;
Tags

Perusahaan

( 1080 )

Mewaspadai Utang BUMN yang Menjulang

HR1 11 Dec 2023 Kontan (H)
Di saat ketidakpastian global masih tinggi, utang perusahaan pelat merah atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) patut dicermati mengingat nilainya yang sangat jumbo. Berdasar data terakhir Kementerian BUMN, utang seluruh perusahaan pelat merah mencapai Rp 1.659 triliun pada akhir 2022. Nilai itu meningkat 5% dari tahun sebelumnya. Sedangkan modal dari seluruh BUMN hanya Rp 1,225 triliun. Bank-bank BUMN, alias bank anggota Himbara, bakal paling terpapar risiko bila utang-utang BUMN itu menjadi bermasalah. Bank Himbara sudah mengalami ini kala berhadapan dengan kredit macet BUMN Karya. Porsi utang BUMN di bank pelat merah saat ini cukup besar. Bank Mandiri mencatat kredit ke pihak berelasi Rp 226,1 triliun per September 2023, atau 17,6% dari total kreditnya. Utang pihak berelasi di BNI sebesar Rp 119,7 triliun, 17,7% dari total kredit. Di BRI, utang BUMN mencapai sekitar Rp 78,16 triliun. Direktur Manajemen Risiko BRI Agus Sudiarto mengakui outstanding kredit BRI ke BUMN naik 23% secara tahunan per September 2023. Penyebabnya, BRI mendukung berbagai agenda pemerintah. "Pemerintah meningkatkan impor beras sebagai antisipasi inflasi akibat dampak El Nino," kata dia, Sabtu (9/12). Untuk mengantisipasi risiko, BRI melakukan pencadangan. Agus menyebut, coverage LAR mencapai 76%. Ia memprediksi LAR bakal turun tahun depan dan biaya kredit akan ada di level 2,4%. Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Ali Usman mengungkap, kualitas aset Bank Mandiri tercatat cukup baik. NPL per September ada di 1,36% dan LAR sudah turun ke level 9,87% dari 12,1% pada akhir 2022 lalu. Hanya saja, ia tidak merinci kualitas aset kredit ke BUMN secara khusus. Menurut Pengamat Perbankan dari Universitas Indonesia Budi Frensidy, posisi utang yang besar tidak menjadi persoalan asal perusahaan BUMN terkait memiliki arus kas baik dan sanggup membayar angsuran dan bunga kredit dengan lancar. Senior Vice President LPPI, Trioksa Siahaan, mengatakan utang jumbo tak ada masalah sepanjang BUMN terkait memiliki track record pembayaran utang yang baik dan kinerja keuangannya solid.

Goto Ungkap Kemitraan Strategis dengan TikTok

KT1 09 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-PT GoTo Gojek Indonesia Tbk (GOTO) mengatakan bahwa perseroan  bersama PT Tokopedia dan Bytedance Ltd tengah melakukan pembicaraan  untuk menjajaki peluang kemitraan strategis di bisnis e-commerce di Indonesia. Bytedance merupakan perusahaaan teknologi asal China  yang juga induk usaha TikTok.  "Kami memahami bahwa telah  beredar berbagai berita di ranah republik yang memberikan spekulasi terhadap rencana kemitraan antara perseroan, PT Tokopedia, dan Bytedance  Ltd atau TikTok. Perseroan ingin menyampaikan bahwa dilakukan berbagai diskusi  antara perseroan, PT Tokopedia, dan TikTok sehubungan dengan potensi yang dilakukannya kemitraan dalam bisnis e-commerce di Indonesia di antara para pihak," kata Corporate Secretary Go To RA Koesoemohadiani dalam keterangan resminya. Meskipun demikian, menurut Koesmoehadiani, hingga tanggal surat keterangan resmi tersebut  dibuat, belum ada keputusan, atau kesepakatan final yang dicapai oleh para pihak. (Yetede)

Adaro Masuk Daftar Forbes World’s Best Employers 2023

KT3 08 Dec 2023 Kompas
PT Adaro Energy Indonesia Tbk masuk dalam ”Forbes World’s Best Employers 2023” atau perusahaan dunia terbaik untuk karyawannya. Sementara pada jajaran Forbes Global, Adaro menduduki posisi ke-348 dari 700 perusahaan di dunia. Presiden Direktur Adaro Garibaldi Thohir, Kamis (7/12) mengatakan, pihaknya terus berkomitmen membangun lingkungan kerja yang memungkinkan karyawan mengembangkan kompetensi berdaya saing global. Hal itu bisa dipenuhi lewat lingkungan kerja yang sehat, aman, nyaman, dan kondusif bagi karyawan untuk tumbuh dan berkembang. (Yoga)

Nasib CEO yang Dipecat

KT3 06 Dec 2023 Kompas

CEO Open AI Sam Altman sempat dipecat dari perusahaannya, tetapi tak lama kemudian ia diminta kembali memimpin perusahaan tersebut pekan lalu. Kasus sejenis sudah banyak. Sejumlah CEO yang dipecat atau diminta mundur kemudian diajak kembali memimpin perusahaan yang sempat ditinggalkan, seperti Steve Jobs di Apple, Sean Red di Tinder, dan Jack Dorsey di Twitter. Ada CEO yang dipecat kemudian pindah ke perusahaan lain dan mampu berprestasi. Jamie Dimon yang dipecat sebagai Presiden Citigroup, tetapi kemudian menjadi CEO JPMorgan Chase. Pendiri Vanguard, Jack Bogle, yang dicopot dari jabatannya sebagai Presiden Wellington Management, tetapi kemudian menciptakan sebuah indeks dana dan menjadi tokoh yang dikenal untuk reformasi tata kelola. Mantan presiden Coca-Cola Steve Heyer yang secara mengejutkan tidak menduduki posisi CEO di Coke, tetapi kemudian dengan cepat diangkat menjadi bos jaringan Starwood Hotels.

Harvard Business Review dalam tulisan berjudul Firing Back: How Great Leaders Rebound After Career Disasters menyebut hal-hal yang menghalangi pemimpin yang digulingkan untuk kembali lagi. Pemimpin yang tidak bisa pulih cenderung menyalahkan diri sendiri dan sering kali tergoda memikirkan masa lalu daripada menatap masa depan. Dinamika ini biasanya diperkuat oleh rekan-rekan yang bermaksud baik. Sayangnya, nasihat mereka sering kali lebih merugikan daripada membantu. Sebaliknya, bagaimana de-ngan mereka yang bisa kembali mencapai karier puncak? Dalam setiap budaya, kemampuan untuk mengatasi kesulitan hidup merupakan ciri penting dari mereka sehingga mampu melahirkan seorang pemimpin yang hebat. CEO Hacker One Marten Mickos dalam sebuah tulisan di laman CNBC mengakui pernah dipecat dua kali. Kasus ini terjadi saat ia menjabat CEO Eucalyptus dan CEO MySQL, di mana keduanya adalah perusahaan teknologi. Salah satu alasan pemecatan adalah ketika dewan direksi ingin beralih dari target B2C ke B2B, ia malah menanggapi rencana ini dengan mengatakan perusahaan tidak memiliki cukup dasar untuk mengubah target pasar tersebut. Ia keluar dari rapat dewan sebagai mantan CEO. Pemecatan bukanlah masalah besar dan dipecat sebagai CEO bukan berarti aib sebagai seorang profesional bisnis. Ia menerima pemecatan itu dengan santai dan bisa menemukan dirinya kembali ketika ia kembali menjadi CEO. (Yoga)

Kantormu Bukan Keluargamu

KT3 03 Dec 2023 Kompas

Delapan jam sehari dihabiskan oleh rata-rata pekerja urban di kantor atau pabrik, setidaknya lima kali sepekan. Tak jarang ada acara tambahan di akhir pekan atau di hari libur nasional. Belum lagi nongkrong bersama kolega seusai jam kerja untuk menunggu kema-cetan terurai atau mendinginkan pikiran setelah berkutat mengejar target. Disatukan pekerjaan, ada rasa senasib yang mempererat relasi antar karyawan. Banyak perusahaan melihat itu sebagai peluang dan menarasikan rasa senasib dan akrab itu pada level lebih intim, yaitu keluarga. Acara piknik karyawan sering dibalut dengan tema ”Temu Keluarga Besar PT A” atau ”Selamat bergabung dengan keluarga besar kami” kala menyambut karyawan baru. Bekerja memang tak selalu sebatas mencari uang. Dengan konsep keluarga, perusahaan menciptakan suasana kerja yang hangat dan memikat. Bibit konflik atau pertentangan diyakini lebih mudah diatasi.  Joshua A Luna dalam artikelnya di Harvard Business Review, dua tahun silam, menyatakan, kultur sebagai keluarga memang bisa membuat kantor menyenangkan. Tapi, kultur itu membuat atasan berhak tahu atas segala hal tentang karyawannya.

Penulis buku Ask a Manager, Alison Green, dalam wawancara dengan The New York Times, mengatakan, sisi buruk perusahaan yang menerapkan konsep keluarga adalah potensi mengeksploitasi karyawan menjadi lebih besar. Perusahaan yang meminjam konsep keluarga justru cenderung menuntut komitmen serta loyalitas tidak pantas kepada para karyawannya. Ia menggaris bawahi, tuntutan komitmen dan loyalitas berlebihan dapat berakhir pada disfungsi manajemen dari profesional menjadi eksploitatif. Jika telanjur memilih jalur ”keluarga”, manajemen harus pintar mengelola batas aturan, menetapkan target, serta menerapkan penilaian kerja yang realistis, logis, dan manusiawi. Pilihan lain, mengganti pengelolaan perusahaan menjadi lebih profesional. Pekerja jangan larut dalam kondisi beracun “keluarga”, tetap profesional, memahami hak dan kewajibannya, mampu bekerja sama dengan baik, serta meningkatkan kemampuan yang berguna bagi perusahaan ataupun diri sendiri. (Yoga)

Kualitas Hidup Pekerja Dikhawatirkan Menurun

KT3 01 Dec 2023 Kompas

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir atau mulai dari 2018, kenaikan upah minimum provinsi (UMP) relatif tidak terlalu signifikan. Fenomena ini dikhawatirkan berpotensi mengurangi kualitas hidup pekerja di tengah tingginya biaya hidup akibat inflasi. Berdasarkan data Direjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jamsostek Kemenaker, nilai rata-rata UMP secara nasional tahun 2018 yaitu Rp 2.268.874,19 per bulan,  lalu naik menjadi Rp 2.455.662,23 (2019) dan di 2020 tercatat sebesar Rp 2.673.371,36. Adapun pada 2021 dan 2022 masing-masing sebesar Rp 2.687.723,69 dan Rp 2.725.504,94. Kemudian, pada 2023, nilai rata-rata UMP nasional mencapai Rp 2.923.309,40. Aktivis buruh Kokom Komalawati saat dihubungi pada Kamis (30/11) mengatakan, pada saat PP No 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan ditetapkan, kenaikan upah minimum berkisar 6-11,5 %. Kenaikan upah minimum mulai tidak tinggi berlangsung pada periode 2021-2022. Bahkan, ada daerah yang tidak menikmati kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di periode tersebut, seperti di Kabupaten Tangerang, Banten.

Kokom, yang terlibat dalam Komite Hidup Layak, menyampaikan, sesuai survei dan diskusi terfokus bersama 181 responden pekerja, rata-rata biaya pengeluaran rumah tangga per bulan sebesar Rp 3.428.186,69, dengan tanggungan hidup sebanyak 2,7 orang per rumah tangga. Sebanyak 181 responden itu disurvei pada 18 September-18 Oktober 2023 ditiga kota dan delapan kabupaten di empat provinsi, yaitu Jabar, Jateng, Banten, dan Sulteng. Responden berlatar belakang pekerja di sektor manufaktur, ojek daring, pertambangan, dan perkebunan. ”Hal yang mengkhawatirkan adalah potensi kualitas hidup pekerja menurun (akibat kenaikan upah minimum yang tidak signifikan tersebut),” kata Kokom. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menambahkan, sejak UU Cipta Kerja berlaku, kenaikan upah minimum tidak signifikan. ”Pada tahun 2021, ada UMP yang kenaikannya nol % dan tidak lebih dari 1,8 %. Tahun 2022 pun kondisinya mirip,” ujar Said. (Yoga)

Krisis Produktivitas Tengah Melanda

KT3 30 Nov 2023 Kompas

Sepertinya tidak ada sebuah generasi yang tertimpa tekanan bertubi-tubi seperti sekarang ini. Mereka mengalami disrupsi digital, pandemi Covid-19, krisis iklim, tekanan ekonomi, dan, khusus di Indonesia, berhadapan dengan dinamika politik yang aneh. Respons mereka mulai terasa di dunia kerja. Persoalan yang muncul adalah tuntutan keluwesan dalam dunia kerja. Silang pendapat soal ini kemudian memunculkan krisis produktivitas. Nike, Apple, Goldman Sachs, dan Zoom adalah contoh sejumlah perusahaan yang mewajibkan karyawannya untuk kembali masuk ke kantor setelah pandemi usai. Raksasa pakaian olahraga Nike baru-baru ini memberi tahu karyawannya bahwa mulai Januari 2024, mereka akan diminta untuk datang ke kantor pusat perusahaan empat hari dalam sepekan. Perusahaan tersebut, dalam sebuah pernyataan, menyatakan bahwa ”ada kekuatan dan energi yang muncul dari kerja sama secara langsung”. Sebuah dorongan yang valid. Namun, beberapa karyawan khawatir bahwa kebijakan ini akan mengurangi fleksibilitas.

Krisis kemudian muncul karena tidak sedikit di antara manajemen dan karyawan tidak mencapai titik temu. Manajemen menuduh karyawan ingin tetap kerja santai, sedangkan karyawan melihat bahwa upaya manajemen ke cara-cara lama sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Mereka juga berargumen bahwa lebih penting hasil kerja dibanding sekadar wajib masuk ke kantor. Masalah selanjutnya adalah krisis produktivitas yang menimpa perusahaan. Sejumlah urusan dan target bisnis perusahaan tidak bisa tercapai karena masalah ini. Ekonom Mike Walden dari North Carolina State University mengatakan, salah satu ukuran perekonomian yang kurang dihargai adalah produktivitas pekerja yang mengukur seberapa banyak yang dicapai seorang pekerja. Pekerja yang lebih produktif akan lebih bernilai bagi bisnis dan biasanya, dibayar lebih tinggi, baik dalam bentuk upah maupun tunjangan. Inilah sebabnya mengapa peringatan baru-baru ini dibunyikan ketika angka-angka Pemerintah AS menunjukkan produktivitas pekerja menurun.

Pada pertengahan 2021 dan pertengahan 2023, produktivitas pekerja turun 2 %,  yang belum pernah terjadi dalam tujuh dekade terakhir. Kondisi seperti ini yang menyebabkan perusahaan mencari cara untuk menaikkan produktivitas pekerja. Salah satu penulis di Fast Company menyebutkan, solusi permasalahan krisis produktivitas bukan pada  meminta karyawan untuk datang ke kantor semata, melainkan pada apa yang bisa memotivasi karyawan bisa kerja produktif dan datang ke kantor apabila masalahnya adalah soal karyawan yang tidak datang ke kantor. Keluwesan di dunia kerja sepertinya dibutuhkan. Insentif yang cukup mungkin perlu dipertimbangkan. Meski demikian, perlu upaya lebih. Berbagai cara perlu dicoba. (Yoga)

PGN Bukukan Pendapatan Rp 41,38 Triliun

KT3 30 Nov 2023 Kompas
PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk membukukan pendapatan di triwulan III-2023 sebesar 2,69 miliar dollar  AS atau setara Rp 41,38 triliun. Volume niaga gas bumi tumbuh 5 persen secara tahunan menjadi 935 miliar british thermal unit per hari (BBTUD). ”Kebijakan strategis kami juga berhasil menambah pelanggan baru,” ujar Direktur Utama PGN Arief Setiawan Handoko, Rabu (29/11/2023). (Yoga)

Aksi Boikot Israel Mulai Memukul Ritel Domestik

KT3 27 Nov 2023 Kompas

Perdagangan ritel mulai terdampak oleh gerakan sebagian masyarakat yang memboikot produk-produk yang dianggap berafiliasi dengan Israel. Pelaku di sektor ritel meminta pemerintah jangan hanya tinggal diam atas persoalan ini, tetapi bersikap dengan jelas demi kepentingan perekonomian dalam negeri. Seruan boikot terhadap produk-produk yang diduga berkaitan dengan Israel mengemuka sejak eskalasi konflik antara Hamas dan Israel di wilayah Gaza menjelma menjaditragedi kemanusiaan. Salah satunya adalah gerakan sosial global bernama Boycott, Divestment, and Sanction (BDS) yang bermakna boikot, divestasi, dan sanksi. Sebagai bentuk simpati, sebagian masyarakat Indonesia berpartisipasi dalam gerakan yang didukung Majelis Ulama Indonesia (MUI), dimana pada 8 November mengeluarkan Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina, dengan rekomendasi agar umat menghindari transaksi produk terafiliasi dengan Israel.

Dampak gerakan boikot berimbas pada sektor ritel domestik. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey mengatakan, penjualan produk kebutuhan harian turun 15-20 % dalam sebulan terakhir. Data ini didasarkan atas laporan anggota Aprindo. ”Sejumlah perusahaan ritel telah mengalami penurunan omzet untuk penjualan produk-produk kebutuhan harian, karena beredar informasi di media sosial bahwa banyak produk kebutuhan harian yang terafiliasi dengan Israel,” ujarnya, Minggu (26/11). Kendati tidak menyebut nama perusahaannya,Roy mengatakan sedikitnya terdapat 10 perusahaan ritel yang melapor telah mengalami penurunan omzet penjualan produk harian. Adanya penjualan yang merosot akibat aksi boikot berisiko membuat proyeksi pertumbuhan kinerja ritel triwulan IV-2023 menjadi lebih rendah dari target sebelumnya. (Yoga)

Kerja Paruh Waktu Makin Digandrungi Anak Muda

KT3 25 Nov 2023 Kompas

Pekerjaan paruh waktu atau kerja lepas alias freelance kini banyak diminati anak muda. Sebagian bahkan memutuskan menjadi pekerja lepas secara penuh (full time freelancer). Namun, tak sedikit yang mengambil pekerjaan sampingan untuk menambah pundi-pundi. Mereka memilih jalan ini bukan karena minim keterampilan. Menurut laporan lokapasar (marketplace) yang mempertemukan pencari dan pemberi kerja, Upwork, sekitar 60 juta warga atau 39 % tenaga kerja AS bekerja sebagai pekerja lepas pada 2022. Mereka menyumbang 1,35 triliun USD pada perekonomian AS, nilainya naik 50 juta USD dibandingkan tahun 2021. Pertumbuhan nominal yang sejalan dengan minat para pekerja lepas ini menunjukkan munculnya alternatif pekerjaan lain dari pekerjaan tradisional ”9 to 5”. Data Upwork menggambarkan pekerja profesional mencari keuntungan lain dari pekerjaan sampingan, entah menambah pemasukan, otonomi, atau sekadar menemukan pekerjaan yang lebih bermakna.

Bertha S Rahajeng (29) banting setir dari pekerja kantoran menjadi pekerja lepas secara penuh. Jenis pekerjaan ini memberinya otoritas penuh atas kariernya. ”Aku bisa punya kebebasan dalam memilih karierku. Misal, aku offer skill-ku yang lain juga bisa, jadi aku secara pribadi berkembang karena belajar terus,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (23/11). Selain itu, penghargaan atas hasil kerja juga ia rasakan lebih tinggi dibandingkan ketika bekerja di korporasi. Kondisi ini meyakinkannya bahwa ia memang tak cocok dengan budaya kerja di korporasi. Pekerjaan yang dinilai berdasarkan ukuran proyek memompa kepercayaan diri Bertha untuk berkarya. ”Saat deal proyek besar, rasanya bisa boost kepercayaan diriku, mengetahui kalau kemampuanku ini bisa dibayar gede. Jadi, aku tentu makin mantap jadi freelancer,” tuturnya.

Ada pula yang mengambil pekerjaan paruh waktu guna mencari pengalaman kerja sedini mungkin saat masih duduk di bangku kuliah. Michelle Angela (22), mahasiswa Yogyakarta, bekerja paruh waktu di tengah proses menggarap skripsi. Ia magang di sebuah kantor konsultan manajemen. Selain mendapat beragam pengalaman, magang juga membantunya menemukan arah kecintaannya terhadap suatu pekerjaan. Berawal bekerja sebagai admin media sosial secara paruh waktu saat magang, kini dia menjadi general affair dengan status pekerja tetap. ”Dikasih kepercayaan, tanggung jawab, punya nilai plus sampai akhirnya dipekerjakan sampai sekarang jadi full time,” kata Michelle. Fleksibilitas untuk memilih jenis pekerjaan hingga keluwesan waktu bekerja jadi magnet para freelancer, yang jarang ditemukan saat bekerja di korporasi yang kaku dengan kebijakan perusahaan. (Yoga)