Saham
( 1717 )Pasar Respons Positif Hasil Pemilu
Pemilu Menjadi Pintu Masuk Pulihnya Sektor Ritel
Adira Finance Incar Kredit Tumbuh 14%
IHSG Koreksi Wajar, Bakal Kembali Melesat Usai Pemilu
Menakar Efek Keperkasaan Tiktok
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tengah berupaya memperbaiki kinerja. Kolaborasi dengan Tiktok Shop diproyeksi bisa menjadi pendorong kinerja perusahaan teknologi ini. Sekretaris Perusahaan GoTo R. A. Koesoemohadiani menyampaikan, saat ini GOTO memiliki fundamental dan posisi keuangan yang semakin kuat. Ini sejalan dengan pencapaian GOTO dalam meraih EBITDA yang disesuaikan positif di kuartal IV-2023. Lebih lanjut, GOTO juga akan menerima pendapatan jasa e-commerce setiap kuartal dari PT Tokopedia usai bergabungnya Tiktok dan diharapkan dapat berkontribusi pada kinerja GOTO. Head Of Research Mega Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya melihat dampak kolaborasi GOTO dengan TiktopShop masih belum terlihat. Menurutnya, masih butuh waktu untuk melihat hasil dari kolaborasi tersebut. Karenanya, ia memproyeksikan kinerja GOTO masih akan mencatatkan rugi bersih, kendati akan ada progres perbaikan. Menurut Cheril, rugi bersih GOTO tahun ini masih dari persaingan yang masih ketat dan beban keuangan yang besar. Yang pasti, kolaborasi dengan Tiktok dinilai akan meningkatkan pendapatan perseroan dengan biaya promosi yang lebih efisien. Selain itu juga akan meningkatkan brand awareness GOTO.
Analis Kiwoom Sekuritas, Vicky Rosalinda juga berpandangan bahwa GOTO masih akan mencatatkan kinerja rugi bersih. Sebab ia menilai masih terdapat sejumlah sentimen negatif yang akan mempengaruhi kinerja perseroan. Nah, menurut Lead Investment Analyst Stockbit, Edi Chandren, apabila kabar merger GOTO dan Grab terealisasi berdampak positif terhadap profitabilitas bisnis on-demand services GOTO, Bisnis ini masih mencatatkan kerugian Rp 1,54 triliun per September 2023. Analis Mirae Asset Sekuritas, Christopher Rusli memaparkan, secara jangka panjang, melalui kemitraan dengan Tiktok, Tokopedia berpeluang menjadi pemimpin di industri e-commerce dan marketplace di Indonesia. Menurut Momentum Works, Tiktok Shop memiliki pangsa pasar 5% dari total GMV Indonesia pada tahun 2022. Shopee dan Tokopedia adalah pemimpin dengan masing-masing 36% dan 35%. Sekitar 125 juta pengguna aktif bulanan Tiktok di Indonesia merupakan target audiens yang berharga bagi Tokopedia dan GOTO untuk memanfaatkan berbagai produk dan layanan. Selain itu GoTo Financial, induk dari GoPay dan PT Bank Jago Tbk (ARTO) juga memiliki kesempatan untuk berkolaborasi dengan Tiktok.
Isu Global Berimbas ke Bahan Baku
Jababeka Membidik Lonjakan Marketing Sales di Tahun 2024
Asing Masih Pede Masuk ke Saham Lokal
Pemilu Damai Gairahkan Pasar Saham
Pelaksanaan pemlihan umum (Pemilu) tinggal beberapa hari lagi. Para analis pasar modal, pelaku usaha, dan para investor berharap pemilu berlangsung aman, damai, dan lancar, sehingga mampu menggairahkan pasar saham dan roda pereokonomian di dalam negeri. Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEI) diperkirakan bergerak konsolidatif dipekan pencoblosan pemilu 2024 ini. Pada pekan lalu, IHSG ditutup melemah 0,17% ke posisi 7.235,15 dengan LQ45 justru menguat 2,51 poin (0,26%) ke 983,14. Sebanyak 18,952 miliar saham diperdagangkan dengan nilai Rp 9,65 triliun, termasuk Rp 1,40 triliun di pasar negosiasi.
Tercatat, 203 saham menguat dan 316 saham terkoreksi, serta 246 stagnan. "Para investor lebih cenderung menghendaki adanya faktor terjaminnya stabilitas politik dan keamanan. Sebab jika hal itu tercipta maka stabilitas pertumbuhan ekonomi relatif bisa makin kuat dan makin solid karena didukung fundamental makro ekonomi domestik. Selama pemilu terlaksana dengan aman, damai, jujur, adil, dan berhasil, maka ini bisa memberikan katalis positif untuk menguatkan IHSG," kata Analis Senior Invesment Information Mirea Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta kepada Investor Daily. (Yetede)
Menimang Potensi Muka Baru LQ45
Pilihan Editor
-
Sanofi-GSK Siapkan Vaksin Covid-19 untuk 2021
16 Apr 2020 -
Erick Usul Jatah Dividen
14 Apr 2020 -
Kredit Investasi Bisa Jadi Masalah
09 Apr 2020









