah Rp 100.000. Uang itu ditabung untuk
pulang kampung ke Sukabumi, Jabar, pada
Idul Fitri nanti. (Yoga)
Tantangan Rendah Emisi Batubara
Industri Batubara menghadapi tantangan cukup
berat, yakni adanya tuntutan global terhadap penggunaan energi bersih, termasuk
dari pendanaan asing. Karenanya, Indonesia harus mampu mengoptimalkan potensi
batubara yang jumlahnya masih berlimpah, dengan penerapan teknologi serta
kaidah kegiatan pertambangan yang baik (good mining practices) sehingga
pemanfaatan batubara bisa bersanding dengan energi terbarukan lainnya.
Analis Indo Premier Sekuritas Ryan Winipta dan
Reggie Parengkuan dalam risetnya mengatakan, dana asing umumnya tidak
berinvestasi pada perusahaan batubara karena pertimbangan ESG. “Jika lebih
detail lagi, sebagian besar dana asing khususnya yang terafiliasi dengan
Eropa/AS, dibatasi membeli nama-nama yang berhubungan dengan batubara. Dan
beberapa dana asing lebih fleksibel dengan kemajuan perusahaan menuju
diversivikasi ESG,” ujar Ryan. (Yetede)
Impor Jagung Pakan Dihentikan
Pemerintah menghentikan impor jagung pakan guna
mencegah anjloknya harga komoditas itu di tingkat petani seiring masuknya masa
panen raya. Hal itu juga agar penyerapan jagung dalam negeri oleh Perum Bulog,
produsen pakan ternak dan para pemangku kepentingan (stake holder) demi
membantu menjaga stabilitas harga di petani berjalan optimal.
Rerata nasional harga jagung di tingkat
peternak pada 17 Maret 2024 mencapai Rp 8.140 per kg, lebih rendah dari 10
Maret 2024 di Rp 8.360 per kg. Kepala Bapanas/NFA Arief Prasetyo Adi
menegaskan, sebelum panen raya jagung yang puncaknya diperkirakan April 2024,
importasi saat ini telah distop untuk menjaga harga di petani tidak jatuh, juga
untuk memastikan penyerapan jagung produksi dalam negeri dapat berjalan
optimal. (Yetede)
Harita Nickel Dapat Restu Right Issue 18,92 Miliar Saham
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita
Nickel segera mengeksekusi rencana penawaran umum terbatas dengan hak memesan
efek terlebih dahulu(PMHMETD/right issue) sebanyak 18, 92 miliar saham, setelah
mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar
biasa (RUPSLB) yang digelar Jumat (15/3)
Dirut Harita Nickel Roy Arman Affandi
mengatakan, pemegang saham telah memberikan persetujuan terhadap agenda ke dua
yang diusulkan oleh manajemen yaitu rencana right issue, dimana jumlah saham
yang akan diterbitkan minimal 10 % yang setara 6,30 miliar saham dan
sebanyak-banyaknya 30 % atau sebanyak 18,92 miliar saham dari modal ditempatkan
dan disetor perseroan saat ini. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









