;
Tags

Saham

( 1717 )

MAPI Didorong Lebaran & Ekspansi

HR1 29 Feb 2024 Kontan
Prospek kinerja saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) tahun 2024 diprediksikan positif. Optimisme itu seiring dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi serta ekspansi gerai di tujuh negara yang menjadikan emiten ini sebagai juara ritel ASEAN. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Natalia Susanto mengatakan, MAPI adalah peritel yang terdiversifikasi dengan ekspansi dan eksekusi produktivitas yang telah terbukti, setelah menghasilkan CAGR laba bersih sebesar 35% pada periode 2017 hingga proyeksi di tahun 2023. Sentimen yang membuat kinerja MAPI bertumbuh positif karena emiten ini terus melakukan penetrasi terhadap sejumlah merek yang dikelolanya. Serta mempunyai pasar yang luas dan terus berkembang. Konsumen kelas menengah atau atas di Indonesia dengan konsumsi bulanan per kapita minimal Rp 6 juta terdiri sebanyak 20% dari total populasi, tetapi menyumbang hampir setengah dari total konsumsi nasional. 

Selain itu, Natalia menyebutkan, sentimen lain yakni, MAPI selalu melakukan ekspansi yang stabil pada tokonya dan meningkatkan produktivitasnya. MAPI juga telah menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang solid masing-masing sebesar 13% dan 35% CAGR. Tak hanya itu, MAPI mengalami pertumbuhan pada area toko sebesar 9,3% secara year on year (yoy) pada 2024. Hal ini utamanya didorong oleh pembukaan toko baru dengan merek-merek baru seperti, Alo Yoga pada  tahun 2024, dan melalui ekspansi bisnisnya ke luar negeri. 

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan, pertumbuhan kinerja MAPI pada tahun ini masih bisa positif. Penjualan  diperkirakan tumbuh sebesar 14% dan laba tumbuh 6% dibanding 2023. Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo, Maximilianus Nico Demus memprediksi kinerja MAPI masih akan tumbuh, berkaca dari kinerja MAPI pada kuartal-III 2023, yang mampu mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 26,4% YoY. Willy Goutama, analis Maybank Sekuritas Indonesia menambahkan, gerakan boikot  produk pro Israel yang mengarah pada produk MAPI tidak  menimbulkan dampak negatif dalam jangka panjang. Juga tak berdampak ke permasalahan struktural bisnis MAPI. 

Divestasi Tak Jamin Kenaikan Harga Saham Vale Indonesia

KT3 29 Feb 2024 Kompas

Saham perusahaan tambang nikel PT ValeIndonesia Tbk yang tercatat di bursa dengan nama INCO naik sesaat pascadivestasi saham, Senin (26/2). Namun, tren ini dinilai analis tidak akan bertahan lama karena factor eksternal yang memengaruhi perdagangan komoditas nikel. Pada perdagangan sesi pertama Rabu (28/2), harga saham INCO menyentuh angka tertinggi Rp 4.120 per lembar, setelah terus naik pada kisaran Rp 3.800 per lembar sejak dua hari sebelumnya. Namun, harga itu mulai turun di pengujung perdagangan sesi pertama. ”Menurut saya, ini karena sentimen divestasi berakhir. Sekarang INCO mencapai fase jenuh jual dan mulai rebound,” kata pengamat pasar modal sekaligus founder WH-Project, William Hartanto.

Sentimen itu terjadi setelah Pemerintah Indonesia melalui PT Mineral Industri Indonesia Persero (Mind Id) resmi mengakuisisi 14 % saham dari perusahaan pengendali lain, yakni Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co Ltd (SMM). Dengan itu, perusahaan induk (holding) industri pertambangan BUMN itu menjadi pemegang saham mayoritas, sebesar 34 %. Analis Henan Putihrai Sekuritas, Ezaridho Ibnutama, berpendapat, kenaikan harga saham INCO hanya akan terjadi sesaat. Bahkan, harga cenderung turun setelah PT Vale Indonesia Tbk menawarkan right issue atau saham baru kepada investor di Bursa Efek Indonesia dengan harga Rp 3.050 per lembar. Harga tersebut adalah harga divestasi yang disepakati bersama. ”Top-line (pendapatan) dan bottom-line (laba bersih) INCO akan mengalami kontraksi sampai tahun depan jika kondisi ekonomi global masih ada banyak ketidakpastian,” ujarnya. (Yoga) 

Dihantui Tekanan Harga Komoditas

HR1 29 Feb 2024 Kontan
Pelemahan harga komoditas masih menjadi momok bagi emiten pertambangan mineral dan batubara. Hal ini tercermin dari kinerja sejumlah perusahaan tambang besar sepanjang tahun 2023 lalu. Di sektor batubara misalnya, pendapatan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menurun 35% menjadi US$ 2,37 miliar. Laba bersih emiten ini terkoreksi hingga 58,30% menjadi US$ 500,33 juta per akhir 2023.Salah satu penyebab penurunan kinerja ITMG adalah terkoreksinya harga jual rata-rata alias average selling price (ASP). Realisasi harga jual sepanjang tahun lalu merosot hingga 41%, dari semula US$ 192 per ton di 2022 menjadi US$ 113 per ton. Nasib PT United Tractors Tbk (UNTR) sedikit lebih beruntung. Laba bersih UNTR memang turun tipis 2% menjadi Rp 20,61 triliun, namun terjadi peningkatan pendapatan bersih sepanjang 2023. UNTR membukukan pendapatan Rp128,6 triliun per akhir 2023. Realisasi ini meningkat sebesar 4% secara tahunan. 

Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas memperkirakan, harga batubara pada tahun ini masih akan turun. Hitungan Sukarno, harga batubara pada tahun 2024 akan berkisar antara US$ 117 per ton sampai dengan US$ 140 per ton. Tahun ini, pasar batubara diperkirakan masih mengalami kelebihan pasokan alias oversupply. Outlook batubara juga masih dibayangi oleh perlambatan ekonomi global. Kondisi surplus pasokan juga membayangi industri nikel.

Analis Mirae Asset Sekuritas Rizkia Darmawan memperkirakan harga nikel London Metal Exchange (LME) akan berada pada level US$ 15.000 per ton sampai US$ 18.000 per ton tahun ini. Rizkia menyematkan peringkat netral terhadap sektor nikel. Untuk saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), Rizkia menyematkan rekomendasi trading buy dengan target Rp 4.500 per saham.Per akhir 2023, laba bersih produsen nikel matte ini naik 36,89% menjadi US$ 274,33 juta dengan pendapatan tumbuh 4,65% menjadi US$ 1,23 miliar. Hasil kinerja keuangan INCO sejalan perkiraan Mirae Asset dan konsensus.

Memilah Saham Pembagi Dividen Jumbo

HR1 29 Feb 2024 Kontan (H)
Para pemburu dividen bisa mulai siap-siap menadah berkah pembagian dividen. Kendati jumlah dividen tahun ini diramal tak sebesar tahun lalu, tapi masih ada beberapa saham yang layak dikoleksi menjelang pembagian dividen. Salah satu emiten yang memberi bocoran dividen dari laba tahun 2023 adalah PT Astra International Tbk (ASII). ASII sepakat membagi dividen final Rp 421 per saham. Besaran dividen final yang diusulkan ini lebih rendah dibanding dividen tahun buku 2022 yang sebesar Rp 552 per saham. Tapi, imbal hasil dividen ASII masih lumayan. Kalau pakai hitungan harga penutupan kemarin (28/2), estimasi dividend yield ASII berada di kisaran 8,05%. Wacana pembagian dividen juga diungkapkan oleh PT Matahari Department Store Tbk (LPPF). Emiten Grup Lippo ini akan menebar dividen Rp 200 kepada pemegang sahamnya. Sehingga, estimasi yield dividen LPPF di kisaran 10,86%. Jumlah dividen yang ditawarkan ini juga lebih rendah dari dividen 2022 sebesar Rp 525 per saham. Sedangkan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) telah memutuskan untuk membagikan dividen tunai Rp 32 per saham. Vicky Rosalinda, Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas mengatakan, rencana pembagian dividen ini layak dicermati karena memberikan imbal hasil yang masih tinggi, terutama dividen ASII. Secara fundamental kinerja ASII masih bagus. Alhasil saham ini layak dikempit jangka panjang. Selain emiten-emiten di atas, masih ada sejumlah saham lain yang layak dinanti dividennya. Salah satu emiten yang royal menebar dividen emiten tambang. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) misalnya, pada pembagian dividen terakhir emiten ini memberikan yield dividen 41,76% dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) sebesar 34,41%. Porsi dividen yang dibagi dari laba bersih juga cenderung besar. Head of Proprietary Investment Mirae Asset Sekuritas Handiman Soetoyo mengatakan, pembagian dividen dari kinerja 2023 berpotensi lebih rendah karena penurunan kinerja sektor energi. Tapi, menurut Handiman, ITMG dan PT United Tractors Tbk (UNTR) berpotensi memberi dividend yield di atas 10%. Vicky memproyeksi, rencana pembagian ADRO, ASII, BBRI, BJTM, PTBA, INDY, PBSA, UNTR, TLKM menarik dicermati karena menawarkan yield diatas 5%.

Menanti Tuah Maraknya, Aksi Korporasi di BUMN

HR1 28 Feb 2024 Kontan (H)

Barisan saham emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) layak menjadi perhatian pelaku pasar. Selain getol menggelar aksi korporasi dan restrukturisasi, sejumlah katalis mengiringi emiten pelat merah tersebut. Aksi terbaru, Mining Industri Indonesia (Mind ID) resmi mengakuisisi 14% saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Langkah ini menambah kepemilikan holding tambang BUMN tersebut dari sebelumnya 20% menjadi 34% atas saham INCO. Pasar merespons aksi ini. Saham INCO melonjak 3,92% ke level Rp 3.980 pada Selasa (27/2). Tapi saham emiten tambang anggota Mind ID, yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), justru melorot 2,31% ke Rp 1.480. Research Analyst Phintraco Sekuritas, Nurwachidah menjelaskan, akuisisi saham INCO oleh Mind ID tidak banyak berpengaruh signifikan bagi emiten tambang BUMN. Selain akuisisi, Associate Director Jasa Utama Capital Sekuritas, Hadrian Maynard juga menyoroti aksi BUMN lain yakni restrukturisasi utang pada sejumlah emiten pelat merah. Investment Consultant Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada sepakat, butuh waktu sebagai pembuktian, sejauh mana restrukturisasi tersebut bisa menyehatkan fundamental dan kinerja keuangan emiten. Hadrian turut melirik saham bank BUMN yang menunjukkan ketahanan dan potensi pertumbuhan yang signifikan. Terlebih sebentar lagi memasuki musim pembagian dividen yang bisa menambah daya tarik pelaku pasar terhadap saham perbankan. Sentimen itu akan menjadi katalis positif pendongkrak emiten terkait infrastruktur seperti PT PP Tbk (PTPP), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). Masih dari sektor infrastruktur, analis Stocknow.id, Muhammad Thoriq Fadilla menilai, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) akan mendapatkan momentum yang menarik menjelang musim mudik Idul Fitri. Dus, Thoriq menilai JSMR layak koleksi dengan target harga Rp 5.800.

Astra Bakal Tebar Dividen Jumbo Rp 21 Triliun

KT1 28 Feb 2024 Investor Daily (H)
PT Astra Tbk (ASII) akan mengusulkan pembagian dividen total sebesar  Rp 519 per saham untuk tahun buku 2023 dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) April mendatang, seiring pencapaian kerja yang gemilang sepanjang tahun lalu. Dividen senilai Rp 21 triliun atau 62% dari total laba bersih tersebut akan dibagikan kepada pemegang 40,48 miliar saham Astra International. "Usulan direksi atas dividen final tersebut didasarkan pada kinerja yang sangat baik dan harga batu bara yang masih tinggi pada paruh pertama tahun 2023, yang mencerminkan pemulihan terus berlanjut pascapandemi, yang memungkinkan perseroan untuk mengembalikan sebagian  excess capital kepada pemegang saham," kata Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro dalam keterangan resminya, Selasa (27/2/2023). (Yetede)

Usaha BUMN Karya Kurangi Beban Utang

HR1 27 Feb 2024 Kontan

Sejumlah emiten saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya tengah berupaya memperbaiki kinerja keuangan. Caranya, lewat restrukturisasi utang untuk melancarkan arus kas. Teranyar, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) baru menggelar empat rapat umum pemegang obligasi (RUPO) pada 21-22 Februari 2024. Hasil RUPO itu menyetujui perpanjangan tanggal jatuh tempo dan besaran bunga utang, serta mekanisme pembayaran bunga untuk tiga obligasi yang diterbitkan WSKT. Yaitu, Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2018, Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2020, dan Obligasi Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2018. Sementara, peserta RUPO Obligasi PUB III Tahap IV Tahun 2019 tidak menyetujui usulan WSKT. Maka WSKT berencana menggelar kembali RUPO untuk Obligasi PUB III Tahap IV Tahun 2019 pada 22 Maret 2024. Waskita menargetkan restrukturisasi utang akan efektif pada akhir kuartal I 2024 ini. Manajemen WSKT pun berupaya merealisasikan master restructuring agreement (MRA) dengan 21 kreditur. Namun, skemanya belum diketahui. "Diterimanya usulan restrukturisasi dalam RUPO diharapkan bisa membuat WSKT melakukan settlement atas suspensi saham perseroan," ujar Wiwi Suprihatno, Direktur Keuangan WSKT kepada KONTAN, Senin (26/2). Selain WSKT, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan 11 lembaga keuangan juga sudah menyepakati MRA dengan nilai outstanding Rp 20,58 triliun. Nilai ini setara 87,1% dari jumlah utang yang direstrukturisasi per 23 Januari 2024. "Kami konsisten membayar kupon obligasi dan sukuk yang sudah jatuh tempo," kata Mahendra Vijaya, Sekretaris Perusahaan WIKA kepada KONTAN, Senin (26/2). Sementara PT PP Tbk (PTPP) memilih mendivestasikan aset. Sekretaris Perusahaan PTPP Bakhtiyar Efendi menyatakan, PTPP berupaya menurunkan utang melalui divestasi aset senilai Rp 3 triliun di tahun ini. Divestasi dilakukan terhadap aset properti, pabrik precast, peralatan dan saham sejumlah cucu usaha. Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy melihat, masih susah memprediksi apakah langkah restrukturisasi BUMN karya, khususnya WSKT, bisa memperbaiki kinerjanya. Sebab sulit mengukur kekuatan dan kemampuan WSKT dalam membayar utangnya tersebut. Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas menilai, kemampuan keuangan masing-masing emiten BUMN Karya dalam membayar utangnya berbeda-beda. Ia melihat, rasio utang ADHI lebih kecil dari WIKA. Rasio utang WIKA pun lebih kecil dari WSKT.

Membidik Incaran Saat Pasar Sedang Goyang

HR1 27 Feb 2024 Kontan

Barisan saham lapis kedua dan lapis ketiga kembali unjuk gigi saat saham blue chip melandai. Ini sejalan dengan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sudah berlangsung dalam empat hari perdagangan beruntun. Mengawali pekan ini, IHSG merosot 0,15% ke posisi 7.283,82 pada Senin (26/2). Situasi ini seiring arus dana investor asing yang sejak beberapa hari sebelumnya mulai berbalik melakukan aksi jual. Pada perdagangan Senin, terjadi net foreign sell sebesar Rp 846,23 miliar. Analis Kanaka Hita Solvera Daniel Agustinus mengamati pelemahan IHSG beberapa hari terakhir terseret aksi profit taking pada saham blue chip, terutama saham perbankan yang sebelumnya sudah naik cukup signifikan. Meski begitu, Daniel melihat kondisi ini masih tergolong koreksi wajar. Analis Stocknow.id Emil Fajrizki mengamini, situasi sekarang masih bersifat koreksi wajar dengan indikasi terjadi jenuh beli pada saham keping biru. Sementara dari sisi teknikal Founder WH-Project William Hartanto menimpali, koreksi IHSG juga menjadi bagian dari pengujian support 7.300. Ia memprediksi uji support tersebut akan berlangsung hingga pergantian bulan di akhir pekan ini. Daniel menambahkan, lompatan pada saham lapis kedua dan lapis ketiga terjadi setelah momentum naik saham blue chip. Apalagi, investor cenderung dalam posisi wait and see menanti katalis penggerak pasar berikutnya, seperti kelanjutan musim rilis laporan keuangan dan pengumuman pembagian dividen. Momentum Ramadan, imbuh Emil, bakal membawa katalis penting yang bisa mendongkrak sejumlah saham lapis kedua. Secara historis, pasar juga merespons positif dengan kecenderungan penguatan IHSG pada awal bulan Ramadan. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas sepakat, harus tetap selektif memilah saham lapis kedua dan lapis ketiga. Dengan estimasi koreksi IHSG yang hanya sementara, saham lapis pertama sebenarnya masih layak menjadi prioritas, dengan mencermati saham blue chip yang penurunannya sudah terbatas. Namun sebagai alternatif, bisa melirik saham-saham lapis kedua dan ketiga dengan tetap mencermati faktor fundamental, prospek bisnis, valuasi serta sinyal teknikalnya. Pelaku pasar bisa mempertimbangkan saham di indeks SMC Liquid seperti ERAA, JSMR dan JPFA.

IHSG Cenderung Menguat, Pemodal Cermati Data Global

KT1 26 Feb 2024 Investor Daily (H)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat (mixed to higher) pada pekan terakhir Februari 2024. Pergerakan indeks  akan cenderung dipengaruhi sentimen dari pasar global, dimana beberapa data ekonomi AS dan Eropa bakal dirilis pekan ini. "IHSG masih relatively mixed to higher dengan kisaran pergerakan disupport 7.267-7.235 dan resistance 7.307-7.371," kata Senior Investment Information-Retail Business Mirea Asset Sekuritas Muhammad Mafan Aji Gusta Utama kepada Investor Daily, Minggu (25/2/2024). Sepanjang pekan lalu, IHSG naik 0,55% ke posisi 7.295. Nafan mengatakan, IHSG secara teknikal masih bertahan di atas MA20 dan minor uptrend, sehingga IHSG masih menyimpan potensi penguatan. (Yetede)

Saham Perbankan Seret Turun IHSG

KT1 24 Feb 2024 Investor Daily (H)
Aksi ambil untung (profit taking) yang melanda  saham perbankan ditengarai menjadi salah satu penyebab koreksi indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga 44,54 poin (0,61%) ke posisi 7.295 pada Jumat (23//3/2024). Koreksi IHSG disertai aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp1,05 triliun. Head of investmen PT Reswara Gian Investa Kiswoyo Adi Joe mengatakan, net sell asing banyak  terjadi si sektor perbankan, yang membuat saham banking terkoreksi pada perdagangan di akhir pekan ini. "Asing dominan ke banking karena likuiditas yang paling besar di saham-saham itu. Laba bersih paling besar  dan laporan keuangan yang bagus-bagus juga ada di emiten perbankan," ujar dia. Berdasarakan data RTI, saham BBRI terkoreksi 125 poin (2%) ke posisi Rp 6.125 pada penutupan perdagangan Jumat (23/2/2024). Disusul BBNI yang melemah 50 poin (0,84%) ke posisi Rp5.900, BBCA turun 50 poin (0,51%) ke Rp9.825, BMRI terkoreksi 50 poin (0,7%) ke Rp 7.050, dan BBTN turun 25 poin (1,68%) ke 1.460. (Yetede)