Emiten Ritel Jaring Berkah Hari Raya
Emiten ritel masih bisa mendongkrak kinerja di momentum Ramadan dan Lebaran. Momen tersebut biasanya menjadi katalis positif bagi peritel. Head of Corporate Communications PT ACE Hardware Indonesia Tbk (ACES) Melinda Pudjo memastikan, ACES berupaya menyediakan beberapa produk relevan untuk kebutuhan Ramadan dan Lebaran. Biasanya di periode itu publik kerap mempercantik tampilan hunian. Pada Januari kemarin, ACES mencatatkan kenaikan same-store sales growth (SSSG) 5,6% menjadi Rp 664 miliar. Di periode serupa 2023 kenaikannya hanya 2%. Melinda belum menyebutkan pertumbuhan penjualan di setiap gerai ACES pada Februari 2024. Namun, ACES meyakini, nilai penjualan gerai di Februari 2024 lebih positif dari Februari 2023 yang tercatat 3,1%. Untuk mengoptimalkan kinerja, ACES pun membuka dua gerai lagi. Yakni di The Park Pejaten, Jakarta dan Banyuwangi, Jawa Timur. Dan Maret ini, ACES bersiap membuka gerai di Living World Kota Wisata, Cibubur serta Garut, Jawa Barat.
Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus melihat, sektor ritel masih mengalami sentimen positif akibat tingginya daya beli dan konsumsi masyarakat. Research Analyst Phintraco Sekuritas, Aditya Prayoga melihat, sentimen yang akan mendorong kinerja sektor ritel adalah optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi di tahun ini yang berada di rentan 5% serta inflasi yang terjaga. Selain itu, keberadaan teknologi juga bisa meningkatkan penjualan dan efisiensi bisnis peritel.
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Abyan Habib Yuntoharjo menjelaskan, emiten ritel menunjukan kinerja yang beragam. Ini sesuai dengan segmen pasar yang mereka layani. Menurutnya, emiten ritel yang melayani masyarakat segmen menengah atas relatif lebih tahan terhadap kondisi ekonomi saat ini. Nico menuturkan, sejumlah emiten ritel yang dapat diperhatikan adalah ACES, MIDI, ERAA, MAPI, LPPF, MAPA, dan AMRT. Abyan pun merekomendasikan trading buy untuk ACES dan MAPI dengan target harga masing-masing Rp 950 per saham dan sebesar Rp 2.250 per saham. Sedangkan Pengamat Pasar Modal sekaligus pendiri dari H Project, William Hartanto memberikan rekomendasi wait and see untuk saham RALS dan LPPF. Targett harganya masing-masing adalah di posisi Rp 515 per saham dan Rp 1.745 per saham.
Postingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
30 Jun 2025
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
24 Jun 2025
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
24 Jun 2025
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
23 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023