Saham
( 1722 )Menggeber Ekspansi Usai Melantai Bursa
Bertambah lagi emiten yang melantai di bursa. Rabu kemarin (7/2), Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan empat tambahan emiten sekaligus. Dua di antaranya adalah PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) dan PT United PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD). Sementara dua lainnya masuk ke kategori perusahaan rintisan alias startup.Dalam penawaran saham perdana alias initial public offering (IPO), ALII menawarkan 3,16 miliar saham dengan harga penawaran umum Rp 272 per saham. Jumlah itu setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pasca IPO. Direktur Utama ALII, Faisal Mohamad Nur menyatakan, pihaknya mengumpulkan Rp 860,9 miliar dari IPO. Ancara Logistics akan menggunakan dana itu untuk tiga keperluan utama. Pertama, 75% untuk memberikan pinjaman ke anak usaha, yaitu Mahakam Coal Terminal untuk pembayaran sebagian atau pelunasan pokok utang. Kedua, sekitar 21,44% untuk akuisisi 15 unit kapal tongkang sungai yang baru. Dengan aksi ini, Faisal memproyeksi, ALII bisa mengantongi pendapatan Rp 2 triliun di tahun 2024. Dari sisi bottom line, ALII menargetkan akan mendapatkan Rp 900 miliar di tahun ini.
Untuk mencapai target itu, ALII menargetkan bisa mengangkut 7 juta ton batubara. Target naik dua kali lipat dari 2023 yang hanya 2,7 juta ton. Rupanya, ALII sudah mendapat dua kontrak utama dari perusahaan tambang yang terafiliasi. Sedangkan produsen sepeda motor listrik PT Terang Dunia Internusa Tbk menawarkan 1,66 miliar saham dengan harga penawaran umum Rp 240 per saham.Direktur UNTD Andrew Mulyadi menyatakan, pihaknya meraup dana segar Rp 400 miliar dari aksi tersebut. UNTD akan menggunakan dana tersebut untuk modal kerja. Seperti membeli bahan baku sepeda motor listrik dan E-Moped (motor listrik). Antara lain kerangka, baterai, dinamo, wheel-set, multi-information display (speedometer digital, GPS), sistem pengereman dan suspensi. Dari empat emiten, ada dua startup yang melantai di bursa Rabu (7/2). Yakni PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX), pengelola aplkasi MPStore dari Bangkalan, Madura. Serta PT Topindo Solusi Komunika Tbk (TOSK), pengelola aplikasi e-commerce Topindoku dari Singkawang, Kalimantan Barat. Seiko Manito, Direktur Utama Topindo Solusi Komunika sebut berencana memperluas pasar di luar Kalimantan setelah IPO. Selain itu TOKS juga bakal membangun sejumlah gerai fisik untuk pengembangan pasar dan penetrasi ke para mitra usaha.
Harita Nickel Gelar Private Placement dan Rights Issue Jumbo
WSKT Berharap Bisa Meraup Kontrak
Emiten Projogo Pangestu Masih Merajai Bursa
RAMUAN CUAN NAGA KAYU
Tahun baru Imlek 2575 yang jatuh pada 10 Februari 2024 menandai lembaran awal tahun bershio Naga Kayu. Meski diwarnai ketidakpastian dan gejolak, ramuan investasi yang fokus pada saham emiten dengan elemen api dan logam diramal bakal membawa cuan.Dari kacamata pakar fengsui, tahun Naga identik dengan berbagai ketidakpastaian dan gejolak. Pakar Fengsui Suhu Hong Xiang Yi menjelaskan tahun Naga menjadi momentum yang baik untuk berspekulasi. "Jadi, artinya yang penting adalah investor harus mengamati dengan baik dan bisa menangkap kesempatan dengan baik," ujar Xiang Yi saat berbincang dengan Bisnis, Selasa, (6/2). Secara sektoral, Xiang Yi memperkirakan saham yang terkait dengan elemen api akan menguat pada tahun Naga Kayu 2024. Selain itu, saham emiten di bidang usaha berelemen logam juga diproyeksi mengilap. Sebaliknya, Xiang Yi menilai saham emiten berelemen air seperti sektor transportasi, logistik, perkapalan, dan penerbangan kurang moncer pada tahun ini. Adapun, elemen kayu dan tanah yang meliputi emiten sektor kertas dan properti diprediksi relatif landai pertumbuhannya.
Setali tiga uang, Ahli Fengsui Master Ken Koh dalam riset yang dirilis oleh Maybank Investment Banking Group, juga mengungkapkan hal yang relatif sama. Menurutnya, gejolak konflik di Timur Tengah yang berdampak ke pasar diprediksi akan mereda dan berganti dengan potensi pemulihan ekonomi.
Dengan pendekatan fengsui, Ken Koh memperkirakan saham-saham di sektor emas, perbankan, pertambangan, dan otomotif, yang memiliki elemen logam, akan mendapat angin positif dan berpotensi mencetak cuan. Selanjutnya, saham emiten dengan elemen api di sektor teknologi, farmasi, hingga media juga dinilai moncer pada Tahun Naga Kayu. Prospek yang lebih baik juga disebut bakal menghampiri saham-saham di elemen tanah seperti properti.
Pendapat dua pakar fengsui itu diamini oleh Pengamat Pasar Modal sekaligus Co Founder Pasardana Hans Kwee. Dia menilai pasar saham dan reksa dana akan sangat fl uktuatif pada tahun Naga Kayu. Menurutnya, investor perlu mengatur waktu yang tepat untuk masuk ke tiap instrumen investasi tersebut.
Di sektor teknologi dan media, Hans merekomendasikan investor untuk mencermati saham GOTO, SCMA, BMTR, dan MNCN. Sementara itu, saham BSDE, DMAS, dan CTRA dinilai menarik untuk dilirik investor pada tahun Naga Kayu. "Sektor emas bisa pilih saham AMMN, MDKA, ANTM, UNTR, sedangkan perbankan ada BMRI, BBRI, BBNI, dan BBCA," katanya. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menambahkan pendekatan investor dalam menentukan saham pilihan perlu diperkaya dengan analisis fundamental, tata kelola perusahaan, laporan keuangan, analisis teknikal dan likuiditas perdagangan.
Hengtong Tender Offer Saham Voksel di Harga Akuisisi
IHSG Berpotensi Menguat Terbatas
Pilih Tunggu Hasil Pemilu Sebelum Tancap Gas
Dalam dua pekan ke depan fokus pelaku pasar tertuju ke hajatan rakyat pemilihan umum presiden (pilpres) yang bakal digelar 14 Februari 2024. Pelaku pasar diprediksi cenderung lebih berhati-hati dalam menempatkan dana di pasar saham. Pengamat Pasar Modal CSA Insitute David Sutyanto menilai, investor asing masih berpotensi melanjutkan capital inflow, tapi dengan nilai yang lebih terbatas. David merujuk hasil survei dari Capital Sensitivity Analysis (CSA) Index untuk bulan Februari 2024. Dari data yang dikumpulkan pada 16–29 Januari 2024, CSA Index Februari berada di level 59,7 yang mengindikasikan penurunan tingkat optimisme dibandingkan bulan Januari yang mencapai angka 83,7. Indikasi penurunan gairah pelaku pasar ini terutama didorong oleh pemilu dan pelemahan nilai tukar rupiah. Dalam CSA Index Februari, pelaku pasar melihat ketidakpastian akibat pemilu cukup tinggi. Jika selesai dengan satu putaran, maka cenderung menjadi hal positif. Dengan demikian pelaku pasar dapat segera mengalokasikan dananya menyesuaikan dengan hasil pilpres.
Tetapi, jika berlangsung dua putaran, maka ketidakpastian masih akan berlanjut. Kepala Riset Praus Capital Marolop Alfred Nainggolan mengatakan, pasar cenderung berharap pilpres kali ini hanya berjalan satu putaran saja. Tapi, jika terjadi dua putaran, dampaknya ke IHSG pun tak terlalu signifikan, sepanjang pilpres berjalan lancar. Sementara itu, pengamat pasar modal & founder WH-Project William Hartanto justru punya pandangan berbeda. Menurut dia, aksi beli justru berpotensi lebih marak terjadi sebelum pilpres. Langkah antisipasi dari investor ini dapat menjadi penyokong stabilitas pasar. Di samping efek pemilu, jangan lupa juga kalau pekan ini adalah pekan pendek di pasar saham. Masa efektif perdagangan hanya pada Senin hingga Rabu (5, 6 dan 7 Februari) karena libur peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW dan cuti bersama Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili. Head of Research Mega Capital Sekuritas (Investasiku) Cheril Tanuwijaya mengatakan, kendati transaksi pasar saham berpotensi lebih sepi, volatilitas bisa tetap tinggi lantaran pelaku pasar akan mencerna data-data ekonomi yang banyak rilis pada pekan ini. Salah satunya, data pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2023.









