Saham Berjaya Di Tahun Naga
Naga yang menjadi simbol kekuatan dan keberanian, juga bisa membawa simbol gejolak dan ketidakpastian. Berdasarkan astrologi China, tahun baru Imlek 2575 Kongzili yang bertepatan dengan tanggal 10 Februari 2024 merupakan tahun Naga dengan elemen kayu. Ahli Feng Shui, Xiang Yi mengatakan, memasuki tahun Naga Kayu, pasar saham akan cenderung fluktuatif. Apalagi, ada pergantian pemerintahan yang bisa berdampak ke aspek keuangan. Xiang Yi menuturkan, sektor saham yang prospektif di Tahun Naga Kayu adalah yang berkaitan dengan elemen logam, yaitu sektor teknologi dan sektor pertambangan. Sementara, sektor yang kurang prospektif di Tahun Naga Kayu adalah yang berkaitan dengan elemen air, yaitu sektor transportasi. "Bahkan, kehadiran api dapat membantu memperkuat unsur tanah yang sudah kuat secara alami," sebut riset tersebut. Alhasil, sektor-sektor yang berkaitan dengan unsur tanah seperti properti dapat berkembang pesat tahun ini. Sedangkan dari riset Maybank, Feng Shui Master Ken Koh mengatakan, elemen kayu juga akan membawa kemakmuran bagi industri logam. Hal ini akan menguntungkan sektor perbankan, pertambangan, dan otomotif. Founder & CEO Arah Investasi Mandiri, Hendra Martono Liem menuturkan, tahun Naga Kayu Yang mungkin membawa volatilitas pasar. Tapi, pasar modal masih akan memberikan cuan tebal. Dalam skenario dasar, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang ke 7.910 dan menuju 8.123 dalam hitungan skenario agresif.
Praktisi Pasar Modal, Sunar Susanto mengatakan, berdasarkan peruntungan Shio Naga, rata-rata imbal hasil indeks Hang Seng dan S&P500 adalah 15,44% dan 5,38%. Menyusul, IHSG berpeluang naik 9%-10% sampai akhir tahun 2024. Direktur Ekuator Swarna Investama, Hans Kwee juga berkata hal senada. Di tahun Naga Kayu, pasar saham dan reksadana di tahun 2024 akan sangat fluktuatif. Sehingga, pelaku pasar yang mau cuan sebaiknya masuk ke pasar obligasi pada semester pertama ini dan kemudian memperbesar porsi saham pada separuh kedua 2024 saat harganya terkoreksi. Hans merekomendasikan saham GOTO, MNCN, SCMA, dan BMTR untuk sektor yang berhubungan elemen api. Sedangkan rekomendasi untuk sektor elemen kayu adalah BSDE, DMAS, CTRA. Lalu, di elemen logam, pelaku pasar bisa mempertimbangkan peluang keuntungan dari saham pertambangan dan keuangan seperti AMMN, MDKA, ANTM, UNTR, BMRI, BBRI, BBNI, dan BBCA. Hendra juga menilai, dua sektor yang berpotensi hoki di tahun ini adalah sektor teknologi serta sektor energi baru terbarukan (EBT). Sektor teknologi menginterpretasikan elemen kayu yang melambangkan pertumbuhan dan ekspansi. Kalau dilihat dari harga, saham sektor teknologi sudah turun banyak sejak Oktober 2021. Harganya dianggap mulai murah dan kembali menarik perhatian.
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Perang Memanas, Saham Energi Kian Mendidih
Ancaman Deindustrialisasi & Nasib Buruh
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023