Berkah Penurunan Suku Bunga Acuan
RAPAT Dewan Gubernur Bank Indonesia bulan ini memutuskan memangkas suku bunga acuan BI dari 6,25 persen menjadi 6 persen. Langkah tersebut disambut pelaku industri dan perbankan. Pemangkasan suku bunga BI diharapkan bakal diikuti oleh turunnya bunga kredit perbankan. Walhasil, masyarakat bisa lebih gencar memanfaatkan pinjaman perbankan untuk aktivitas mereka. Pengumuman pemangkasan suku bunga acuan disampaikan langsung oleh Gubernur BI Perry Warjiyo pada Rabu, 18 September 2024. Perry juga menyampaikan bahwa BI menurunkan suku bunga deposit facility menjadi 5,25 persen dari sebelumnya 5,5 persen, dan suku bunga lending facility menjadi 6,75 persen dari sebelumnya 7 persen.
BI menurunkan suku bunga acuan lantaran inflasi terkendali sesuai dengan target pemerintah serta stabilitas nilai tukar rupiah. BI juga menganggap perlu upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut Perry, pelonggaran terus ditempuh untuk mendorong kredit atau pembiayaan perbankan, khususnya untuk sektor-sektor prioritas pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah serta ekonomi hijau. Sebelumnya, langkah BI menaikkan suku bunga acuan sudah dimulai sejak 2022. Pada Januari hingga Juli 2022, suku bunga acuan BI berada pada level 3,50 persen. Mulai naik menjadi 3,75 persen pada Agustus dan terus meningkat hingga level 6,25 pada April 2024. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023