;
Tags

Saham

( 1717 )

Merger GOTO Grab Berhembus Lagi

HR1 12 Feb 2024 Kontan
Kabar rencana aksi merger kakap kembali mengemuka. Kali ini antara dua peseteru di ranah transportasi online: PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan Grab Holdings Ltd. Menurut laporan Bloomberg, rencana merger tersebut untuk mengatasi kerugian  kedua perusahaan imbas persaingan ketat di antara mereka. Saat ini, kedua perusahaan tengah berdiskusi awal tentang berbagai skenario terkait merger. Salah satu opsi potensial, Grab mengakuisisi GOTO dengan menggunakan uang tunai, saham, atau kombinasi keduanya. Sumber Bloomberg menyebut GOTO lebih terbuka terhadap kesepakatan merger itu setelah Patrick Walujo mengambil alih posisi sebagai pemimpin GOTO. "Kami tidak dapat menanggapi rumor di pasar. Saat ini tidak ada diskusi terkait hal tersebut," tegas Sinta Setyaningsih, Head of Corporate Communications GOTO, Minggu (11/2). 
Pengamat pasar modal sekaligus Direktur Avere Investama Teguh Hidayat melihat, merger GOTO dan Grab salah satunya akibat winter tech. Menurutnya kinerja GOTO masih prospektif. Tapi belum menciptakan laba akibat biaya operasional tinggi. Salah satu upaya meringankan beban operasional GOTO adalah kerja sama antara Tokopedia dengan Tiktok. Di sisi lain, isu merger GOTO dan Grab diproyeksi mematikan perusahaan serupa di Tanah Air. Dua raksasa teknologi ini bisa jadi akan memonopoli pangsa pasar di Indonesia. Khususnyna di layanan transportasi online serta layanan e-commerce. Sedangkan CEO Edvisor.id Praska Putrantyo menambahkan, aksi GOTO dengan Grab bisa membawa peningkatan margin dan nilai tambah bisnis bagi GOTO secara keseluruhan. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menyarankan supaya investor wait and see soal rencana merger GOTO dan Grab. Nafan merekomendasikan hold untuk saham GOTO dengan target harga Rp 116 per saham.

Saham Berjaya Di Tahun Naga

HR1 09 Feb 2024 Kontan (H)

Naga yang menjadi simbol kekuatan dan keberanian, juga bisa membawa simbol gejolak dan ketidakpastian. Berdasarkan astrologi China, tahun baru Imlek 2575 Kongzili yang bertepatan dengan tanggal 10 Februari 2024 merupakan tahun Naga dengan elemen kayu. Ahli Feng Shui, Xiang Yi mengatakan, memasuki tahun Naga Kayu, pasar saham akan cenderung fluktuatif. Apalagi, ada pergantian pemerintahan yang bisa berdampak ke aspek keuangan. Xiang Yi menuturkan, sektor saham yang prospektif di Tahun Naga Kayu adalah yang berkaitan dengan elemen logam, yaitu sektor teknologi dan sektor pertambangan. Sementara, sektor yang kurang prospektif di Tahun Naga Kayu adalah yang berkaitan dengan elemen air, yaitu sektor transportasi. "Bahkan, kehadiran api dapat membantu memperkuat unsur tanah yang sudah kuat secara alami," sebut riset tersebut. Alhasil, sektor-sektor yang berkaitan dengan unsur tanah seperti properti dapat berkembang pesat tahun ini. Sedangkan dari riset Maybank, Feng Shui Master Ken Koh mengatakan, elemen kayu juga akan membawa kemakmuran bagi industri logam. Hal ini akan menguntungkan sektor perbankan, pertambangan, dan otomotif. Founder & CEO Arah Investasi Mandiri, Hendra Martono Liem menuturkan, tahun Naga Kayu Yang mungkin membawa volatilitas pasar. Tapi, pasar modal masih akan memberikan cuan tebal. Dalam skenario dasar, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang ke 7.910 dan menuju 8.123 dalam hitungan skenario agresif.

Praktisi Pasar Modal, Sunar Susanto mengatakan, berdasarkan peruntungan Shio Naga, rata-rata imbal hasil indeks Hang Seng dan S&P500 adalah 15,44% dan 5,38%. Menyusul, IHSG berpeluang naik 9%-10% sampai akhir tahun 2024. Direktur Ekuator Swarna Investama, Hans Kwee juga berkata hal senada. Di tahun Naga Kayu, pasar saham dan reksadana di tahun 2024 akan sangat fluktuatif. Sehingga, pelaku pasar yang mau cuan sebaiknya masuk ke pasar obligasi pada semester pertama ini dan kemudian memperbesar porsi saham pada separuh kedua 2024 saat harganya terkoreksi. Hans merekomendasikan saham GOTO, MNCN, SCMA, dan BMTR untuk sektor yang berhubungan elemen api. Sedangkan rekomendasi untuk sektor elemen kayu adalah BSDE, DMAS, CTRA. Lalu, di elemen logam, pelaku pasar bisa mempertimbangkan peluang keuntungan dari saham pertambangan dan keuangan seperti AMMN, MDKA, ANTM, UNTR, BMRI, BBRI, BBNI, dan BBCA. Hendra juga menilai, dua sektor yang berpotensi hoki di tahun ini adalah sektor teknologi serta sektor energi baru terbarukan (EBT). Sektor teknologi menginterpretasikan elemen kayu yang melambangkan pertumbuhan dan ekspansi. Kalau dilihat dari harga, saham sektor teknologi sudah turun banyak sejak Oktober 2021. Harganya dianggap mulai murah dan kembali menarik perhatian.

WIKA Setor Modal untuk Proyek Jalan Tol

HR1 09 Feb 2024 Kontan
Meski banyak menanggung beban,  BUMN  karya terus melakukan aksi korporasi. Tujuannya, mengoptimalkan kinerja. Seperti PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). WIKA melakukan transaksi afiliasi dengan PT Wijaya Karya Serang Panimbang (WSP). Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (6/2), transaksi tersebut terkait penambahan penyertaan modal ke PT WSP oleh WIKA. Sekretaris Perusahaan WIKA, Mahendra Vijaya menjelaskan, nilai transaksi penambahan penyertaan modal Kepada PT Wijaya Karya Serang Panimbang ini sebanyak 750,13 juta saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Nilai ini seluruhnya diambil  oleh WIKA, senilai Rp 75,01 miliar. Menurut Mahendra, transaksi itu terjadi pada 1 Februari 2024.  WSP mengajukan tambahan setoran modal melalui pengeluaran saham baru ke seluruh pemegang saham WSP. Jumlahnya 904 juta saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham, atau sebesar  Rp 90,4 miliar. Berdasarkan penawaran saham PT WSP sesuai porsi kepemilikan, WIKA memegang 82,98% atau 750,12 juta saham dengan nominal Rp 75,01 miliar. PTPP memiliki 16,14% atau 145,9 juta saham dengan nominal Rp 14,59 miliar. Lalu, PT Jababeka Infrastruktur memiliki 0,88% atau 7,96 juta atau Rp 756,72 juta. Aksi korporasi tersebut akan mengalir sebagai modal kerja WSP untuk  menyelesaikan pembangunan jalan tol Serang-Panimbang. Selain itu juga agar mempertahankan kepemilikan WIKA di WSP.

Unilever Bakal Fokus ke Segmen Premium

HR1 09 Feb 2024 Kontan

Di tahun 2024 ini, PT Unilever Indonesia Tbk akan bekerja keras memperbaiki kinerja. Perusahaan asal Belanda ini menargetkan belanja modal atau capital expenditure (capex) di rentang 2,4% hingga 2,5% dari total pendapatan 2023. Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap mengungkapkan, belanja modal tersebut mengalir dalam rangka mendukung pertumbuhan bisnis emiten berkode saham UNVR itu. Melansir laporan keuangan per 31 Desember 2023,  Unilever membukukan laba bersih Rp 4,8 triliun sepanjang tahun 2023. Angka itu turun sebesar 10,51% dibandingkan laba bersih pada 2022 senilai Rp 5,36 triliun. "Secara keseluruhan, kami menyiapkan anggaran belanja modal sebesar Rp 930 miliar hingga Rp 970 miliar untuk 2024," kata Benjie di paparan kinerja, Rabu (7/2). Direktur Keuangan UNVR, Vivek Agarwal mengakui, UNVR mengalami  beberapa kendala. Salah satunya dari tensi geopolitik global yang telah memberikan dampak pada kinerja perseroan. Ke depan, UNVR berkomitmen fokus pada pertumbuhan jangka panjang. Langkahnya adalah dengan menerapkan lima prioritas strategis. Seperti memperkuat merek-merek  utama UNVR.

Lalu, memperluas portofolio ke premium dan value segment, membangun execution powerhouse, memimpin kapabilitas transformasional, dan menempatkan prinsip keberlanjutan sebagai inti dari perseroan ini. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas menilai, prospek kinerja fundamental UNVR diperkirakan akan cenderung moderat. Kalaupun UNVR bertumbuh, masih akan terbatas. Adapun tantangan UNVR saat ini menurutnya  adalah adanya persaingan yang ketat dari perusahaan fast moving consumer goods (FMCG) lainnya. Tantangan lain adalah kenaikan harga bahan baku yang bisa menekan margin keuntungan dan ketidakpastian ekonomi global serta stabilitas nilai tukar rupiah. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menilai, kinerja UNVR masih bergantung pada daya beli konsumsi rumah tangga. Maka Nafan merekomendasi hold saham UNVR dengan target harga Rp 3.330 per saham.  Sedang rekomendasi Sukarno, wait and see UNVR di jangka menengah. Lalu secara teknikal jangka pendek dengan target Rp 3.330 hingga Rp 3.380 per saham.

Menggeber Ekspansi Usai Melantai Bursa

HR1 09 Feb 2024 Kontan

Bertambah lagi emiten yang melantai di bursa. Rabu kemarin (7/2), Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan empat tambahan emiten sekaligus. Dua di antaranya adalah PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) dan PT United PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD). Sementara dua lainnya masuk ke kategori perusahaan rintisan alias startup.Dalam penawaran saham perdana alias initial public offering (IPO), ALII menawarkan 3,16 miliar saham dengan harga penawaran umum Rp 272 per saham. Jumlah itu setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pasca IPO. Direktur Utama ALII, Faisal Mohamad Nur menyatakan, pihaknya mengumpulkan Rp 860,9 miliar dari IPO. Ancara Logistics akan menggunakan dana itu untuk tiga keperluan utama. Pertama, 75% untuk memberikan pinjaman ke anak usaha, yaitu Mahakam Coal Terminal untuk pembayaran sebagian atau pelunasan pokok utang. Kedua, sekitar 21,44% untuk akuisisi 15 unit kapal tongkang sungai yang baru. Dengan aksi ini, Faisal memproyeksi, ALII  bisa mengantongi pendapatan Rp 2 triliun di tahun 2024. Dari sisi bottom line, ALII menargetkan akan mendapatkan Rp 900 miliar di tahun ini. 

Untuk mencapai target itu, ALII  menargetkan bisa mengangkut 7 juta ton batubara. Target naik dua kali lipat dari 2023 yang hanya 2,7 juta ton. Rupanya, ALII sudah mendapat dua kontrak utama dari perusahaan tambang yang terafiliasi. Sedangkan  produsen sepeda motor listrik PT Terang Dunia Internusa Tbk menawarkan 1,66 miliar saham dengan harga penawaran umum Rp 240 per saham.Direktur UNTD Andrew Mulyadi menyatakan, pihaknya meraup dana segar Rp 400 miliar dari aksi tersebut. UNTD akan menggunakan dana tersebut untuk modal kerja. Seperti  membeli bahan baku sepeda motor listrik dan E-Moped (motor listrik). Antara lain kerangka,  baterai, dinamo, wheel-set, multi-information display (speedometer digital, GPS), sistem pengereman dan suspensi. Dari empat emiten, ada dua startup yang melantai di bursa Rabu (7/2). Yakni PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX), pengelola aplkasi MPStore  dari Bangkalan, Madura. Serta PT Topindo Solusi Komunika Tbk (TOSK), pengelola aplikasi e-commerce Topindoku  dari  Singkawang, Kalimantan Barat. Seiko Manito, Direktur Utama Topindo Solusi Komunika sebut berencana memperluas pasar di luar Kalimantan setelah IPO. Selain itu TOKS juga bakal membangun sejumlah gerai fisik untuk pengembangan pasar dan penetrasi ke para mitra usaha.

Harita Nickel Gelar Private Placement dan Rights Issue Jumbo

KT1 09 Feb 2024 Investor Daily (H)
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel berencana menerbitkan 6,3 miliar saham baru melalui skema penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih  dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Perseroan juga akan menggelar penawaran umum terbatas (PUT) sebanyak 18,92 miliar saham baru dengan skema right issue. Apabila menggunakan asumsi harga saham NCKL pada penutupan perdagangan Rabu (7/2/2024) yang sebesar Rp830, perusahaan pertambangan papan atas di Indonesia tersebut bisa meraup dana hingga Rp20,95 triliun dari dua aksi korporasi ini. "Seluruh dana yang diperoleh atas pelaksanaan PMTHMETD dan PUT ini akan digunakan oleh perseroan untuk melakukan transaksi," tulis manajemen NCKL. Sementara jumlah saham yang direncanakan untuk diterbitkan perseroan dalam rangka penawaran umum terbatas mencapai 30% dari jumlah seluruh modal  ditempatkan di sektor perusahaan. Para pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dapat terdilusi paling banyak 23,08%. (Yetede)

WSKT Berharap Bisa Meraup Kontrak

HR1 07 Feb 2024 Kontan
Emiten badan usaha milik negara (BUMN karya relatif mudah mendapatkan kontrak baru. Termasuk PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Meski salah satu emiten BUMN karya ini berupaya menyehatkan finasialnya, WSKT masih sanggup mencatatkan kontak baru. Sepanjang 2023, WSKT mencatatkan kontrak baru Rp 16,9 triliun. Direktur Keuangan WSKT, Wiwi Suprihatno menjelaskan saat ini pihaknya telah menerapkan komite risiko. Salah satu tugasnya adalah menjaga pemilihan proyek-proyek baru agar lebih menguntungkan dan berkelanjutan. Dari pencapaian nilai kontrak baru 2023 itu, berdasarkan kepemilikan proyek didominasi oleh proyek pemerintah 61,66%. Lalu  proyek BUMN/BUMD sebesar 21,75%, pengembangan anak usaha 16,00% dan swasta 0,60%. Sementara, berdasarkan segmentasi proyek adalah untuk proyek konektivitas infrastruktur sebesar 55,24%, proyek gedung 16,95%, proyek sumber daya air 13,28%, dan anak usaha 14,27%. Agar bisa mencapai target tersebut, WSKT masih berharap dari proyek pemerintah yang  ditargetkan bisa mencapai 50%. Sisanya dari proyek swasta dan lainnya. Selain itu, WSKT masih bakal menyasar proyek dengan skema pembayaran bulanan dan ada uang muka. Pengamat Pasar Modal, Teguh Hidayat menilai manajemen WSKT butuh perombakan agar bisa memperbaiki kinerja. Ini terkait adanya dugaan pelanggaran tata kelola perusahaan. Ini  berkaca pada hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di periode 2015-2019.

Emiten Projogo Pangestu Masih Merajai Bursa

HR1 07 Feb 2024 Kontan (H)
Kiprah taipan Prajogo Pangestu di pasar modal membetot perhatian.  Tahun lalu, dua perusahaan afiliasinya PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melantai di bursa. Harga saham keduanya meroket. Bahkan BREN sempat menduduki takhta emiten dengan kapitalisasi pasar atau market capitalization (market caps) terbesar, walau cuma sekejap. Kedua emiten Grup Barito ini  juga rajin akuisisi. Terbaru, CUAN akan mencaplok saham  kontraktor pertambangan, PT Petrosea Tbk (PTRO). Rencananya, CUAN akan membeli 342,92 juta saham PTRO. Jumlah ini mewakili 34% saham PTRO. Nilainya mencapai Rp 940 miliar. Bila CUAN mendapat restu mengakuisisi PTRO, portofolio bisnis Prajogo di  bursa bertambah. Prajogo dominan memiliki lima emiten terafiliasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yakni CUAN, PTRO, BREN, PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Kapitalisasi pasar grup emiten Prajogo juga terbesar di bursa. Kemarin, total kapitalisasi pasar Grup Barito itu sebesar Rp 1.413 triliun atau 12,22% dari total kapitalisasi  bursa saham Indonesia yang sebesar Rp 11.563,03 triliun. 
Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat Chandra Asri Tbk, Suryandi mengatakan, untuk mendukung pembangunan pabrik ini, TPIA menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai US$ 300 juta. Sementara BREN terus melebarkan sayap di luar bisnis panas bumi. Awal Januari 2024, BREN merampungkan akuisisi saham Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Lombok dan Sukabumi. BREN juga mengakuisisi PLTB Sidrap, Sulawesi Selatan. "Tujuannya pengembangan usaha dan memperkuat posisi bisnis grup di bidang energi terbarukan," terang Merly, Sekretaris Perusahaan BREN. Berkaca pada tangan ajaib Prajogo, Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas menilai saham PTRO berpotensi naik tinggi mengikuti jejak CUAN dan BREN. Head of Investment Reswara Gian Investa, Kiswoyo Adi Joe menilai di antara emiten Grup Barito, bisnis TPIA dinilai paling rentan. Sebab, bisnis petrokimia sangat dipengaruhi volatilitas minyak bumi sebagai bahan baku produksi. 

RAMUAN CUAN NAGA KAYU

HR1 07 Feb 2024 Bisnis Indonesia (H)

Tahun baru Imlek 2575 yang jatuh pada 10 Februari 2024 menandai lembaran awal tahun bershio Naga Kayu. Meski diwarnai ketidakpastian dan gejolak, ramuan investasi yang fokus pada saham emiten dengan elemen api dan logam diramal bakal membawa cuan.Dari kacamata pakar fengsui, tahun Naga identik dengan berbagai ketidakpastaian dan gejolak. Pakar Fengsui Suhu Hong Xiang Yi menjelaskan tahun Naga menjadi momentum yang baik untuk berspekulasi. "Jadi, artinya yang penting adalah investor harus mengamati dengan baik dan bisa menangkap kesempatan dengan baik," ujar Xiang Yi saat berbincang dengan Bisnis, Selasa, (6/2). Secara sektoral, Xiang Yi memperkirakan saham yang terkait dengan elemen api akan menguat pada tahun Naga Kayu 2024. Selain itu, saham emiten di bidang usaha berelemen logam juga diproyeksi mengilap. Sebaliknya, Xiang Yi menilai saham emiten berelemen air seperti sektor transportasi, logistik, perkapalan, dan penerbangan kurang moncer pada tahun ini. Adapun, elemen kayu dan tanah yang meliputi emiten sektor kertas dan properti diprediksi relatif landai pertumbuhannya. 

Setali tiga uang, Ahli Fengsui Master Ken Koh dalam riset yang dirilis oleh Maybank Investment Banking Group, juga mengungkapkan hal yang relatif sama. Menurutnya, gejolak konflik di Timur Tengah yang berdampak ke pasar diprediksi akan mereda dan berganti dengan potensi pemulihan ekonomi. Dengan pendekatan fengsui, Ken Koh memperkirakan saham-saham di sektor emas, perbankan, pertambangan, dan otomotif, yang memiliki elemen logam, akan mendapat angin positif dan berpotensi mencetak cuan. Selanjutnya, saham emiten dengan elemen api di sektor teknologi, farmasi, hingga media juga dinilai moncer pada Tahun Naga Kayu. Prospek yang lebih baik juga disebut bakal menghampiri saham-saham di elemen tanah seperti properti. Pendapat dua pakar fengsui itu diamini oleh Pengamat Pasar Modal sekaligus Co Founder Pasardana Hans Kwee. Dia menilai pasar saham dan reksa dana akan sangat fl uktuatif pada tahun Naga Kayu. Menurutnya, investor perlu mengatur waktu yang tepat untuk masuk ke tiap instrumen investasi tersebut. Di sektor teknologi dan media, Hans merekomendasikan investor untuk mencermati saham GOTO, SCMA, BMTR, dan MNCN. Sementara itu, saham BSDE, DMAS, dan CTRA dinilai menarik untuk dilirik investor pada tahun Naga Kayu. "Sektor emas bisa pilih saham AMMN, MDKA, ANTM, UNTR, sedangkan perbankan ada BMRI, BBRI, BBNI, dan BBCA," katanya. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menambahkan pendekatan investor dalam menentukan saham pilihan perlu diperkaya dengan analisis fundamental, tata kelola perusahaan, laporan keuangan, analisis teknikal dan likuiditas perdagangan.

Hengtong Tender Offer Saham Voksel di Harga Akuisisi

KT1 06 Feb 2024 Investor Daily (H)
Hentong Optic-Electric International Co Ltd selaku  pengendali baru PT Voksel Electric Tbk (VOKS) akan melakukan penawaran tender wajib (mandotary tender offer)  sebanyak-banyaknya 1,11 miliar saham VOKS di harga Rp 226 per saham, atau sama dengan harga yang dikeluarkan perseroan untuk akuisisi 42,97% saham VOKS. Harga itu terbilang premium, karena lebih tinggi dari rata-rata selama 90 hari terakhir yang sebesar Rp 195 per saham,  dan diatas penutupan Senin (5/2/2024) di posisi Rp 222 per saham. Dalam pernyataan penawaran tender wajib yang dipublikasikan Senin (5/2/2024), Hengtong akan melakukan tender offer atas 1.119.920.350 saham atau 26,95% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor VOSK. "Harga penawaran tender wajib sebesar Rp 226 per saham, yang merupakan harga per saham tertinggi  diantara rata-rata harga  tertinggi perdagangan harian di Bursa Efek Indonesia  (BEI) dalam waktu 90 hari terakhir yaitu pada 8 Mei-5 Agustus 2023 yang sebesar Rp 195. Sehingga nilai penawaran  tender wajib sebanyak-banyaknya adalah sebesar Rp 253.101.999.100," tulis manajemen Hengtong. (Yetede)