Memetik Buah Manis Hasil AKuisisi
KInerja PT Dayamita Telekomunikasi Tbk (MTEL) diprediksi tumbuh positif tahun ini. Hal ini seiring aksi dari emiten menara telekomunikasi ini. Analis MNC Sekuritas, Vera menyampaikan, MTEL sudah melakukan akuisisi di November 2023. Emiten ini mengakuisisi 803 unit menara milik PT Gametraco Tunggal senilai Rp 1,75 triliun. Hampir 70% menara berada di luar Jawa. Alhasil, MTEL mendapat tambahan 1.327 penyewa. "Kami memperkirakan, rasio kolokasi secara keseluruhan MTEL akan meningkat menjadi 1,51 kali di tahun 2023 dan 1,55 kali tahun ini. Lantas portofolio menara MTEL ada 15.746 menara (41,55%) di Jawa dan 22.148 menara (58,45%) di luar Jawa," kata Vera dalam risetnya tanggal 16 Februari 2024. Kepemilikan menara telekomunikasi di luar Jawa, menurut Vera, menjadi salah satu katalis positif. Ini bisa menjadi pusat pertumbuhan pelanggan menara baru MTEL. Dengan aksi itu, Vera meramal pendapatan MTEL akan tumbuh 11,4% secara year on year (yoy) di akhir tahun ini. Sedangkan di periode 2023, pertumbuhan pendapatan emiten ini, sesuai proyeksi manajemen MTEL adalah 9,9% secara tahunan. Adapun segmen penyewaan menara masih memberi kontribusi utama. Yakni bisa berkontribusi 84% dari total pendapatan MTEL.
Sementara itu, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas memprediksi, prospek kinerja MTEL cukup bagus ke depan. Ini ditunjang pertumbuhan pengguna internet dan 5G di Indonesia. Namun, dia nilai masih terdapat sejumlah tantangan pada bisnis MTEL. Yakni persaingan yang ketat dan ketergantungan pemain menara kepada operator telekomunikasi. Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo, Maximilianus Nico Demus juga memprediksi, kinerja MTEL bertumbuh positif di tahun ini. Proyeksi ini seiring dengan penambahan secara organik portofolio menara dan serat optik di akhir November 2023. Selain itu, adanya peningkatan portofolio menara MTEL, sebut Nico, juga semakin memperkuat posisi MTEL sebagai pemilik menara terbanyak di Asia Tenggara dan di Indonesia. Hitungannya MTEL total mempunyai 37.894 menara hingga akhir tahun 2023. Di sisi lain, NIco mengatakan, pendapatan terbesar MTEL didominasi perusahaan afiliasi. Dus secara kinerja MTEL akan lebih terkendali dibandingkan kompetitornya.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023