Mengintai Aksi Para Pengendali
Hingga Maret 2024, sejumlah "orang dalam" rajin melakukan transaksi saham. Mereka adalah pengendali, pemegang saham signifikan maupun top management, yang memborong maupun melepas saham emitennya. Sebagai contoh, PT Arthakencana Rayatama, salah satu pengendali dari PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang getol mengakumulasi saham AKRA sejak akhir 2023. Transaksi terakhir dilakukan 6-7 Maret 2024. Hasilnya, kepemilikan Arthakencana di AKRA kini membengkak menjadi 60,76%. Head of Equities Investment Berdikari Manajemen Investasi Agung Ramadoni mengamati aktivitas transaksi "orang dalam" pada suatu emiten bukan tanpa alasan.
Motifnya beragam, mulai dari perubahan strategi, indikasi aksi korporasi, hingga memanfaatkan momentum saat valuasi saham dinilai sedang murah. Investment Consultant Reliance Sekuritas Indonesia Reza Priyambada sepakat, "orang dalam" yang getol memborong umumnya karena menilai harga sahamnya sedang rendah. Sementara pendiri WH-Project William Hartanto menilai transaksi itu memberikan dampak berbeda bagi setiap saham. Pertama, jumlah saham yang ditransaksikan. Kedua, siapa pihak atau investor yang melakoni transaksi. Ketiga, aksi korporasi lanjutan. CEO Edvisor Profina Visindo, Praska Putrantyo menilai dampak dari transaksi "orang dalam" bersifat jangka pendek. Jangka panjangnya tetap melihat kinerja keuangan dan valuasi.
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Duo Investor Raksasa Dibalik RS Hermina
Perang Memanas, Saham Energi Kian Mendidih
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
ICBP–INDF Tebar Dividen Besar
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023