;

HILIRISASI, Mengisi Lumbung agar Tidak Tekor

Lingkungan Hidup Yoga 08 Apr 2024 Kompas
HILIRISASI,
Mengisi Lumbung agar Tidak Tekor

Pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, menurut KPU, memperoleh suara terbanyak dalam Pemilu Presiden 2024. Prioritas utama kerja pasangan ini lima tahun ke depan adalah pangan, energi, dan industrialisasi. Saat ini pangan mendesak ditangani, tecermin dari rentannya produksi pangan akibat pertambahan penduduk, pengaruh iklim, dan situasi geopolitik. Meningkatkan produksi pangan menjadi tantangan besar karena lahan semakin terbatas, terjadi perubahan pola cuaca, perubahan perdagangan global, serta ada kebutuhan berbeda berdasar usia, jender, profesi, dan budaya. Sementara kesejahteraan petani dan nelayan tertinggal. Jumlah petani menurun dan usia menua. Menurut Sensus Pertanian 2023 Tahap 1 BPS yang dirilis 15 Desember 2023, jumlah rumah tangga usaha pertanian gurem meningkat. Proporsi petani gurem bertambah. Pada 2013 jumlahnya 55,33 % (14,25 juta unit) dan menjadi 60,84 % (16,89 juta unit) pada 2023.

Tanpa hilirisasi, tanpa agroindustri, tanpa inovasi sulit mengharapkan peningkatan produksi pangan seraya menyejahterakan petani. Apalagi menumbuhkan ekonomi 6 % hingga 7 % per tahun untuk menjadi negara kaya pada 2045. Masih adanya kelompok masyarakat miskin dan ketimpangan kemakmuran menjadi penghalang menjadi negara maju. Saat ini 30 % tenaga kerja masih ada di pertanian on farm. Sementara kesejahteraan petani (dan nelayan) tidak banyak berubah. Nilaitukar petani bekisar 100. Artinya, keuntungan petani tidak cukup. Mereka harus bekerja di luar lahannya untuk menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anak. Mereka memburuh atau menjadi penggarap di lahan milik tetangga, menjadi pedagang kecil di desa, atau mencari kerja sambilan di kota.

Pemerintahan Prabowo-Gibran diharapkan mempertajam prioritas penghela pertumbuhan dengan membangun industri berbasis sumber daya alam. Dalam buku Gagasan Strategis Prabowo, Strategi Transformasi Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045, terbit Oktober 2023, disebutkan, 21 komoditas prioritas hilirisasi, 11 di antaranya berasal dari perkebunan (sawit, kelapa, dan karet) dan lainnya dari hutan (getah pinus), serta perikanan dan kelautan. Mengaitkan produksi on farm dengan industri pascapanen di perdesaan melalui BUMDes atau koperasi petani akan meningkatkan produktivitas. Pendekatan agroindustri berbasis karbohidrat, protein, vitamin dan mineral mikro dari tanaman pangan, hortikultura, perikanan, perkebunan, dan hasil hutan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan menjadi pendorong dan penghela pertumbuhan dan pemerataan. Industri ini dapat dikerjakan petani, UMKM, hingga industri besar.

Membangun industri pangan memerlukan dukungan kebijakan dari hulu hingga hilir. Diperlukan industri dasar logam dan kimia untuk menghasilkan produk, seperti kemasan, bahan penolong dan peralatan pengolah bahan pangan, serta industri alat dan mesin pendukung. Meski terjadi mekanisasi pertanian, tetapi cangkul dan arit masih menjadi alat kerja lebih separuh petani serta masih diimpor sampai hari ini. Industri yang memerlukan. Hilirisasi kopi dan rempah, misalnya, akan menunjukkan keunggulan keragaman genetika Indonesia dan daya saing yang melekat. Dengan strategi dan kebijakan tepat, agroindustri akan menampilkan keunggulan komparatif dan kompetitifnya: kandungan lokal yang besar, menyerap tenaga kerja dan padat karya, lebih mudah memeratakan kesejahteraan dan mengisi lumbung pangan kita agar tidak tekor. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :