Awal Ramadhan, Harga Sejumlah Komoditas Pangan Makin Tinggi
Warga menyambut awal Ramadhan tahun ini dengan kenaikan harga
sejumlah bahan kebutuhan pokok yang kian tinggi. Harga ini diprediksi akan
bertahan, bahkan cenderung lebih tinggi hingga Idul Fitri nanti. Situasi di
sejumlah pasar tradisional di Kota Makassar, Sulsel, Senin (11/3) menunjukkan
hal itu. Harga telur, naik dari Rp 55.000 per rak menjadi Rp 65.000 per rak. Daging
sapi dijual Rp 145.000 per kg, naik dari Rp 120.000-Rp 130.000 per kg. Ayam potong
yang sebelumnya dijual Rp 27.000 per kg, kini Rp 37.000 per kg. Bahkan, di beberapa
pasar, harga ayam potong mendekati Rp 50.000 per kg. Sementara harga bawang
putih naik dari Rp 30.000 menjadi Rp 40.000 per kg. Harga cabai keriting, cabai
merah, dan cabai rawit rata-rata Rp 50.000 per kg, naik dari sebelumnya Rp
30.000-Rp 35.000 per kg.
Buncis yang biasanya dijual Rp 10.000 per kg kini naik
menjadi Rp 20.000 per kg. Harga jahe bahkan naik dua kali lipat dari Rp 30.000
per kg menjadi Rp 60.000 per kg. ”Kalau sudah begini, pasti harganya bertahan,
bahkan mungkin lebih tinggi lagi pas mau Lebaran nanti. Intinya, sekarang
berhemat dan membeli seperlunya saja,” kata Syamsiah (50), pembeli di Pasar
Pabaeng-Baeng, Kota Makassar. Sejumlah pedagang memilih untuk tidak menjual
komoditas yang harganya naik tinggi. Di Pasar Terong, Kota Makassar, beberapa
pedagang memilih untuk tidak menjual jahe untuk sementara waktu. Beberapa waktu
terakhir, pemerintah sebenarnya sudah melakukan sejumlah langkah untuk menekan
kenaikan harga.
Di Sulsel, misal-nya, pemerintah menggelar operasi pasar
hingga mendorong gerakan pangan murah. Pada gerakan pangan murah di Sulsel,
Selasa-Kamis (5-7/3) sejumlah komoditas disiapkan dengan harga di bawah harga
pasaran, di antaranya beras, gula pasir, minyak goreng, serta bawang dan cabai.
Dari 68 lokasi gerakan pangan murah di Sulsel, terbanyak ada di Makassar, yakni
delapan lokasi. ”Gerakan ini dilakukan untuk menekan inflasi dan memberikan
kesempatan kepada warga mendapatkan berbagai bahan kebutuhan pokok. Ini kerja
sama antardaerah. Ada daerah yang punya banyak bawang, ada yang penghasil
beras. Jadi, semua komoditas saling melengkapi,” kata Pj Gubernur Sulsel
Bahtiar Baharuddin saat membuka gerakan pangan murah di Makassar, Rabu (6/3). (Yoga)
Postingan Terkait
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023