Menguji Tuah Saham Prajogo Pangestu
Kendati sempat naik ke harga tertinggi sepanjang masa, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) baru naik tipis 0,41% jika dihitung sejak awal tahun ini. Beberapa saham big caps masih menjadi pemberat IHSG, termasuk saham emiten milik taipan Prajogo Pangestu. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi pemberat utama IHSG. Harga BREN sudah turun 30,8% sejak awal tahun ke Rp 5.175, Senin (18/3). Selain BREN, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga sudah terkoreksi 64,84% year to date (ytd). Begitu juga PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Dengan kapitalisasi pasar Rp 90 triliun, BRPT telah menggerus IHSG sebesar 24,01 poin. Investment Consultant Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, salah satu penyebab turunnya harga saham Grup Barito adalah aksi profit taking dari investor. Kendati harganya sudah turun dalam, masih ada kesempatan untuk mencermati saham Grup Barito, terutama di tengah musim laporan keuangan ini.
BREN misalnya, diharapkan masih menuai kinerja positif seperti pada kuartal III 2023 lalu. Frankie Wijoyo Prasetio, Head of Equity Trading MNC Sekuritas menambahkan, wajar saja kalau saham emiten Prajogo Pangestu menjadi pemberat. Saham-saham ini sudah rally tinggi sepanjang tahun 2023 lalu. Meski menjadi pemberat IHSG, Reza menilai ada sejumlah saham pemberat yang menarik dicermati. Saham BREN masih punya potensi kenaikan harga atau upside 15,94% di target Rp 6.000. Sedangkan saham CUAN menarik dicermati dengan target harga di Rp 5.450. Frankie menilai, pelemahan harga saham ASII turut disebabkan sentimen masuknya salah satu raksasa otomotif asal China yang berpotensi merenggut pangsa pasar Grup Astra. Namun, saat ini harga saham ASII sudah masih lebih rendah dibandingkan 2019. Reza juga menilai ASII menarik dicermati dengan target harga Rp 5.900. Saham laggard lain yang bisa dicermati investor adalah saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Reza memasang target harga MDKA Rp 2.600 per saham. Lalu, saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) diberikan target harga di Rp 1.600 per saham.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023