Cuan Terus dari Anggota Kompas 100
Saham-saham penghuni Indeks Kompas100 bergerak melaju. Pada pekan lalu, saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus rekor tertinggi sepanjang masa alias all time high (ATH), beberapa saham Kompas100 juga turut menyentuh rekor tertinggi baru. Jika dihitung dari awal Maret 2024, terdapat delapan emiten yang berhasil menyentuh ATH. Setengah dari saham penjebol rekor tersebut berasal dari sektor perbankan yang memiliki kapitalisasi pasar atau market caps terbesar di Indonesia. Sektor perbankan besar, memang terdorong euforia pembagian dividen. Kinerja emiten bank yang masih oke juga jadi alasan pelaku pasar memburu saham-saham ini. Tapi di luar sektor bank, ada beberapa saham lainnya yang juga unjuk gigi. Misalnya, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang sempat menyentuh ATH ke level Rp 1.810 pada perdagangan intraday 6 Maret 2024. Saham penghuni baru Indeks Kompas100, PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) juga menembus rekor tertinggi intraday pada 15 Maret 2024 ke Rp 184. Dua saham lainnya yang tembus ATH adalah PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) dan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).
CEO Edvisor Profina Visindo Praska Putrantyo menilai, saham-saham emiten Kompas100 diwarnai sentimen positif terkait ekspektasi pemulihan kinerja fundamental dalam jangka panjang. Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy menambahkan, ada beberapa pemicu yang membuat saham-saham Kompas100 menembus ATH. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer juga sepakat, kenaikan harga minyak di awal tahun ini menjadi sentimen positif bagi distributor BBM seperti AKRA. Di sisi lain, pencapaian rekor harga tertinggi baru juga disebabkan oleh adanya aksi akumulasi. Contohnya seperti yang terjadi pada saham SSIA. Pengamat Pasar Modal dan pendiri WH Project William Hartanto menemukan adanya akumulasi (aksi beli) besar di saham SSIA, yang terjadi di kisaran harga Rp 340. William misalnya, melihat koreksi saham SSIA masih aman selama harga bertahan di atas Rp 855. Sedangkan, Praska mencermati ada peluang buy on weakness di saham AKRA dengan target harga Rp 1.580–Rp 1.670. Lalu SMIL dengan target harga Rp 158–Rp 166 per saham, TPIA dengan target harga Rp 3.710–Rp 4.240, serta saham SSIA dengan target harga Rp 535–Rp 670 per saham.
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023