;
Tags

Saham

( 1717 )

Memetik Buah Manis Hasil AKuisisi

HR1 07 Mar 2024 Kontan
KInerja PT Dayamita Telekomunikasi Tbk (MTEL) diprediksi tumbuh positif tahun ini. Hal ini seiring aksi dari emiten menara telekomunikasi ini. Analis MNC Sekuritas, Vera menyampaikan, MTEL sudah melakukan akuisisi di November 2023. Emiten ini mengakuisisi 803 unit menara milik PT  Gametraco Tunggal senilai Rp 1,75 triliun. Hampir 70% menara berada di luar Jawa. Alhasil, MTEL mendapat tambahan 1.327 penyewa. "Kami memperkirakan, rasio kolokasi secara keseluruhan MTEL akan meningkat menjadi 1,51 kali di tahun 2023 dan 1,55 kali tahun ini. Lantas portofolio menara MTEL ada 15.746 menara (41,55%) di Jawa dan 22.148 menara (58,45%)  di luar Jawa," kata Vera dalam risetnya tanggal 16 Februari 2024. Kepemilikan menara telekomunikasi di luar Jawa, menurut Vera, menjadi salah satu katalis positif. Ini bisa menjadi pusat pertumbuhan pelanggan menara baru MTEL. Dengan aksi itu, Vera meramal pendapatan MTEL akan tumbuh 11,4% secara year on year (yoy) di akhir tahun ini. Sedangkan di periode 2023, pertumbuhan pendapatan emiten ini, sesuai proyeksi manajemen MTEL adalah 9,9% secara tahunan. Adapun segmen penyewaan menara masih memberi kontribusi utama. Yakni bisa berkontribusi 84% dari total pendapatan MTEL. 

Sementara itu, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas memprediksi, prospek kinerja MTEL cukup bagus ke depan. Ini ditunjang pertumbuhan pengguna internet dan 5G di Indonesia. Namun, dia nilai masih terdapat sejumlah tantangan pada bisnis MTEL. Yakni persaingan yang ketat dan ketergantungan pemain menara kepada operator telekomunikasi. Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo, Maximilianus Nico Demus juga memprediksi, kinerja MTEL bertumbuh positif di tahun ini. Proyeksi ini seiring dengan penambahan secara organik portofolio menara dan serat optik di akhir November 2023. Selain itu, adanya peningkatan portofolio menara MTEL, sebut Nico, juga semakin memperkuat posisi MTEL sebagai pemilik menara terbanyak di Asia Tenggara dan di Indonesia. Hitungannya MTEL total mempunyai 37.894 menara hingga akhir tahun 2023. Di sisi lain, NIco mengatakan, pendapatan terbesar MTEL didominasi perusahaan afiliasi. Dus secara kinerja MTEL akan lebih terkendali dibandingkan kompetitornya.

Emiten Ritel Jaring Berkah Hari Raya

HR1 07 Mar 2024 Kontan
Emiten ritel masih bisa mendongkrak kinerja di momentum Ramadan dan Lebaran. Momen tersebut biasanya menjadi katalis positif bagi peritel. Head of Corporate Communications PT ACE Hardware Indonesia Tbk (ACES) Melinda Pudjo memastikan, ACES berupaya menyediakan beberapa produk relevan untuk kebutuhan Ramadan dan Lebaran. Biasanya di periode itu publik kerap mempercantik tampilan hunian. Pada Januari kemarin, ACES mencatatkan kenaikan same-store sales growth (SSSG) 5,6% menjadi Rp 664 miliar. Di periode serupa 2023 kenaikannya hanya 2%. Melinda belum menyebutkan pertumbuhan penjualan di setiap gerai ACES pada Februari 2024. Namun, ACES meyakini, nilai penjualan gerai di Februari 2024 lebih positif dari Februari 2023 yang tercatat 3,1%. Untuk mengoptimalkan kinerja, ACES pun membuka dua gerai lagi. Yakni di The Park Pejaten, Jakarta dan Banyuwangi, Jawa Timur. Dan Maret ini, ACES bersiap membuka gerai  di Living World Kota Wisata, Cibubur serta Garut, Jawa Barat.  

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus melihat, sektor ritel masih mengalami sentimen positif akibat tingginya daya beli dan konsumsi masyarakat. Research Analyst Phintraco Sekuritas, Aditya Prayoga melihat, sentimen yang akan mendorong kinerja sektor ritel adalah optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi di tahun ini yang  berada di rentan 5% serta inflasi yang terjaga. Selain itu, keberadaan teknologi juga bisa meningkatkan penjualan dan efisiensi bisnis peritel. 

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Abyan Habib Yuntoharjo menjelaskan, emiten ritel menunjukan kinerja yang beragam. Ini sesuai dengan segmen pasar yang mereka layani. Menurutnya, emiten ritel yang melayani masyarakat segmen menengah atas relatif lebih tahan terhadap kondisi ekonomi saat ini. Nico menuturkan, sejumlah emiten ritel yang dapat diperhatikan adalah ACES, MIDI, ERAA, MAPI, LPPF, MAPA, dan AMRT. Abyan pun merekomendasikan trading buy untuk ACES dan MAPI dengan target harga masing-masing Rp 950 per saham dan sebesar  Rp 2.250 per saham. Sedangkan Pengamat Pasar Modal sekaligus pendiri dari H Project, William Hartanto memberikan rekomendasi wait and see untuk saham RALS dan LPPF. Targett harganya  masing-masing adalah di posisi Rp 515 per saham dan Rp 1.745 per saham.

Perkasa di Zona Hijau, IHSG Isyaratkan Reli Lanjutan

KT1 07 Mar 2024 Investor Daily (H)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berada di zona hijau sepanjang  perdagangan Rabu (6/3/2024), dan ditutup menguat 82,34 poin (+1,14%) ke posisi  7.329 IHSG masih berpotensi melanjutkan langkah positif ke depannya sejalan dengan kebijakan The Fed yang diperkirakan lebih dovis. "Secara teknikal, terbentuknya White Marubozu menjadi sinyal rebound lanjutan. Hal tersebut sejalan dengan golden cross pada Stochastic RSI di oversold area seiring dengan MACD yang mengalami penyempitan negative slape. IHSG diperkirakan melanjutkan penguatannya di area 7.350-7.370 pada kamis," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya. Phintraco menyebutkan  IHSG masih akan mendapat sentimen positif dari global. Hal ini sejalan dengan keyakinan  investor terkait risalah  pidato ketua The Fed Joreme Powell yan akan lebih dovish. (Yetede)

Mengail Momentum Rebound Saham EBT

HR1 05 Mar 2024 Kontan
Saham emiten yang bergelut di bisnis energi hijau bisa menjadi alternatif saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah. Investor bisa menimbang saham Energi Baru & Terbarukan (EBT) yang punya prospek jangka panjang untuk diversifikasi. Belakangan ini, saham-saham saham emiten EBT melaju. Contohnya PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) yang masuk ke jajaran top gainers mingguan dengan lonjakan harga 32,97%. Saham emiten dengan market caps paling jumbo di segmen ini, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga kembali melejit. Saham emiten listrik hijau lain seperti PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dan PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) turut melaju di zona hijau. Head of Research Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya menyoroti mayoritas portofolio proyek emiten EBT ada dalam prospek jangka panjang. Dengan karakteristik tersebut, saham perusahaan listrik hijau ini dapat menjadi alternatif sebagai diversifikasi keranjang investasi. Analis Stocknow.id Abdul Haq Alfaruqy mengingatkan pelaku pasar tetap selektif jika ingin memanfaatkan momentum, karena belum ada sentimen signifikan yang bisa mendongkrak saham EBT dalam jangka panjang. Alfaruqy juga menyoroti PGEO yang sudah merilis kinerja keuangan tahun buku 2023. Sepanjang tahun lalu PGEO membukukan pendapatan US$ 406,28 juta, tumbuh 5,23% secara tahunan (yoy). Lalu, laba bersih PGEO naik 28,46% menjadi US$ 163,59 juta.Hasil positif ini mendorong espektasi pelaku pasar terhadap saham energi panas bumi seperti PGEO dan BREN. Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Ayu Dian menambahkan, prospek emiten EBT didorong ekspansi yang gencar dilakukan untuk membangun atau mengakuisisi proyek pembangkit listrik energi hijau demi mengerek kapasitas produksi.

GOTO Ditengah Ancaman Berakhirnya Lock Up Saham Pendiri

KT1 04 Mar 2024 Investor Daily (H)
Kinerja saham PT GoTo ojek Tokopedia  Tbk (GOTO dikempit para pendiri. Bila para founders menjual kembali saham mereka, analis terancam sentimen berakhirnya masa lock up saham Seri B yang dikempit para pendiri. Bila para founders menjual kembali saham mereka, analis mengingatkan bakal  menimbulkan efek panic selling. Merujuk prospek initial public offering (IPO), perseroan memiliki sebanyak 50 miliar saham seri B yang diantaranya dipegang oleh eks CEO GOTO yaitu Andre Soelistyo sebesar 6.734.025.100 saham; eks Direktur & Co- Founder GOTO Kevin Bryan Aluwi sebesar 3.272.789.432 saham; dan Fomer CEO Tokopeida William Tanuwijaya sebesar 12.588.634.432 saham. (Yetede)

RUPST BRI 2024: BRI Bagikan Dividen Rp48,10 Triliun

HR1 04 Mar 2024 Bisnis Indonesia (H)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Memutuskan untuk membagikan dividen senilai Rp48,10 triliun atau meningkat 10,59% dibandingkan dengan yang dibayarkan pada 2023 yang mencapai Rp43,49 triliun. Angka dividen itu setara dengan Rp319 per lembar saham atau mewakili dividend payout ratio kurang lebih 80,04% dari laba atribusi. Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan Perseroan memiliki struktur modal yang kuat dan likuiditas yang cukup dalam rangka ekspansi bisnis dan antisipasi risiko yang mungkin terjadi dalam pengelolaan bank. “Dengan pembayaran Dividen untuk laba Tahun Buku 2023, CAR Perseroan tetap terjaga pada kisaran 20% masih di atas ketentuan minimum regulator,” katanya. Dividen yang dibagikan tersebut sudah termasuk jumlah Dividen Interim yang telah dibagikan kepada Pemegang Saham pada tanggal 18 Januari 2024 lalu sejumlah Rp12,67 triliun atau sebesar Rp84 per saham. Sunarso menambahkan, pembagian dividen ini menunjukkan komitmen BRI sebagai BUMN dalam menjalankan perannya sebagai agent of developmentdan value creator dapat menjalankan peran economic dan social value secara simultan. “Melalui pembayaran pajak dan dividen, keuntungan tersebut akan kembali ke negara untuk digunakan dalam berbagai program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat Indonesia,” tuturnya. RUPST tahun ini juga memasukkan agenda perubahan dalam susunan pengurus BRI, diantaranya memberhentikan dengan hormat dan mengangkat kembali Catur Budi Harto sebagai Wakil Direktur Utama BRI, Agus Noorsanto sebagai Direktur Bisnis Wholesale & Kelembagaan dan Agus Sudiarto sebagai Direktur Manajemen Risiko. RUPST juga mem berhentikan dengan hormat Hendrikus Ivo sebagai Komisaris Independen dan mengangkat Haryo Baskoro Wicaksono sebagai Komisaris Independen BRI. Selanjutnya, RUPST juga memutuskan untuk mengubah nomenklatur jabatan anggota-anggota Direksi Perseroan diantaranya Direktur Bisnis Kecil dan Menengah menjadi Direktur Commercial, Small, and Medium Business serta Direktur Jaringan dan Layanan menjadi Direktur Retail Funding and Distribution. Dengan demikian, RUPST mengalihkan penugasan Amam Sukriyanto semula Direktur Bisnis Kecil dan Menengah menjadi Direktur Commercial, Small, and Medium Business dan Andrijanto semula Direktur Jaringan dan Layanan menjadi Direktur Retail Funding and Distribution.

IHSG Berpotensi Menguji Level Baru 7.400 di Bulan Maret

KT1 04 Mar 2024 Investor Daily (H)
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi menguji level tertinggi baru (all time high/ATH) di 7.400 pada bulan Maret 2024. Meski secara historis pergerakan di bulan Maret cenderung negatif dalam lima tahun terakhir. Langkah IHSG akan diperkirakan akan mendekati level resisance 7.470. "IHSG berpotensi untuk cenderung konsolidasi jangka pendek, dan masih akan menguji level 7.200-7470," kata Research Analyst Reliance Sekuritas Ayu Dian kepada Investor Daily. Dia menyebutkan, secara historis dalam lima tahun terakhir, IHSG cenderung mengalami penurunan pada bulan Maret. "Namun kami melihat masih ada potensi kenaikan, didorong oleh sejumlah sentimen," tutur dia. (Yetede)

Rezeki Bertambah di Bulan Penuh Berkah

HR1 02 Mar 2024 Kontan
Momentum Ramadan bisa menjadi katalis yang menyebabkan kinerja emiten restoran semakin sedap. Namun investor perlu cermat menyaring saham-saham emiten restoran yang mayoritas masih bergerak landai. Analis Stocknow.id, Sinta Dwi Untari menilai, emiten yang bergerak di bisnis gerai makanan dan minuman atau food and beverage (F&B)  memiliki ruang untuk menumbuhkan kinerja. Katalis utamanya datang dari stabilitas ekonomi dan tingkat konsumsi masyarakat. Hal itu tercermin dari kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada awal tahun ini. IKK Januari 2024 tercatat di level 125, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 123,8. Katalis berikutnya, emiten restoran berpeluang  menggenjot kinerja mereka pada bulan Ramadan. Bulan suci biasanya menggerakkan bisnis restoran seperti dari acara buka puasa bersama. Emiten restoran merespons dengan membuat berbagai program promosi demi menggenjot penjualan. Tapi ia mengingatkan sejumlah emiten restoran masih dibayangi sentimen negatif pada kinerja. Terutama setelah ramai aksi boikot terhadap jaringan restoran tertentu yang dipersepsikan mendukung Israel. Sedangkan Head of Research Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya menyoroti, bisnis restoran yang semakin kompetitif. Maka emiten restoran perlu kreatif menerapkan strategi pemasaran supaya bisa bertahan dalam ketatnya persaingan dengan restoran non-emiten. Sinta punya pandangan serupa, mayoritas masih dalam fase sideways bahkan cenderung turun. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana juga mengamini hal tersebut, dimana secara teknikal belum menjadi momentum yang tepat untuk mengoleksi saham emiten restoran. Equity Analyst Kanaka Hita Solvera, William Wibowo menyarankan speculative buy FAST dan MAPB. Support Rp 645 dan resistance Rp 780 untuk FAST, serta support Rp 1.850 dan resistance Rp 2.150 bagi MAPB.

Risiko Turun, Saatnya Mengintip Blue Chip

HR1 01 Mar 2024 Kontan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup bulan Februari dengan pelemahan 0,17%, Kamis (29/2). Hasil ini membawa IHSG ke posisi 7.316,11. Meski melandai sepekan terakhir, tapi IHSG mampu mengakumulasi penguatan 2,22% dalam periode bulanan. Jika dihitung sejak awal tahun 2023, IHSG masih naik tipis 0,60%. Gerak menanjak IHSG ikut terdorong oleh arus dana dari investor asing yang secara year to date berada di posisi net buy Rp 18,43 triliun. Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengamati, katalis yang menggerakkan IHSG pada Februari berasal dari dalam negeri. Pertama, indikator ekonomi nasional masih menunjukkan fundamental yang kuat. Situasi ini membuka peluang bagi Bank Indonesia untuk memangkas suku bunga pada kuartal II atau kuartal III-2024. Kedua, penyelenggaraan pemilu berlangsung dengan kondusif, dengan hasil yang relatif sesuai perkiraan. Ketiga, musim rilis laporan keuangan menjadi sentimen penggerak pasar, terutama dari saham bank berkapitalisasi pasar jumbo (big caps) yang membukukan pertumbuhan kinerja. Sebaliknya, sentimen eksternal cenderung belum kondusif dengan adanya ketegangan geopolitik di Laut Merah, kontraksi dan resesi ekonomi di sejumlah negara, dan kehati-hatian The Fed memangkas suku bunga acuan.

Head of Research Mirae Asset Sekuritas Robertus Hardy mengatakan, pergerakan positif IHSG di bulan Februari sebagian besar ditopang oleh saham-saham perbankan (lihat tabel). Sebelumnya, sejumlah bank besar mengatakan pertumbuhan kredit tahun ini bisa lebih rendah akibat tingginya suku bunga dan ketidakpastian politik dalam negeri. Memasuki bulan Maret, Robertus menyarankan investor kembali mencermati saham-saham blue chip. Meskipun terdapat potensi peningkatan inflasi yang disebabkan oleh faktor musiman di bulan Ramadan, Robertus meyakini tren penurunan inflasi inti diperkirakan akan berlanjut dan memberikan ruang yang terbatas bagi BI untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat. Analis Stocknow.id Dinda Resty Angira mengatakan, musim pembagian dividen bakal menjadi katalis penting yang mendongkrak saham big caps, terutama perbankan. Sedangkan Ramadan akan menambah daya tarik bagi sektor barang konsumsi dan ritel. Certified Elliott Wave Analyst Master Kanaka Hita Solvera, Daniel Agustinus menilai, IHSG masih punya kecenderungan bergerak sideways pada rentang 7.000-7.350 dalam beberapa minggu ke depan. Sedangkan Valdy memprediksi IHSG akan mengalami fluktuasi dalam jangka pendek, tapi dengan kecenderungan menguat dalam rentang 7.200-7.400.

Risiko Keuangan Emiten Meningkat

HR1 01 Mar 2024 Kontan
Sejumlah emiten properti menghadapi risiko keuangan yang lebih besar pada tahun 2024. Hal ini tercermin dari riset yang dirilis Fitch Ratings. Lembaga ini melihat persoalan bisa mengadang emiten properti yang mencatatkan pendapatan pra-penjualan atau marketing sales kurang memuaskan. Menurut Fitch emiten-emiten tersebut  bakal  menghadapi peningkatan risiko refinancing dalam kurun waktu 12-18 bulan ke depan. Kinerja sejumlah emiten properti di tahun 2023 memang belum dirilis. Namun, menurut catatan Fitch,  PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melaporkan penurunan prapenjualan sebesar 26% secara tahunan di tahun 2023. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh pembatalan penjualan di dua proyek utama APLN. Meskipun tren pembatalannya melambat menjelang akhir 2023. Senasib, PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) menurut Fitch mencatatkan prapenjualan Rp 1,8 triliun pada tahun 2023. Angkanya tergerus 77,78% dibandingkan target 2023 sebesar Rp 3,2 triliun. Fitch menduga hasil tersebut dikarenakan  melemahnya permintaan hunian di areal kelolaan ASRI. Sebagai perbandingan, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) melaporkan pertumbuhan prapenjualan sebesar 6% tahun lalu. Fitch pun mengganjar rating BB- untuk BSDE dengan outlook stable. Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Vicky Rosalinda melihat penilaian Fitch didasarkan pada penjualan APLN dan ASRI yang turun pada kuartal III 2023. Maka ia menyarankan APLN untuk menggelar strategi demi meningkatkan kinerja tahun ini. Seperti meningkatkan penjualan dan mencari mitra strategis untuk pendanaan proyek. Lantas menjual aset, menerbitkan obligasi atau meminjam ke bank untuk membayar utang obligasi. Sedangkan technical analyst Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora melihat kinerja APLN bisa membaik tahun ini. Terdorong beberapa proyek properti yang dirilis pertengahan 2023. Sedangkan untuk ASRI ia nilai kinerjanya bisa membaik. Selain terdorong tambahan proyek hunian, juga adanya pengurangan utang ASRI 4,2% di kuartal III-2023 menjadi Rp 6,3 triliun.