;
Tags

Saham

( 1722 )

GOTO Ditengah Ancaman Berakhirnya Lock Up Saham Pendiri

KT1 04 Mar 2024 Investor Daily (H)
Kinerja saham PT GoTo ojek Tokopedia  Tbk (GOTO dikempit para pendiri. Bila para founders menjual kembali saham mereka, analis terancam sentimen berakhirnya masa lock up saham Seri B yang dikempit para pendiri. Bila para founders menjual kembali saham mereka, analis mengingatkan bakal  menimbulkan efek panic selling. Merujuk prospek initial public offering (IPO), perseroan memiliki sebanyak 50 miliar saham seri B yang diantaranya dipegang oleh eks CEO GOTO yaitu Andre Soelistyo sebesar 6.734.025.100 saham; eks Direktur & Co- Founder GOTO Kevin Bryan Aluwi sebesar 3.272.789.432 saham; dan Fomer CEO Tokopeida William Tanuwijaya sebesar 12.588.634.432 saham. (Yetede)

RUPST BRI 2024: BRI Bagikan Dividen Rp48,10 Triliun

HR1 04 Mar 2024 Bisnis Indonesia (H)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Memutuskan untuk membagikan dividen senilai Rp48,10 triliun atau meningkat 10,59% dibandingkan dengan yang dibayarkan pada 2023 yang mencapai Rp43,49 triliun. Angka dividen itu setara dengan Rp319 per lembar saham atau mewakili dividend payout ratio kurang lebih 80,04% dari laba atribusi. Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan Perseroan memiliki struktur modal yang kuat dan likuiditas yang cukup dalam rangka ekspansi bisnis dan antisipasi risiko yang mungkin terjadi dalam pengelolaan bank. “Dengan pembayaran Dividen untuk laba Tahun Buku 2023, CAR Perseroan tetap terjaga pada kisaran 20% masih di atas ketentuan minimum regulator,” katanya. Dividen yang dibagikan tersebut sudah termasuk jumlah Dividen Interim yang telah dibagikan kepada Pemegang Saham pada tanggal 18 Januari 2024 lalu sejumlah Rp12,67 triliun atau sebesar Rp84 per saham. Sunarso menambahkan, pembagian dividen ini menunjukkan komitmen BRI sebagai BUMN dalam menjalankan perannya sebagai agent of developmentdan value creator dapat menjalankan peran economic dan social value secara simultan. “Melalui pembayaran pajak dan dividen, keuntungan tersebut akan kembali ke negara untuk digunakan dalam berbagai program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat Indonesia,” tuturnya. RUPST tahun ini juga memasukkan agenda perubahan dalam susunan pengurus BRI, diantaranya memberhentikan dengan hormat dan mengangkat kembali Catur Budi Harto sebagai Wakil Direktur Utama BRI, Agus Noorsanto sebagai Direktur Bisnis Wholesale & Kelembagaan dan Agus Sudiarto sebagai Direktur Manajemen Risiko. RUPST juga mem berhentikan dengan hormat Hendrikus Ivo sebagai Komisaris Independen dan mengangkat Haryo Baskoro Wicaksono sebagai Komisaris Independen BRI. Selanjutnya, RUPST juga memutuskan untuk mengubah nomenklatur jabatan anggota-anggota Direksi Perseroan diantaranya Direktur Bisnis Kecil dan Menengah menjadi Direktur Commercial, Small, and Medium Business serta Direktur Jaringan dan Layanan menjadi Direktur Retail Funding and Distribution. Dengan demikian, RUPST mengalihkan penugasan Amam Sukriyanto semula Direktur Bisnis Kecil dan Menengah menjadi Direktur Commercial, Small, and Medium Business dan Andrijanto semula Direktur Jaringan dan Layanan menjadi Direktur Retail Funding and Distribution.

IHSG Berpotensi Menguji Level Baru 7.400 di Bulan Maret

KT1 04 Mar 2024 Investor Daily (H)
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi menguji level tertinggi baru (all time high/ATH) di 7.400 pada bulan Maret 2024. Meski secara historis pergerakan di bulan Maret cenderung negatif dalam lima tahun terakhir. Langkah IHSG akan diperkirakan akan mendekati level resisance 7.470. "IHSG berpotensi untuk cenderung konsolidasi jangka pendek, dan masih akan menguji level 7.200-7470," kata Research Analyst Reliance Sekuritas Ayu Dian kepada Investor Daily. Dia menyebutkan, secara historis dalam lima tahun terakhir, IHSG cenderung mengalami penurunan pada bulan Maret. "Namun kami melihat masih ada potensi kenaikan, didorong oleh sejumlah sentimen," tutur dia. (Yetede)

Rezeki Bertambah di Bulan Penuh Berkah

HR1 02 Mar 2024 Kontan
Momentum Ramadan bisa menjadi katalis yang menyebabkan kinerja emiten restoran semakin sedap. Namun investor perlu cermat menyaring saham-saham emiten restoran yang mayoritas masih bergerak landai. Analis Stocknow.id, Sinta Dwi Untari menilai, emiten yang bergerak di bisnis gerai makanan dan minuman atau food and beverage (F&B)  memiliki ruang untuk menumbuhkan kinerja. Katalis utamanya datang dari stabilitas ekonomi dan tingkat konsumsi masyarakat. Hal itu tercermin dari kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada awal tahun ini. IKK Januari 2024 tercatat di level 125, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 123,8. Katalis berikutnya, emiten restoran berpeluang  menggenjot kinerja mereka pada bulan Ramadan. Bulan suci biasanya menggerakkan bisnis restoran seperti dari acara buka puasa bersama. Emiten restoran merespons dengan membuat berbagai program promosi demi menggenjot penjualan. Tapi ia mengingatkan sejumlah emiten restoran masih dibayangi sentimen negatif pada kinerja. Terutama setelah ramai aksi boikot terhadap jaringan restoran tertentu yang dipersepsikan mendukung Israel. Sedangkan Head of Research Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya menyoroti, bisnis restoran yang semakin kompetitif. Maka emiten restoran perlu kreatif menerapkan strategi pemasaran supaya bisa bertahan dalam ketatnya persaingan dengan restoran non-emiten. Sinta punya pandangan serupa, mayoritas masih dalam fase sideways bahkan cenderung turun. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana juga mengamini hal tersebut, dimana secara teknikal belum menjadi momentum yang tepat untuk mengoleksi saham emiten restoran. Equity Analyst Kanaka Hita Solvera, William Wibowo menyarankan speculative buy FAST dan MAPB. Support Rp 645 dan resistance Rp 780 untuk FAST, serta support Rp 1.850 dan resistance Rp 2.150 bagi MAPB.

Risiko Turun, Saatnya Mengintip Blue Chip

HR1 01 Mar 2024 Kontan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup bulan Februari dengan pelemahan 0,17%, Kamis (29/2). Hasil ini membawa IHSG ke posisi 7.316,11. Meski melandai sepekan terakhir, tapi IHSG mampu mengakumulasi penguatan 2,22% dalam periode bulanan. Jika dihitung sejak awal tahun 2023, IHSG masih naik tipis 0,60%. Gerak menanjak IHSG ikut terdorong oleh arus dana dari investor asing yang secara year to date berada di posisi net buy Rp 18,43 triliun. Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengamati, katalis yang menggerakkan IHSG pada Februari berasal dari dalam negeri. Pertama, indikator ekonomi nasional masih menunjukkan fundamental yang kuat. Situasi ini membuka peluang bagi Bank Indonesia untuk memangkas suku bunga pada kuartal II atau kuartal III-2024. Kedua, penyelenggaraan pemilu berlangsung dengan kondusif, dengan hasil yang relatif sesuai perkiraan. Ketiga, musim rilis laporan keuangan menjadi sentimen penggerak pasar, terutama dari saham bank berkapitalisasi pasar jumbo (big caps) yang membukukan pertumbuhan kinerja. Sebaliknya, sentimen eksternal cenderung belum kondusif dengan adanya ketegangan geopolitik di Laut Merah, kontraksi dan resesi ekonomi di sejumlah negara, dan kehati-hatian The Fed memangkas suku bunga acuan.

Head of Research Mirae Asset Sekuritas Robertus Hardy mengatakan, pergerakan positif IHSG di bulan Februari sebagian besar ditopang oleh saham-saham perbankan (lihat tabel). Sebelumnya, sejumlah bank besar mengatakan pertumbuhan kredit tahun ini bisa lebih rendah akibat tingginya suku bunga dan ketidakpastian politik dalam negeri. Memasuki bulan Maret, Robertus menyarankan investor kembali mencermati saham-saham blue chip. Meskipun terdapat potensi peningkatan inflasi yang disebabkan oleh faktor musiman di bulan Ramadan, Robertus meyakini tren penurunan inflasi inti diperkirakan akan berlanjut dan memberikan ruang yang terbatas bagi BI untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat. Analis Stocknow.id Dinda Resty Angira mengatakan, musim pembagian dividen bakal menjadi katalis penting yang mendongkrak saham big caps, terutama perbankan. Sedangkan Ramadan akan menambah daya tarik bagi sektor barang konsumsi dan ritel. Certified Elliott Wave Analyst Master Kanaka Hita Solvera, Daniel Agustinus menilai, IHSG masih punya kecenderungan bergerak sideways pada rentang 7.000-7.350 dalam beberapa minggu ke depan. Sedangkan Valdy memprediksi IHSG akan mengalami fluktuasi dalam jangka pendek, tapi dengan kecenderungan menguat dalam rentang 7.200-7.400.

Risiko Keuangan Emiten Meningkat

HR1 01 Mar 2024 Kontan
Sejumlah emiten properti menghadapi risiko keuangan yang lebih besar pada tahun 2024. Hal ini tercermin dari riset yang dirilis Fitch Ratings. Lembaga ini melihat persoalan bisa mengadang emiten properti yang mencatatkan pendapatan pra-penjualan atau marketing sales kurang memuaskan. Menurut Fitch emiten-emiten tersebut  bakal  menghadapi peningkatan risiko refinancing dalam kurun waktu 12-18 bulan ke depan. Kinerja sejumlah emiten properti di tahun 2023 memang belum dirilis. Namun, menurut catatan Fitch,  PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melaporkan penurunan prapenjualan sebesar 26% secara tahunan di tahun 2023. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh pembatalan penjualan di dua proyek utama APLN. Meskipun tren pembatalannya melambat menjelang akhir 2023. Senasib, PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) menurut Fitch mencatatkan prapenjualan Rp 1,8 triliun pada tahun 2023. Angkanya tergerus 77,78% dibandingkan target 2023 sebesar Rp 3,2 triliun. Fitch menduga hasil tersebut dikarenakan  melemahnya permintaan hunian di areal kelolaan ASRI. Sebagai perbandingan, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) melaporkan pertumbuhan prapenjualan sebesar 6% tahun lalu. Fitch pun mengganjar rating BB- untuk BSDE dengan outlook stable. Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Vicky Rosalinda melihat penilaian Fitch didasarkan pada penjualan APLN dan ASRI yang turun pada kuartal III 2023. Maka ia menyarankan APLN untuk menggelar strategi demi meningkatkan kinerja tahun ini. Seperti meningkatkan penjualan dan mencari mitra strategis untuk pendanaan proyek. Lantas menjual aset, menerbitkan obligasi atau meminjam ke bank untuk membayar utang obligasi. Sedangkan technical analyst Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora melihat kinerja APLN bisa membaik tahun ini. Terdorong beberapa proyek properti yang dirilis pertengahan 2023. Sedangkan untuk ASRI ia nilai kinerjanya bisa membaik. Selain terdorong tambahan proyek hunian, juga adanya pengurangan utang ASRI 4,2% di kuartal III-2023 menjadi Rp 6,3 triliun. 

MAPI Didorong Lebaran & Ekspansi

HR1 29 Feb 2024 Kontan
Prospek kinerja saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) tahun 2024 diprediksikan positif. Optimisme itu seiring dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi serta ekspansi gerai di tujuh negara yang menjadikan emiten ini sebagai juara ritel ASEAN. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Natalia Susanto mengatakan, MAPI adalah peritel yang terdiversifikasi dengan ekspansi dan eksekusi produktivitas yang telah terbukti, setelah menghasilkan CAGR laba bersih sebesar 35% pada periode 2017 hingga proyeksi di tahun 2023. Sentimen yang membuat kinerja MAPI bertumbuh positif karena emiten ini terus melakukan penetrasi terhadap sejumlah merek yang dikelolanya. Serta mempunyai pasar yang luas dan terus berkembang. Konsumen kelas menengah atau atas di Indonesia dengan konsumsi bulanan per kapita minimal Rp 6 juta terdiri sebanyak 20% dari total populasi, tetapi menyumbang hampir setengah dari total konsumsi nasional. 

Selain itu, Natalia menyebutkan, sentimen lain yakni, MAPI selalu melakukan ekspansi yang stabil pada tokonya dan meningkatkan produktivitasnya. MAPI juga telah menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang solid masing-masing sebesar 13% dan 35% CAGR. Tak hanya itu, MAPI mengalami pertumbuhan pada area toko sebesar 9,3% secara year on year (yoy) pada 2024. Hal ini utamanya didorong oleh pembukaan toko baru dengan merek-merek baru seperti, Alo Yoga pada  tahun 2024, dan melalui ekspansi bisnisnya ke luar negeri. 

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan, pertumbuhan kinerja MAPI pada tahun ini masih bisa positif. Penjualan  diperkirakan tumbuh sebesar 14% dan laba tumbuh 6% dibanding 2023. Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo, Maximilianus Nico Demus memprediksi kinerja MAPI masih akan tumbuh, berkaca dari kinerja MAPI pada kuartal-III 2023, yang mampu mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 26,4% YoY. Willy Goutama, analis Maybank Sekuritas Indonesia menambahkan, gerakan boikot  produk pro Israel yang mengarah pada produk MAPI tidak  menimbulkan dampak negatif dalam jangka panjang. Juga tak berdampak ke permasalahan struktural bisnis MAPI. 

Divestasi Tak Jamin Kenaikan Harga Saham Vale Indonesia

KT3 29 Feb 2024 Kompas

Saham perusahaan tambang nikel PT ValeIndonesia Tbk yang tercatat di bursa dengan nama INCO naik sesaat pascadivestasi saham, Senin (26/2). Namun, tren ini dinilai analis tidak akan bertahan lama karena factor eksternal yang memengaruhi perdagangan komoditas nikel. Pada perdagangan sesi pertama Rabu (28/2), harga saham INCO menyentuh angka tertinggi Rp 4.120 per lembar, setelah terus naik pada kisaran Rp 3.800 per lembar sejak dua hari sebelumnya. Namun, harga itu mulai turun di pengujung perdagangan sesi pertama. ”Menurut saya, ini karena sentimen divestasi berakhir. Sekarang INCO mencapai fase jenuh jual dan mulai rebound,” kata pengamat pasar modal sekaligus founder WH-Project, William Hartanto.

Sentimen itu terjadi setelah Pemerintah Indonesia melalui PT Mineral Industri Indonesia Persero (Mind Id) resmi mengakuisisi 14 % saham dari perusahaan pengendali lain, yakni Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co Ltd (SMM). Dengan itu, perusahaan induk (holding) industri pertambangan BUMN itu menjadi pemegang saham mayoritas, sebesar 34 %. Analis Henan Putihrai Sekuritas, Ezaridho Ibnutama, berpendapat, kenaikan harga saham INCO hanya akan terjadi sesaat. Bahkan, harga cenderung turun setelah PT Vale Indonesia Tbk menawarkan right issue atau saham baru kepada investor di Bursa Efek Indonesia dengan harga Rp 3.050 per lembar. Harga tersebut adalah harga divestasi yang disepakati bersama. ”Top-line (pendapatan) dan bottom-line (laba bersih) INCO akan mengalami kontraksi sampai tahun depan jika kondisi ekonomi global masih ada banyak ketidakpastian,” ujarnya. (Yoga) 

Dihantui Tekanan Harga Komoditas

HR1 29 Feb 2024 Kontan
Pelemahan harga komoditas masih menjadi momok bagi emiten pertambangan mineral dan batubara. Hal ini tercermin dari kinerja sejumlah perusahaan tambang besar sepanjang tahun 2023 lalu. Di sektor batubara misalnya, pendapatan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menurun 35% menjadi US$ 2,37 miliar. Laba bersih emiten ini terkoreksi hingga 58,30% menjadi US$ 500,33 juta per akhir 2023.Salah satu penyebab penurunan kinerja ITMG adalah terkoreksinya harga jual rata-rata alias average selling price (ASP). Realisasi harga jual sepanjang tahun lalu merosot hingga 41%, dari semula US$ 192 per ton di 2022 menjadi US$ 113 per ton. Nasib PT United Tractors Tbk (UNTR) sedikit lebih beruntung. Laba bersih UNTR memang turun tipis 2% menjadi Rp 20,61 triliun, namun terjadi peningkatan pendapatan bersih sepanjang 2023. UNTR membukukan pendapatan Rp128,6 triliun per akhir 2023. Realisasi ini meningkat sebesar 4% secara tahunan. 

Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas memperkirakan, harga batubara pada tahun ini masih akan turun. Hitungan Sukarno, harga batubara pada tahun 2024 akan berkisar antara US$ 117 per ton sampai dengan US$ 140 per ton. Tahun ini, pasar batubara diperkirakan masih mengalami kelebihan pasokan alias oversupply. Outlook batubara juga masih dibayangi oleh perlambatan ekonomi global. Kondisi surplus pasokan juga membayangi industri nikel.

Analis Mirae Asset Sekuritas Rizkia Darmawan memperkirakan harga nikel London Metal Exchange (LME) akan berada pada level US$ 15.000 per ton sampai US$ 18.000 per ton tahun ini. Rizkia menyematkan peringkat netral terhadap sektor nikel. Untuk saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), Rizkia menyematkan rekomendasi trading buy dengan target Rp 4.500 per saham.Per akhir 2023, laba bersih produsen nikel matte ini naik 36,89% menjadi US$ 274,33 juta dengan pendapatan tumbuh 4,65% menjadi US$ 1,23 miliar. Hasil kinerja keuangan INCO sejalan perkiraan Mirae Asset dan konsensus.

Memilah Saham Pembagi Dividen Jumbo

HR1 29 Feb 2024 Kontan (H)
Para pemburu dividen bisa mulai siap-siap menadah berkah pembagian dividen. Kendati jumlah dividen tahun ini diramal tak sebesar tahun lalu, tapi masih ada beberapa saham yang layak dikoleksi menjelang pembagian dividen. Salah satu emiten yang memberi bocoran dividen dari laba tahun 2023 adalah PT Astra International Tbk (ASII). ASII sepakat membagi dividen final Rp 421 per saham. Besaran dividen final yang diusulkan ini lebih rendah dibanding dividen tahun buku 2022 yang sebesar Rp 552 per saham. Tapi, imbal hasil dividen ASII masih lumayan. Kalau pakai hitungan harga penutupan kemarin (28/2), estimasi dividend yield ASII berada di kisaran 8,05%. Wacana pembagian dividen juga diungkapkan oleh PT Matahari Department Store Tbk (LPPF). Emiten Grup Lippo ini akan menebar dividen Rp 200 kepada pemegang sahamnya. Sehingga, estimasi yield dividen LPPF di kisaran 10,86%. Jumlah dividen yang ditawarkan ini juga lebih rendah dari dividen 2022 sebesar Rp 525 per saham. Sedangkan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) telah memutuskan untuk membagikan dividen tunai Rp 32 per saham. Vicky Rosalinda, Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas mengatakan, rencana pembagian dividen ini layak dicermati karena memberikan imbal hasil yang masih tinggi, terutama dividen ASII. Secara fundamental kinerja ASII masih bagus. Alhasil saham ini layak dikempit jangka panjang. Selain emiten-emiten di atas, masih ada sejumlah saham lain yang layak dinanti dividennya. Salah satu emiten yang royal menebar dividen emiten tambang. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) misalnya, pada pembagian dividen terakhir emiten ini memberikan yield dividen 41,76% dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) sebesar 34,41%. Porsi dividen yang dibagi dari laba bersih juga cenderung besar. Head of Proprietary Investment Mirae Asset Sekuritas Handiman Soetoyo mengatakan, pembagian dividen dari kinerja 2023 berpotensi lebih rendah karena penurunan kinerja sektor energi. Tapi, menurut Handiman, ITMG dan PT United Tractors Tbk (UNTR) berpotensi memberi dividend yield di atas 10%. Vicky memproyeksi, rencana pembagian ADRO, ASII, BBRI, BJTM, PTBA, INDY, PBSA, UNTR, TLKM menarik dicermati karena menawarkan yield diatas 5%.