Saham
( 1722 )IHSG ”Kebakaran” Jelang Libur Panjang Lebaran
Indeks Harga Saham Gabungan di awal April kembali melanjutkan
pelemahan sejak pekan lalu. Beragam sentimen dalam negeri, mulai dari sengketa
pemilu hingga aksi jual beli investor pasca pembagian dividen sejumlah saham
besar dan menjelang libur panjang Lebaran jadi katalisnya. Akhir perdagangan
bursa, Senin (1/4/2024), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami
kemerosotan 83,7 poin atau 1,15 % hingga 7.205 dibandingkan akhir perdagangan pekan
lalu, Kamis (28/3). Sepekan terakhir, IHSG tumbuh minus hingga 1,97 persen dari
sebelumnya yang bertahan di level 7.300. Pilarmas Investindo Sekuritas
menyampaikan, beberapa faktor internal membayangi pergerakan IHSG di awal April
ini.
Indeks IHSG, menurut mereka, tertekan perhatian pasar pada
sidang sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2024 di MK. ”Saat
ini sudah pada agenda mendengarkan keterangan saksi dan ahli, di mana mencuat
beberapa nama menteri yang akan menjadi saksi,” kata mereka dalam laporan
analisis yang dipublikasikan kemarin. Pasar juga tengah mencermati laporan
ekonomi Indonesia, Maret 2024, yang rilis awal bulan ini. Seperti data Indeks Manajer
Pembelian atau Purchasing Managers' Index (PMI) yang dirilis S&P Global
yang naik menjadi 54,2 pada Maret 2024 dari 52,7 pada Februari. Berdasarkan
data BPS, secara tahunan, inflasi naik 3,05 % pada Maret. Analisis Phintraco Sekuritas
menilai, data ini melampaui ekspektasi pasar dari perkiraan sebesar 2,91 %.
Melencengnya perkiraan ini membuat IHSG terus “Kebakaran” atau melemah hingga sesi akhir perdagangan kemarin.
(Yoga)
IHSG Berpotensi Rebound Pekan Ini
Indeks Harga Saham Gabungan (BEI) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi bergerak bervariatif dengan kecenderungan menguat (mixed to higher) pada pekan terakhir perdagangan. Sebelum memasuki libur Lebaran 2024. Peluang Rebound IHSG cukup melemah -083% pada pekan lalu yang lalu kami sampai -0,83% pada pekan lalu ke posisi 7.288. "IHSG mestinya bisa mix to hinger dengan suppport 7.237 investor," kata senior investmen Information-Retail Business Mirea Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta . Dari dalam negeri Nafan mengungkap pelaku pasar menanti data inflasi dan PMI manufacturing Indonesia yang segera dirilis. "Apabila data inflasi cenderung stabil, tentu ini akan mendatangkan sentimen positif ke pasar. Sementara kalau PMI manufacturing tetap ekspansif dan hasilnya menunjukkan di atas ekspektasi, juga akan memberikan pengaruh positif ke market," ujar dia (Yetede)
Sentimen Proyek Strategis Nasional di Dua Emiten
Papan Pemantauan Khusus Lindungi Kepentingan Investor
PENAWARAN UMUM SAHAM PERDANA : BUMN Teknologi Bersiap IPO
Anak usaha PT INTI (Persero) yang bergerak di bisnis teknologi, PT INTI Konten Indonesia (Intens) tengah berencana untuk melakukan aksi penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada tahun depan. Rencana itu dituangkan dalam program Road to IPO 2025. Direktur Operasi PT INTI (Persero) Ahmad Taufik mengatakan bahwa Road to IPO 2025 adalah bagian dari program transformasi total perseroan dalam 5 tahun ke depan. Bisnis mencatat, PT INTI telah mempertajam portofolio bisnis 5 tahunan yang dirumuskan dalam sebuah program komprehensif bertajuk INTI Reborn. Selain restu dari pemegang saham, program strategis ini secara agresif telah membukukan sejumlah capaian dari aspek transformasi fi nansial, manajemen sumber daya manusia, dan bisnis. Targetnya, jelas Ahmad, adalah transformasi total dengan sokongan para pemegang keputusan itu akan memuluskan pencapaian target agresif yang telah dicanangkan dalam kurun 2024—2028, termasuk agenda IPO pada 2025. Upaya terstruktur untuk mencapai target agresif tersebut tak lepas dari semua proses yang terus berjalan, mulai dari pembenahan bisnis, restrukturisasi keuangan, hingga transformasi sumber daya manusia. Menurutnya, paralel dengan tahapan restrukturisasi keuangan yang telah rampung setelah diketoknya Perjanjian Homologasi atau Perdamaian atas Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) PT INTI (Persero), Perusahaan pun secara intensif menggenjot kinerja pengerjaan proyek, demi meningkatkan performa.
Ditetapkan Jadi PSN, Saham PIK dan BSD Naik
Harga saham perseroan pengelola kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 dan Bumi Serpong Damai (BSD) naik setelah pemerintah mengumumkan penetapan Proyek Strategis Nasional (PSN) baru. Proyek jangka panjang itu menargetkan tema pembangunan dengan konsep berbeda, dari pariwisata hingga kawasan terpadu kesehatan. Kawasan PIK 2 meliputi Jakut dan Tangerang di Banten yang dikelola perusahaan terbuka yang terdaftar di bursa, yakni PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI). Adapun pengelola kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) di Kabupaten Tangerang dan Tangsel, Banten, adalah PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).
Dua kawasan tersebut menjadi perbincangan setelah pemerintah pada Senin (18/3) mengumumkan penambahan 14 PSN baru yang pendanaannya murni oleh swasta, termasuk PIK dan BSD. Pengumuman itu mengerek naik harga saham kedua emiten. Pada perdagangan sesi pertama hari ini, Senin (25/3) harga saham PANI naik 3,76 % ke Rp 5.525 per lembar. Harga melonjak cukup tajam dalam sepekan terakhir dari Rp 5.100 per lembar saham pada Selasa (19/3). Demikian juga dengan harga saham BSDE yang naik 3 % hingga Rp 1.010 per lembar daripada perdagangan pada akhir pekan lalu. Dibandingkan dengan pekan sebelumnya, harga saham itu masih di kisaran Rp 950 per lembar.
Pengamat pasar modal dan Founder WH-Project, William Hartanto, memantau bahwa kenaikan ini terjadi sejak ramai pemberitaan mengenai penunjukan kawasan BSD dan PIK sebagai lokasi PSN. Ia memperkirakan harga saham PANI bisa positif menguat hingga ke level tertinggi di Rp 6.150. ”Tren kenaikan PANI sudah terlihat sejak awal bulan,” ujarnya. Sementara itu, harga saham BSDE bisa naik ke level Rp 1.075-Rp 1.200 dengan level support di Rp 985. ”Tren harga saham ini menurun, tetapi berhasil mempertahankan support,” lanjutnya. (Yoga)
Saham Cuan Saat Ramadan
Bunga Turun, Bursa Saham Kompak Terbang
Investor saham semringah. Sejumlah bursa global mengalami tren Indeks bursa di Amerika Serikat (AS) yakni Dow Jones tembus rekor di 39.781,37 pada Kamis (21/3). Sepekan terakhir Dow Jones menguat 2,25% dan sejak awal tahun naik 5,55%. Begitu juga indeks Nikkei 225 yang mencatat tembus 40.888,43, pada Jumat (22/3). Indeks Bursa Jepang ini juga menguat 5,62% selama sepekan. Dan sejak awal tahun ini juga sangat perkasa 22,44%. Berikutnya bursa Euro Stoxx 50 naik 11,74% dan FTSE 100 Index London juga sedikit menguat 1,93% secara . Lima hari terakhir, Euro Stoxx 50 naik 1,19% dan FTSE 100 menguat 1,80%. Tak mau kalah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga sempat kembali mencatatkan . Kemarin IHSG ditutup menguat 0,16% ke 7.350,15 dan 1,06% sejak awal tahun ini. Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menilai, menghijaunya bursa-bursa global dipengaruhi kinerja makro ekonomi masing-masing negara. "April-Mei ini kinerja makro ekonomi global terpantau positif, ini membuat bursa global positif," ujarnya ke KONTAN, Jumat (22/3). Direktur Ekuator Swarna Investama, Hans Kwee melihat, sentimen yang memicu bursa global menghijau adalah rencana pemangkasan suku bunga The Fed dan beberapa bank sentral negara-negara maju. Hans memprediksi, The Fed kemungkinan akan menurunkan suku bunga Juni atau Juli 2024. Bank Sentral Eropa alias European Central Bank (ECB) juga akan memangkas suku bunga Juni nanti. Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia, Budi Frensidy melihat, IHSG bisa berada di level 7.500 pada semester I 2024 dan 8.000 pada akhir tahun ini. Sedang menurut Hans, IHSG bisa berada di level 7.650 - 7.850 di akhir tahun. Adapun untuk Nikkei, Audi memproyeksi bisa mencapai 42.300 akhir tahun. Berikutnya Nasdaq akan tercatat di 17.120 dan Strait Times Index (STI) bisa mencapai 3.320 hingga akhir 2024 nanti.
Pendapatan Naik 4,42% Laba BREN Melejit 17,88%
Entitas Group Barito, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), menorehkan kinerja positif tahun lalu. Laba bersih emiten saham energi hijau ini mampu tumbuh dobel digit sepanjang tahun 2023. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk BREN berhasil tumbuh 17,88% secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi US$ 107,41 juta sepanjang 2023 dari US$ 91,12 juta di tahun sebelumnya. Lonjakan laba bersih emiten milik Prajogo Pangestu ini antara lain ditopang oleh kenaikan pendapatan sebesar 4,42% menjadi US$ 594,93 juta pada tahun 2023. Direktur Utama Barito Renewables Energy, Hendra Soetjipto menjelaskan, pertumbuhan operasional itu disebabkan oleh peningkatan produksi listrik panas bumi sebesar 3,4%.
Menguji Tuah Saham Prajogo Pangestu
Kendati sempat naik ke harga tertinggi sepanjang masa, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) baru naik tipis 0,41% jika dihitung sejak awal tahun ini. Beberapa saham big caps masih menjadi pemberat IHSG, termasuk saham emiten milik taipan Prajogo Pangestu. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi pemberat utama IHSG. Harga BREN sudah turun 30,8% sejak awal tahun ke Rp 5.175, Senin (18/3). Selain BREN, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga sudah terkoreksi 64,84% year to date (ytd). Begitu juga PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Dengan kapitalisasi pasar Rp 90 triliun, BRPT telah menggerus IHSG sebesar 24,01 poin. Investment Consultant Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, salah satu penyebab turunnya harga saham Grup Barito adalah aksi profit taking dari investor. Kendati harganya sudah turun dalam, masih ada kesempatan untuk mencermati saham Grup Barito, terutama di tengah musim laporan keuangan ini.
BREN misalnya, diharapkan masih menuai kinerja positif seperti pada kuartal III 2023 lalu. Frankie Wijoyo Prasetio, Head of Equity Trading MNC Sekuritas menambahkan, wajar saja kalau saham emiten Prajogo Pangestu menjadi pemberat. Saham-saham ini sudah rally tinggi sepanjang tahun 2023 lalu. Meski menjadi pemberat IHSG, Reza menilai ada sejumlah saham pemberat yang menarik dicermati. Saham BREN masih punya potensi kenaikan harga atau upside 15,94% di target Rp 6.000. Sedangkan saham CUAN menarik dicermati dengan target harga di Rp 5.450. Frankie menilai, pelemahan harga saham ASII turut disebabkan sentimen masuknya salah satu raksasa otomotif asal China yang berpotensi merenggut pangsa pasar Grup Astra. Namun, saat ini harga saham ASII sudah masih lebih rendah dibandingkan 2019. Reza juga menilai ASII menarik dicermati dengan target harga Rp 5.900. Saham laggard lain yang bisa dicermati investor adalah saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Reza memasang target harga MDKA Rp 2.600 per saham. Lalu, saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) diberikan target harga di Rp 1.600 per saham.
Pilihan Editor
-
Perekonomian di Kota Penyangga Kembali Bergeliat
14 Jun 2020 -
Perhotelan Siapkan Standar Operasi Baru
14 Jun 2020 -
Kemenkeu akan Terbitkan Surat Utang Diaspora
07 Jun 2020 -
China Berkomitmen Bantu RI Hadapi Covid
07 Jun 2020 -
Inilah Konsekuensi Akibat Batal Berangakat Haji
07 Jun 2020









