;
Tags

Kebijakan

( 1327 )

Politik Luar Negeri

KT1 15 Oct 2024 Tempo

Di masa awal kepemimpinannya pada 2014, Presiden Joko Widodo menyatakan akan lebih berfokus ke persoalan dalam negeri, karena hal itu adalah “keahliannya”. Dari pernyataan itu, Lowy Institute for International Policy memprediksi kebijakan politik luar negeri Indonesia pada masa pemerintahan Jokowi pun akan lebih banyak dijalankan oleh orang-orang di sekitar Presiden. Kala itu, Presiden dianggap tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk menangani masalah luar negeri.

Faktanya, sepak terjang politik luar negeri Indonesia selama sepuluh tahun terakhir sangat "beraroma" Jokowi. Karakter dan orientasi politik luar negeri Indonesia menunjukkan personalisasi sang Presiden: pragmatis, populis, dan berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. Jokowi teguh menggunakan kebijakan politik luar negeri sebagai alat untuk kepentingan dalam negeri. Upaya mengejar pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur secara masif adalah fokus perhatian pemerintahan Jokowi. Karena itu, kebijakan politik luar negeri Indonesia pun dikerahkan untuk mendukung fokus tersebut.

Salah satu kecenderungan kebijakan politik luar negeri pada masa pemerintahan Jokowi adalah penekanan pada hubungan bilateral, yang biasanya berhubungan dengan kerja sama konkret dan hasilnya bisa dirasakan cepat. Masalah untung dan rugi sebagaimana orientasi pelaku usaha menjadi kalkulasi utama dalam perumusan dan implementasi politik luar negeri Indonesia. Adapun masalah hubungan multilateral atau bahkan plurilateral yang biasanya menekankan pada pembangunan nilai-nilai “agung” tampak bukan jadi prioritas utama, kecuali untuk isu tertentu. (Yetede)

Prospek Properti Melonjak Berkat Penghapusan Pajak

HR1 15 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Rencana pemerintahan baru Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk membebaskan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dalam pembelian hunian diharapkan mampu meningkatkan penjualan properti di Indonesia. Wakil Presiden Komersial Sinar Mas Land, Christine N. Tanjungan, menjelaskan bahwa pembebasan pajak ini dapat mengurangi biaya hingga 16% dari total nilai pembelian rumah, sehingga masyarakat bisa memperoleh hunian dengan harga lebih terjangkau. Hal ini juga diyakini akan mendorong lebih banyak konsumen mengurus Akta Jual Beli (AJB), yang sebelumnya terkendala biaya BPHTB.

Wakil Ketua Umum Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI), Bambang Eka Jaya, menyambut baik kebijakan ini tetapi menyoroti perlunya koordinasi dengan pemerintah daerah, mengingat BPHTB adalah pajak daerah. Hashim S. Djojohadikusumo, Ketua Satgas Perumahan Presiden Terpilih, menegaskan komitmen Prabowo untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memudahkan kepemilikan hunian, termasuk lewat rekomendasi pembebasan BPHTB. Selain itu, rencana kebijakan ini telah memberikan katalis positif pada saham properti, dengan indeks saham properti naik 3,04% pada 11 Oktober 2024.

Analis Bareksa memperkirakan stimulus ini dapat berdampak baik bagi sektor properti, terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), tetapi mereka menyarankan investor untuk tetap berhati-hati dan menunggu perkembangan lebih lanjut terkait kebijakan ini.

Royalti, Hak Musisi yang Masih Belum Terlindungi

KT3 14 Oct 2024 Kompas (H)
Tahun 2021 ketika pandemi melanda, Endah Widiastuti, personel Endah N Rhesa, kehilangan sebagian besar pemasukan dari panggung. Ia juga lebih banyak berada di rumah. Saat itulah ia berpikir untuk mencari sumber pendapatan lain. ”Panggilan manggung enggak ada, lalu aku berpikir soal potensi uang dari penjualan karya atau royalti,” ujarnya. Endah pun memikirkan regulasi yang ada soal hak cipta dan royalti, baik yang berlaku di Indonesia maupun global. ”Setelah dipelajari, ternyata rumit banget,” katanya sambiltertawa Kamis (3/10/2024). Dia pelan-pelan mempelajari berbagai aturan itu sambil bertanya kepada teman-temannya. Akhirnya, ia paham juga secara garis besar. Pemahaman itu sangat berguna ketika dia memilih dan berhadapan dengan penerbit.  

Sejauh ini, Endah telah meluncurkan lima album. Album itu, antara lain, diterbitkan oleh penerbit administratif yang tugasnya hanya mencatat pendapatan dari lagu-lagunya di platform nondigital. Untuk digital, Endah memanfaatkan jasa agregator yang mengelola, memungut, dan membagikan royalti di ranah digital. Dari situ, ia mendapat royalti dalam jumlah banyak. Catatannya juga sangat rinci. ”Sampai sekarang aku dapat mechanical royalties dari publisher administration dan agregator dari lima album. Cukup gede,” ucap Endah yang sempat memperlihatkan sisa royalti lagu yang belum dia cairkan lewat sebuah situs. Jumlahnya setara dengan bayaran manggung Endah N Rhesa untuk 6-7 kali. Itu sisanya, lho. Endah dan Rhesa menikmati royalti yang cukup besar karena mereka adalah pencipta lagu, penyanyi, sekaligus produser lagu lagunya sendiri.

Sejauh ini, Endah justru belum menggali potensi royalti performance yang bisa ia peroleh di dalam negeri. Lagu-lagunya kebetulan kerap dimainkan di kafe. ”Aku belum daf tar ke LMK (Lembaga Manajemen Kolektif) di Indonesia meski lagu-lagu aku dimainin di kafe. Jadi belum dapat performance,” tutur Endah. Soal royalti memang rumit. Apalagi bagi mereka yang semula hanya fokus pada kreativitas. Ini, misalnya, diutarakan vokalis band Efek Rumah Kaca (ERK), Cholil Mahmud. Di awal perjalanan kariernya, Cholil tak mau tahu-menahu soal perkembangan industri. Dia fokus kepada gelombang alternatif atau independen. Musisi dan band indie, sebutan untuk mereka yang melakukan segala aktivitas dari hulu ke hilir secara independen, seperti ERK, punya sistem sendiri untuk menjual karyanya. (Yoga)


Para Musisi Ramai-ramai Belajar Aturan Royalti

KT3 14 Oct 2024 Kompas (H)
Persoalan royalti lagu/musik di Indonesia masih seperti pita kaset yang kusut. Mesti diurai satu per satu. Sejauh ini, regulasi soal royalti lagu sudah ada, tetapi ruang lingkupnya masih terbatas dan pelaksanaannya di lapangan masih terkendala. Harian Kompas edisi Minggu (13/10/2024) mengangkat kisah pencipta lagu  dangdut pantura era 1980-an hingga 2000-an, Carli Nuryaman (85), yang hidup sengsara di hari tua. Lima tahun terakhir tubuhnya digerogoti penyakit. Kini, ia hanya bisa terbaring lemah di rumahnya yang beratap terpal di Indramayu, Jawa Barat. Tak punya uang untuk berobat. Carli menghasilkan puluhan lagu dangdut selama 1980-an hingga awal 2000-an. Sebagian lagu ciptaannya populer dan masuk dapur rekaman di Jakarta. Namun, lagu-lagu itu tak menghasilkan royalti karena dulu ia menjualnya dengan sistem pembayaran sekali putus (flat pay) kepada label.

Lagu-lagunya masih kerap ditampilkan di panggung komersial dan media sosial sampai sekarang. Di Youtube, lagu ciptaannya, ”Awan Abang” dan ”Jam Siji Bengi”, yang dinyanyikan orang lain sudah dilihat ratusan ribu kali. Namun, tak sepeser pun uang mengalir ke kantongnya. Kisah Carli hanya satu dari sekian banyak kisah serupa yang menimpa pencipta lagu dan penampil. Indra Lesmana, pencipta dan penyanyi top Indonesia yang berkarier sejak 1978, menyaksikan dan mengalami sendiri ketidakadilan seperti itu. Dia menilai, urusan pembagian hak ekonomi bagi pencipta karya musik dari dulu sampai sekarang tidak beres-beres. ”Sepertinya (urusan royalti) ini sengaja dibuat ruwet. Indonesia sudah sangat terlambat mengatasi masalah ini,” kata Indra sebelum tampil dalam sebuah acara di Jakarta Selatan, Minggu (13/10).

Sumber ketidakberesan itu, pada 1980-an, lanjut Indra, adalah pembajakan. Dia menceritakan, salah satu album tenarnya, Aku Ingin, keluaran tahun 1990, dibungkus dengan sampul khusus agar tidak dibajak. Ternyata, album dengan cetakan biasa juga dijual di toko kaset resmi. Ia juga pernah mendapati albumnya dijual dalam kaset bekas. Persoalan lainnya, perusahaan rekaman atau label tidak transparan soal penjualan album. ”Label rekaman paling membiayai ongkos produksi di awal. Setelah jadi kaset atau CD, aku enggak pernah tahu persis berapa albumku yang terjual. Royalti juga enggak dihitung secara transparan. Ini sam kami (musisi) dibajak oleh label sendiri,” katanya. Mirisnya, label rekaman menguasai master album Indra. Dengan begitu, label berkuasa penuh atas pemanfaatan hak ekonominya. (Yoga)

Prabowo Berencana Rombak APBN 2025

KT1 14 Oct 2024 Tempo
PRABOWO Subianto berencana merombak Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN 2025 setelah resmi dilantik sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2024. Hal itu diungkapkan Wakil Komandan Tim Kampanye Nasional Pemilih Muda Prabowo-Gibran, Anggawira. Menurut dia, kemungkinan besar Prabowo bakal menerbitkan APBN Perubahan untuk menyesuaikan anggaran dengan program-program yang ia janjikan saat berkampanye.

"Memang ada potensi pemerintahan Pak Prabowo menyesuaikan anggaran guna memenuhi program-program prioritas, seperti makan siang bergizi gratis," ucap Anggawira kepada Tempo, Ahad, 13 Oktober 2024. Beberapa penyesuaian anggaran itu di antaranya meliputi alokasi untuk ketahanan pangan, energi, dan subsidi. Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia itu menyebutkan penyesuaian anggaran sejumlah pos turut mempertimbangkan efektivitas, efisiensi, dan kesinambungan fiskal agar tetap sehat. "Perubahan ini bertujuan memastikan program unggulan dapat berjalan optimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Drajad Wibowo, juga pernah mengungkapkan bahwa ada kemungkinan pemerintah mendatang akan menaikkan anggaran makan bergizi gratis. Adapun saat ini alokasi dana yang ditetapkan untuk program tersebut pada 2025 sebesar Rp 71 triliun. Ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance itu menilai Prabowo memiliki kebebasan menyesuaikan APBN 2025 yang sebelumnya ditetapkan pemerintahan Presiden Joko Widodo. "Setelah tahu posturnya lebih rinci, pada 2025 kami lakukan perubahan," ujar Drajad di Hotel Le Meridien Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2024. (Yetede)

Pembentukan Badan Karbon Untuk Mendukung Ekonomi Hijau

KT3 14 Oct 2024 Kompas
Pemerintah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah mengadaptasi berbagai aturan perdagangan karbon untuk menciptakan insentif ekonomi bagi perusahaan yang mampu mengurangi emisi gas karbon. Melanjutkan upaya tersebut, pemerintahan Prabowo Subianto berencana membentuk Badan Pengelola Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Niaga Karbon. Inisiatif tersebut tercetus sejak Agustus 2024 seusai tim ekonomi presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka berkoordinasi dengan Kantor Staf Presiden. Ide lembaga yang disebut juga sebagai Badan Karbon itu terus dimatangkan hingga selesai pada pertengahan Oktober 2024  menjelang pelantikan kepemimpinan nasional pada 20 Oktober 2024.

Bagian dari tim ekonomi Prabowo-Gibran, Ketua Umum Pengusaha Muda Nasional Anggawira, saat dihubungi akhir pekan lalu di Jakarta menyampaikan, pembentukan Badan Karbon merupakan komitmen dalam mengatasi perubahan iklim dan menangkap peluang ekonomi dari pasar karbon global yang semakin berkembang. Langkah ini juga sejalan dengan delapan misi Astacita Prabowo-Gibran, yaitu mendorong kemandirian bangsa, salah satunya melalui ekonomi hijau ”Badan Karbon akan menjadi regulator utama yang mengelola pasar karbon nasional. Ini termasuk pendaftaran proyek penurunan emisi, penerbitan sertifikat karbon, dan memastikan bahwa setiap transaksi  karbon dilakukan sesuai dengan standar internasional," tuturnya.   

Badan ini, lanjut Anggawira, akan mengawasi penghitungan, verifikasi, dan pelaporan penurunan emisi yang dilakukan oleh perusahaan berbagai sektor, seperti energi, industri berat, serta sektor kehutanan dan pertanian, yang berpartisipasi dalam perdagangan karbon. Perdagangan karbon merupakan mekanisme berbasis pasar. Dalam mekanisme ini, izin emisi atau unit karbon dapat diperdagangkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Badan Karbon juga akan menyediakan platform digital untuk memfasilitasi jual beli kredit karbon, baik di pasar domestik maupun global, yang transparan dan akuntabel. Dengan mendorong perdgangan karbon, Badan Karbon diharapkan mampu meningkatkan investasi di proyek-proyek energi bersih, rehabilitasi hutan, dan teknologi ramah lingkungan. Pendapatan dari perdagangan karbon akan digunakan untuk mendanai program keberlanjutan lingkungan. (Yoga)

Revisi Kebijakan Gas Murah: Menyusun Ulang Sektor Industri

HR1 14 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Otoritas Energi Nasional telah mengubah regulasi terkait pengguna dan harga gas bumi tertentu (HGBT) berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Perindustrian. Agus Chayono Adi, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menjelaskan bahwa perubahan ini mencakup pencabutan status sembilan perusahaan industri yang tidak lagi memenuhi kriteria sebagai pengguna gas bumi tertentu, serta penambahan empat perusahaan baru yang akan diakui sebagai pengguna.

Pemerintah masih menetapkan tujuh sektor industri yang membutuhkan stimulus harga gas, termasuk industri pupuk, petrokimia, oleokimia, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet. Perubahan regulasi ini diatur dalam Keputusan Menteri ESDM No. 255.K/MG.01/MEM.M/2024, yang merupakan revisi dari keputusan sebelumnya. Agus menegaskan bahwa keputusan ini bertujuan untuk memastikan distribusi gas bumi lebih tepat sasaran, sesuai dengan evaluasi dan kebutuhan yang terus berubah di sektor industri.

Apa Guna Aplikasi Temu Diblokir Pemerintah?

KT1 11 Oct 2024 Tempo
MESKI sudah diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika, aplikasi platform e-commerce Temu masih bisa diakses. Aplikasi e-commerce asal Cina ini akan menampilkan etalase mereka setelah pengguna mendaftarkan diri. Tapi barang seperti pakaian, barang elektronik, aksesori, dan furnitur itu dijual dengan mata uang pound sterling. Saat Tempo menyisir pengaturan lokasi, opsi Indonesia tak ditemukan dari sekitar 50 daftar negara yang tersedia. 

Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi mengumumkan penutupan aplikasi Temu pada Rabu, 10 Oktober 2024. Penyebabnya, Temu tidak terdaftar sebagai penyelenggara sistem elektronik di Indonesia. Alasan lain adalah untuk melindungi produk usaha mikro, kecil, dan menengah. "Produk UMKM lokal perlu mendapat pelindungan pemerintah dari marketplace asing yang menjual produk asing langsung dari pabriknya sehingga harganya sangat murah," katanya kepada Tempo, kemarin.

Temu merupakan aplikasi e-commerce asal Cina milik PDD Holdings. Pertama kali diluncurkan di Amerika Serikat pada 2022, pertumbuhannya begitu cepat hingga bisa berekspansi ke lebih dari 50 negara lain saat ini. Dua tahun setelah peluncurannya, Temu berhasil menyalip eBay sebagai situs e-commerce paling banyak dikunjungi nomor dua di dunia. Berdasarkan data SimilarWeb per September 2024, Temu hanya kalah oleh Amazon.com. Harga produk yang mereka tawarkan sangat murah sehingga menarik minat banyak pengguna. Rahasianya adalah metode kerja Temu yang menghubungkan konsumen langsung ke pabrik. Jaringan distribusi menjadi terpangkas dan berujung pada penurunan biaya produksi. (Yetede)

Emiten Rumah Sakit Diversifikasi ke Bisnis Suplemen Kesehatan

HR1 11 Oct 2024 Kontan
Pemerintahan Prabowo Subianto akan meluncurkan program pemeriksaan kesehatan gratis mulai tahun 2025, yang menyasar 52 juta penduduk dengan anggaran awal Rp 3,3 triliun. Program ini diprediksi menjadi katalis positif bagi emiten rumah sakit. Founder Stocknow.id, Hendra Wardana, menyatakan program ini akan meningkatkan volume pasien dan pendapatan rumah sakit, namun mengingatkan pentingnya jaminan pembayaran tepat waktu dari pemerintah untuk menghindari masalah likuiditas.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, juga menilai program ini akan berdampak positif, terutama bagi emiten kesehatan seperti Prodia (PRDA), jika mendapatkan kerja sama dalam program tersebut. Nico juga melihat bahwa program ini adalah bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan, gizi, dan pendidikan.

Hendra dan Nico merekomendasikan saham-saham emiten rumah sakit seperti MIKA, SILO, dan HEAL karena prospek cerah, ditambah faktor-faktor lain seperti ekspansi rumah sakit dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan. Hendra merekomendasikan beli MIKA, SILO, dan HEAL dengan target harga masing-masing Rp 3.300, Rp 3.450, dan Rp 1.800 per saham, sedangkan Nico merekomendasikan beli MIKA dengan target harga Rp 3.300 per saham.

Kebijakan CBAM Uni Eropa: Kemendag Pastikan Eksportir Siap

HR1 11 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Pelaku usaha diimbau untuk tidak terlalu khawatir mengenai penerapan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) oleh Uni Eropa yang akan efektif penuh pada 2026. CBAM, yang menargetkan produk besi, baja, aluminium, semen, pupuk, dan energi listrik, terutama akan berdampak pada ekspor ke Uni Eropa. Menurut Ferry Samuel Jacob, Analis Perdagangan Ahli Madya dari Kemendag, sebagian besar produk terkait CBAM dari Indonesia diekspor ke negara seperti China, India, dan Taiwan, dengan China menyumbang sekitar 63,53% dari ekspor. Ekspor ke Uni Eropa sendiri relatif kecil, menempatkan Indonesia pada peringkat ke-48 sebagai negara asal produk CBAM ke Eropa pada 2023.

Ferry menekankan agar pelaku usaha tetap waspada terhadap tren kebijakan lingkungan yang berkembang secara global, karena negara lain mungkin mengikuti jejak Uni Eropa. Ia juga menjelaskan bahwa fase awal CBAM yang dimulai pada 2023 hanya memerlukan pelaporan jumlah emisi dalam produk, sementara pembayaran pajak karbon baru akan diterapkan penuh pada 2026.