;
Tags

Perbankan

( 2293 )

Perbankan Nasional Hingga Juli Tahun ini Membukukan Laba Bersih Rp149,62 triliun

KT1 26 Sep 2024 Investor Daily (H)
Perbankan nasional hingga Juli tahun ini membukukan laba bersih Rp149,62 triliun, tumbuh 6,03% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut menjadi yang tertinggal sepanjang tahun ini. OJK mencatatkan, pertumbuhan laba bersih Juli 2024 utamanya didorong dari pendapatan bunga bersih (net interest incoming/NII) yang tumbuh 2,71% (yoy) menjadi Rp 314,79 triliun. Untuk margin bunga bersih (net interest margin/NIM)  juga membaik di level 4,59% dari bulan sebelumnya 4,57%. berdasarkan laporan keuangan bulanan individual bank, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menjadi bank dengan pertumbuhan laba bersih (bank only) tertinggi diantara KBMI 4 lainnya, yakni 12,38% (yoy) mencapai Rp31,40 triliun per Juli 2024. Bahkan, nilai laba BCA tersebut nyaris sama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) yang sebesar Rp31,42 triliun, tapi tumbuh terendah dari KBMI 4 lain yakni 1,78% (yoy). (Yetede)

Konsumsi Tabungan Terus Meningkat, Tekan Pertumbuhan Simpanan

HR1 26 Sep 2024 Kontan

Laju pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) di perbankan semakin melambat. Padahal, kredit tetap konsisten tumbuh dua digit hingga Agustus 2024. Ini pertanda likuiditas perbankan masih mengetat. Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), menunjukkan simpanan perbankan per Agustus hanya tumbuh 7% secara tahunan. Ini melambat dari Juli yang tumbuh 7,7%. Tren perlambatan terjadi setelah mencapai puncak pertumbuhan di Mei sebesar 8,5%. Jika dirinci, giro tumbuh 10,3% secara tahunan, tabungan meningkat 6,1% dan deposito naik 5%. Perlambatan pertumbuhan simpanan tidak hanya terjadi pada bank kecil dan menengah, tapi juga di bank-bank besar. DPK kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 4 hanya tumbuh 7,7% pada Agustus. Pertumbuhan melambat sejak mencapai pertumbuhan 11,1% di Mei. SVP Retail Deposit Products and Solution Bank Mandiri Evi Dempowati membenarkan, laju DPK mengalami perlambatan. Namun, ia melihat perlambatan masih dalam level wajar. 

Sementara, Direktur Distribution & Funding BTN Jasmin menyebut ada perlambatan simpanan kelas menengah ke bawah di BTN, akibat turunnya daya beli masyarakat. DPK BTN per Agustus tercatat sebesar Rp 373,8 triliun. Angka ini tumbuh 16,4% secara tahunan, tapi secara bulanan kontraksi sebesar 0,21%. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengungkap beberapa faktor penyebab perlambatan DPK. Pertama, berlanjutnya fenomena makan tabungan dari masyarakat kelas menengah. Kedua, pendapatan masyarakat diperkirakan mengalami penurunan karena perlambatan ekonomi atau memburuknya kondisi di sektor-sektor tertentu. Ketiga, masyarakat mulai mengalihkan dananya dari produk bank ke instrumen investasi lain yang memberi imbal hasil lebih tinggi.

Gagal Mengakuisisi Muamalat

KT1 25 Sep 2024 Tempo

ANK Tabungan Negara (BTN) akhirnya memastikan tak jadi mengakuisisi Bank Muamalat Indonesia (BMI). Hal ini disampaikan Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Juli 2024. Kegagalan akuisisi ini tentu saja memunculkan tanda tanya besar di kalangan stakeholder perbankan syariah Indonesia. Terutama mengingat status Bank Muamalat yang dimiliki oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagai pemegang saham terbesar dan pemegang sumber dana yang strategis untuk pertumbuhan dana perbankan syariah. Beberapa faktor kiranya dapat menyebabkan terjadinya kegagalan akuisisi yang dimaksudkan. Adanya perbedaan visi dan kesepakatan valuasi menurut penulis merupakan faktor utama yang menyebabkan belum suksesnya akuisisi BTN ini. 

Kegagalan akuisisi BTN terhadap BMI ini juga memberikan sebuah hikmah yang perlu dicari dan ditindaklanjuti oleh Kementerian BUMN. Menteri BUMN Erick Thohir, yang juga Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah, perlu memilih alternatif pilihan strategis yang lain dalam rangka meningkatkan pangsa pasar perbankan syariah. Statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2024 menunjukkan bahwa, setelah dikembangkan lebih dari tiga dekade di Indonesia, aset perbankan syariah yang terdiri atas bank umum syariah, unit usaha syariah, dan bank pembiayaan rakyat syariah pada triwulan I 2024 telah mencapai Rp 892 triliun. (Yetede)

UMKM Industri Perbankan Tumbuh Merosot

KT1 24 Sep 2024 Investor Daily (H)

UMKM industri perbankan per Agustus 2024 tercatat tumbuh 4,3% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp1.379,4 triliun. Pertumbuhan tersebut menjadi yang terendah di sepanjang tahun ini. Berdasarkan data yang dihimpun Investor Daily, per Januari 2024 kredit UMKM tumbuh 7,9% (yoy) utamanya ditopang oleh kredit mikro yang tumbuh tinggi 24,5% (yoy), sedangkan kredit kecil dan menengah terkontraksi masing-masing 2,8% dan 3,5%. Kemudian pertumbuhan UMKM meningkat pada posisi Februari menjadi 8,9% (yoy), meski ada penurunan dari kredit mikro, dan kecil, sedangkan kredit menengah berbalik arah menjadi tumbuh positif 3,1% (yoy). Penyusutan pertumbuhan UMKM mulai terjadi pada Maret hingga Agustus tahun ini. Dimana yang paling jelas terlihat adalah perlambatan dari pertumbuhan kredit mikro dari yang tumbuh diatas 24% (yoy) per Januari hingga hanya 5,6% (yoy) per Agustus. Sementara itu kredit usaha kecil membaik dari yang sebelumnya terkontraksi menjadi tumbuh positif 4% (yoy) per Agustus. Meski data BI per Agustus 2024 masih sementara, namun apabila dibandingkan secara bulanan juga mengalami perlambatan dari Juli yang tumbuh 5,1% (yoy). 

Dilema Perbankan Menghadapi Penurunan Suku Bunga

HR1 23 Sep 2024 Kontan

Suku bunga acuan akhirnya turun. Lazimnya, perbankan akan merespons penurunan tersebut dengan menurunkan suku bunga simpanan, demi mengurangi biaya dana. Namun, saat ini perbankan masih berhadapan dengan likuiditas yang ketat. Oleh karena itu, perbankan akan hati-hati memutuskan penurunan bunga simpanan. Data BI mencatat, Dana Pihak Ketiga (DPK) per Agustus hanya tumbuh 7,1% secara tahunan atau year on year (YoY), turun dari bulan sebelumnya yng tumbuhnya 7,5%. Sementara kredit tumbuh 11,4%, walau melambat dari Juni yang tumbuhnya 12,4%. Bank bermodal besar lebih siap memangkas bunga. Lani Darmawan, Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Tbk, mengatakan, pihaknya akan fokus menurunkan biaya dana pasca penurunan BI rate. "Kami lihat perkembangan. Namun, kami berharap bank secara nasional bunga DPK turun, agar biaya dana berangsur turun, sehingga bisa diikuti penurunan bunga kredit," kata Lani, Rabu (8/9). 

Direktur Keuangan Bank Mandiri Sigit Prastowo mengatakan, penurunan bunga simpanan di Bank Mandiri tetap akan memperhatikan kondisi likuiditas dan juga bunga instrumen investasi non bank. Ia bilang, bank akan susah menurunkan biaya dana jika likuiditas masih ketat. Sementara itu, meski kredit Bank Mandiri tumbuh kencang hingga 20,5% per Juni 2024, DPK bank pelat merah ini juga masih tampil apik, dengan pertumbuhan sebesar 15% secara tahunan. Corporate Secretary Bank Mandiri Teuku Ali Usman mengatakan, penurunan bunga acuan bisa berdampak pada pengurangan biaya dana di perbankan. "Pada akhirnya akan memberikan dampak positif bagi efisiensi operasional," ujar Ali. Sementara bank dengan modal lebih kecil lebih hati-hati menurunkan bunga. Direktur Bisnis Bank JTrust Widjaja Hendra menyebut penurunan bunga deposito akan memperhatikan kondisi pasar. Untuk mengendalikan kenaikan biaya dana, bank milik investor Jepang ini akan berupaya memacu pertumbuhan dana murah. Salah satunya strateginya adalah dengan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjaring nasabah.

The Fed yang Menurunkan Suku Bunga Sangat Besar

KT1 21 Sep 2024 Investor Daily (H)
Pasar saham di Asia Pasifik dilaporkan menguat pada Jumat (20/09/2024), dipimpin indeks Nikkei 225 Jepang. Penguatan ini terjadi menyusul lonjakan Wall Street semalam, pasca pengumuman The Fed yang menurunkan suku bunga sangat besar, yakni 50 basis poin. Di sisi lain, Bank of Japan (BOJ) dan People's Bank of China (PBOC) sama-sama tidak mengubah suku bunga pada Jumat. Tercatat, bank sentral Jepang mempertahankan suku bunga acuan di kisaran  0,25% -sebagai suku bunga tertingginya sejak 2008- pada akhir pertemuan dua hari, Jumat. Sedangkan bank sentral China tidak mengubah suku bunga dasar pinjaman satu tahun- yang mempengaruhi pinjaman korporasi dan rumah tangga-pada 3,35% dan Loan Prime Time (LRP) tenor lima tahun- untuk acuan suku bunga KPR-pada 3,85%. Meskipun keputusan ini sejalan dengan perkiraan  jajak pendapat Reuters, sebagian besar ekonom melihat ada kenaikan suku bunga BOJ pada akhir tahun. (Yetede)

Berkah Penurunan Suku Bunga Acuan

KT1 21 Sep 2024 Tempo
RAPAT Dewan Gubernur Bank Indonesia bulan ini memutuskan memangkas suku bunga acuan BI dari 6,25 persen menjadi 6 persen. Langkah tersebut disambut pelaku industri dan perbankan. Pemangkasan suku bunga BI diharapkan bakal diikuti oleh turunnya bunga kredit perbankan. Walhasil, masyarakat bisa lebih gencar memanfaatkan pinjaman perbankan untuk aktivitas mereka.  Pengumuman pemangkasan suku bunga acuan disampaikan langsung oleh Gubernur BI Perry Warjiyo pada Rabu, 18 September 2024. Perry juga menyampaikan bahwa BI menurunkan suku bunga deposit facility menjadi 5,25 persen dari sebelumnya 5,5 persen, dan suku bunga lending facility menjadi 6,75 persen dari sebelumnya 7 persen. 

BI menurunkan suku bunga acuan lantaran inflasi terkendali sesuai dengan target pemerintah serta stabilitas nilai tukar rupiah. BI juga menganggap perlu upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut Perry, pelonggaran terus ditempuh untuk mendorong kredit atau pembiayaan perbankan, khususnya untuk sektor-sektor prioritas pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah serta ekonomi hijau. Sebelumnya, langkah BI menaikkan suku bunga acuan sudah dimulai sejak 2022. Pada Januari hingga Juli 2022, suku bunga acuan BI berada pada level 3,50 persen. Mulai naik menjadi 3,75 persen pada Agustus dan terus meningkat hingga level 6,25 pada April 2024. (Yetede)

LPS Mencatat Simpanan Perbankan Terjun Bebas

KT1 20 Sep 2024 Investor Daily (H)
Lembaga Penjamin Simpanan, (LPS) mencatat total simpanan    perbankan yang dihimpun per Agustus 2024 tumbuh 7% secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp 8.698,53 triliun. Apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya mengalami penurunan 0,3% secara bulanan (month to month/mtm). Rekening simpanan mengalami peningkatan 11,6% (yoy) menjadi  592,77 juta rekening per Agustus 2024. Jumlah tersebut juga naik 1% dibandingkan bulan sebelumnya. Adapun, rekening simpanan di bank konvensional tercatat naik 12% (yoy) menjadi 533 juta rekening, sedangkan rekening syariah sebanyak 28.871 tumbuh 3,7% (yoy) per Agustus 2024. Apabila dirinci dari jenis simpanan, tabungan tumbuh 6,1% (yoy) menjadi Rp 2.745,39 triliun per Agustus 2024, namun menyusut 0,5% (mtm). Kemudian, giro masih naik 10,3% (yoy) menjadi Rp 2.690,47 triliun, tapi turun 0,9% (mtm). Deposito tercatat naik 5% (yoy) menjadi Rp 3.197,68  triliun. Sementara itu, untuk deposit on call tumbuh 17,9% (yoy) menjadi Rp 63,56 triliun dan naik 13,7% (mtm). Serta sertifikat  deposit anjlok 46,8% (yoy) dan juga menyusut 1,8% (mtm) per Agustus 2024 menjadi Rp1,43 triliun. (Yetede)

Margin Perusahaan Kian Menguat Setelah Tren Penurunan Suku Bunga

HR1 20 Sep 2024 Kontan

Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas bunga acuan ke level 6% akan memperbaiki margin bunga bersih alias net interest margin (NIM) perbankan. Sebab, pemangkasan BI rate akan berdampak pada penurunan biaya dana perbankan. NIM perbankan tercatat telah mengalami tren penurunan di saat suku bunga tinggi. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), NIM perbankan per Juli 2024 ada di level 4,59%, lebih rendah dari posisi sama tahun sebelumnya di level 4,84%. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan membenarkan, penurunan suku bunga acuan bisa memperbaiki NIM yang tertekan. Hanya saja, dia menekankan perbaikan tersebut tetap memerlukan waktu. Sebagai informasi, NIM CIMB Niaga di semester I-2024 berada di 4,21%. Posisi tersebut mengalami penurunan dari periode yang sama tahun lalu di 4,61% dan posisi akhir 2023 di 4,4%. Senada, Direktur Kepatuhan Bank Oke Efdinal Alamsyah menyebut penurunan suku bunga acuan akan memperbaiki kondisi biaya dana bank. Alhasil, NIM yang diperoleh bank juga akan semakin membaik. Menurut prediksi Efdinal, perbaikan NIM perbankan, sebagai dampak pemangkasan BI rate, bisa dirasakan dengan cepat oleh bank. Ia menilai bank akan dengan cepat ikut menurunkan bunga simpanan, yang membuat biaya dana segera turun. Sedikit berbeda, Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan memberikan pandangan yang lebih diplomatis terkait perbaikan NIM pasca pemangkasan suku bunga. Menurutnya, yang paling penting adalah penurunan suku bunga bisa mempermudah nasabah memperoleh kredit dengan lebih murah.

Penurunan ”BI Rate” Perlu Ditambah Insentif Fiskal

KT3 19 Sep 2024 Kompas (H)
Penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia memberikan kelegaan, tetapi belum cukup menggerakkan perekonomian domestik. Perlu insentif fiskal untuk mendorong kelas menengah. Setelah menahan suku bunga acuannya sebesar 6,25 persen sejak April 2024, Bank Indonesia memutuskan menurunkan suku bunga acuan menjadi 6 persen. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI), Rabu (18/9/2024), mengumumkan pengurangan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) dari 6,25 persen menjadi 6 persen. Ini menjadi pemangkasan per-
tama sejak 2021. Dalam periode Agustus 2022-September 2024, BI konsisten menaikkan suku bunga hingga 275 bps. 

Meski telah memberikan sedikit kelegaan, pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia tidak serta-merta menggerakkan perekonomian domestik yang tengah dilanda pelemahan, terutama kelas menengah. Belanja masyarakat, terutama kelas menengah, dapat didorong, antara lain, melalui insentif fiskal. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, BI sudah menakar probabilitas pemangkasan suku bunga acuan negara maju. sehingga tidak perlu lagi menunggu keputusan bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), memangkas suku bunganya. Selain itu, penguatan nilai tukar rupiah, terjaganya tingkat inflasi dalam sasaran target 1,5-3,5 persen, kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, serta pemberian ruang fiskal dan likuiditas perbankan juga mendorong BI menurunkan suku bunga acuannya menjadi 6 persen.

”Ke depan, Bank Indonesia terus mencermati ruang penurunan suku bunga kebijakan sesuai dengan perkiraan inflasi yang tetap rendah, nilai tukar rupiah yang stabil dan cenderung menguat, serta pertumbuhan ekonomi yang perlu terus didorong agar lebih tinggi,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu. Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual berpendapat, keputusan yang diambil olehBI, antara lain, mempertimbangkan deflasi selama empat bulan berturut-turut dan pelemahan yang terjadi di sektor riil. Namun, permasalahan tersebut tidak bisa diselesaikan semata-mata melalui kebijakan moneter. (Yoga)