;
Tags

Saham

( 1717 )

INVESTASI KONTRAK BERJANGKA SAHAM : Mendulang Cuan Lewat SSF

HR1 16 Mar 2024 Bisnis Indonesia

Investor diyakini masih bisa mendulang cuan lewat instrumen investasi kontrak berjangka saham (Single Stock Futures/SSF) meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) sedang lesu atau bearish. Setidaknya, ada lima saham yang menjadi underlying dari SSF yang akan diluncurkan dalam waktu dekat, yaitu PT Astra International Tbk. (ASII), PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI). “Ini adalah salah satu produk atau instrumen yang bisa digunakan oleh investor untuk bisa mendapatkan keuntungan, baik pada saat market sedang bullish maupun sedang bearish,” kata Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik dalam Seminar Edukasi BEI, Jumat (15/3). Menurutnya, seiring dengan Single Stock Futures, BEI memberi kesempatan bagi para investor untuk bisa menerapkan strategi baru dalam bertransaksi saham-saham yang ada di Indeks LQ45 dengan inisial modal yang jauh lebih ringan, serendah-rendahnya 4%. Adapun, Kepala Divisi Pengembangan Bisnis 1 BEI Firza Rizqi Putra mengatakan alasan pemilihan kelima saham tersebut sudah sesuai dengan usulan dan surat keputusan Bursa yang akan segera dikeluarkan dalam waktu dekat, bahwa underlying Single Stock Futures adalah saham-saham Indeks LQ45. “Saham BBRI, BBCA, MDKA, TLKM, dan ASII ini memang yang kami keluarkan, kami menentukan beberapa pertimbangan, di antaranya likuiditas, fundamental, volatilitas, dan juga representatif dari market cap LQ45 ataupun IDX30,” jelas Firza. Lebih lanjut dia mengatakan, untuk tahun ini BEI hanya mengeluarkan 5 saham tersebut sebagai underlying SSF, tetapi ke depan tidak menutup kemungkinan seluruh saham konstituen LQ45 akan dikeluarkan secara bertahap dari underlying SSF.

Harga Minyak Melesat, Saham Energi Kian Panas

KT1 15 Mar 2024 Investor Daily (H)

Harga minyak dunia yang terus menanjak memberi berkah bagi saham-saham energi seperti PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Energi Mega Persada TBK (ENRG), PT Elnusa Tbk (ELSA) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang mencatatkan peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Konsensus analis sepakat, empat saham ini berpotensi melanjutkan kenaikan dan masih akan memberikan cuan besar. Berdasarkan data RTI, saham MEDC ditutup menguat 9,02 % ke posisi penutupan perdagangan Kamis (14/3), disusul ENRG yang naik 6,73 % ke posisi Rp 222, saham ELSA meningkat 2,65 % ke level Rp 388, dan PGAS naik 2,58 % menjadi 1.195.

Stockbit dalam ulasannya menyebut penguatan harga saham energi terjadi seiring kenaikan harga minyak Brent sebesar 2,6 % ke level USD 83,03 per barel pada perdagangan Rabu (13/3). Investment Analyst Stockbit Hendriko Gani mengatakan, “Dengan permintaan yang kuat dan penurunan stock minyak AS, Harga minyak global berpotensi melanjutkan penguatan harga dan dapat memberi katalis positif bagi kinerja produsen migas, seperti MEDC dan ENRG,” pada Kamis (14/3). (Yetede)

TAKTIS KALA PASAR BULLISH

HR1 15 Mar 2024 Bisnis Indonesia (H)

Kinerja bullish sejumlah instrumen investasi belakangan ini membuka kesempatan bagi investor untuk mengevaluasi kembali portofolio mereka. Hal tersebut krusial mengingat momentum tersebut berbarengan dengan Ramadan dan perayaan Lebaran yang lazim membuat pengeluaran menjulang. Salah satu bukti geliat sektor investasi terlihat dari pasar saham dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang ditutup menguat 0,16% secara harian ke 7.433 pada Kamis (14/3), dengan level tertinggi menyentuh 7.454 atau rekor baru sepanjang tahun ini. Rekor pergerakan IHSG sebelumnya tercapai pada perdagangan perdana tahun 2024, susut sesaat, lalu kembali terangkat pada pekan lalu. Pada kelas aset lainnya, yakni Bitcoin, Bloomberg mencatat trennya konsisten menanjak sejak awal tahun dan rekor baru terus pecah, selumbari aset digital itu mencapai harga US$73.275. Namun, perdagangan kemarin, turun 0,4% menyentuh US$72.865. Merespons ‘gelombang pasang’ kinerja aset keuangan itu, CEO MRE Financial & Business Advisory Mike Rini Sutikno menyarankan agar investor tetap berhati-hati mengelola keuangan dan berinvestasi, terutama saat momen Ramadan dan Idulfi tri yang membutuhkan dana tinggi. Selain itu, dia menilai investor perlu melihat kembali kesesuaian tujuan keuangan jangka pendek dan panjang sehingga bisa memilih aset secara tepat. Untuk investasi jangka pendek, di bawah setahun, alokasi dana tertuju pada aset berisiko rendah seperti reksa dana pasar uang, deposito, dan SBN ritel. Jika membandingkan ketiga instrumen tersebut, maka hingga Jumat (8/3), kinerja indeks reksa dana pasar uang memberikan pertumbuhan 0,88% secara tahun berjalan. 

Adapun, imbal hasil deposito mengacu pada kenaikan imbal hasil penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebesar 0,64% pada periode yang sama. Lalu, Surat Berharga Negara (SBN) ritel jenis Sukuk Ritel seri SR020, yang kini sedang ditawarkan pemerintah, menawarkan kupon sebesar 6,3% dalam setahun untuk tenor 3 tahun dan 6,4% untuk tenor 5 tahun. Senada, Head OLT III Jakarta Mandiri Sekuritas Ahmad Rasyid Abidin mengatakan momen saat ini merupakan momen perpindahan aset. Dia berujar saat ini investor saham tengah mengalihkan portofolionya ke instrumen kripto. Akan tetapi, lanjutnya, apabila investor memilih investasi jangka panjang maka momen saat ini tak dipergunakan untuk pindah aset atau switching. Rasyid juga menyarankan investor untuk melakukan diversifi kasi ke instrumen lain yang tengah bullish tahun ini seperti emas, atau kripto. Untuk emas, J. P. Morgan Chase & Co. menjagokan logam mulia karena diperkirakan bisa mencapai US$2.500 per ounce pada 2024. Dengan catatan, terjadi peralihan kebijakan The Fed menuju pelonggaran moneter. Kemudian, Bloomberg meramalkan Bitcoin penguatan berlanjut ke US$80.000 dalam jangka pendek. Perihal potensi penguatan lanjutan Bitcoin, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Tirta Karma Sanjaya berharap efek rambatannya ke transaksi kripto di Tanah Air. Meskipun menawarkan potensi cuan, Perencana Keuangan Finansia Consulting Eko Endarto memperingatkan agar investor memperhatikan profi l risiko sebelum menanamkan modalnya.

Saham Big Caps Unggulan Bursa Cetak Rekor

HR1 14 Mar 2024 Kontan (H)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi sepanjang masa alias all time high. Rekor itu terjadi di perdagangan Rabu (13/3) yang menyentuh 7.441,61. Meski setelah itu melandai, IHSG mampu bertahan di atas level 7.400 hingga akhir perdagangan Rabu (13/3). IHSG ditutup menguat 0,53% atau naik 39,30 poin ke level 7.421,20. Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas, Miftahul Khaer menjelaskan, penguatan IHSG beberapa hari ini tidak terlepas dari menguatkan mayoritas bursa saham di kawasan Asia dan global. Selain itu, data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia pada Februari 2024 berada di level 123,1. Ini masih menjadi pertanda masyarakat Indonesia masih cukup optimistis terhadap kondisi ekonomi. Sentimen lain, pengumuman pembagian dividen bank pelat merah serta emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya, termasuk PT Bukit Asam Tbk (PTBA). "Ini menambah antusias pelaku pasar," kata dia kepada KONTAN, Rabu (13/3).

Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas juga melihat, penguatan IHSG didorong euforia pembagian dividen emiten. Saham-saham dengan kapitalisasi besar atau big caps juga menjadi mendorong pergerakan IHSG. Dorongan terbesar penguatan IHSG berasal dari entitas Grup Barito, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), TPIA menguat 11,7% ke level Rp 6.225 per saham dan menyentuh all time high. Dengan kapitalisasi pasar senilai Rp 539 triliun, TPIA menyumbang 20,69 poin terhadap pergerakan IHSG. Selain TPIA, menyusul saham Bank Mandiri Tbk (BMRI) berkontribusi 13,67 poin. Kemudian ada PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang masing-masing menyumbang 8,5 poin dan 5,82 poin. Investment Consultant Reliance Sekuritas, Reza Priyambada melihat, kinerja sejumlah emiten saham milik Prajogo Pangestu masih menarik.Namun dalam beberapa waktu terakhir, di saat harga saham emiten milik Prajogo sedang menguat, malah mendapat teguran dari otoritas BEI. Secara umum, sejumlah saham big caps tetap menarik dicermati. Reza menjagokan BBCA dengan target harga Rp 11.150, BBRI dengan target Rp 7.250, BREN di harga Rp 7.250, AMMN di RP 8.900 dan TLKM di harga Rp 4.500.

Investasi Melesat Selepas Pilpres

KT1 14 Mar 2024 Investor Daily (H)

Arus investasi diprediksi mengalir deras ke Indonesia setelah pemilihan presiden (pilpres) berlangsung damai dan satu putaran. Itu sebabnya sejumlah kalangan meyakini, target investasi pemerintah tahun 2024 sebesar Rp 1.650 triliun, naik 16 % dari tahun lalu bisa tercapai. Investor menyukai kepastian dalam berbisnis, banyak pengusaha menghadapi ketidakpastian politik sehingga menunda rencana investasi. Tapi hal itu sirna setelah pilpres berjalan satu putaran.

Disis lain lonjakan investasi bakal menguntungkan para pemain kawasan industri (KI). Atas dasar ini, CLSA menyukai PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) yang mengembangkan KI di Subang, Jabar. Ketua UmumAsosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani pada Rabu (13/3) optimis target tahun ini Rp 1.600 triliun bisa tercapai, syaratnya kebijakan transformasi structural terhadap iklim usaha / investasi harus bisa ditingkatkan secara konsisten di lapangan. (Yetede)

Saham Emiten Kakap Berjaya, IHSG Menguat

KT3 14 Mar 2024 Kompas

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG sempat menembus rekor tertinggi di posisi 7.435 pada Rabu (13/3). IHSG diprediksi masih dapat mencetak rekor baru sepanjang Ramadhan karena faktor perekonomian eksternal ataupun internal. IHSG naik 0,7 % pada waktu pembukaan perdagangan pukul 09.00 per Rabu dibanding posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya, Jumat (8/3). Hingga penutupan perdagangan pada Rabu, IHSG tumbuh 0,53 % ke level 7.421. ”Hari ini kenaikan memang didominasi saham-saham big cap (berkapitalisasi besar),” kata Senior Economist Mirae Asset Sekuritas Rully Wisnubroto, saat dihubungi di Jakarta, Rabu (13/3). Menghijaunya IHSG hari ini, menurut Rully, tidak spesifik terjadi di sektor tertentu, tetapi ditopang saham-saham berkapitalisasi besar tertentu. Mengutip platform RTI Business, kenaikan harga sampai penutupan bursa hari ini dialami 208 emiten.

Adapun 334 emiten mengalami penurunan harga dan 233 emiten lain stagnan harga sahamnya. Rully mencatat, beberapa saham berkapitalisasi besar menunjang IHSG hari ini antara lain PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Telkom Indonesia Persero Tbk (TLKM), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Di luar ekspektasi, harga saham berkapitalisasi besar, seperti PT GoTo Gojek Tokopedia (GO-TO) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), justru turun. Penguatan saham-saham saat ini dipengaruhi sejumlah faktor. Dari eksternal, ada pergerakan positif bursa saham global, Selasa (12/3). Ini terutama terjadi pada pasar saham AS dengan S&P500 juga terus menunjukkan tren positif. Ada pula faktor stabilnya nilai tukar rupiah terhadap USD yang pada Rabu (13/4) cenderung menguat 0,4 % ke Rp 15.590. (Yoga)

Berkah dari Murahnya Gandum

HR1 09 Mar 2024 Kontan
Potensi pasokan gandum global yang berlebih menyebabkan harga komoditas ini anjlok. Harga gandum berjangka untuk kontrak Mei 2024 di Chicago Board of Trade (CBOT) pada Jumat (8/3) tercatat  US$ 5,34 per gantang (3,12 kg). Satu pekan terakhir, harga gandum tersebut terpangkas 5,32%. Sedangkan secara year to date, harga gandum itu sudah turun 16,5%. 

Research Analyst Phintraco Sekuritas, Arsita Budi Rizqi melihat, penurunan harga gandum karena peningkatan produksi gandum global di sejumlah negara penghasil gandum terbesar. Ini bisa menekan harga gandum secara signifikan. Sentimen lain adalah importir gandum besar yakni negara-negara Eropa dan Aljazair membeli 870.000 – 900.000 metrik ton gandum giling pada tender internasional Selasa (5/3). Harganya amat miring, yakni US$ 228 per ton. Padahal di Januari, harga gandum masih US$ 265,5 per ton.  Asal gandum dari wilayah Laut Hitam termasuk Rusia. 

Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Ayu Dian pun menilai penurunan harga gandum ini jelas bisa memperbaki kinerja para emiten seperti ICBP dan INDF. Terlebih harga gandum dinilai masih melanjutkan tren pelemahannya. Alhasil, secara teknikal Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana merekomendasikan wait and see terhadap saham INDF. Support-nya di Rp 6.300 dan resistance  di Rp 6.475. 

IHSG Sentuh Rekor Baru

HR1 09 Mar 2024 Bisnis Indonesia

Sejumlah sentimen positif yang datang dari dalam negeri maupun mancanegara pada pekan ini mendorong kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga mencapai puncak tertinggi pada sesi pertama perdagangan kemarin, yaitu di level 7.411. Meski turun dari pencapaian tertingginya, IHSG masih ditutup menguat tipis pada perdagangan Jumat (3/8), yaitu ke level 7.381 dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya. Bila dilihat sepekan, indeks sudah tumbuh 0,77% dari 7.325 pada pembukaan perdagangan Senin (4/3). Beberapa katalis positif yang mendorong kinerja indeks di antaranya adalah rapor kinerja keuangan sejumlah emiten yang melebihi perkiraan sejumlah analis dan mendorong optimisme tinggi para pemilik dana. Dividen yang menjadi buruan pun turut mendongkrak perdagangan, terlihat dari kenaikan saham sejumlah emiten yang telah mengumumkan besaran yang akan dibagikan. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) misalnya, memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp353,95 per saham. Keputusan yang ditetapkan pada Kamis (7/3) tersebut mendorong harga saham hingga ditutup naik pada perdagangan kemarin ke level Rp7.125, bertambah Rp25 dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya. Hal serupa dialami oleh bank BUMN lainnya seperti Bank BNI (BBNI) yang akan membagikan dividen sebesar Rp280,49 per saham. Selain saham berkinerja ciamik, saham yang terdampak kenaikan harga komoditas pun ikut terdongkrak naik seperti Timah (TINS) yang naik Rp125 ke Rp730 karena tersengat harga timah global. Kabar baik dari mancanegara yang ikut menguatkan kepercayaan para investor di pasar saham adalah pernyataan yang disampaikan oleh Ketua The Fed Jerome Powell yang akan menurunkan suku bunga acuannya tahun ini, meski belum menyebutkan tenggat waktu pelaksanaannya. Indeks Nikkei ditutup naik 0,23% menjadi 39.688 pada perdagangan Kamis (8/3) dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga yang diperkirakan akan membaik. Indeks Hang Seng pun ditutup menguat 0,76% ke 16.353 karena optimisme ekonomi China dan Amerika Serikat. Pelaksanaan pemilu yang relatif stabil diikuti dengan mulai membaiknya ekonomi sejumlah negara diharapkan menjadi pemacu gerak indeks harga saham gabungan. Meski demikian, kami mengharapkan indeks tumbuh berkualitas dengan kehadiran emiten yang kuat secara fundamental dan investor memiliki pengetahuan cukup untuk produk-produk pasar modal.

KINERJA SOLID PASAR SAHAM

HR1 08 Mar 2024 Bisnis Indonesia (H)

Sinyal penurunan suku bunga acuan The Fed dan pengumuman dividen sejumlah emiten mendorong penguatan indeks harga saham gabungan sepanjang akhir pekan ini. Pasar saham diyakini masih memiliki daya tarik yang kuat di tengah aksi wait and see para pemilik modal. Bisnis mencatat, indeks harga saham gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan kemarin, Jumat, (8/3) ditutup menguat 0,11% ke 7.381,9. IHSG pada sesi perdagangan pertama kemarin, sempat menyentuh rekor terbaru di level 7.416,43. Penguatan IHSG, dikerek oleh sejumlah saham berkapitalisasi jumbo yang didominasi oleh sektor perbankan. Harga saham dengan kenaikan tertinggi ditempati oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), diikuti oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). 

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai penurunan suku bunga The Fed bakal berpengaruh positif terhadap pasar saham di Tanah Air. Senada, Head of Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi mengungkapkan, berdasarkan CME Fed Watchtools, probabilitas terjadinya pemangkasan suku bunga The Fed pada Juni 2024 mencapai 60,2%. Oktavianus menyatakan sejumlah bank jumbo seperti BBRI, BBNI, dan BMRI telah mengumumkan porsi pembagian dividen yang berasal dari tahun buku 2023. Dalam waktu dekat, bakal menyusul, BBCA yang dijadwalkan mengumumkan pembagian dividen melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada pekan depan. 

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) Irvan Susandy mengatakan bahwa meski terjadi penguatan saham, investor masih dalam posisi menunggu hasil pemilihan umum versi resmi Komisi Pemilihan Umum. Aksi tunggu ini terlihat dari nilai rata-rata transaksi harian yang masih di bawah target. Adapun, Pengamat Pasar Keuangan dan Komoditas Ariston Tjendra menuturkan bahwa pergerakan harga emas nasional turut mencerminkan arah kebijakan suku bunga global dan efek rambatannya ke koreksi dolar AS.

KINERJA SOLID PASAR SAHAM

HR1 08 Mar 2024 Bisnis Indonesia (H)

Sinyal penurunan suku bunga acuan The Fed dan pengumuman dividen sejumlah emiten mendorong penguatan indeks harga saham gabungan sepanjang akhir pekan ini. Pasar saham diyakini masih memiliki daya tarik yang kuat di tengah aksi wait and see para pemilik modal. Bisnis mencatat, indeks harga saham gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan kemarin, Jumat, (8/3) ditutup menguat 0,11% ke 7.381,9. IHSG pada sesi perdagangan pertama kemarin, sempat menyentuh rekor terbaru di level 7.416,43. Penguatan IHSG, dikerek oleh sejumlah saham berkapitalisasi jumbo yang didominasi oleh sektor perbankan. Harga saham dengan kenaikan tertinggi ditempati oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), diikuti oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA).  Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai penurunan suku bunga The Fed bakal berpengaruh positif terhadap pasar saham di Tanah Air. Menurutnya, kebijakan pelonggaran moneter di Negara Paman Sam berpeluang terjadi pada Juni, September, dan Desember sesuai rilis dot plot terbaru dari para pelaku pasar. Hal ini berpeluang mendorong kinerja IHSG tetap berada pada kinerja positif hingga akhir tahun. Senada, Head of Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi mengungkapkan, berdasarkan CME Fed Watchtools, probabilitas terjadinya pemangkasan suku bunga The Fed pada Juni 2024 mencapai 60,2%. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) Irvan Susandy mengatakan bahwa meski terjadi penguatan saham, investor masih dalam posisi menunggu hasil pemilihan umum versi resmi Komisi Pemilihan Umum. Aksi tunggu ini terlihat dari nilai rata-rata transaksi harian yang masih di bawah target. Adapun, Pengamat Pasar Keuangan dan Komoditas Ariston Tjendra menuturkan bahwa pergerakan harga emas nasional turut mencerminkan arah kebijakan suku bunga global dan efek rambatannya ke koreksi dolar AS. Kondisi ini menjadi momen bagi investor emas untuk mengambil untung pada harga emas yang lebih tinggi.