;
Tags

Saham

( 1722 )

Menanti Tuah Maraknya, Aksi Korporasi di BUMN

HR1 28 Feb 2024 Kontan (H)

Barisan saham emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) layak menjadi perhatian pelaku pasar. Selain getol menggelar aksi korporasi dan restrukturisasi, sejumlah katalis mengiringi emiten pelat merah tersebut. Aksi terbaru, Mining Industri Indonesia (Mind ID) resmi mengakuisisi 14% saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Langkah ini menambah kepemilikan holding tambang BUMN tersebut dari sebelumnya 20% menjadi 34% atas saham INCO. Pasar merespons aksi ini. Saham INCO melonjak 3,92% ke level Rp 3.980 pada Selasa (27/2). Tapi saham emiten tambang anggota Mind ID, yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), justru melorot 2,31% ke Rp 1.480. Research Analyst Phintraco Sekuritas, Nurwachidah menjelaskan, akuisisi saham INCO oleh Mind ID tidak banyak berpengaruh signifikan bagi emiten tambang BUMN. Selain akuisisi, Associate Director Jasa Utama Capital Sekuritas, Hadrian Maynard juga menyoroti aksi BUMN lain yakni restrukturisasi utang pada sejumlah emiten pelat merah. Investment Consultant Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada sepakat, butuh waktu sebagai pembuktian, sejauh mana restrukturisasi tersebut bisa menyehatkan fundamental dan kinerja keuangan emiten. Hadrian turut melirik saham bank BUMN yang menunjukkan ketahanan dan potensi pertumbuhan yang signifikan. Terlebih sebentar lagi memasuki musim pembagian dividen yang bisa menambah daya tarik pelaku pasar terhadap saham perbankan. Sentimen itu akan menjadi katalis positif pendongkrak emiten terkait infrastruktur seperti PT PP Tbk (PTPP), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). Masih dari sektor infrastruktur, analis Stocknow.id, Muhammad Thoriq Fadilla menilai, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) akan mendapatkan momentum yang menarik menjelang musim mudik Idul Fitri. Dus, Thoriq menilai JSMR layak koleksi dengan target harga Rp 5.800.

Astra Bakal Tebar Dividen Jumbo Rp 21 Triliun

KT1 28 Feb 2024 Investor Daily (H)
PT Astra Tbk (ASII) akan mengusulkan pembagian dividen total sebesar  Rp 519 per saham untuk tahun buku 2023 dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) April mendatang, seiring pencapaian kerja yang gemilang sepanjang tahun lalu. Dividen senilai Rp 21 triliun atau 62% dari total laba bersih tersebut akan dibagikan kepada pemegang 40,48 miliar saham Astra International. "Usulan direksi atas dividen final tersebut didasarkan pada kinerja yang sangat baik dan harga batu bara yang masih tinggi pada paruh pertama tahun 2023, yang mencerminkan pemulihan terus berlanjut pascapandemi, yang memungkinkan perseroan untuk mengembalikan sebagian  excess capital kepada pemegang saham," kata Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro dalam keterangan resminya, Selasa (27/2/2023). (Yetede)

Usaha BUMN Karya Kurangi Beban Utang

HR1 27 Feb 2024 Kontan

Sejumlah emiten saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya tengah berupaya memperbaiki kinerja keuangan. Caranya, lewat restrukturisasi utang untuk melancarkan arus kas. Teranyar, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) baru menggelar empat rapat umum pemegang obligasi (RUPO) pada 21-22 Februari 2024. Hasil RUPO itu menyetujui perpanjangan tanggal jatuh tempo dan besaran bunga utang, serta mekanisme pembayaran bunga untuk tiga obligasi yang diterbitkan WSKT. Yaitu, Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2018, Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2020, dan Obligasi Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2018. Sementara, peserta RUPO Obligasi PUB III Tahap IV Tahun 2019 tidak menyetujui usulan WSKT. Maka WSKT berencana menggelar kembali RUPO untuk Obligasi PUB III Tahap IV Tahun 2019 pada 22 Maret 2024. Waskita menargetkan restrukturisasi utang akan efektif pada akhir kuartal I 2024 ini. Manajemen WSKT pun berupaya merealisasikan master restructuring agreement (MRA) dengan 21 kreditur. Namun, skemanya belum diketahui. "Diterimanya usulan restrukturisasi dalam RUPO diharapkan bisa membuat WSKT melakukan settlement atas suspensi saham perseroan," ujar Wiwi Suprihatno, Direktur Keuangan WSKT kepada KONTAN, Senin (26/2). Selain WSKT, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan 11 lembaga keuangan juga sudah menyepakati MRA dengan nilai outstanding Rp 20,58 triliun. Nilai ini setara 87,1% dari jumlah utang yang direstrukturisasi per 23 Januari 2024. "Kami konsisten membayar kupon obligasi dan sukuk yang sudah jatuh tempo," kata Mahendra Vijaya, Sekretaris Perusahaan WIKA kepada KONTAN, Senin (26/2). Sementara PT PP Tbk (PTPP) memilih mendivestasikan aset. Sekretaris Perusahaan PTPP Bakhtiyar Efendi menyatakan, PTPP berupaya menurunkan utang melalui divestasi aset senilai Rp 3 triliun di tahun ini. Divestasi dilakukan terhadap aset properti, pabrik precast, peralatan dan saham sejumlah cucu usaha. Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy melihat, masih susah memprediksi apakah langkah restrukturisasi BUMN karya, khususnya WSKT, bisa memperbaiki kinerjanya. Sebab sulit mengukur kekuatan dan kemampuan WSKT dalam membayar utangnya tersebut. Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas menilai, kemampuan keuangan masing-masing emiten BUMN Karya dalam membayar utangnya berbeda-beda. Ia melihat, rasio utang ADHI lebih kecil dari WIKA. Rasio utang WIKA pun lebih kecil dari WSKT.

Membidik Incaran Saat Pasar Sedang Goyang

HR1 27 Feb 2024 Kontan

Barisan saham lapis kedua dan lapis ketiga kembali unjuk gigi saat saham blue chip melandai. Ini sejalan dengan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sudah berlangsung dalam empat hari perdagangan beruntun. Mengawali pekan ini, IHSG merosot 0,15% ke posisi 7.283,82 pada Senin (26/2). Situasi ini seiring arus dana investor asing yang sejak beberapa hari sebelumnya mulai berbalik melakukan aksi jual. Pada perdagangan Senin, terjadi net foreign sell sebesar Rp 846,23 miliar. Analis Kanaka Hita Solvera Daniel Agustinus mengamati pelemahan IHSG beberapa hari terakhir terseret aksi profit taking pada saham blue chip, terutama saham perbankan yang sebelumnya sudah naik cukup signifikan. Meski begitu, Daniel melihat kondisi ini masih tergolong koreksi wajar. Analis Stocknow.id Emil Fajrizki mengamini, situasi sekarang masih bersifat koreksi wajar dengan indikasi terjadi jenuh beli pada saham keping biru. Sementara dari sisi teknikal Founder WH-Project William Hartanto menimpali, koreksi IHSG juga menjadi bagian dari pengujian support 7.300. Ia memprediksi uji support tersebut akan berlangsung hingga pergantian bulan di akhir pekan ini. Daniel menambahkan, lompatan pada saham lapis kedua dan lapis ketiga terjadi setelah momentum naik saham blue chip. Apalagi, investor cenderung dalam posisi wait and see menanti katalis penggerak pasar berikutnya, seperti kelanjutan musim rilis laporan keuangan dan pengumuman pembagian dividen. Momentum Ramadan, imbuh Emil, bakal membawa katalis penting yang bisa mendongkrak sejumlah saham lapis kedua. Secara historis, pasar juga merespons positif dengan kecenderungan penguatan IHSG pada awal bulan Ramadan. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas sepakat, harus tetap selektif memilah saham lapis kedua dan lapis ketiga. Dengan estimasi koreksi IHSG yang hanya sementara, saham lapis pertama sebenarnya masih layak menjadi prioritas, dengan mencermati saham blue chip yang penurunannya sudah terbatas. Namun sebagai alternatif, bisa melirik saham-saham lapis kedua dan ketiga dengan tetap mencermati faktor fundamental, prospek bisnis, valuasi serta sinyal teknikalnya. Pelaku pasar bisa mempertimbangkan saham di indeks SMC Liquid seperti ERAA, JSMR dan JPFA.

IHSG Cenderung Menguat, Pemodal Cermati Data Global

KT1 26 Feb 2024 Investor Daily (H)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat (mixed to higher) pada pekan terakhir Februari 2024. Pergerakan indeks  akan cenderung dipengaruhi sentimen dari pasar global, dimana beberapa data ekonomi AS dan Eropa bakal dirilis pekan ini. "IHSG masih relatively mixed to higher dengan kisaran pergerakan disupport 7.267-7.235 dan resistance 7.307-7.371," kata Senior Investment Information-Retail Business Mirea Asset Sekuritas Muhammad Mafan Aji Gusta Utama kepada Investor Daily, Minggu (25/2/2024). Sepanjang pekan lalu, IHSG naik 0,55% ke posisi 7.295. Nafan mengatakan, IHSG secara teknikal masih bertahan di atas MA20 dan minor uptrend, sehingga IHSG masih menyimpan potensi penguatan. (Yetede)

Saham Perbankan Seret Turun IHSG

KT1 24 Feb 2024 Investor Daily (H)
Aksi ambil untung (profit taking) yang melanda  saham perbankan ditengarai menjadi salah satu penyebab koreksi indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga 44,54 poin (0,61%) ke posisi 7.295 pada Jumat (23//3/2024). Koreksi IHSG disertai aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp1,05 triliun. Head of investmen PT Reswara Gian Investa Kiswoyo Adi Joe mengatakan, net sell asing banyak  terjadi si sektor perbankan, yang membuat saham banking terkoreksi pada perdagangan di akhir pekan ini. "Asing dominan ke banking karena likuiditas yang paling besar di saham-saham itu. Laba bersih paling besar  dan laporan keuangan yang bagus-bagus juga ada di emiten perbankan," ujar dia. Berdasarakan data RTI, saham BBRI terkoreksi 125 poin (2%) ke posisi Rp 6.125 pada penutupan perdagangan Jumat (23/2/2024). Disusul BBNI yang melemah 50 poin (0,84%) ke posisi Rp5.900, BBCA turun 50 poin (0,51%) ke Rp9.825, BMRI terkoreksi 50 poin (0,7%) ke Rp 7.050, dan BBTN turun 25 poin (1,68%) ke 1.460. (Yetede)

Peter Sondakh Lepas 83% Saham di Fortune Indonesia

KT1 23 Feb 2024 Investor Daily (H)
Rajawali Group, kelompok usaha yang dikendalikan Peter Sondakh akan melepas kepemilikan mayoritas di PT Fortune  Indonesia Tbk (FORU) kepada perusahaan holding asal Singapura. Saat ini, PT Karya Citra Pertama  yang merupakan perusahaan  terafiliasi Rajawali Group tengah melakukan negosiasi dengan IMR Asia Holding Pte Ltd terkait penjualan 83% saham emiten jasa periklanan dan kehumasan tersebut. "Perseroan menerima pemberitahuan tertulis dari IMR Asia Holding Pte Ltd sehubungan dengan negosiasi  yang sedang berlangsung  atas rencana pengambialihan saham perseroan yang dimiliki oleh PT Karya Citra Prima yang saat ini merupakan pemegang saham pengendali perseroan," kata Sekretaris Perusahaan Fortune Indonesia Sari Dewi. Sari Dewi menegaskan, perseroan  akan senantiasa memperhatikan dan memenuhi ketentuan peraturan Otoritas Jasa Keuangan  khususnya peraturan nomor 31 tahun 2015 tentang Keterbukaan Atas Informasi atau Fakta  Material Oleh Emiten atau Perusahaan Publik dan Peraturan BEI khusus nomor I.E tahun 2021 tentang Kewajiban Penyampaian Informasi. (Yetede)

Duet Adik Bungsu Grup Bakrie Melaju

HR1 23 Feb 2024 Kontan
Barisan saham emiten terafiliasi Grup Bakrie menyala lagi. Motor penggeraknya dua emiten anyar, yakni PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) dan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII). VKTR ngebut dengan penguatan empat hari beruntun. Harga saham emiten di bisnis kendaraan listrik dan komponen suku cadang ini melejit 17,33% ke level Rp 176 per saham Kamis (22/2). Emiten bungsu dari Grup Bakrie, ALII juga melaju kencang dengan penguatan lima hari berturut-turut. Harga saham emiten jasa pengangkutan laut ini lanjut menguat 9,4% ke posisi Rp 815 per saham kemarin. Dibandingkan dengan harga penawaran saat initial public offering (IPO) 7 Februari 2024, harga ALII sudah melejit 199,63%. Saham-saham terafiliasi Grup Bakrie lain juga menyala pada perdagangan Kamis (22/2). Namun, momentum ini tak mampu membangunkan seluruh saham terafiliasi Grup Bakrie. Lantaran masih banyak saham yang berstatus saham gocap. Yaitu saham yang terjerat notasi khusus dari BEI. Seperti BTEL, VIVA, MDIA, ELTY dan  JGLE. Pendiri dan CEO Finvesol Consulting, Fendi Susiyanto mengamati, ada katalis bervariasi dalam lonjakan saham terafiliasi Grup Bakrie. Dia memandang kemenangan Prabowo - Gibran dalam hitung cepat Pemilihan Presiden (Pilpres) menjadi bagian dari sentimen positif Grup Bakrie. Hal ini lantaran sang pendiri Aburizal Bakrie menjadi salah satu pendukung pasangan capres-cawapres tersebut. Pengamat Pasar Modal & Pendiri WH-Project, William Hartanto menambahkan, pendongkrak saham VKTR juga datang dari kemitraan dengan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS).   Mereka berupaya  meningkatkan inovasi dan mempercepat adopsi kendaraan listrik komersial. Equity Sales Jasa Utama Capital Sekuritas, Alfredo Gusvirli menambahkan, untuk  ALII, terpapar sentimen positif sebagai saham yang baru IPO. Return-nya masih cukup signifikan. Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menyematkan trading buy ALII (support Rp 690, resistance Rp 865), BUMI (support Rp 85, resistance Rp 91) dan UNSP (support Rp 105, resistance Rp 110). 

Grahaprima Suksesmandiri Bidik Kenaikan Kinerja di 2024

HR1 23 Feb 2024 Kontan
PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA) atau GrahaTrans menargetkan pendapatan minimal  Rp 418 miliar dan laba bersih Rp 40 miliar sepanjang 2024. Sebagai gambaran, emiten logistik ini membukukan pendapatan Rp 238,73 miliar per September 2023. Pencapaian itu naik 53,01% secara tahunan. Di sisi bottom line, GTRA mencetak laba bersih senilai Rp 17,53 miliar. Direktur Keuangan Grahaprima Suksesmandiri, Yohana Puspita menjelaskan, pertumbuhan pendapatan atau omzet tahun ini bakal ditopang penambahan armada pada 2023. Ronny Senjaya, Direktur Utama Grahaprima Suksesmandiri menimpali, secara historis, GTRA melakukan penambahan truk rata-rata 200 unit setiap tahunnya. Tahun lalu, GTRA menambah 170 unit truk. Saat ini GTRA memiliki lebih dari 1.000 armada yang terdiri dari berbagai tipe. Sejalan dengan penambahan truk, GTRA dalam tahap proses pembangunan pool dan bengkel yang berlokasi di Delta Mas, Cikarang. Bangunan itu berdiri di atas tanah seluas 3 hektare. Ronny berharap, fasiitas tersebut bisa meningkatkan utilitas armada GTRA. Pada akhir perdagangan Kamis (22/2), harga saham GTRA melejit 8,55% ke Rp 127 per saham. Sebulan terakhir GTRA telah terjun 46,64%, sementara secara year to date (ytd) GTRA tergerus 60,80%. "Dalam satu, dua bulan terakhir ada penurunan saham. Kami dari manajemen fokus dari sisi kinerja, sedangkan pergerakan harga saham kami serahkan kepada mekanisme pasar," tuturnya. Secara teknikal, Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas bilang, pelemahan GTRA sudah terbatas. Rekomendasi jangka pendek add, support Rp 109, resistance di Rp 150. 

Harga Beras Melambung, Saham Emitennya Kian Membumbung

KT1 22 Feb 2024 Investor Daily (H)
Tren harga beras nasional yang terus meningkat, membawa berkah bagi saham emiten produsen beras seperti PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) dan PT Buyung Poetra Sembada, Tbk (HOKI). Harga beras medium saat ini sudah jauh melambung diatas harga eceran tertinggi (HET) Rp 10.900 per kg. Kenaikan harga bahan pokok itu sejalan dengan harga saham produsen beras yang juga telah melesat dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data RTI, saham NASI melesat hingga  10,14% dalam satu pekan terakhir  ke posisi Rp 76. Saham emiten beras  lainnya yakni HOKI juga menguat 6,4% dalam satu minggu terakhir ke level Rp183. Kalangan analis percaya, tren kenaikan tersebut masih akan  berlanjut dan membuka  peluang gain saham NASI dan HOKI. "Taget harga HOKI selanjutnya  berada di resistance Rp204, senada dengan kebutuhan pangan yang cenderung meningkat  mendekati bulan puasa. Sedangkan target harga NASI berpotensi menyentuh angka  Rp 86 dalam waktu dekat, karena terdapatnya akumulasi yang cukup kuat pada saham ini," kata Senior Vice Presiden Head of Retail Marketing & Product Development Division Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi. (Yetede)