;

Divestasi Tak Jamin Kenaikan Harga Saham Vale Indonesia

Ekonomi Yoga 29 Feb 2024 Kompas
Divestasi Tak Jamin Kenaikan Harga Saham Vale Indonesia

Saham perusahaan tambang nikel PT ValeIndonesia Tbk yang tercatat di bursa dengan nama INCO naik sesaat pascadivestasi saham, Senin (26/2). Namun, tren ini dinilai analis tidak akan bertahan lama karena factor eksternal yang memengaruhi perdagangan komoditas nikel. Pada perdagangan sesi pertama Rabu (28/2), harga saham INCO menyentuh angka tertinggi Rp 4.120 per lembar, setelah terus naik pada kisaran Rp 3.800 per lembar sejak dua hari sebelumnya. Namun, harga itu mulai turun di pengujung perdagangan sesi pertama. ”Menurut saya, ini karena sentimen divestasi berakhir. Sekarang INCO mencapai fase jenuh jual dan mulai rebound,” kata pengamat pasar modal sekaligus founder WH-Project, William Hartanto.

Sentimen itu terjadi setelah Pemerintah Indonesia melalui PT Mineral Industri Indonesia Persero (Mind Id) resmi mengakuisisi 14 % saham dari perusahaan pengendali lain, yakni Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co Ltd (SMM). Dengan itu, perusahaan induk (holding) industri pertambangan BUMN itu menjadi pemegang saham mayoritas, sebesar 34 %. Analis Henan Putihrai Sekuritas, Ezaridho Ibnutama, berpendapat, kenaikan harga saham INCO hanya akan terjadi sesaat. Bahkan, harga cenderung turun setelah PT Vale Indonesia Tbk menawarkan right issue atau saham baru kepada investor di Bursa Efek Indonesia dengan harga Rp 3.050 per lembar. Harga tersebut adalah harga divestasi yang disepakati bersama. ”Top-line (pendapatan) dan bottom-line (laba bersih) INCO akan mengalami kontraksi sampai tahun depan jika kondisi ekonomi global masih ada banyak ketidakpastian,” ujarnya. (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :