Dilema Perbankan Menghadapi Penurunan Suku Bunga
Suku bunga acuan akhirnya turun. Lazimnya, perbankan akan merespons penurunan tersebut dengan menurunkan suku bunga simpanan, demi mengurangi biaya dana. Namun, saat ini perbankan masih berhadapan dengan likuiditas yang ketat. Oleh karena itu, perbankan akan hati-hati memutuskan penurunan bunga simpanan. Data BI mencatat, Dana Pihak Ketiga (DPK) per Agustus hanya tumbuh 7,1% secara tahunan atau year on year (YoY), turun dari bulan sebelumnya yng tumbuhnya 7,5%. Sementara kredit tumbuh 11,4%, walau melambat dari Juni yang tumbuhnya 12,4%. Bank bermodal besar lebih siap memangkas bunga. Lani Darmawan, Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Tbk, mengatakan, pihaknya akan fokus menurunkan biaya dana pasca penurunan BI rate. "Kami lihat perkembangan. Namun, kami berharap bank secara nasional bunga DPK turun, agar biaya dana berangsur turun, sehingga bisa diikuti penurunan bunga kredit," kata Lani, Rabu (8/9).
Direktur Keuangan Bank Mandiri Sigit Prastowo mengatakan, penurunan bunga simpanan di Bank Mandiri tetap akan memperhatikan kondisi likuiditas dan juga bunga instrumen investasi non bank. Ia bilang, bank akan susah menurunkan biaya dana jika likuiditas masih ketat.
Sementara itu, meski kredit Bank Mandiri tumbuh kencang hingga 20,5% per Juni 2024, DPK bank pelat merah ini juga masih tampil apik, dengan pertumbuhan sebesar 15% secara tahunan. Corporate Secretary
Bank Mandiri Teuku Ali Usman mengatakan, penurunan bunga acuan bisa berdampak pada pengurangan biaya dana di perbankan. "Pada akhirnya akan memberikan dampak positif bagi efisiensi operasional," ujar Ali.
Sementara bank dengan modal lebih kecil lebih hati-hati menurunkan bunga. Direktur Bisnis Bank JTrust Widjaja Hendra menyebut penurunan bunga deposito akan memperhatikan kondisi pasar.
Untuk mengendalikan kenaikan biaya dana, bank milik investor Jepang ini akan berupaya memacu pertumbuhan dana murah. Salah satunya strateginya adalah dengan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjaring nasabah.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023