Kantormu Bukan Keluargamu
Delapan jam sehari dihabiskan oleh rata-rata pekerja urban
di kantor atau pabrik, setidaknya lima kali sepekan. Tak jarang ada acara
tambahan di akhir pekan atau di hari libur nasional. Belum lagi nongkrong bersama
kolega seusai jam kerja untuk menunggu kema-cetan terurai atau mendinginkan
pikiran setelah berkutat mengejar target. Disatukan pekerjaan, ada rasa senasib
yang mempererat relasi antar karyawan. Banyak perusahaan melihat itu sebagai
peluang dan menarasikan rasa senasib dan akrab itu pada level lebih intim,
yaitu keluarga. Acara piknik karyawan sering dibalut dengan tema ”Temu Keluarga
Besar PT A” atau ”Selamat bergabung dengan keluarga besar kami” kala menyambut karyawan
baru. Bekerja memang tak selalu sebatas mencari uang. Dengan konsep keluarga,
perusahaan menciptakan suasana kerja yang hangat dan memikat. Bibit konflik
atau pertentangan diyakini lebih mudah diatasi. Joshua A Luna dalam artikelnya di Harvard
Business Review, dua tahun silam, menyatakan, kultur sebagai keluarga memang
bisa membuat kantor menyenangkan. Tapi, kultur itu membuat atasan berhak tahu
atas segala hal tentang karyawannya.
Penulis buku Ask a Manager, Alison Green, dalam wawancara
dengan The New York Times, mengatakan, sisi buruk perusahaan yang menerapkan
konsep keluarga adalah potensi mengeksploitasi karyawan menjadi lebih besar.
Perusahaan yang meminjam konsep keluarga justru cenderung menuntut komitmen
serta loyalitas tidak pantas kepada para karyawannya. Ia menggaris bawahi, tuntutan
komitmen dan loyalitas berlebihan dapat berakhir pada disfungsi manajemen dari
profesional menjadi eksploitatif. Jika telanjur memilih jalur ”keluarga”,
manajemen harus pintar mengelola batas aturan, menetapkan target, serta
menerapkan penilaian kerja yang realistis, logis, dan manusiawi. Pilihan lain,
mengganti pengelolaan perusahaan menjadi lebih profesional. Pekerja jangan larut
dalam kondisi beracun “keluarga”, tetap profesional, memahami hak dan
kewajibannya, mampu bekerja sama dengan baik, serta meningkatkan kemampuan yang
berguna bagi perusahaan ataupun diri sendiri. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023