;

Unilever Bakal Fokus ke Segmen Premium

Ekonomi Hairul Rizal 09 Feb 2024 Kontan
Unilever Bakal Fokus ke Segmen Premium

Di tahun 2024 ini, PT Unilever Indonesia Tbk akan bekerja keras memperbaiki kinerja. Perusahaan asal Belanda ini menargetkan belanja modal atau capital expenditure (capex) di rentang 2,4% hingga 2,5% dari total pendapatan 2023. Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap mengungkapkan, belanja modal tersebut mengalir dalam rangka mendukung pertumbuhan bisnis emiten berkode saham UNVR itu. Melansir laporan keuangan per 31 Desember 2023,  Unilever membukukan laba bersih Rp 4,8 triliun sepanjang tahun 2023. Angka itu turun sebesar 10,51% dibandingkan laba bersih pada 2022 senilai Rp 5,36 triliun. "Secara keseluruhan, kami menyiapkan anggaran belanja modal sebesar Rp 930 miliar hingga Rp 970 miliar untuk 2024," kata Benjie di paparan kinerja, Rabu (7/2). Direktur Keuangan UNVR, Vivek Agarwal mengakui, UNVR mengalami  beberapa kendala. Salah satunya dari tensi geopolitik global yang telah memberikan dampak pada kinerja perseroan. Ke depan, UNVR berkomitmen fokus pada pertumbuhan jangka panjang. Langkahnya adalah dengan menerapkan lima prioritas strategis. Seperti memperkuat merek-merek  utama UNVR.

Lalu, memperluas portofolio ke premium dan value segment, membangun execution powerhouse, memimpin kapabilitas transformasional, dan menempatkan prinsip keberlanjutan sebagai inti dari perseroan ini. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas menilai, prospek kinerja fundamental UNVR diperkirakan akan cenderung moderat. Kalaupun UNVR bertumbuh, masih akan terbatas. Adapun tantangan UNVR saat ini menurutnya  adalah adanya persaingan yang ketat dari perusahaan fast moving consumer goods (FMCG) lainnya. Tantangan lain adalah kenaikan harga bahan baku yang bisa menekan margin keuntungan dan ketidakpastian ekonomi global serta stabilitas nilai tukar rupiah. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menilai, kinerja UNVR masih bergantung pada daya beli konsumsi rumah tangga. Maka Nafan merekomendasi hold saham UNVR dengan target harga Rp 3.330 per saham.  Sedang rekomendasi Sukarno, wait and see UNVR di jangka menengah. Lalu secara teknikal jangka pendek dengan target Rp 3.330 hingga Rp 3.380 per saham.

Download Aplikasi Labirin :