;
Tags

Saham

( 1717 )

Pasar Respons Positif Hasil Pemilu

KT1 16 Feb 2024 Investor Daily (H)
Pelaksanaan pemilu pada Rabu (14/2/2024) yang berlangsung aman dan lancar, mendapat respon positif dari pasar. Hal ini terlihat dari penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) serta aliran modal asing  yang terjadi pada Kamis (15/2/2024). Penguatan tersebut juga terjadi seiring optimisme pelaku pasar usai hasil hitung cepat (quick count)  sejumlah lembaga survei yang mengunggulkan pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 93,54 poin atau  1,30% ke level 7.303,28. Dengan nilai transaksi Rp16,6 triliun. Hampir seluruh sektor saham  meningkat pada penutupan IHSG hari ini. Saham sektor barang baku naik tajam, karena melonjak 2,2%. Diikuti kenaikan sektor barang konsumsi primer 2,2%, sektor keuangan 1,6%, sektor infrastruktur 1,5%, dan sektor kesehatan 1,2%. Hanya sektor teknologi yang sedikit terpangkas 0,7%.

Pemilu Menjadi Pintu Masuk Pulihnya Sektor Ritel

HR1 16 Feb 2024 Kontan
Sentimen positif menaungi emiten sektor ritel di awal tahun 2024  Salah satunya adalah dari hajatan Pemilihan Umum (Pemilu). Investment Consultant Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada melihat, kinerja sektor ritel kurang lebih sama seperti sektor konsumer. Yakni sektor tersebut banyak terpengaruh dengan daya beli masyarakat. Saat ini, sektor ritel terlihat secara bertahap terus menunjukan pemulihan. Namun,  bisa jadi belum semua emiten ritel yang sudah pulih. Menurut dia, saat ini kenaikan kinerja berasal dari emiten ritel yang berhubungan dengan penjualan makanan minuman. Satu lagi,  emiten ritel yang menyasar kelas menengah-bawah. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta melihat, emiten ritel masih terus melakukan ekspansi bisnis hingga awal tahun 2024 ini. Secara historis, kinerja emiten ritel memang selalu naik di tahun-tahun pemilu. Hal itu akibat tingkat konsumsi selalu tercatat naik. Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Nicko Yosafat di risetnya akhir Januari 2024 lalu  mengutip Indef memperkirakan, ada aliran dana Rp 100 triliun selama 2024 akibat pemilu. Belum lagi belanja pemerintah di tahun pemilu ini yang mencapai Rp 60 triliun.

Adira Finance Incar Kredit Tumbuh 14%

HR1 14 Feb 2024 Kontan
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) menargetkan pembiayaan baru di tahun 2024 akan tumbuh 14% dari pencapaian 2023. Target tersebut mempertimbangkan proyeksi penjualan di industri otomotif yang diharapkan tetap tumbuh, di tengah sentimen pemilihan umum (Pemilu) 2024. "Target kami pembiayaan baru di tahun ini akan naik 12%-14%. Ini dengan catatan, ekonomi tumbuh 5% dan kondisi makro ekonomi aman," kata I Dewa Made Susila, Direktur Utama Adira Finance, Selasa (13/2). Di tahun lalu, Adira Finance telah berhasil membukukan kenaikan pembiayaan 31% secara tahunan menjadi Rp 41,6 triliun pada 2023. Ini artinya di tahun ini, Adira Finance bisa membukukan pembiayaan baru sebesar Rp 46,59 triliun-Rp 47,42 triliun. Sementara Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memprediksi penjualan sepeda motor baru akan mencapai 6,2 juta-6,5 juta unit. Selain itu, Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) memperkirakan pertumbuhan pembiayaan multifinance berkisar 12%-13%. Terakhir, Adira Finance akan memaksimalkan pendanaan. Terbaru, Adira Finance sudah mendapatkan komitmen funding sebesar US$ 300 juta. "Ini sudah kami siapkan untuk mengantisipasi pertumbuhan bisnis. Funding ini di luar pendanaan normal dan funding pertama kali setelah Covid-19. Terakhir funding pada 2019," kata Made

IHSG Koreksi Wajar, Bakal Kembali Melesat Usai Pemilu

KT1 14 Feb 2024 Investor Daily (H)
Indeks  Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi kembali gagah di zona hijau usai gelaran pemilihan umum. Kalangan analis menilai, pelemahan IHSG sebesar 87,93 poin (1,2%) ke posisi 7.209 perdagangan kemarin merupakan  koreksi wajar dan hanya bersifat sementara. Senior Invesment Information Mirea Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, pelaku pasar tentunya sedang mencermati  hasil dari pemilu yang sedang berlangsung pada rabu (14/2/2024), berikut dengan teknis pemilu yang diharapkan berjalan jujur. "Lantaran apabila berjalan dengan tidak jujur, berpotensi terjadi sengketa pemilu dan akan membuat situasi pereokonomian tidak kondusif," ujar dia kepada Investor Daily. Selain soal pemilu dari dalam negeri, investor menantikan data makroekonomi berupa neraca perdagangan  yang diproyeksikan kembali melanjutkan surplus selama 45 bulan berturut-turut. Sedangkan dari global, pelaku pasar menantikan rilis data US Consumer Price Index yang diproyeksikan bakal dikisaran 2% dan memicu The Fed untuk menerapkan kebijakan yang mendukung dovish agar mempercepat perluasan policy keuangan. (Yetede)

Menakar Efek Keperkasaan Tiktok

HR1 14 Feb 2024 Kontan

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tengah berupaya memperbaiki kinerja. Kolaborasi dengan Tiktok Shop diproyeksi bisa menjadi pendorong kinerja perusahaan teknologi ini. Sekretaris Perusahaan GoTo R. A. Koesoemohadiani menyampaikan, saat ini GOTO memiliki fundamental dan posisi keuangan yang semakin kuat. Ini sejalan dengan pencapaian GOTO dalam meraih EBITDA yang disesuaikan positif di kuartal IV-2023. Lebih lanjut, GOTO juga akan menerima pendapatan jasa e-commerce setiap kuartal dari PT Tokopedia usai bergabungnya Tiktok dan diharapkan dapat berkontribusi pada kinerja GOTO. Head Of Research Mega Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya melihat dampak kolaborasi GOTO dengan TiktopShop masih belum terlihat. Menurutnya, masih butuh waktu untuk melihat hasil dari kolaborasi tersebut. Karenanya, ia memproyeksikan kinerja GOTO masih akan mencatatkan rugi bersih, kendati akan ada progres perbaikan. Menurut Cheril, rugi bersih GOTO tahun ini masih dari persaingan yang masih ketat dan beban keuangan yang besar. Yang pasti, kolaborasi dengan Tiktok dinilai akan meningkatkan pendapatan perseroan dengan biaya promosi yang lebih efisien. Selain itu juga akan meningkatkan brand awareness GOTO.

Analis Kiwoom Sekuritas, Vicky Rosalinda juga berpandangan bahwa GOTO masih akan mencatatkan kinerja rugi bersih. Sebab ia menilai masih terdapat sejumlah sentimen negatif yang akan mempengaruhi kinerja perseroan. Nah, menurut Lead Investment Analyst Stockbit, Edi Chandren, apabila kabar merger GOTO dan Grab terealisasi berdampak positif terhadap profitabilitas bisnis on-demand services GOTO, Bisnis ini masih mencatatkan kerugian Rp 1,54 triliun per September 2023. Analis Mirae Asset Sekuritas, Christopher Rusli memaparkan, secara jangka panjang, melalui kemitraan dengan Tiktok, Tokopedia berpeluang menjadi pemimpin di industri e-commerce dan marketplace di Indonesia. Menurut Momentum Works, Tiktok Shop memiliki pangsa pasar 5% dari total GMV Indonesia pada tahun 2022. Shopee dan Tokopedia adalah pemimpin dengan masing-masing 36% dan 35%. Sekitar 125 juta pengguna aktif bulanan Tiktok di Indonesia merupakan target audiens yang berharga bagi Tokopedia dan GOTO untuk memanfaatkan berbagai produk dan layanan. Selain itu GoTo Financial, induk dari GoPay dan PT Bank Jago Tbk (ARTO) juga memiliki kesempatan untuk berkolaborasi dengan Tiktok.

Isu Global Berimbas ke Bahan Baku

HR1 14 Feb 2024 Kontan
Laju saham di sektor barang baku (basic materials) masih tertinggal. Indeks barang baku, Selasa (13/2), minus 2,01%. Ini menjadikan indeks sektoral dengan penurunan paling dalam. Research Analyst Phintraco Sekuritas, Ade Muchlis Ilyasa memandang laju saham di sektor barang baku masih kena adang sejumlah kendala, terutama eksternal. Ade menyoroti ketidakstabilan geopolitik akibat konflik di Ukraina ditambah Timur Tengah. Prospek terhadap kinerja bisnis emiten dan sentimen pada pergerakan sahamnya juga akan terpengaruh oleh kondisi ekonomi global. Dus, aktivitas ekonomi di negara maju yang memerlukan pasokan barang baku turut menjadi penentu. Dalam hal ini, Ade melihat perlambatan ekonomi China menjadi salah satu pemberat bagi sektor barang baku. Apalagi China merupakan mitra dagang utama Indonesia. Investment Consultant Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada menimpali, kinerja emiten dan pergerakan saham di sektor barang baku akan dipengaruhi oleh perkembangan industri utama. Dia mencontohkan ketika industri properti melonjak, akan mengangkat kinerja sektor barang baku seperti baja,  semen dan kayu. Sementara itu, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menyoroti program hilirisasi tambang yang juga menjadi katalis krusial bagi sektor barang baku. Terutama untuk nikel, dimana pemerintah telah menggenjot hilirisasi pada komoditas ini. Menurut Nico, masih perlu kebijakan lebih lanjut untuk mendorong akselerasi program hilirisasi. Termasuk pada komoditas lainnya, seperti peningkatan nilai tambah batubara. "Masih ada sektor lain yang akan lebih ciamik. Untuk memilih, perhatikan durasi investasi serta profil risiko yang dimiliki," saran Nico. Reza juga menyarankan untuk tetap fokus mencermati kondisi fundamental dan likuiditas sejumlah  saham di sektor barang baku. Sementara ini Reza melihat saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) layak mendapat perhatian.

Jababeka Membidik Lonjakan Marketing Sales di Tahun 2024

HR1 14 Feb 2024 Kontan
Melihat bisnis properti yang tumbuh, emiten saham properti langsung bersiap diri, misalnya PT Jababeka Tbk (KIJA). Emiten ini menargetkan pendapatan prapenjualan alias marketing sales sebesar Rp 2,5 triliun sepanjang tahun 2024. Menurut keterbukaan informasi KIJA di Bursa Efek indonesia (BEI), Selasa (13/2), sebesar Rp 1,15 triliun dari target tersebut berasal dari proyek di Cikarang. Rincian untuk proyek di Cikarang adalah Rp 750 miliar dari penjualan tanah matang dan bangunan industri. Lalu, Rp 400 miliar dari produk residensial dan komersial termasuk perusahaan patungan dan lainnya. "Sisanya, sebesar Rp 1,35 triliun berasal dari perusahaan patungan  di Kendal,” ujar Sekretaris Perusahaan KIJA, Muljadi Suganda. Ada tiga proyek utama KIJA yang menyumbang marketing sales di tahun 2023. Pertama, marketing sales dari Cikarang mencapai Rp 913,7 miliar dari lahan seluas 28,0 hektar. Terutama, berasal dari penjualan tanah matang 26,2 hektar (ha) senilai Rp 558,3 miliar. Kedua, proyek di Kendal, Jawa Tengah menyumbang marketing sales Rp 1,24 triliun yang berasal dari penjualan lahan 84,7 hektar. Angka ini meningkat 68% dibandingkan 2022 sebesar Rp737,2 miliar. Ketiga berasal dari proyek Tanjung Lesung dan lainnya. Di proyek tersebut menyumbang marketing sales di 2023 sebesar Rp 57,5 miliar. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tasrul Tanar speculative buy targetnya Rp 142 per saham.

Asing Masih Pede Masuk ke Saham Lokal

HR1 14 Feb 2024 Kontan
Pesta rakyat pemilu ikut disambut baik oleh investor asing. Kendati Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif, asing masih rajin memborong saham-saham lokal. Buktinya, nilai beli bersih dalam sepekan menjelang pemilu hari ini sudah mencapai Rp 5 triliun. Dana asing yang masuk ke pasar modal Indonesia bahkan sudah mencapai Rp 15,67 triliun sejak awal tahun ini. Bukan cuma kali ini, pada pemilu-pemilu sebelumnya, dana asing juga masih deras mengalir masuk ke pasar saham. Misalnya saat ada pergantian kepala negara pada pemilu 2014 silam, dana asing masuk Rp 1,8 triliun sepekan sebelum pemilu berlangsung. Kepala Riset RHB Sekuritas Indonesia Andrey Wijaya mengamati, investor asing kemungkinan meyakini bahwa peralihan presiden akan berlangsung cukup baik. Sedangkan Kepala Riset Praus Capital Marolop Alfred Nainggolan melihat, di bulan pelaksanaan pencoblosan, investor asing selalu mencatatkan net buy yang cukup signifikan. "Aktivitas investor asing seusai Pemilu 2024 nanti akan sangat bergantung pada sentimen yang ada seperti global dan makro. Catatan kami, pada Pemilu 1999, 2004, 2009, 2014 dan 2019, asing memang selalu masuk di tahun pemilu," ujarnya kepada KONTAN, Selasa (13/2). Artinya, investor asing memandang positif outlook Indonesia ke depan, meskipun ada agenda besar, yaitu pemilu dan pergantian pemerintahan. Kepala Riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia Robertus Yanuar Hardy justru menilai, investor akan lebih banyak masuk kembali ke saham setelah ada kejelasan hasil pemilu. Menurutnya, pergerakan IHSG baru akan membaik di semester kedua 2024 karena hasil pemilu semakin terang dan kemungkinan Bank Indonesia (BI) sudah menurunkan suku bunga. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani menilai, empat perbankan besar menjadi saham yang menjadi sasaran beli asing dalam sepekan menjelang pemilu. Kepala Riset Yuanta Sekuritas Chandra Pasaribu melihat, asing akan cenderung bertahan pasca pemilu dan akan lebih melakukan strategi average up.

Pemilu Damai Gairahkan Pasar Saham

KT1 12 Feb 2024 Investor Daily (H)

Pelaksanaan pemlihan umum (Pemilu) tinggal beberapa hari lagi. Para analis pasar modal, pelaku usaha, dan para investor berharap pemilu berlangsung aman, damai, dan lancar, sehingga mampu menggairahkan pasar saham dan roda pereokonomian di dalam negeri. Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEI) diperkirakan bergerak konsolidatif  dipekan pencoblosan pemilu 2024 ini. Pada pekan lalu, IHSG ditutup melemah 0,17% ke posisi 7.235,15 dengan LQ45 justru menguat 2,51 poin (0,26%) ke 983,14. Sebanyak 18,952 miliar saham diperdagangkan dengan nilai Rp 9,65 triliun, termasuk Rp 1,40 triliun di pasar negosiasi.

Tercatat, 203 saham menguat  dan 316 saham terkoreksi, serta 246 stagnan. "Para investor lebih cenderung menghendaki adanya faktor terjaminnya stabilitas politik dan keamanan. Sebab jika hal itu tercipta maka stabilitas pertumbuhan ekonomi relatif bisa makin kuat dan makin solid karena didukung fundamental makro ekonomi domestik. Selama pemilu terlaksana dengan aman, damai, jujur, adil, dan berhasil, maka ini bisa memberikan katalis positif untuk menguatkan IHSG," kata Analis Senior Invesment Information Mirea Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta kepada Investor Daily. (Yetede)

Menimang Potensi Muka Baru LQ45

HR1 12 Feb 2024 Kontan
Susunan baru Indeks LQ45 sudah resmi berlaku sejak awal bulan ini. Namun, pergerakan empat saham penghuni baru indeks ini belum terlalu istimewa. Kendati begitu, beberapa saham penghuni baru indeks LQ45 punya prospek kinerja positif dan menarik dikoleksi untuk jangka menengah dan panjang. Sedikit mengingatkan, ada empat saham yang baru masuk ke dalam indeks terlikuid ini. Mereka adalah PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), dan PT Mitra Pack Tbk (PTMP). Saat diumumkan masuk ke dalam Indeks LQ45, saham-saham ini menghijau sesaat. Tapi setelah itu, harga sahamnya cenderung terkoreksi. "Euforia masuknya saham ke LQ45 ini hanya bersifat sementara," ujar Senior Investment Information Mirae Aset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta, Rabu (7/2). Analis Kiwoom Sekuritas, Miftahul Khaer juga sepakat kalau valuasi saham-saham tersebut cukup tinggi. Misalnya saham PTMP yang overvalue dengan price to earning ratio (PER) di level 92,4 kali.Sementara itu, saham MBMA dan MTEL memang memiliki price to book value (PBV) lumayan tinggi, tetapi masih terbilang cukup fair value. Dari keempat emiten ini, Kiwoom Sekuritas melihat saham MTEL punya fundamental paling menarik. MTEL merupakan emiten dari sektor menara dan fiber optik dengan kinerja keuangan paling baik. MTEL terus menambah jumlah menara secara organik dan telah mengakuisisi jaringan fiber optik alias fiber to the tower (FTTT) sepanjang 19.380 kilometer menjadi sekitar 30.009 km. Penggabungan layanan FTTT dengan layanan menara akan berdampak pada peningkatan harga sewa ke depan. Saham penghuni baru indeks LQ45 yang juga dapat dicermati adalah PGEO dan MBMA. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Hasan Barakwan mengatakan, hasil produksi PGEO mungkin melambat tahun ini karena ada jadwal perawatan pada sejumlah asetnya. Tapi, tahun depan, volume produksi PGEO bisa kembali tumbuh dan labanya berpeluang naik dua digit. OCBC Sekuritas pun memproyeksikan kinerja pendapatan MBMA dapat tumbuh 32,41% menjadi US$ 1,81 miliar dari estimasi 2023 sebesar US$ 1,37 miliar. Sementara laba bersih MBMA diperkirakan melesat menjadi US$ 268 juta dari estimasi tahun 2023 sebesar US$ 53 juta.