;
Tags

Saham

( 1722 )

Investasi Melesat Selepas Pilpres

KT1 14 Mar 2024 Investor Daily (H)

Arus investasi diprediksi mengalir deras ke Indonesia setelah pemilihan presiden (pilpres) berlangsung damai dan satu putaran. Itu sebabnya sejumlah kalangan meyakini, target investasi pemerintah tahun 2024 sebesar Rp 1.650 triliun, naik 16 % dari tahun lalu bisa tercapai. Investor menyukai kepastian dalam berbisnis, banyak pengusaha menghadapi ketidakpastian politik sehingga menunda rencana investasi. Tapi hal itu sirna setelah pilpres berjalan satu putaran.

Disis lain lonjakan investasi bakal menguntungkan para pemain kawasan industri (KI). Atas dasar ini, CLSA menyukai PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) yang mengembangkan KI di Subang, Jabar. Ketua UmumAsosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani pada Rabu (13/3) optimis target tahun ini Rp 1.600 triliun bisa tercapai, syaratnya kebijakan transformasi structural terhadap iklim usaha / investasi harus bisa ditingkatkan secara konsisten di lapangan. (Yetede)

Saham Emiten Kakap Berjaya, IHSG Menguat

KT3 14 Mar 2024 Kompas

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG sempat menembus rekor tertinggi di posisi 7.435 pada Rabu (13/3). IHSG diprediksi masih dapat mencetak rekor baru sepanjang Ramadhan karena faktor perekonomian eksternal ataupun internal. IHSG naik 0,7 % pada waktu pembukaan perdagangan pukul 09.00 per Rabu dibanding posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya, Jumat (8/3). Hingga penutupan perdagangan pada Rabu, IHSG tumbuh 0,53 % ke level 7.421. ”Hari ini kenaikan memang didominasi saham-saham big cap (berkapitalisasi besar),” kata Senior Economist Mirae Asset Sekuritas Rully Wisnubroto, saat dihubungi di Jakarta, Rabu (13/3). Menghijaunya IHSG hari ini, menurut Rully, tidak spesifik terjadi di sektor tertentu, tetapi ditopang saham-saham berkapitalisasi besar tertentu. Mengutip platform RTI Business, kenaikan harga sampai penutupan bursa hari ini dialami 208 emiten.

Adapun 334 emiten mengalami penurunan harga dan 233 emiten lain stagnan harga sahamnya. Rully mencatat, beberapa saham berkapitalisasi besar menunjang IHSG hari ini antara lain PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Telkom Indonesia Persero Tbk (TLKM), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Di luar ekspektasi, harga saham berkapitalisasi besar, seperti PT GoTo Gojek Tokopedia (GO-TO) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), justru turun. Penguatan saham-saham saat ini dipengaruhi sejumlah faktor. Dari eksternal, ada pergerakan positif bursa saham global, Selasa (12/3). Ini terutama terjadi pada pasar saham AS dengan S&P500 juga terus menunjukkan tren positif. Ada pula faktor stabilnya nilai tukar rupiah terhadap USD yang pada Rabu (13/4) cenderung menguat 0,4 % ke Rp 15.590. (Yoga)

Berkah dari Murahnya Gandum

HR1 09 Mar 2024 Kontan
Potensi pasokan gandum global yang berlebih menyebabkan harga komoditas ini anjlok. Harga gandum berjangka untuk kontrak Mei 2024 di Chicago Board of Trade (CBOT) pada Jumat (8/3) tercatat  US$ 5,34 per gantang (3,12 kg). Satu pekan terakhir, harga gandum tersebut terpangkas 5,32%. Sedangkan secara year to date, harga gandum itu sudah turun 16,5%. 

Research Analyst Phintraco Sekuritas, Arsita Budi Rizqi melihat, penurunan harga gandum karena peningkatan produksi gandum global di sejumlah negara penghasil gandum terbesar. Ini bisa menekan harga gandum secara signifikan. Sentimen lain adalah importir gandum besar yakni negara-negara Eropa dan Aljazair membeli 870.000 – 900.000 metrik ton gandum giling pada tender internasional Selasa (5/3). Harganya amat miring, yakni US$ 228 per ton. Padahal di Januari, harga gandum masih US$ 265,5 per ton.  Asal gandum dari wilayah Laut Hitam termasuk Rusia. 

Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Ayu Dian pun menilai penurunan harga gandum ini jelas bisa memperbaki kinerja para emiten seperti ICBP dan INDF. Terlebih harga gandum dinilai masih melanjutkan tren pelemahannya. Alhasil, secara teknikal Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana merekomendasikan wait and see terhadap saham INDF. Support-nya di Rp 6.300 dan resistance  di Rp 6.475. 

IHSG Sentuh Rekor Baru

HR1 09 Mar 2024 Bisnis Indonesia

Sejumlah sentimen positif yang datang dari dalam negeri maupun mancanegara pada pekan ini mendorong kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga mencapai puncak tertinggi pada sesi pertama perdagangan kemarin, yaitu di level 7.411. Meski turun dari pencapaian tertingginya, IHSG masih ditutup menguat tipis pada perdagangan Jumat (3/8), yaitu ke level 7.381 dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya. Bila dilihat sepekan, indeks sudah tumbuh 0,77% dari 7.325 pada pembukaan perdagangan Senin (4/3). Beberapa katalis positif yang mendorong kinerja indeks di antaranya adalah rapor kinerja keuangan sejumlah emiten yang melebihi perkiraan sejumlah analis dan mendorong optimisme tinggi para pemilik dana. Dividen yang menjadi buruan pun turut mendongkrak perdagangan, terlihat dari kenaikan saham sejumlah emiten yang telah mengumumkan besaran yang akan dibagikan. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) misalnya, memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp353,95 per saham. Keputusan yang ditetapkan pada Kamis (7/3) tersebut mendorong harga saham hingga ditutup naik pada perdagangan kemarin ke level Rp7.125, bertambah Rp25 dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya. Hal serupa dialami oleh bank BUMN lainnya seperti Bank BNI (BBNI) yang akan membagikan dividen sebesar Rp280,49 per saham. Selain saham berkinerja ciamik, saham yang terdampak kenaikan harga komoditas pun ikut terdongkrak naik seperti Timah (TINS) yang naik Rp125 ke Rp730 karena tersengat harga timah global. Kabar baik dari mancanegara yang ikut menguatkan kepercayaan para investor di pasar saham adalah pernyataan yang disampaikan oleh Ketua The Fed Jerome Powell yang akan menurunkan suku bunga acuannya tahun ini, meski belum menyebutkan tenggat waktu pelaksanaannya. Indeks Nikkei ditutup naik 0,23% menjadi 39.688 pada perdagangan Kamis (8/3) dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga yang diperkirakan akan membaik. Indeks Hang Seng pun ditutup menguat 0,76% ke 16.353 karena optimisme ekonomi China dan Amerika Serikat. Pelaksanaan pemilu yang relatif stabil diikuti dengan mulai membaiknya ekonomi sejumlah negara diharapkan menjadi pemacu gerak indeks harga saham gabungan. Meski demikian, kami mengharapkan indeks tumbuh berkualitas dengan kehadiran emiten yang kuat secara fundamental dan investor memiliki pengetahuan cukup untuk produk-produk pasar modal.

KINERJA SOLID PASAR SAHAM

HR1 08 Mar 2024 Bisnis Indonesia (H)

Sinyal penurunan suku bunga acuan The Fed dan pengumuman dividen sejumlah emiten mendorong penguatan indeks harga saham gabungan sepanjang akhir pekan ini. Pasar saham diyakini masih memiliki daya tarik yang kuat di tengah aksi wait and see para pemilik modal. Bisnis mencatat, indeks harga saham gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan kemarin, Jumat, (8/3) ditutup menguat 0,11% ke 7.381,9. IHSG pada sesi perdagangan pertama kemarin, sempat menyentuh rekor terbaru di level 7.416,43. Penguatan IHSG, dikerek oleh sejumlah saham berkapitalisasi jumbo yang didominasi oleh sektor perbankan. Harga saham dengan kenaikan tertinggi ditempati oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), diikuti oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). 

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai penurunan suku bunga The Fed bakal berpengaruh positif terhadap pasar saham di Tanah Air. Senada, Head of Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi mengungkapkan, berdasarkan CME Fed Watchtools, probabilitas terjadinya pemangkasan suku bunga The Fed pada Juni 2024 mencapai 60,2%. Oktavianus menyatakan sejumlah bank jumbo seperti BBRI, BBNI, dan BMRI telah mengumumkan porsi pembagian dividen yang berasal dari tahun buku 2023. Dalam waktu dekat, bakal menyusul, BBCA yang dijadwalkan mengumumkan pembagian dividen melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada pekan depan. 

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) Irvan Susandy mengatakan bahwa meski terjadi penguatan saham, investor masih dalam posisi menunggu hasil pemilihan umum versi resmi Komisi Pemilihan Umum. Aksi tunggu ini terlihat dari nilai rata-rata transaksi harian yang masih di bawah target. Adapun, Pengamat Pasar Keuangan dan Komoditas Ariston Tjendra menuturkan bahwa pergerakan harga emas nasional turut mencerminkan arah kebijakan suku bunga global dan efek rambatannya ke koreksi dolar AS.

KINERJA SOLID PASAR SAHAM

HR1 08 Mar 2024 Bisnis Indonesia (H)

Sinyal penurunan suku bunga acuan The Fed dan pengumuman dividen sejumlah emiten mendorong penguatan indeks harga saham gabungan sepanjang akhir pekan ini. Pasar saham diyakini masih memiliki daya tarik yang kuat di tengah aksi wait and see para pemilik modal. Bisnis mencatat, indeks harga saham gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan kemarin, Jumat, (8/3) ditutup menguat 0,11% ke 7.381,9. IHSG pada sesi perdagangan pertama kemarin, sempat menyentuh rekor terbaru di level 7.416,43. Penguatan IHSG, dikerek oleh sejumlah saham berkapitalisasi jumbo yang didominasi oleh sektor perbankan. Harga saham dengan kenaikan tertinggi ditempati oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), diikuti oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA).  Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai penurunan suku bunga The Fed bakal berpengaruh positif terhadap pasar saham di Tanah Air. Menurutnya, kebijakan pelonggaran moneter di Negara Paman Sam berpeluang terjadi pada Juni, September, dan Desember sesuai rilis dot plot terbaru dari para pelaku pasar. Hal ini berpeluang mendorong kinerja IHSG tetap berada pada kinerja positif hingga akhir tahun. Senada, Head of Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi mengungkapkan, berdasarkan CME Fed Watchtools, probabilitas terjadinya pemangkasan suku bunga The Fed pada Juni 2024 mencapai 60,2%. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) Irvan Susandy mengatakan bahwa meski terjadi penguatan saham, investor masih dalam posisi menunggu hasil pemilihan umum versi resmi Komisi Pemilihan Umum. Aksi tunggu ini terlihat dari nilai rata-rata transaksi harian yang masih di bawah target. Adapun, Pengamat Pasar Keuangan dan Komoditas Ariston Tjendra menuturkan bahwa pergerakan harga emas nasional turut mencerminkan arah kebijakan suku bunga global dan efek rambatannya ke koreksi dolar AS. Kondisi ini menjadi momen bagi investor emas untuk mengambil untung pada harga emas yang lebih tinggi.

Memetik Buah Manis Hasil AKuisisi

HR1 07 Mar 2024 Kontan
KInerja PT Dayamita Telekomunikasi Tbk (MTEL) diprediksi tumbuh positif tahun ini. Hal ini seiring aksi dari emiten menara telekomunikasi ini. Analis MNC Sekuritas, Vera menyampaikan, MTEL sudah melakukan akuisisi di November 2023. Emiten ini mengakuisisi 803 unit menara milik PT  Gametraco Tunggal senilai Rp 1,75 triliun. Hampir 70% menara berada di luar Jawa. Alhasil, MTEL mendapat tambahan 1.327 penyewa. "Kami memperkirakan, rasio kolokasi secara keseluruhan MTEL akan meningkat menjadi 1,51 kali di tahun 2023 dan 1,55 kali tahun ini. Lantas portofolio menara MTEL ada 15.746 menara (41,55%) di Jawa dan 22.148 menara (58,45%)  di luar Jawa," kata Vera dalam risetnya tanggal 16 Februari 2024. Kepemilikan menara telekomunikasi di luar Jawa, menurut Vera, menjadi salah satu katalis positif. Ini bisa menjadi pusat pertumbuhan pelanggan menara baru MTEL. Dengan aksi itu, Vera meramal pendapatan MTEL akan tumbuh 11,4% secara year on year (yoy) di akhir tahun ini. Sedangkan di periode 2023, pertumbuhan pendapatan emiten ini, sesuai proyeksi manajemen MTEL adalah 9,9% secara tahunan. Adapun segmen penyewaan menara masih memberi kontribusi utama. Yakni bisa berkontribusi 84% dari total pendapatan MTEL. 

Sementara itu, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas memprediksi, prospek kinerja MTEL cukup bagus ke depan. Ini ditunjang pertumbuhan pengguna internet dan 5G di Indonesia. Namun, dia nilai masih terdapat sejumlah tantangan pada bisnis MTEL. Yakni persaingan yang ketat dan ketergantungan pemain menara kepada operator telekomunikasi. Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo, Maximilianus Nico Demus juga memprediksi, kinerja MTEL bertumbuh positif di tahun ini. Proyeksi ini seiring dengan penambahan secara organik portofolio menara dan serat optik di akhir November 2023. Selain itu, adanya peningkatan portofolio menara MTEL, sebut Nico, juga semakin memperkuat posisi MTEL sebagai pemilik menara terbanyak di Asia Tenggara dan di Indonesia. Hitungannya MTEL total mempunyai 37.894 menara hingga akhir tahun 2023. Di sisi lain, NIco mengatakan, pendapatan terbesar MTEL didominasi perusahaan afiliasi. Dus secara kinerja MTEL akan lebih terkendali dibandingkan kompetitornya.

Emiten Ritel Jaring Berkah Hari Raya

HR1 07 Mar 2024 Kontan
Emiten ritel masih bisa mendongkrak kinerja di momentum Ramadan dan Lebaran. Momen tersebut biasanya menjadi katalis positif bagi peritel. Head of Corporate Communications PT ACE Hardware Indonesia Tbk (ACES) Melinda Pudjo memastikan, ACES berupaya menyediakan beberapa produk relevan untuk kebutuhan Ramadan dan Lebaran. Biasanya di periode itu publik kerap mempercantik tampilan hunian. Pada Januari kemarin, ACES mencatatkan kenaikan same-store sales growth (SSSG) 5,6% menjadi Rp 664 miliar. Di periode serupa 2023 kenaikannya hanya 2%. Melinda belum menyebutkan pertumbuhan penjualan di setiap gerai ACES pada Februari 2024. Namun, ACES meyakini, nilai penjualan gerai di Februari 2024 lebih positif dari Februari 2023 yang tercatat 3,1%. Untuk mengoptimalkan kinerja, ACES pun membuka dua gerai lagi. Yakni di The Park Pejaten, Jakarta dan Banyuwangi, Jawa Timur. Dan Maret ini, ACES bersiap membuka gerai  di Living World Kota Wisata, Cibubur serta Garut, Jawa Barat.  

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus melihat, sektor ritel masih mengalami sentimen positif akibat tingginya daya beli dan konsumsi masyarakat. Research Analyst Phintraco Sekuritas, Aditya Prayoga melihat, sentimen yang akan mendorong kinerja sektor ritel adalah optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi di tahun ini yang  berada di rentan 5% serta inflasi yang terjaga. Selain itu, keberadaan teknologi juga bisa meningkatkan penjualan dan efisiensi bisnis peritel. 

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Abyan Habib Yuntoharjo menjelaskan, emiten ritel menunjukan kinerja yang beragam. Ini sesuai dengan segmen pasar yang mereka layani. Menurutnya, emiten ritel yang melayani masyarakat segmen menengah atas relatif lebih tahan terhadap kondisi ekonomi saat ini. Nico menuturkan, sejumlah emiten ritel yang dapat diperhatikan adalah ACES, MIDI, ERAA, MAPI, LPPF, MAPA, dan AMRT. Abyan pun merekomendasikan trading buy untuk ACES dan MAPI dengan target harga masing-masing Rp 950 per saham dan sebesar  Rp 2.250 per saham. Sedangkan Pengamat Pasar Modal sekaligus pendiri dari H Project, William Hartanto memberikan rekomendasi wait and see untuk saham RALS dan LPPF. Targett harganya  masing-masing adalah di posisi Rp 515 per saham dan Rp 1.745 per saham.

Perkasa di Zona Hijau, IHSG Isyaratkan Reli Lanjutan

KT1 07 Mar 2024 Investor Daily (H)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berada di zona hijau sepanjang  perdagangan Rabu (6/3/2024), dan ditutup menguat 82,34 poin (+1,14%) ke posisi  7.329 IHSG masih berpotensi melanjutkan langkah positif ke depannya sejalan dengan kebijakan The Fed yang diperkirakan lebih dovis. "Secara teknikal, terbentuknya White Marubozu menjadi sinyal rebound lanjutan. Hal tersebut sejalan dengan golden cross pada Stochastic RSI di oversold area seiring dengan MACD yang mengalami penyempitan negative slape. IHSG diperkirakan melanjutkan penguatannya di area 7.350-7.370 pada kamis," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya. Phintraco menyebutkan  IHSG masih akan mendapat sentimen positif dari global. Hal ini sejalan dengan keyakinan  investor terkait risalah  pidato ketua The Fed Joreme Powell yan akan lebih dovish. (Yetede)

Mengail Momentum Rebound Saham EBT

HR1 05 Mar 2024 Kontan
Saham emiten yang bergelut di bisnis energi hijau bisa menjadi alternatif saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah. Investor bisa menimbang saham Energi Baru & Terbarukan (EBT) yang punya prospek jangka panjang untuk diversifikasi. Belakangan ini, saham-saham saham emiten EBT melaju. Contohnya PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) yang masuk ke jajaran top gainers mingguan dengan lonjakan harga 32,97%. Saham emiten dengan market caps paling jumbo di segmen ini, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga kembali melejit. Saham emiten listrik hijau lain seperti PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dan PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) turut melaju di zona hijau. Head of Research Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya menyoroti mayoritas portofolio proyek emiten EBT ada dalam prospek jangka panjang. Dengan karakteristik tersebut, saham perusahaan listrik hijau ini dapat menjadi alternatif sebagai diversifikasi keranjang investasi. Analis Stocknow.id Abdul Haq Alfaruqy mengingatkan pelaku pasar tetap selektif jika ingin memanfaatkan momentum, karena belum ada sentimen signifikan yang bisa mendongkrak saham EBT dalam jangka panjang. Alfaruqy juga menyoroti PGEO yang sudah merilis kinerja keuangan tahun buku 2023. Sepanjang tahun lalu PGEO membukukan pendapatan US$ 406,28 juta, tumbuh 5,23% secara tahunan (yoy). Lalu, laba bersih PGEO naik 28,46% menjadi US$ 163,59 juta.Hasil positif ini mendorong espektasi pelaku pasar terhadap saham energi panas bumi seperti PGEO dan BREN. Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Ayu Dian menambahkan, prospek emiten EBT didorong ekspansi yang gencar dilakukan untuk membangun atau mengakuisisi proyek pembangkit listrik energi hijau demi mengerek kapasitas produksi.