Berkah dari Murahnya Gandum
Potensi pasokan gandum global yang berlebih menyebabkan harga komoditas ini anjlok. Harga gandum berjangka untuk kontrak Mei 2024 di Chicago Board of Trade (CBOT) pada Jumat (8/3) tercatat US$ 5,34 per gantang (3,12 kg). Satu pekan terakhir, harga gandum tersebut terpangkas 5,32%. Sedangkan secara year to date, harga gandum itu sudah turun 16,5%.
Research Analyst Phintraco Sekuritas, Arsita Budi Rizqi melihat, penurunan harga gandum karena peningkatan produksi gandum global di sejumlah negara penghasil gandum terbesar. Ini bisa menekan harga gandum secara signifikan. Sentimen lain adalah importir gandum besar yakni negara-negara Eropa dan Aljazair membeli 870.000 – 900.000 metrik ton gandum giling pada tender internasional Selasa (5/3). Harganya amat miring, yakni US$ 228 per ton. Padahal di Januari, harga gandum masih US$ 265,5 per ton. Asal gandum dari wilayah Laut Hitam termasuk Rusia.
Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Ayu Dian pun menilai penurunan harga gandum ini jelas bisa memperbaki kinerja para emiten seperti ICBP dan INDF. Terlebih harga gandum dinilai masih melanjutkan tren pelemahannya. Alhasil, secara teknikal Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana merekomendasikan wait and see terhadap saham INDF. Support-nya di Rp 6.300 dan resistance di Rp 6.475.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023