;

Kerja Paruh Waktu Makin Digandrungi Anak Muda

Ekonomi Yoga 25 Nov 2023 Kompas
Kerja Paruh Waktu Makin
Digandrungi Anak Muda

Pekerjaan paruh waktu atau kerja lepas alias freelance kini banyak diminati anak muda. Sebagian bahkan memutuskan menjadi pekerja lepas secara penuh (full time freelancer). Namun, tak sedikit yang mengambil pekerjaan sampingan untuk menambah pundi-pundi. Mereka memilih jalan ini bukan karena minim keterampilan. Menurut laporan lokapasar (marketplace) yang mempertemukan pencari dan pemberi kerja, Upwork, sekitar 60 juta warga atau 39 % tenaga kerja AS bekerja sebagai pekerja lepas pada 2022. Mereka menyumbang 1,35 triliun USD pada perekonomian AS, nilainya naik 50 juta USD dibandingkan tahun 2021. Pertumbuhan nominal yang sejalan dengan minat para pekerja lepas ini menunjukkan munculnya alternatif pekerjaan lain dari pekerjaan tradisional ”9 to 5”. Data Upwork menggambarkan pekerja profesional mencari keuntungan lain dari pekerjaan sampingan, entah menambah pemasukan, otonomi, atau sekadar menemukan pekerjaan yang lebih bermakna.

Bertha S Rahajeng (29) banting setir dari pekerja kantoran menjadi pekerja lepas secara penuh. Jenis pekerjaan ini memberinya otoritas penuh atas kariernya. ”Aku bisa punya kebebasan dalam memilih karierku. Misal, aku offer skill-ku yang lain juga bisa, jadi aku secara pribadi berkembang karena belajar terus,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (23/11). Selain itu, penghargaan atas hasil kerja juga ia rasakan lebih tinggi dibandingkan ketika bekerja di korporasi. Kondisi ini meyakinkannya bahwa ia memang tak cocok dengan budaya kerja di korporasi. Pekerjaan yang dinilai berdasarkan ukuran proyek memompa kepercayaan diri Bertha untuk berkarya. ”Saat deal proyek besar, rasanya bisa boost kepercayaan diriku, mengetahui kalau kemampuanku ini bisa dibayar gede. Jadi, aku tentu makin mantap jadi freelancer,” tuturnya.

Ada pula yang mengambil pekerjaan paruh waktu guna mencari pengalaman kerja sedini mungkin saat masih duduk di bangku kuliah. Michelle Angela (22), mahasiswa Yogyakarta, bekerja paruh waktu di tengah proses menggarap skripsi. Ia magang di sebuah kantor konsultan manajemen. Selain mendapat beragam pengalaman, magang juga membantunya menemukan arah kecintaannya terhadap suatu pekerjaan. Berawal bekerja sebagai admin media sosial secara paruh waktu saat magang, kini dia menjadi general affair dengan status pekerja tetap. ”Dikasih kepercayaan, tanggung jawab, punya nilai plus sampai akhirnya dipekerjakan sampai sekarang jadi full time,” kata Michelle. Fleksibilitas untuk memilih jenis pekerjaan hingga keluwesan waktu bekerja jadi magnet para freelancer, yang jarang ditemukan saat bekerja di korporasi yang kaku dengan kebijakan perusahaan. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :