;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Menjaga Inflasi Pangan

18 Mar 2024

Setiap memasuki bulan Ramadhan harga kebutuhan pangan selalu naik. Pengalaman empiris menunjukkan harga kelompok bahan pangan bergejolak (volatile food) akan terus naik hingga Lebaran tiba. Salah satu pemicunya, meningkatnya permintaan masyarakat. Pusat Informasi Harga Pangan Strategis BI, 6 Maret 2024, melaporkan kenaikan harga beberapa komoditas pangan, antara lain, bawang putih, semua jenis beras dari kualitas bawah hingga kualitas super, cabai rawit hijau, gula pasir lokal dan premium, serta minyak goreng curah. Kenaikan harga paling signifikan terjadi pada komoditas daging ayam ras segar Rp 38.900 per kg, naik Rp 1.200 per kg atau 3,18 %. Disusul telur ayam ras segar Rp 31.750 per kg, naik Rp 850 per kg atau 2,75 %.

Meski menunjukkan tren melandai setelah mengalami kenaikan cukup signifikan selama beberapa bulan terakhir, harga beras masih sangat tinggi, dalam kisaran Rp 14.500-Rp17.300 per kg. Kenaikan harga beras menjadi penyumbang utama angka inflasi bulan Februari 2024. BPS melaporkan, inflasi Februari 2024 sebesar 0,37 %. Penyumbang inflasi terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi1 % dengan andil 0,29 %. Ada dua alasan pemerintah harus menjaga angka inflasi pada angka yang rendah. Pertama, inflasi yang tinggi akan menggerus daya beli masyarakat miskin. Apalagi jika pemicu inflasi itu adalah naiknya harga kelompok volatile food seperti yang terjadi beberapa bulan terakhir. Belanja pangan keluarga miskin menyumbang 60 % total pengeluaran mereka. Kedua, inflasi yang tinggi akan mendongkrak suku bunga dan membuat nilaitukar rupiah terpuruk.

Pemerintah melalui unit-unit kerjanya perlu lebih terlibat dalam penguatan stok penyangga pangan. BUMN dan BUMD menjadi off taker beberapa komoditas pangan strategis untuk dijadikan stok penyangga dengan volume dan lokasi penyimpanan yang jelas. Pemerintah perlu memetakan puncak kebutuhan pangan terukur untuk mengantisipasi gejolak harga. Melalui pengaturan kalender tanam komoditas sayuran, seperti cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah, dapat diatur kapan waktu panennya. Saatnya Perum Bulog juga menjadi pelaku produksi pangan dan penguat stok penyangga berbagai komoditas pangan, serta off taker komoditas pangan strategis, seperti kedelai, tebu, komoditas hortikultura, dan komoditas pangan penting lain. Tim pemantau dan pengendali inflasi daerah dapat melakukan langkah strategis untuk stabilisasi harga pangan melalui berbagai instrumen, seperti operasi pasar dan penyelenggaraan pasar murah. Semua ini diharapkan dapat membantu menjaga inflasi karena meningkatnya harga pangan. (Yoga)

Berburu Manisnya Takjil yang Meluruhkan Sekat

18 Mar 2024

Ramadhan tahun ini ada fenomena baru yang seru, yakni war takjil lintas agama. Berburu takjil di pasar kini tak hanya dilakukan warga Muslim yang sedang berpuasa, tetapi warga lain dari beragam agama. Fenomena ini ternyata meluruhkan sekat suku, agama, ras, dan antargolongan atau SARA. Belakangan ini, Clara (24) sering memperhatikan jam tangan atau jam dinding ruang kerjanya di perkantoran kawasan Jakpus, pikirannya bukan soal kapan jam kerja berakhir atau waktunya pulang. Warga Rawa Belong, Jakbar ini memikirkan jeli, puding, dan agar-agar yang dijajakan penjual takjil. Dia tak sabar untuk membelinya dan berbuka puasa bersama teman-teman Muslim.

”Ikut berburu takjil, tetapi tidak ikut puasa. Enggak tahu kenapa, jajanan yang dijual saat Ramadhan lebih menarik dan menggoda,” seloroh Clara, Minggu (17/3). Andini (27) juga merasakan hal yang sama. ”Heboh, semangat cari takjil. Padahal, saya yang puasa anteng-anteng saja. Tapi di situ keseruannya,” ujar Andini. Selain berburu takjil, teman-temannya yang tak berpuasa juga antusias untuk buka puasa bersama. Mereka semangat merekomendasikan tempat dan menu yang pas bagi semua. ”Biasanya satu kali seminggu. Dibayari kantor, gratis. Pastinya semua senang,” kata Andini sembari tertawa. Keriuhan berburu takjil hingga buka puasa bersama juga merambat ke jagat maya. Warganet menyebut berburu takjil sebagai ”war takjil”. yang jadi topik hangat, seperti di X, dulu Twitter. Utas @FashionReco,

”Berburu takjil, persaingan lintas agama-a thread-”. Utas berisi potongan tangkapan layar tentang berburu takjil yang bernuansa candaan atau gurauan telah dilihat 1,4 juta kali, dicuitkan 816 kali, ditandai 702 kali, dan disukai 11.000 kali. Ramadhan membawa berkah bagi semua warga, baik yang berpuasa maupun tidak. Mereka sama-sama kecipratan rezeki, seperti Vicky Amelia (28), warga non-Muslim yang berjualan takjil di Pasar Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jaksel. Di lapak berukuran 1 meter x1meter dia menjajakan kolak pisang, biji salak, martabak, lontong sayur, dan oncom, risol, serta berbagai penganan berbuka lainnya.

Sejak subuh, Vicky sudah berbelanja di Pasar Minggu hingga meracik berbagai makanan mulai pukul 06.00 dibantu dua pegawai yang melaksanakan ibadah puasa. “Biasanya pukul 15.00 sudah banyak konsumen yang datang. Kami tidak ingin kehilangan momen,” kata Vicky. Di Pasar Rawajati juga ada puluhan lapak nenjajakan takjil di kanan dan kiri jalan. Ratusan pembeli tumpah ruah berburu takjil. Di tahun pertama membuka usaha jualan takjil, Vicky mendapatkan omzet lumayan. Dalam satu hari, dia bisa mengantongi Rp 1,5 juta dengan keuntungan bersih Rp 400.000. Erni (45), salah satu pegawai Vicky, cukup terbantu dengan usaha ini. Dalam sehari, ia memperoleh upah Rp 100.000. Uang itu ditabung untuk  pulang kampung ke Sukabumi, Jabar, pada Idul Fitri nanti. (Yoga)

Tantangan Rendah Emisi Batubara

18 Mar 2024

Industri Batubara menghadapi tantangan cukup berat, yakni adanya tuntutan global terhadap penggunaan energi bersih, termasuk dari pendanaan asing. Karenanya, Indonesia harus mampu mengoptimalkan potensi batubara yang jumlahnya masih berlimpah, dengan penerapan teknologi serta kaidah kegiatan pertambangan yang baik (good mining practices) sehingga pemanfaatan batubara bisa bersanding dengan energi terbarukan lainnya.

Analis Indo Premier Sekuritas Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan dalam risetnya mengatakan, dana asing umumnya tidak berinvestasi pada perusahaan batubara karena pertimbangan ESG. “Jika lebih detail lagi, sebagian besar dana asing khususnya yang terafiliasi dengan Eropa/AS, dibatasi membeli nama-nama yang berhubungan dengan batubara. Dan beberapa dana asing lebih fleksibel dengan kemajuan perusahaan menuju diversivikasi ESG,” ujar Ryan. (Yetede)

Impor Jagung Pakan Dihentikan

18 Mar 2024

Pemerintah menghentikan impor jagung pakan guna mencegah anjloknya harga komoditas itu di tingkat petani seiring masuknya masa panen raya. Hal itu juga agar penyerapan jagung dalam negeri oleh Perum Bulog, produsen pakan ternak dan para pemangku kepentingan (stake holder) demi membantu menjaga stabilitas harga di petani berjalan optimal.

Rerata nasional harga jagung di tingkat peternak pada 17 Maret 2024 mencapai Rp 8.140 per kg, lebih rendah dari 10 Maret 2024 di Rp 8.360 per kg. Kepala Bapanas/NFA Arief Prasetyo Adi menegaskan, sebelum panen raya jagung yang puncaknya diperkirakan April 2024, importasi saat ini telah distop untuk menjaga harga di petani tidak jatuh, juga untuk memastikan penyerapan jagung produksi dalam negeri dapat berjalan optimal. (Yetede)

Harita Nickel Dapat Restu Right Issue 18,92 Miliar Saham

16 Mar 2024

PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel segera mengeksekusi rencana penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu(PMHMETD/right issue) sebanyak 18, 92 miliar saham, setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar Jumat (15/3)

Dirut Harita Nickel Roy Arman Affandi mengatakan, pemegang saham telah memberikan persetujuan terhadap agenda ke dua yang diusulkan oleh manajemen yaitu rencana right issue, dimana jumlah saham yang akan diterbitkan minimal 10 % yang setara 6,30 miliar saham dan sebanyak-banyaknya 30 % atau sebanyak 18,92 miliar saham dari modal ditempatkan dan disetor perseroan saat ini. (Yetede)

Kegiatan Tambang Timah Ilegal Menyusut

16 Mar 2024

Kegiatan tambang timah ilegal di Bangka Belitung menurun drastic seiring dengan penanganan kasusdugaan korupsi dalam tata niaga timah oleh Kejaksaan Agung. Pemerintah akan membentuk satuan tugas tata niaga timah setelah penanganan kasus dugaan korupsi rampung. Sinergitas pemerintah pusat dan pemda menjadi kunci pembenahan tersebut.

Direktur Bangka Belitung Resources Institute (BRiNST) Teddy Marbinanda mengatakan, langkah Kejaksaan Agung berdampak signifikan terhadap kegiatan tambang illegal di Bangka Belitung. “Secara garis besar (kasus dugaan korupsi tata niaga timah) ada efeknya. Signifikan menekan kegiatan tambang illegal, tapi masih ada beberapa penambang liar yang beroperasi,” kata Teddy di Jakarta, Jumat (15/3). (Yetede)

Waspadai Cuaca Ekstrem Jabodetabek

16 Mar 2024

Wilayah Jabodetabek masih berpotensi dilanda cuaca ekstrem hingga 18 Maret 2024. Warga perlu waspada terhadap dampak hujan disertai kilat dan angin kencang yang mungkin terjadi. Berdasarkan penjelasan Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, Jumat (15/3) kondisi itu dipicu aktivitas Madden-Julian Oscillation serta fenomena gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial. Kemudian, adanya tiga bibit siklon tropis, yaitu bibit siklon tropis 91S, 94S, dan 93P, yang berada di sekitar Samudra Hindia selatan Jawa, Laut Timor, dan Laut Australia menunjukkan pengaruh terhadap wilayah Indonesia bagian selatan. Kombinasi fenomena tersebut diperkirakan menimbulkan potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat yang disertai kilat/angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jabodetabek.

”Hasil analisis terkini, penurunan potensi intensitas hujan di Jabodetabek akan terjadi mulai 17 Maret 2024,” kata Guswanto.”BPBD DKI mencatat, genangan saat ini terjadi di 13 RT atau 0,042 persen dari 30.772 RT di wilayah Jakarta,” kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji. Banjir disebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis (14/3). Sementara banjir di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya mulai surut pada Jumat (15/3) sore. Meski demikian, masih ada permukiman yang terendam banjir sehingga menyebabkan adanya sekitar 300 pengungsi. ”Alhamdulillah, mulai sore ini banjir sudah surut dan bisa dilalui kereta api dengan kecepatan terbatas sehingga perjalanan kereta api mulai kembali normal,” kata Franoto Wibowo dari Humas Daerah Operasi 4 Semarang, Jumat. (Yoga)

Dua Bulan Pertama, Impor Beras Naik Signifikan

16 Mar 2024

Volume impor beras pada awal tahun ini meningkat signifikan seiring penurunan produksi di tengah meningkatnya permintaan dan harga beras pada masa Ramadhan-Lebaran. Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, impor beras pada Januari-Februari 2024 mencapai 880.820 ton senilai 564,51 juta USD. Dibanding Januari-Februari 2023, volume dan nilai impor komoditas itu naik signifikan masing-masing 93 % dan 148,63 persen. ”Beras impor itu berasal dari Thailand 59,11 %, Pakistan 17,82 %, dan Myanmar 14,34 %,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar secara hibrida di Jakarta, Jumat (15/3).

Tahun ini pemerintah menetapkan kuota impor beras 3,6 juta ton, lantaran produksi beras pada 2023 turun dan pada Januari-April 2024 diperkirakan lebih rendah disbanding periode sama tahun lalu. BPS mencatat, produksi beras nasional turun 440.000 ton atau 1,36 % dari 31,54 juta ton pada 2022 menjadi 31,1 juta ton pada 2023. Dari hasil kerangka sampel area, potensi produksi beras nasional pada Januari-April 2024 sebesar 10,71 juta ton atau turun 17,52 % dari Januari-April 2023 yang sebesar 12,98 juta ton.

Dalam rapat dengar pendapat di Komisi VI DPR, Perum Bulog menyatakan sudah dan akan mendatangkan beras impor 1,3 juta ton yang akan digunakan untuk menstabilkan harga beras dan bantuan beras bagi 22 juta keluarga berpenghasilan rendah. Dirut Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengatakan, awal tahun ini, Bulog telah mendatangkan 500.000 ton beras impor dari sisa kuota impor tahun lalu. Hingga kini, Bulog juga telah merealisasikan kontrak impor beras dengan sejumlah negara sekitar 800.000 ton. (Yoga)

Bencana Merata, Kenali Risiko Lingkungan

15 Mar 2024

Warga yang tinggal di kawasan langganan banjir, daerah aliran sungai, dan perbukitan wajib waspada selama satu hingga dua pekan ke depan. Cuaca ekstrem selama beberapa hari ke depan membuat warga yang tinggal di daerah-daerah itu berisiko dilanda banjir dan tanah longsor. ”Kalau siang hari, lihat saja ke luar rumah. Kalau pandangan dalam jarak 100 meter ke depan tidak jelas, berarti intensitas hujannya sudah 30 milimeter per jam. Kalau malam, pakai senter. Jika itu terjadi, segera evakuasi mandiri,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Kamis (14/3). Setelah evakuasi,warga harus tetap berdiam di tempat aman sekurangnya dua jam meski hujan mereda, untuk memberi waktu berjalannya air hujan yang biasanya mendatangkan banjir. Misalnya, air dari Bendungan Katulampa baru akan sampai di daerah perkotaan Jakarta berkisar 4-6 jam.

”Teknologi sudah pasti dibutuhkan. Namun, pada kondisi tertentu, kita harus bisa mengambil keputusan sendiri dan itu harus cepat,” ujar Abdul. Dalam kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini, memperhatikan kondisi daerah masing-masing amat penting. Terlebih, bencana seperti banjir telah terjadi di banyak tempat. Di Semarang, Jateng, sebagian permukiman masih digenangi banjir pada Kamis (14/3). ”Banjir di jalan-jalan sudah mulai surut, tetapi di permukiman belum,” kata Kabid Penanganan Darurat Badan BPBD Jateng Muhamad Chomsul. Sejauh ini, BPBD Jateng sudah mengevakuasi warga terdampak. ”BPBD juga mendirikan dapur umum yang dipusatkan di masjid Balai Kota Semarang,” ujarnya. (Yoga)

Lifting Minyak Nasional Naik pada 2026

15 Mar 2024

Produksi minyak siap jual (lifting) diproyeksikan melandai hingga tahun depan. Posisi lifting pada tahun ini dan 2025 di level 594 ribu barel per hari (bph) sampai 600 ribu bph. Namun lifting mulai merangkak naik pada 2026 di kisaran 601 ribu bph hingga 630 ribu bph. Tingkat produksi minyak nasional terus menguat hingga 2030 diposisi 669 ribu bph hinga 891 ribu bph.

Peningkatan lifting minyak nasional itu seiring berproduksinya sejumlah lapangan migas. Namun scenario SKK Migas ini belum memasukkan proyek enchanced oil recovery (EOR) dan eksploitasi migas non konvensional (MNK) di Blok Rokan. Jika kedua proyek di Rokan membuahkan hasil, maka target 1 juta barel pada 2030 dapat tercapai. Dirjen Migas Kementrian ESDM Tutuka Ariadi optimis target 1 juta barel akan tercapai. “Kami terutama menaruh harapan besar di MNK dan EOR, kalau berhasil keduanya akan menyumbang kontribusi besar untuk produksi minyak,” kata Tutuka di Jakarta, Kamis (14/3). (Yetede)