Saham
( 1736 )IHSG di Proyeksi Masih Tertekan Pekan Ini
20% Saham BSI Siap Lepas ke Investor Strategis
Saham Emiten Emas Bersinar
Saham Barito Renewables Terus Menanjak
Jejak Goto di Krisis Saham Telkom
Sinar Mas Muktiartha Jual 15 % Saham Paramitra
LOGAM MULIA : Saham Emiten Emas Unjuk Gigi
Harga emas global yang mengukir rekor harga di atas US$2.300 per ons menyulut apresiasi harga saham emiten-emiten yang memiliki portofolio bisnis emas. Pada perdagangan Selasa (16/4), mayoritas saham emiten-emiten pertambangan emas parkir di zona hijau. Hal itu tak terlepas dari sentimen harga emas global yang meroket di tengah perang Iran-Israel. Merujuk Bloomberg, harga emas spot bertengger di level US$2.372,88 per ons dan emas Comex dibanderol US$2.390 per ons pada perdagangan kemarin. Di lantai bursa, saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menguat 8,38% ke level Rp1.810.
Selanjutnya, tambang emas PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) milik Garibaldi Thohir juga melesat 9,92% atau 260 poin ke level Rp2.880 per saham. Selain itu, saham PT Bumi Resources Mineral Tbk. (BRMS) milik Grup Bakrie menguat 6,25% ke Rp170 per saham. Saham PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) juga mendarat di teritori positif dengan penguatan 2,25% ke level Rp364. Senada, saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) memantul 3,96% ke level Rp26.250 per saham. Dari sisi emiten, Corporate Secretary Division Head Antam Syarif Faisal Alkadrie meyakini kenaikan harga emas merupakan berkah bagi ANTM. Dia menyebutkan sampai dengan saat ini, komoditas emas yang menjadi instrumen safe haven itu masih menjadi penyumbang 62% pendapatan ANTM.
DAMPAK GEOPOLITIK : FLUKTUASI PASAR SAHAM MENINGKAT
Eskalasi geopolitik dan ketidakpastian arah kebijakan suku bunga The Fed kembali meniupkan volatilitas tinggi di pasar saham Indonesia. Hal itu diikuti dengan aksi investor merotasi dana ke instrumen berisiko rendah (low risk). Pada perdagangan perdana setelah libur Lebaran 2024, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup anjlok 1,68% atau 122,07 poin ke level 7.164,80. Merosotnya indeks komposit juga terjadi di mayoritas bursa saham Asia Pasifik dan Asean. Bursa Vietnam melorot 4,7%, Malaysia turun 0,55%, Filipina terkoreksi 1,46%, Singapura melandai 1,04%, Hong Kong -0,72%, serta Jepang dan Korea Selatan masing-masing terkoreksi 0,74% dan 0,42%. Memerahnya bursa saham global tak terlepas dari memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah setelah Iran melancarkan serangan ke Israel.Di dalam negeri, pelemahan IHSG disebabkan oleh penurunan harga saham BBRI (-5,3%), TLKM (-6,1%), BBCA (-3,6%), BMRI (-2,9%), dan AMRT (-6,3%). Pada saat yang sama, investor asing membukukan aksi jual bersih Rp2,47 triliun pada perdagangan kemarin, sehingga akumulasi net buy menyusut menjadi Rp14,15 triliun sepanjang 2024.
Head of Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi mengatakan, IHSG masih akan cenderung tertekan dalam beberapa waktu ke depan, dan saat ini pelaku pasar pun masih mewaspadai tensi geopolitik yang terjadi di Timur Tengah. Lebih lanjut, dia mengatakan, pascarilis data infl asi AS yang di atas ekspektasi pasar pada pekan lalu, potensi pemangkasan suku bunga The Fed menurun hanya menjadi dua kali, atau di bawah ekspektasi pasar sebelumnya pada tahun ini. Dampaknya, dalam jangka panjang berpotensi akan menggerus daya beli masyarakat dan melambatkan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, investor akan mengalihkan investasi pada aset yang berisiko rendah (low risk), sehingga dapat memberikan sentimen negatif untuk pasar saham.
Senada, Equity Research Analyst Panin Sekuritas Felix Darmawan mengatakan, pelemahan IHSG hari ini mayoritas disebabkan sentimen negatif dari tensi geopolitik Timur Tengah. Namun, selain itu, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan terjadi kenaikan kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) net di level 0,82% periode Februari 2024, naik dari bulan sebelumnya di angka 0,79%. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan, ada bebe-rapa faktor yang memengaruhi pelemahan IHSG hari ini, baik dari domestik maupun global.
Sementara itu, dari sentimen domestik, beberapa rilis data ekonomi dalam 2 pekan terakhir turut memengaruhi terkoreksinya IHSG.“Selain itu, cadangan devisa Maret 2024 tercatat sebesar US$140,4 miliar, turun dibandingkan dengan Februari 2024 yang sebesar US$144 miliar,” ujarnya.
PROYEKSI PASAR SAHAM : Tenaga IHSG Masih Lemah
Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksi cenderung melemah pada perdagangan pekan ini atau usai libur panjang Idulfitri 2024. Gejolak nilai tukar, inflasi tinggi, dan memanasnya tensi geopolitik membayangi gerak pasar saham.Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kembali dibuka pada Selasa (16/4). Sebelum libur Lebaran, IHSG parkir di level 7.286,88 pada Jumat (5/4). IHSG menguat tipis 0,19% year-to-date. Pada saat yang sama, akumulasi net buy investor asing terus menyusut menjadi Rp16,63 triliun. Head of Research Panin Sekuritas Nico Laurens dalam risetnya memperkirakan IHSG akan bergerak mendatar pada April 2024 dengan kecendrungan melemah. Menurutnya, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan pergerakan tersebut.
Pertama, inflasi yang masih tinggi, lalu resesi di beberapa negara, dan pelemahan nilai rupiah setelah outflow pada beberapa pekan terakhir. Di sisi lain, lanjutnya, pelaku pasar mencermati keputusan The Fed yang menjaga suku bunga di level 5,25%—5,5% pada pertemuan Maret 2024. Selain itu, The Fed juga menegaskan pemangkasan suku bunga sebanyak tiga kali pada 2024. Dalam riset terpisah, Tim Analis MNC Sekuritas memperkirkan IHSG kembali terkoreksi dalam jangka pendek. Indeks komposit diperkirakan bergerak pada level support 7.045—7.099 dan resistance 7.396—7.454. Pada perdagangan hari ini, MNC Sekuritas merekomendasikan investor untuk mencermati saham BBCA dengan rekomendasi speculative buy. Selain itu, saham ELSA, ESSA, dan MAHA mendapat rekomendasi buy on weakness.Sementara itu, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya menyarankan investor mencermati saham INDF, BBCA, ASII, JSMR, AALI, BSDE, dan PWON.
Jelang Libur Panjang Lebaran, IHSG Ditutup Menguat
Pilihan Editor
-
Perekonomian di Kota Penyangga Kembali Bergeliat
14 Jun 2020 -
Perhotelan Siapkan Standar Operasi Baru
14 Jun 2020 -
Kemenkeu akan Terbitkan Surat Utang Diaspora
07 Jun 2020 -
China Berkomitmen Bantu RI Hadapi Covid
07 Jun 2020 -
Inilah Konsekuensi Akibat Batal Berangakat Haji
07 Jun 2020









