;
Tags

Saham

( 1722 )

Divestasi Vale Indonesia Ditargetkan Tuntas Pekan Depan

KT1 17 Feb 2024 Investor Daily (H)
Pemerintah menargetkan divestasi 14% saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) ke MIND ID rampung pada Senin (19/2/202). Harga pelaksanaan  transaksi itu mencapai Rp 3.000 per saham, diskon dibandingkan penutupan perdagangan kemarin Rp 3.690. Setelah kabar ini mencuat, saham INCO terpangkas 7,7% dari sebelumnya Rp 4.000. Kesepakatan harga transaksi itu terjadi dipengujung batas waktu kesepakatan umum (head of agreement/HoA) antara MIND ID, Vale Canada Limited, dan Sumitomo Metal Mining Co. Ltd selaku pemegang saham. HoA itu ditandatangani pada 18 November 2023 di San fransisco, Amerika Serikat (AS). Perjanjian ini memiliki batas  waktu selama 90 hari. Artinya, pada 18 Februari 2024, kesepakatan harus dicapai ketiga pihak. Penyelesaian divestasi ini berkorelasi dengan pemberian perpanjangan konsensi Vale selama 20 tahun. (Yetede)

Saham-saham Bank Catat Rekor

KT3 17 Feb 2024 Kompas

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG masih melanjutkan kenaikan seusai pemungutan suara 14 Februari 2024. Emiten keuangan menjadi salah satu sektor yang menunjukkan penguatan harga saham. Namun, situasi ini patut diwaspadai karena investor domestik rawan melakukan aksi jual saham. IHSG kembali menguat pada perdagangan Jumat (16/2) ditutup di posisi 7.335 atau naik 0,44 % dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya di posisi 7.303. Tren kenaikan berlanjut meskipun tidak setinggi kenaikan pada Kamis (15/2) ketika IHSG sempat meroket ke posisi 7.322 atau naik 1,57 % dibandingkan perdagangan sehari sebelum libur pemilu, Selasa (13/2). Emiten keuangan menjadi salah satu sektor penopang penguatan tersebut dua hari terakhir.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyentuh harga saham tertinggi (all time high/ATH) Rp 10.000 pada hari ini, saham PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BBNI) juga menyentuh harga ATH setidaknya dalam lima tahun terakhir hingga Rp 6.000. Dari perbankan swasta, ada Bank CIMB Niaga Tbk yang juga mencapai harga ATH Rp 2.020. Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan, saham emiten dalam indeks IDX Financial secara teknikal masih berada pada fase tren kenaikan harga. ”Secara sentimen, kami memperkirakan menguatnya emiten perbankan dipengaruhi oleh rilis kinerja tahunan pada 2023 yang baik dan adanya rencana pembagian dividen,” ucapnya kepada Kompas. (Yoga) 

Bank Muamalat Targetkan Penyaluran KPR Rp 5,3 Triliun

KT1 17 Feb 2024 Investor Daily
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menargetkan pembiayaan kepemilikan rumah  pada tahun ini menjadi Rp 5,3 triliun. Kesenjangan kebutuhan  hunian atau backlog juga masih cukup tinggi, hal ini menjadi faktor optimisme perseroan mencapai target. SEVP Retail Banking Bank Muamalat Dedy Suryadi Dharmawan mengatakan, pihaknya optimistis target tersebut dapat mencapai mengingat kebutuhan perumahan di Indonesia masih sangat besar. "Strategi bisnis kami tetap fokus pada segmen retail individual  dimana KPR akan menjadi  salah satu kontributor terbesar. Tahun ini kami targetkan bisnis KPR tambah dua digit dengan target booking naik tujuh kali lipat dibanding pencapaian tahun lalu," ujar Dedy dalam keterangannya. (Yetede)

Telkom Terus Perkuat Bisnis Satelit

KT1 17 Feb 2024 Investor Daily
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, melalui anak usaha PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat), terus memperkuat portfolio bisnis satelit. Terkini, Telkomsat akan meluncurkan  satelit Merah Putih 2 atau yang kesebelas ada 21 Februari 2024 setelah sebelumnya mengoperasikan satelit Starlink pada pertengahan 2022. Potensi bisnis satelit untuk internet masih berprospek bagus karena melengkapi kekurangan layanan internet berbasis menara telekomunikasi (mobile broandband) dan kabel fiber optik (fixed broadbrand). Telkom optimistis, kerja sama yang terjalin melalui Telkomat dengan Starlink, perusahaan satelit internet  milik konglomerat Amerika Serikat Elon Musk, akan memperkuat portfolio bisnis satelitnya. (Yetede)

Melihat Isi Si Pendatang Baru Yang Kontroversial

HR1 17 Feb 2024 Kontan
Emiten pendatang baru di Indeks LQ45 yang sempat memicu kontroversi, PT Mitra Pack Tbk (PTMP), berjanji bakal menyisihkan sebagian laba bersihnya sebagai dividen untuk para pemegang saham. Perusahaan yang bergerak di bidang industri kemasan ini berencana mengalokasikan 30%40% laba bersih tahun buku 2023 sebagai dividen. Direktur Utama Mitra Pack. Ardi Kusuma mengatakan, aksi korporasi merupakan hasil rapat internal manajemen. Rencana pembagian dividen tersebut akan diajukan kepada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada April 2024. "Rencananya kami menggelar RUPST setelah lebaran untuk mengusulkan pembagian dividen 30%40% dari laba bersih dan sisanya untuk ekspansi," jelas Ardi, Kamis (15/2). Ardi mengatakan, PTMP masih tetap membutuhkan dana untuk menggelar ekspansi bisnis. Makanya PTMP tidak bisa membagikan 100% laba bersih untuk dividen. Sedangkan rincian besaran jumlah dan potensi dividend yield PTMP masih harus menunggu keputusan RUPST. "Berdasarkan data internal, laba bersih PTMP sepanjang tahun 2023 yaitu sekitar Rp 12 miliar. Artinya kami akan membagikan Rp 4 miliar untuk dividen," ucap Ardi. Dari sisi bottom line, PTMP mencetak laba periode berjalan sebesar Rp 5,65 miliar. Angka ini lebih menurun 34,56% yoy dari Rp 8,63 miliar pada posisi yang sama pada 2022. Kendati kinerjanya masih stagnan, tahun ini Ardi optimistis dapat meraih pertumbuhan pendapatan dan laba bersih. Apalagi hasil pemilihan presiden (pilpres) menunjukkan pesta rakyat itu akan berlangsung dalam satu putaran. Ardi bilang, untuk target konservatif, PTMP memasang pertumbuhan pendapatan sebesar 15% pada tahun 2024. Sedangkan dalam skenario yang lebih agresif atau optimistis, PTMP mengincar kenaikan 30%. Investment Advisor Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis mengatakan, secara teknikal, rebound yang terjadi pada saham PTMP sejak beberapa hari lalu konsisten diikuti dengan volume yang solid. "Hal ini mengindikasikan terdapat akumulasi beli, sehingga membuka peluang

Euforia Pemilu Berefek Sesaat

KT3 16 Feb 2024 Kompas

Hasil hitung cepat pemilihan presiden dan wakil presiden menjadi sentimen positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia, Kamis (15/2). Akan tetapi, sentimen ini diperkirakan hanya berdampak sesaat. Fundamen perekonomian masih menjadi penentu. IHSG hari Kamis ditutup di level 7.303,28 poin, tumbuh 1,3 % disbanding penutupan perdagangan Selasa (13/2), sebelum libur pemilu. Namun, posisi itu melorot dari indeks di pembukaan perdagangan yang sempat melonjak hingga 7.365,68 poin. Analis pasar Head of Research Mirae Asset, Robertus Hardy, mengatakan, penurunan ini mengindikasikan investor segera melakukan aksi ambil untung daripada membeli atau menahan sahamnya. Robertus berpandangan, pemilu yang berlangsung pada Rabu (14/2) hanya merupakan sentimen jangka pendek bagi IHSG yang menjadi indikator kinerja pasar saham.  

”Kalau dilihat, kenaikan indeks saham hari ini (Kamis) tidak setinggi yang diharapkan,” katanya. Ia membaca, kenaikan IHSG hanya terjadi sesaat karena reli tidak berlanjut pada hari yang sama. Ini terlihat dari nilai IHSG pada saat penutupan yang lebih rendah daripada di awal pembukaan perdagangan. ”Kalau kenaikan harganya cukup kuat, biasanya ditandai dengan kenaikan level penutupan yang lebih tinggi dari saat pembukaan,” ujar Robertus. Sentimen positif pemilu ini ditopang oleh hasil hitung cepat berbagai survei yang menunjukkan indikasi keunggulan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, yang mendapat dukungan lebih dari 50 % suara berdasarkan hasil hitung cepat, mengungguli dua pasangan calon lain. Robertus mengingatkan, investor perlu mempertimbangkan potensi perlawanan. Ditambah keprihatinan banyak kalangan akan pelanggaran etika yang dianggap menyebabkan kemenangan pasangan calon tertentu. Jika ini berkembang pascapemilu sampai timbul kekacauan publik, IHSG bisa anjlok. (Yoga) 

Pasar Respons Positif Hasil Pemilu

KT1 16 Feb 2024 Investor Daily (H)
Pelaksanaan pemilu pada Rabu (14/2/2024) yang berlangsung aman dan lancar, mendapat respon positif dari pasar. Hal ini terlihat dari penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) serta aliran modal asing  yang terjadi pada Kamis (15/2/2024). Penguatan tersebut juga terjadi seiring optimisme pelaku pasar usai hasil hitung cepat (quick count)  sejumlah lembaga survei yang mengunggulkan pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 93,54 poin atau  1,30% ke level 7.303,28. Dengan nilai transaksi Rp16,6 triliun. Hampir seluruh sektor saham  meningkat pada penutupan IHSG hari ini. Saham sektor barang baku naik tajam, karena melonjak 2,2%. Diikuti kenaikan sektor barang konsumsi primer 2,2%, sektor keuangan 1,6%, sektor infrastruktur 1,5%, dan sektor kesehatan 1,2%. Hanya sektor teknologi yang sedikit terpangkas 0,7%.

Pemilu Menjadi Pintu Masuk Pulihnya Sektor Ritel

HR1 16 Feb 2024 Kontan
Sentimen positif menaungi emiten sektor ritel di awal tahun 2024  Salah satunya adalah dari hajatan Pemilihan Umum (Pemilu). Investment Consultant Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada melihat, kinerja sektor ritel kurang lebih sama seperti sektor konsumer. Yakni sektor tersebut banyak terpengaruh dengan daya beli masyarakat. Saat ini, sektor ritel terlihat secara bertahap terus menunjukan pemulihan. Namun,  bisa jadi belum semua emiten ritel yang sudah pulih. Menurut dia, saat ini kenaikan kinerja berasal dari emiten ritel yang berhubungan dengan penjualan makanan minuman. Satu lagi,  emiten ritel yang menyasar kelas menengah-bawah. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta melihat, emiten ritel masih terus melakukan ekspansi bisnis hingga awal tahun 2024 ini. Secara historis, kinerja emiten ritel memang selalu naik di tahun-tahun pemilu. Hal itu akibat tingkat konsumsi selalu tercatat naik. Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Nicko Yosafat di risetnya akhir Januari 2024 lalu  mengutip Indef memperkirakan, ada aliran dana Rp 100 triliun selama 2024 akibat pemilu. Belum lagi belanja pemerintah di tahun pemilu ini yang mencapai Rp 60 triliun.

Adira Finance Incar Kredit Tumbuh 14%

HR1 14 Feb 2024 Kontan
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) menargetkan pembiayaan baru di tahun 2024 akan tumbuh 14% dari pencapaian 2023. Target tersebut mempertimbangkan proyeksi penjualan di industri otomotif yang diharapkan tetap tumbuh, di tengah sentimen pemilihan umum (Pemilu) 2024. "Target kami pembiayaan baru di tahun ini akan naik 12%-14%. Ini dengan catatan, ekonomi tumbuh 5% dan kondisi makro ekonomi aman," kata I Dewa Made Susila, Direktur Utama Adira Finance, Selasa (13/2). Di tahun lalu, Adira Finance telah berhasil membukukan kenaikan pembiayaan 31% secara tahunan menjadi Rp 41,6 triliun pada 2023. Ini artinya di tahun ini, Adira Finance bisa membukukan pembiayaan baru sebesar Rp 46,59 triliun-Rp 47,42 triliun. Sementara Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memprediksi penjualan sepeda motor baru akan mencapai 6,2 juta-6,5 juta unit. Selain itu, Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) memperkirakan pertumbuhan pembiayaan multifinance berkisar 12%-13%. Terakhir, Adira Finance akan memaksimalkan pendanaan. Terbaru, Adira Finance sudah mendapatkan komitmen funding sebesar US$ 300 juta. "Ini sudah kami siapkan untuk mengantisipasi pertumbuhan bisnis. Funding ini di luar pendanaan normal dan funding pertama kali setelah Covid-19. Terakhir funding pada 2019," kata Made

IHSG Koreksi Wajar, Bakal Kembali Melesat Usai Pemilu

KT1 14 Feb 2024 Investor Daily (H)
Indeks  Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi kembali gagah di zona hijau usai gelaran pemilihan umum. Kalangan analis menilai, pelemahan IHSG sebesar 87,93 poin (1,2%) ke posisi 7.209 perdagangan kemarin merupakan  koreksi wajar dan hanya bersifat sementara. Senior Invesment Information Mirea Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, pelaku pasar tentunya sedang mencermati  hasil dari pemilu yang sedang berlangsung pada rabu (14/2/2024), berikut dengan teknis pemilu yang diharapkan berjalan jujur. "Lantaran apabila berjalan dengan tidak jujur, berpotensi terjadi sengketa pemilu dan akan membuat situasi pereokonomian tidak kondusif," ujar dia kepada Investor Daily. Selain soal pemilu dari dalam negeri, investor menantikan data makroekonomi berupa neraca perdagangan  yang diproyeksikan kembali melanjutkan surplus selama 45 bulan berturut-turut. Sedangkan dari global, pelaku pasar menantikan rilis data US Consumer Price Index yang diproyeksikan bakal dikisaran 2% dan memicu The Fed untuk menerapkan kebijakan yang mendukung dovish agar mempercepat perluasan policy keuangan. (Yetede)