;
Tags

Saham

( 1717 )

BBCA Jawara, BREN Kembali ke Posisi Kedua

HR1 29 Apr 2024 Kontan

Peta penguasaan pasar emiten penghuni Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus bergerak dinamis. Sejauh ini emiten berkapitalisasi pasar (market cap) terbesar masih dipegang PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Sementara di posisi kedua bertengger saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Posisi BREN sejatinya sempat menjadi runner up di akhir 2023. Namun, akhir Maret lalu, market cap BREN longsor ke Rp 719,10 trliun. 

Berikutnya ada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan market cap Rp 723,03 triliun. Kapitalisasi pasar BBRI sudah tergerus 15,63% dari posisi akhir 2023. Lalu ada PT Amman Minerals International Tbk (AMMN). Akhir 2023, market cap AMMN Rp 474,99 triliun. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer melihat peluang pergeseran market cap masih bisa terjadi. Ini dipengaruhi oleh berbagai sentimen yang mewarnai pasar saat ini. Faktor lain adalah mulai bergulirnya rilis laporan kinerja di kuartal I-2024. Hasil dari pencapaian kinerja tersebut, menurutnya, juga akan menentukan posisi kapitalisasi pasar setiap emiten. Direktur Ekuator Swarna Investama Hans Kwee menyarankan buy on weakness BBRI dengan target Rp 4.800.

IHSG Masih Tertekan, Yield SUN Lanjutkan Kenaikan

KT1 29 Apr 2024 Investor Daily (H)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan masih dalam fase penurunan (downside) dan berpotensi melanjutkan koreksi pekan lalu yang sebanyak 0,72%. Dalam satu bulan terakhir, IHSG telah turun tajam hingga -4,02% dan masih menanti sentimen positif untuk dapat rebound menjuhi level psikologi 7.000. Sementara di pasar surat utang, imbal hasil (yield) diperkirakan melanjutkan kenaikan pada rentang 7,30%-7,30% di pekan ini. Senior Information Invesment Mirea Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta melihat, IHSG masih tertekan dengan peluang koreksi terbuka, meski arah penurunan makin terbatas. "IHSG limited downside, dengan batasan pergerakan ada di kisaran support 7.026-6.952 dan resistance 7.090-7.130" ujar dia kepada Investor Daily. Nafan mengungkapkan, pengerak IHSG akan datang dari sejumlah data ekonomi domestik dan luar negeri yang di rilis pekan ini. Pelaku pasar akan mencermati data inflasi Indonesia, yang diperkirakan naik mendekati target Bank Indonesia di 3,5%. (Yetede)

MEMBURU CUAN DI MUSIM DIVIDEN

HR1 27 Apr 2024 Bisnis Indonesia (H)

Kendati indeks IDX High Dividend 20 melemah seiring dengan situasi pasar yang bearish, saham-saham papan atas masih menjadi magnet bagi investor karena didorong oleh pembagian dividen yang menggiurkan. Tantangan pasar tidak mengurangi minat terhadap saham-saham di indeks ini, yang dikenal secara konsisten menawarkan yield dividen di atas rata-rata pasar. Berdasarkan data BEI, indeks IDX High Dividend (Hidiv) 20 menurun 4,97% menjadi 546,27 secara year-to-date (YtD) hingga akhir perdagangan 26 April 2024, di tengah sejumlah emiten yang telah mengumumkan pembagian dividen. Penurunan itu lantaran IDX Hidiv 20 diterpa sejumlah tantangan. Di lingkup eksternal, kondisi geopolitik global sejak awal April 2024 sudah memberikan ketidakpastian di pasar modal. Selain itu, penetapan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai Presiden dan Wapres terpilih, belum cukup mampu mengangkat IHSG, termasuk IDX Hidiv 20, keluar dari zona merah. Faktor lainnya adalah rupiah yang semakin tertekan sehingga membuat BI menaikkan suku bunga acuan. Secara spesifik, performa konstituen IDX Hidiv 20 berada dalam situasi yang dilematis.

Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto mengatakan peluang tersebut dapat terjadi selama kinerja IDX Hidiv 20 masih disertai dengan pertumbuhan kinerja dan dividen yield yang tinggi sehingga masih membuat saham-saham di indeks ini masih menarik. "Untuk saham pilihannya yaitu BBCA, PTBA, ADRO, dan AMRT. Ini rekomendasinya buy on weakness untuk memanfaatkan pelemahan pasar," ujar William kepada Bisnis, Jumat (26/4). Berdasarkan data Bloomberg, sektor yang menjadi penyokong utama konstituen IDX Hidiv 20 selama ini adalah sektor perbankan dan batu bara. Ada 5 emiten utama di situ yakni PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO), dan PT United Tractor Tbk. (UNTR). Sementara itu, beberapa emiten yang menjadi pemberat utama IDX Hidiv 20 di antaranya PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI), PT Astra International Tbk. (ASII), PT Semen Indonesia Tbk. (SMGR), PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), serta PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR).

Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi berujar sebelum membagikan dividen, emiten bank yang masuk jajaran indeks dividen jumbo tersebut mencatatkan performa positif, bahkan sempat naik sebesar 7,14% (YtD). “Pasca-pembagian dividen empat bank jumbo, performa IDX High Dividend 20 menjadi negatif, bahkan sampai per hari ini kenaikan tensi geopolitik, dan keputusan BI yang di luar ekspektasi menaikkan suku bunga acuan,” ujar Audi. Kiwoom Sekuritas Indonesia merekomendasikan beli terhadap sejumlah saham konstituen IDX High Dividend 20 di antaranya yaitu ICBP dengan target price (TP) Rp14.750, BMRI dengan TP Rp7.350, BBCA (TP Rp10.300) dan TLKM (TP Rp4.300). Angga Septianus, Community & Retail Equity Analyst Lead Indo Premier Sekuritas, menambahkan koreksi saham-saham royal dividen diakibatkan saham big caps mayoritas sedang mengalami koreksi karena kondisi global yang belum stabil. Pengamat BUMN sekaligus Akademisi Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menyebut terjadinya ketidakstabilan global yang dipicu oleh faktor eksternal dapat mengancam ketahanan ekonomi Tanah Air.

IHSG di Proyeksi Masih Tertekan Pekan Ini

KT1 22 Apr 2024 Investor Daily
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG)  Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan masih akan  tertekan imbas keluarnya dana asing (capital outflow). Langkah IHSG juga akan mendapat  sentimen negatif dari memanasnya  tensi politik di Timur Tengah yang menyebabkan koreksi cukup dalam  pada pekan lalu hingga ke level 7.087. "IHSG masih berpotesi untuk tertekan dengan rentang support 6.900 dan resistance 7,230, ditengah masih meningkatnya ketidakpastian akibat konflik Israel-Iran dan outflow asing," kata Equity Reserach Analyst Reliance Sekuritas Ayu Dian kepada Investor Daily. Ayu mengatakan, tingginya ketidakpastian global membuat investor cenderung beralih  ke aset safe haven. Hal itu  salah satunya  terlihat dari harga emas yang terus tinggi dan mencapai US$ 2.399 per ounce. Untuk pekan ini, Ayu merekomendasikan sejumlah saham seperti DOID dengan target hanya Rp455, ULTJ dengan target harga Rp2.950, dan PTBA dengan target harga Rp 3.310. (Yetede)

20% Saham BSI Siap Lepas ke Investor Strategis

KT1 22 Apr 2024 Investor Daily
Kementerian BUMN bersiap untuk melepas hingga 20% saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) kepada calon investor strategis. Hal ini dilakukan untuk memperkuat likuiditas perseroan. Menurut Menteri BUMN Erick Thohir, peningkatan likuiditas  melalui suntikan ekuitas lebih bagus bagi BRIS daripada memanfaatkan fasilitas pinjaman atau lainnya. "Jadi kami bukan hanya melepas 15% tapi bisa up to 20% saham yang dilepas," kata Erick. Saham-saham BRIS yang akan ditawarkan kepada investor strategis itu rencananya berasal dari kombinasi saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNI dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI. Saat ini, baik BBNI maupun BBRI masing-masing mengendalikan sebanyak 23,24% dan 15,38% saham BRIS. Sedangkan menurut data RTI, pemegang saham mayoritas BSI yaitu PT Bank Mandiri Tbk dengan porsi 51,47%. (Yetede)

Saham Emiten Emas Bersinar

KT1 20 Apr 2024 Investor daily
Saham emiten emas makin bersinar ditengah memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah, setelah Israel dikabarkan mengirimkan  serangan balasan ke Iran pada Jumat (19/4/2024). Akibat serangan itu, permintaan safe haven  seperti emas melonjak dan berimbas pada pergerakan harganya yang terus menanjak. Saham emiten emas seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Merdeka Copper Tbk (MDKA), dan lainnya juga mengalami kenaikan pada perdagangan kemarin, dan diyakini terus berlanjut ke depannya. Adanya laporan Israel menyerang Iran pada Jumat (19/4/2024) memicu kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas, sehingga meningkatkan daya tarik safe haven  logam kuning. Harga emas di pasar spot naik 0,1% menjadi US$ 2.380 per ounce, dengan kenaikan lebih dari 1% di pekan ini. Emas berjangka AS juga naik 0,1% pada US$ 2,396 per ounce. (Yetede)

Saham Barito Renewables Terus Menanjak

KT1 18 Apr 2024 Investor Daily
Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menunjukkan kinerja yang atraktif dengan kenaikan hingga  38,86% dalam sepekan perdagangan. Kinerja positif tersebut mendorong kapitalisasi pasar (market cap) emiten energi baru terbarukan (EBT) milik  konglomerat Prajogo Pangestu ini menyentuh Rp 1.063,6 triliun, terbesar kedua setelah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang senilai Rp1.174,19. laju kenaikan saham BREN diyakini terus berlanjut hingga Rp8.700, atau jauh diatas harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) pada Oktober 2023 yang sebesar Rp 780 per saham. Analis Kiwoom Sekuritas Miftahul Khaer mengatakan, saham BREN menjanjikan prospek yang manis bagi para investor, sejalan dengan fokus bisnisnya yang bergerak pada bidang energi terbarukan. "Kami juga melihat aksi korporasi ini berdampak positif pada pergerakan  sahamnya. Di mana meskipun secara fundamental valuation harga saham BREN sudah cukup tinggi, dengan adanya aksi ini membuat daya  tarik tersendiri bagi harga sahamnya," kata Mifta. (Yetede)

Jejak Goto di Krisis Saham Telkom

KT1 18 Apr 2024 Investor Daily (H)
Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) terus berada dalam tekanan sepanjang tahun ini, sehingga harganya terpangkas 18,9% ke level Rp3.200. Hal ini merupakan efek dari krisis multidimensi saham Telkom, mulai dari rugi investasi di saham di saham PT Gotot Gojek Tokopedia (GOTO), kinerja keuangan dibawah proyeksi dan peluncuran proudak perang harga di sektor telekomunikasi. Sejalan dengan itu, kinerja TLKM lebih buruk dari indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEI) yang hanya turun 1,48% dan emiten blue chip lainnya. Sepanjang 2024, indeks LQ45 hanya terpangkas 3,6%, jauh lebih rendah dari kemerosotan saham TLKM. Adapun indeks saham teknologi atau IDX Sector Technology, tempat GOTO bernaung, terkikis 23%, sedangkan IDX Sector Infrstructures, yang dihuni Telkom, masih tumbuh 1,29%.  (Yetede)

Sinar Mas Muktiartha Jual 15 % Saham Paramitra

KT1 18 Apr 2024 Investor Daily
PT Sinar Mas Multiarta Tbk (SMAA) mengakuisisi 15% saham PT Paramitra Multifinance senilai Rp 60 miliar. Dengan demikian, Sinar Mas Multiarta menjadi pemegang saham terbesar kedua dari perusahaan pembiayaan tersebut. "Jumlah transaksi pembeliaan saham tidak melebihi 20% dari ekuitas SMMA, sehingga transaksi tersebut tidak bersifat material," jelas Direktur Utama Sinar Mas Multiartha Burhanuddin Abdullah. Dia menerangkan, transaksi tersebut dilakukan pada 17 April 2024 dan bukan merupakan transaksi afiliasi. Usai transaksi, SMMA mengantongi sebesar 15% saham dari Paramitra Multifinance. Setelah transaksi akuisisi, Paramitha Multifinance punya sederet nama pemilik baru. Pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 300.000.000 saham atau mencakup 75,06% adalah Hyundai Capital Service Inc. Disusul PT Sinar Mas Multiartha Tbk 15% atau kepemilikan 60.000.000 saham dan PT Bank Shinhan Indonesia yang mengantongi 9,92% atau 39.700.000 saham.(Yetede)

LOGAM MULIA : Saham Emiten Emas Unjuk Gigi

HR1 17 Apr 2024 Bisnis Indonesia

Harga emas global yang mengukir rekor harga di atas US$2.300 per ons menyulut apresiasi harga saham emiten-emiten yang memiliki portofolio bisnis emas. Pada perdagangan Selasa (16/4), mayoritas saham emiten-emiten pertambangan emas parkir di zona hijau. Hal itu tak terlepas dari sentimen harga emas global yang meroket di tengah perang Iran-Israel. Merujuk Bloomberg, harga emas spot bertengger di level US$2.372,88 per ons dan emas Comex dibanderol US$2.390 per ons pada perdagangan kemarin. Di lantai bursa, saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menguat 8,38% ke level Rp1.810. 

Selanjutnya, tambang emas PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) milik Garibaldi Thohir juga melesat 9,92% atau 260 poin ke level Rp2.880 per saham. Selain itu, saham PT Bumi Resources Mineral Tbk. (BRMS) milik Grup Bakrie menguat 6,25% ke Rp170 per saham.  Saham PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) juga mendarat di teritori positif dengan penguatan 2,25% ke level Rp364. Senada, saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) memantul 3,96% ke level Rp26.250 per saham. Dari sisi emiten, Corporate Secretary Division Head Antam Syarif Faisal Alkadrie meyakini kenaikan harga emas merupakan berkah bagi ANTM. Dia menyebutkan sampai dengan saat ini, komoditas emas yang menjadi instrumen safe haven itu masih menjadi penyumbang 62% pendapatan ANTM.