Prabowo-Gibran Andalkan Tiga Mesin Pertumbuhan
Pembangunan ekonomi Indonesia periode 2024-2029 akan mengandalkan
tiga sektor utama, yaitu pertanian, energi,
dan manufaktur. Dengan ketiga mesin tersebut, ekonomi Indonesia
diharapkan tumbuh lebih cepat, mandiri, dan inklusif. Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye
Nasional Prabowo-Gibran, Burhannudin Abdullah, Jumat (22/3) mengatakan, arah
kebijakan ekonomi yang mengandalkan tiga mesin utama itu didasarkan kenyataan
bahwa Indonesia sampai saat ini masih sangat bergantung pada negara lain untuk
mencukupi berbagai kebutuhan dasar. ”Setelah krisis moneter yang melanda pada
1997-1998, kita pelan-pelan menghadapi tiga macam defisit, yaitu defisit
pangan, energi, dan barang manufaktur, yang membuat kita terus bergantung pada
impor,” kata Burhanuddin dalam Kompas Collaboration Forum Afternoon Tea di Jakarta.
Ketiga sektor itu, terutama pertanian dan manufaktur, juga akan
menciptakan lapangan kerja. ”Oleh karena itu, tiga hal ini, pertanian, pangan,
dan industri, harus menjadi mesin pertumbuhan ekonomi kita ke depan. Meskipun
pada dasarnya, tentu saja semua sektor ekonomi ke depan akan didorong untuk
tumbuh dan berkembang,” kata Burhanuddin. Gubernur BI periode 2003-2008 itu
menekankan bahwa bukan berarti sektor lain ditinggalkan. Sebaliknya, ia
mengundang peran aktif swasta di berbagai sektor yang ada. Menanggapi arah
kebijakan ekonomi pemerintahan baru ke depan, Regional CEO PT Triputra Agro
Persada Tbk Budiarto Abadi mengingatkan pentingnya memperkuat ketahanan pangan
nasional. Salah satunya, swasembada beras. Budiarto berharap pemerintah bisa
mewujudkan kembali swasembada beras. Indonesia bisa belajar dari sejumlah negara
produsen beras. Meskipun terdampak El Nino, negara-negara tersebut bisa
mencukupi kebutuhan dalam negeri, bahkan mengekspor beras. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023