Saham Perbankan Seret Turun IHSG
Aksi ambil untung (profit taking) yang melanda saham perbankan ditengarai menjadi salah satu penyebab koreksi indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga 44,54 poin (0,61%) ke posisi 7.295 pada Jumat (23//3/2024). Koreksi IHSG disertai aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp1,05 triliun. Head of investmen PT Reswara Gian Investa Kiswoyo Adi Joe mengatakan, net sell asing banyak terjadi si sektor perbankan, yang membuat saham banking terkoreksi pada perdagangan di akhir pekan ini. "Asing dominan ke banking karena likuiditas yang paling besar di saham-saham itu. Laba bersih paling besar dan laporan keuangan yang bagus-bagus juga ada di emiten perbankan," ujar dia. Berdasarakan data RTI, saham BBRI terkoreksi 125 poin (2%) ke posisi Rp 6.125 pada penutupan perdagangan Jumat (23/2/2024). Disusul BBNI yang melemah 50 poin (0,84%) ke posisi Rp5.900, BBCA turun 50 poin (0,51%) ke Rp9.825, BMRI terkoreksi 50 poin (0,7%) ke Rp 7.050, dan BBTN turun 25 poin (1,68%) ke 1.460. (Yetede)
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023