Kebijakan
( 1341 )Swasembada Pangan Bukan Hal yang Sulit
Komitmen untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang berswasembada pangan telah disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto sejak masa kampanye pemilihan presiden 2024. Itu kemudian kembali ia tegaskan pada pidato pertamanya pada usai pengucapan sumpah sebabai Presiden Republik Indonesia di gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, pada Minggu (20/10/2024). Pada kesempatan yang terakhir itu, Presiden meyakini, paling lambat empat sampai lima tahun ke depan Indonesia akan berswasembada pangan. Bahkan, Indonesiapun siap menjadi lumbung pangan dunia. "Saya telah mencanangkan bahwa Indonesia harus segera swasembada pangan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Kita tidak boleh bergantung dari sumber makanan dari luar," tegas Presiden. Untuk mengetahui lebih jauh upaya pemerintah dalam merealisasikan target swasmebada itu, B-Universe berkesempatan mewawancarai Andi Amran Sulaiman yang kembali terpilih menjadi menteri pertanian di kantornya, Rabu (23/10/2024). Salah satu pengemban tugas utama untuk mewujudkan gagasan besar presiden tersebut menyebut bahwa visi presiden itu sudah tepat karena ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara. (Yetede)
Perlindungan Data Masih Belum Maksimal
Masa transisi selama dua tahun tidak dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mempersiapkan instrumen pendukung yang diperlukan untuk implementasi UU No. 27/2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Akibatnya, kebijakan yang mulai berlaku pada 17 Oktober 2024 menjadi tidak efektif, karena regulasi teknis yang diperlukan belum dirilis dan Lembaga Penyelenggaraan Pelindungan Data Pribadi sebagai pengawas belum terbentuk. Hal ini menyebabkan fungsi pengawasan dan penegakan sanksi terhadap pelanggar menjadi lumpuh. Pelaku industri mendesak pemerintah untuk lebih responsif dan memastikan adanya dukungan yang memadai untuk melindungi data pribadi masyarakat.
Agar Kembali Menghidupkan Lembaga UKP4
Pembentukan Badan Haji
Empat Kementerian Secara Khusus Langsung di Bawah Presiden
Pembentukan Badan Haji Bertentangan dengan Undang-Undang
Hulu dan Hilir dalam Satu Komando
Kemensos Fokus Mendata Bansos dan Makan Bergizi Gratis
Data Bansos dan makan Gratis yang Jadi Fokus Kemensos
FDI Dibutuhkan untuk Mensupport Program Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pilihan Editor
-
CEO di Pentas Politik Tanah air
23 May 2020 -
LADANG STARTUP MAKIN SUBUR
19 May 2020 -
Geliat Ekonomi dari Rumah
23 May 2020 -
BANK SYARIAH TETAP SOLID
19 May 2020









