Lingkungan Hidup
( 5820 )Menjaga Inflasi Pangan
Setiap memasuki bulan Ramadhan harga kebutuhan pangan selalu
naik. Pengalaman empiris menunjukkan harga kelompok bahan pangan bergejolak
(volatile food) akan terus naik hingga Lebaran tiba. Salah satu pemicunya,
meningkatnya permintaan masyarakat. Pusat Informasi Harga Pangan Strategis BI,
6 Maret 2024, melaporkan kenaikan harga beberapa komoditas pangan, antara lain,
bawang putih, semua jenis beras dari kualitas bawah hingga kualitas super,
cabai rawit hijau, gula pasir lokal dan premium, serta minyak goreng curah. Kenaikan
harga paling signifikan terjadi pada komoditas daging ayam ras segar Rp 38.900
per kg, naik Rp 1.200 per kg atau 3,18 %. Disusul telur ayam ras segar Rp
31.750 per kg, naik Rp 850 per kg atau 2,75 %.
Meski menunjukkan tren melandai setelah mengalami kenaikan
cukup signifikan selama beberapa bulan terakhir, harga beras masih sangat tinggi,
dalam kisaran Rp 14.500-Rp17.300 per kg. Kenaikan harga beras menjadi
penyumbang utama angka inflasi bulan Februari 2024. BPS melaporkan, inflasi Februari
2024 sebesar 0,37 %. Penyumbang inflasi terbesar adalah makanan, minuman, dan
tembakau dengan inflasi1 % dengan andil 0,29 %. Ada dua alasan pemerintah harus
menjaga angka inflasi pada angka yang rendah. Pertama, inflasi yang tinggi akan
menggerus daya beli masyarakat miskin. Apalagi jika pemicu inflasi itu adalah
naiknya harga kelompok volatile food seperti yang terjadi beberapa bulan
terakhir. Belanja pangan keluarga miskin menyumbang 60 % total pengeluaran
mereka. Kedua, inflasi yang tinggi akan mendongkrak suku bunga dan membuat
nilaitukar rupiah terpuruk.
Pemerintah melalui unit-unit kerjanya perlu lebih terlibat
dalam penguatan stok penyangga pangan. BUMN dan BUMD menjadi off taker beberapa
komoditas pangan strategis untuk dijadikan stok penyangga dengan volume dan
lokasi penyimpanan yang jelas. Pemerintah perlu memetakan puncak kebutuhan
pangan terukur untuk mengantisipasi gejolak harga. Melalui pengaturan kalender
tanam komoditas sayuran, seperti cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah,
dapat diatur kapan waktu panennya. Saatnya Perum Bulog juga menjadi pelaku
produksi pangan dan penguat stok penyangga berbagai komoditas pangan, serta off
taker komoditas pangan strategis, seperti kedelai, tebu, komoditas
hortikultura, dan komoditas pangan penting lain. Tim pemantau dan pengendali
inflasi daerah dapat melakukan langkah strategis untuk stabilisasi harga pangan
melalui berbagai instrumen, seperti operasi pasar dan penyelenggaraan pasar
murah. Semua ini diharapkan dapat membantu menjaga inflasi karena meningkatnya
harga pangan. (Yoga)
Berburu Manisnya Takjil yang Meluruhkan Sekat
Ramadhan tahun ini ada fenomena baru yang seru, yakni war
takjil lintas agama. Berburu takjil di pasar kini tak hanya dilakukan warga
Muslim yang sedang berpuasa, tetapi warga lain dari beragam agama. Fenomena ini
ternyata meluruhkan sekat suku, agama, ras, dan antargolongan atau SARA. Belakangan
ini, Clara (24) sering memperhatikan jam tangan atau jam dinding ruang kerjanya
di perkantoran kawasan Jakpus, pikirannya bukan soal kapan jam kerja berakhir
atau waktunya pulang. Warga Rawa Belong, Jakbar ini memikirkan jeli, puding,
dan agar-agar yang dijajakan penjual takjil. Dia tak sabar untuk membelinya dan
berbuka puasa bersama teman-teman Muslim.
”Ikut berburu takjil, tetapi tidak ikut puasa. Enggak tahu
kenapa, jajanan yang dijual saat Ramadhan lebih menarik dan menggoda,” seloroh
Clara, Minggu (17/3). Andini (27) juga merasakan hal yang sama. ”Heboh,
semangat cari takjil. Padahal, saya yang puasa anteng-anteng saja. Tapi di situ
keseruannya,” ujar Andini. Selain berburu takjil, teman-temannya yang tak
berpuasa juga antusias untuk buka puasa bersama. Mereka semangat
merekomendasikan tempat dan menu yang pas bagi semua. ”Biasanya satu kali
seminggu. Dibayari kantor, gratis. Pastinya semua senang,” kata Andini sembari
tertawa. Keriuhan berburu takjil hingga buka puasa bersama juga merambat ke
jagat maya. Warganet menyebut berburu takjil sebagai ”war takjil”. yang jadi
topik hangat, seperti di X, dulu Twitter. Utas @FashionReco,
”Berburu takjil, persaingan lintas agama-a thread-”. Utas
berisi potongan tangkapan layar tentang berburu takjil yang bernuansa candaan
atau gurauan telah dilihat 1,4 juta kali, dicuitkan 816 kali, ditandai 702
kali, dan disukai 11.000 kali. Ramadhan membawa berkah bagi semua warga, baik yang
berpuasa maupun tidak. Mereka sama-sama kecipratan rezeki, seperti Vicky Amelia
(28), warga non-Muslim yang berjualan takjil di Pasar Rawajati, Kecamatan
Pancoran, Jaksel. Di lapak berukuran 1 meter x1meter dia menjajakan kolak
pisang, biji salak, martabak, lontong sayur, dan oncom, risol, serta berbagai penganan
berbuka lainnya.
Sejak subuh, Vicky sudah berbelanja di Pasar Minggu hingga
meracik berbagai makanan mulai pukul 06.00 dibantu dua pegawai yang melaksanakan
ibadah puasa. “Biasanya pukul 15.00 sudah banyak konsumen yang datang. Kami
tidak ingin kehilangan momen,” kata Vicky. Di Pasar Rawajati juga ada puluhan
lapak nenjajakan takjil di kanan dan kiri jalan. Ratusan pembeli tumpah ruah berburu
takjil. Di tahun pertama membuka usaha jualan takjil, Vicky mendapatkan omzet
lumayan. Dalam satu hari, dia bisa mengantongi Rp 1,5 juta dengan keuntungan
bersih Rp 400.000. Erni (45), salah satu pegawai Vicky, cukup terbantu dengan
usaha ini. Dalam sehari, ia memperoleh upah Rp 100.000. Uang itu ditabung untuk
pulang kampung ke Sukabumi, Jabar, pada
Idul Fitri nanti. (Yoga)
Tantangan Rendah Emisi Batubara
Industri Batubara menghadapi tantangan cukup
berat, yakni adanya tuntutan global terhadap penggunaan energi bersih, termasuk
dari pendanaan asing. Karenanya, Indonesia harus mampu mengoptimalkan potensi
batubara yang jumlahnya masih berlimpah, dengan penerapan teknologi serta
kaidah kegiatan pertambangan yang baik (good mining practices) sehingga
pemanfaatan batubara bisa bersanding dengan energi terbarukan lainnya.
Analis Indo Premier Sekuritas Ryan Winipta dan
Reggie Parengkuan dalam risetnya mengatakan, dana asing umumnya tidak
berinvestasi pada perusahaan batubara karena pertimbangan ESG. “Jika lebih
detail lagi, sebagian besar dana asing khususnya yang terafiliasi dengan
Eropa/AS, dibatasi membeli nama-nama yang berhubungan dengan batubara. Dan
beberapa dana asing lebih fleksibel dengan kemajuan perusahaan menuju
diversivikasi ESG,” ujar Ryan. (Yetede)
Impor Jagung Pakan Dihentikan
Pemerintah menghentikan impor jagung pakan guna
mencegah anjloknya harga komoditas itu di tingkat petani seiring masuknya masa
panen raya. Hal itu juga agar penyerapan jagung dalam negeri oleh Perum Bulog,
produsen pakan ternak dan para pemangku kepentingan (stake holder) demi
membantu menjaga stabilitas harga di petani berjalan optimal.
Rerata nasional harga jagung di tingkat
peternak pada 17 Maret 2024 mencapai Rp 8.140 per kg, lebih rendah dari 10
Maret 2024 di Rp 8.360 per kg. Kepala Bapanas/NFA Arief Prasetyo Adi
menegaskan, sebelum panen raya jagung yang puncaknya diperkirakan April 2024,
importasi saat ini telah distop untuk menjaga harga di petani tidak jatuh, juga
untuk memastikan penyerapan jagung produksi dalam negeri dapat berjalan
optimal. (Yetede)
Harita Nickel Dapat Restu Right Issue 18,92 Miliar Saham
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita
Nickel segera mengeksekusi rencana penawaran umum terbatas dengan hak memesan
efek terlebih dahulu(PMHMETD/right issue) sebanyak 18, 92 miliar saham, setelah
mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar
biasa (RUPSLB) yang digelar Jumat (15/3)
Dirut Harita Nickel Roy Arman Affandi
mengatakan, pemegang saham telah memberikan persetujuan terhadap agenda ke dua
yang diusulkan oleh manajemen yaitu rencana right issue, dimana jumlah saham
yang akan diterbitkan minimal 10 % yang setara 6,30 miliar saham dan
sebanyak-banyaknya 30 % atau sebanyak 18,92 miliar saham dari modal ditempatkan
dan disetor perseroan saat ini. (Yetede)
Kegiatan Tambang Timah Ilegal Menyusut
Kegiatan tambang timah ilegal di Bangka
Belitung menurun drastic seiring dengan penanganan kasusdugaan korupsi dalam
tata niaga timah oleh Kejaksaan Agung. Pemerintah akan membentuk satuan tugas
tata niaga timah setelah penanganan kasus dugaan korupsi rampung. Sinergitas
pemerintah pusat dan pemda menjadi kunci pembenahan tersebut.
Direktur Bangka Belitung Resources Institute
(BRiNST) Teddy Marbinanda mengatakan, langkah Kejaksaan Agung berdampak
signifikan terhadap kegiatan tambang illegal di Bangka Belitung. “Secara garis
besar (kasus dugaan korupsi tata niaga timah) ada efeknya. Signifikan menekan
kegiatan tambang illegal, tapi masih ada beberapa penambang liar yang
beroperasi,” kata Teddy di Jakarta, Jumat (15/3). (Yetede)
Waspadai Cuaca Ekstrem Jabodetabek
Wilayah Jabodetabek masih berpotensi dilanda cuaca ekstrem
hingga 18 Maret 2024. Warga perlu waspada terhadap dampak hujan disertai kilat
dan angin kencang yang mungkin terjadi. Berdasarkan penjelasan Deputi Bidang
Meteorologi BMKG Guswanto, Jumat (15/3) kondisi itu dipicu aktivitas
Madden-Julian Oscillation serta fenomena gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial.
Kemudian, adanya tiga bibit siklon tropis, yaitu bibit siklon tropis 91S, 94S,
dan 93P, yang berada di sekitar Samudra Hindia selatan Jawa, Laut Timor, dan
Laut Australia menunjukkan pengaruh terhadap wilayah Indonesia bagian selatan.
Kombinasi fenomena tersebut diperkirakan menimbulkan potensi hujan dengan
intensitas sedang-lebat yang disertai kilat/angin kencang di sejumlah wilayah
Indonesia, termasuk Jabodetabek.
”Hasil analisis terkini, penurunan potensi intensitas hujan di
Jabodetabek akan terjadi mulai 17 Maret 2024,” kata Guswanto.”BPBD DKI
mencatat, genangan saat ini terjadi di 13 RT atau 0,042 persen dari 30.772 RT
di wilayah Jakarta,” kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji. Banjir
disebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Jakarta
dan sekitarnya sejak Kamis (14/3). Sementara banjir di wilayah Kota Semarang
dan sekitarnya mulai surut pada Jumat (15/3) sore. Meski demikian, masih ada
permukiman yang terendam banjir sehingga menyebabkan adanya sekitar 300
pengungsi. ”Alhamdulillah, mulai sore ini banjir sudah surut dan bisa dilalui
kereta api dengan kecepatan terbatas sehingga perjalanan kereta api mulai
kembali normal,” kata Franoto Wibowo dari Humas Daerah Operasi 4 Semarang,
Jumat. (Yoga)
Dua Bulan Pertama, Impor Beras Naik Signifikan
Volume impor beras pada awal tahun ini meningkat signifikan seiring
penurunan produksi di tengah meningkatnya permintaan dan harga beras pada masa
Ramadhan-Lebaran. Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, impor
beras pada Januari-Februari 2024 mencapai 880.820 ton senilai 564,51 juta USD.
Dibanding Januari-Februari 2023, volume dan nilai impor komoditas itu naik
signifikan masing-masing 93 % dan 148,63 persen. ”Beras impor itu berasal dari Thailand
59,11 %, Pakistan 17,82 %, dan Myanmar 14,34 %,” ujarnya dalam konferensi pers
yang digelar secara hibrida di Jakarta, Jumat (15/3).
Tahun ini pemerintah menetapkan kuota impor beras 3,6 juta
ton, lantaran produksi beras pada 2023 turun dan pada Januari-April 2024
diperkirakan lebih rendah disbanding periode sama tahun lalu. BPS mencatat,
produksi beras nasional turun 440.000 ton atau 1,36 % dari 31,54 juta ton pada
2022 menjadi 31,1 juta ton pada 2023. Dari hasil kerangka sampel area, potensi
produksi beras nasional pada Januari-April 2024 sebesar 10,71 juta ton atau
turun 17,52 % dari Januari-April 2023 yang sebesar 12,98 juta ton.
Dalam rapat dengar pendapat di Komisi VI DPR, Perum Bulog
menyatakan sudah dan akan mendatangkan beras impor 1,3 juta ton yang akan
digunakan untuk menstabilkan harga beras dan bantuan beras bagi 22 juta
keluarga berpenghasilan rendah. Dirut Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengatakan,
awal tahun ini, Bulog telah mendatangkan 500.000 ton beras impor dari sisa
kuota impor tahun lalu. Hingga kini, Bulog juga telah merealisasikan kontrak
impor beras dengan sejumlah negara sekitar 800.000 ton. (Yoga)
Bencana Merata, Kenali Risiko Lingkungan
Warga yang tinggal di kawasan langganan banjir, daerah aliran
sungai, dan perbukitan wajib waspada selama satu hingga dua pekan ke depan.
Cuaca ekstrem selama beberapa hari ke depan membuat warga yang tinggal di daerah-daerah
itu berisiko dilanda banjir dan tanah longsor. ”Kalau siang hari, lihat saja ke
luar rumah. Kalau pandangan dalam jarak 100 meter ke depan tidak jelas, berarti
intensitas hujannya sudah 30 milimeter per jam. Kalau malam, pakai senter. Jika
itu terjadi, segera evakuasi mandiri,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan
Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Kamis (14/3). Setelah evakuasi,warga
harus tetap berdiam di tempat aman sekurangnya dua jam meski hujan mereda,
untuk memberi waktu berjalannya air hujan yang biasanya mendatangkan banjir. Misalnya,
air dari Bendungan Katulampa baru akan sampai di daerah perkotaan Jakarta berkisar
4-6 jam.
”Teknologi sudah pasti dibutuhkan. Namun, pada kondisi
tertentu, kita harus bisa mengambil keputusan sendiri dan itu harus cepat,” ujar
Abdul. Dalam kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini, memperhatikan kondisi
daerah masing-masing amat penting. Terlebih, bencana seperti banjir telah
terjadi di banyak tempat. Di Semarang, Jateng, sebagian permukiman masih
digenangi banjir pada Kamis (14/3). ”Banjir di jalan-jalan sudah mulai surut,
tetapi di permukiman belum,” kata Kabid Penanganan Darurat Badan BPBD Jateng
Muhamad Chomsul. Sejauh ini, BPBD Jateng sudah mengevakuasi warga terdampak.
”BPBD juga mendirikan dapur umum yang dipusatkan di masjid Balai Kota
Semarang,” ujarnya. (Yoga)
Lifting Minyak Nasional Naik pada 2026
Produksi minyak siap jual (lifting)
diproyeksikan melandai hingga tahun depan. Posisi lifting pada tahun ini dan
2025 di level 594 ribu barel per hari (bph) sampai 600 ribu bph. Namun lifting
mulai merangkak naik pada 2026 di kisaran 601 ribu bph hingga 630 ribu bph.
Tingkat produksi minyak nasional terus menguat hingga 2030 diposisi 669 ribu
bph hinga 891 ribu bph.
Peningkatan lifting minyak nasional itu seiring
berproduksinya sejumlah lapangan migas. Namun scenario SKK Migas ini belum
memasukkan proyek enchanced oil recovery (EOR) dan eksploitasi migas non
konvensional (MNK) di Blok Rokan. Jika kedua proyek di Rokan membuahkan hasil,
maka target 1 juta barel pada 2030 dapat tercapai. Dirjen Migas Kementrian ESDM
Tutuka Ariadi optimis target 1 juta barel akan tercapai. “Kami terutama menaruh
harapan besar di MNK dan EOR, kalau berhasil keduanya akan menyumbang
kontribusi besar untuk produksi minyak,” kata Tutuka di Jakarta, Kamis (14/3). (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









