;
Tags

Rokok dan Tembakau

( 84 )

Mengisap Potensi Cuan Saham Rokok

HR1 20 May 2024 Kontan

Kinerja emiten rokok tidak mengepul optimal di tiga bulan pertama 2024. Ini tampak dari realisasi kinerja sejumlah emiten rokok. Misalnya saja PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Emiten rokok yang berbasis di Kediri, Jawa Timur ini  mencatat laba yang dapat diatribusikan pada entitas induk Rp 595,5 di kuartal I-2024. Hasil itu merosot 69% dari periode serupa 2023 yang tembus Rp 1,96 triliun. Ini imbas dari penurunan pendapatan GGRM di kuartal I-2024 sebesar 11,7% menjadi Rp 26,26 triliun. PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) juga mencatatkan penurunan laba bersih pada kuartal I-2024. Begitu juga pendapatan emiten ini yang mengalami koreksi. Meski demikian hasil berbeda dicapai oleh PT HM Sampoerna Tbk (HMSP). Emiten saham milik Philip Morris ini berhasil mencetak pertumbuhan dan laba bersih positif.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo melihat secara kinerja hasil penjualan GGRM dan WIIM di kuartal I-2024 masih di bawah ekspektasi. Penurunan kinerja kedua emiten tersebut, menurutnya, karena adanya penurunan penjualan segmen sigaret kretek mesin (SKM). Masih mengepulnya kinerja HMSP, sebut Azis, dikarenakan emiten ini bisa menjaga pendapatan di segmen SKM. Sedangkan penurunan kinerja GGRM dan WIIM, ia lihat sebagai indikasi pelemahan daya beli perokok. Sedangkan Senior Investment Information Mirae Aset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta melihat kinerja emiten rokok masih sustainable. Terutama HMSP yang menunjukan kinerja relatif membaik dan stabil. Secara teknikal, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana  merekomendasikan trading buy GGRM dengan target  Rp 19.725-Rp 20.000 dan speculative buy WIIM dengan target Rp 1.200-  Rp 1.260. Sedangkan Azis trading buy HMSP dengan target harga  Rp 810-Rp 850.

Rokok Sampoerna Masih Ngebul

HR1 13 Feb 2024 Kontan
Di tengah tantangan cukai rokok, kinerja emiten produsen rokok PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) berpeluang tetap tumbuh tahun ini. Diversifikasi ke produk rokok tembakau tanpa asap dengan merek IQOS jadi salah satu pendorong kinerja HMSP ke depan. Analis Maybank Sekuritas Willy Goutama menilai, diversifikasi HMSP ke produk IQOS dapat menghasilkan kinerja yang kuat bagi HMSP. Portofolio rokok IQOS juga memiliki nilai ekonomis. Harga per batang IQOS sebesar Rp 1.450, jauh di bawah harga rokok putih HMSP sebesar Rp 2.000 per batang. Willy memperkirakan, kontribusi penjualan IQOS akan konsisten bertumbuh secara bertahap. Pada 2023, penjualan IQOS diperkirakan berkontribusi sebesar 3,8%, lalu di 2024 menjadi 4,9%, dan di tahun 2025 mencapai 6,4% dari total penjualan. Investment Consultant Reliance Sekuritas Reza Priyambada menambahkan, kinerja HMSP hingga September 2023 masih solid. Pendapatan HMSP tumbuh 4,67% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 87,29 triliun dan laba bersih melesat 26,3% yoy menjadi Rp 6,21 triliun. Analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto punya pendapat senada. Kinerja HMSP akan didorong oleh pertumbuhan produk SKT. Konsumen kemungkinan masih akan mengincar rokok yang lebih murah. Salah satu penyebabnya adalah upah minimum tahun 2024 yang hanya naik sekitar 4%. "Karena itu, kami memperkirakan adanya peningkatan preferensi untuk SKT dan produk dengan harga terjangkau," tulisnya dalam riset 4 Desember 2023. Menurutnya, pasar SKT semakin bertumbuh. HMSP pun menangkap peluang tersebut untuk memperluas produksi SKT dengan membuka fasilitas baru di Blitar dan Tegal. Nilai investasi pabrik ini mencapai Rp 638 miliar dan dijadwalkan akan beroperasi pada semester I-2024 mendatang. Natalia mengatakan, pertumbuhan kinerja HMSP juga didukung penyesuaian rata-rata harga jual produk yang diprediksi naik 8,7% pada 2024. Kenaikan harga ini dilakukan untuk meneruskan kenaikan cukai 11,8% untuk SKM dan 4,8% untuk SKT. Dus, Natalia memperkirakan pendapatan HMSP tahun ini bisa mencapai Rp 129,40 triliun, naik dari proyeksi 2023 sebesar Rp 118,65 triliun.

Dibayangi Peralihan ke Rokok Murah

HR1 09 Feb 2024 Kontan
PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menghadapi persaingan ketat di industri rokok. Daya beli masyarakat yang masih rendah, akan tetap menggiring konsumsi ke produk rokok lebih murah atau downtrading. Penerapan Cukai Hasil Tembakau (CHT) menjadi faktor yang memberatkan bisnis produsen rokok tingkat satu, seperti GGRM. Sejumlah efisiensi pun dilakukan guna mengimbagi tergerusnya volume penjualan. Analis Mirae Asset Sekuritas, Rut Yesika Simak mengatakan, kenaikan cukai rokok tidak sebanding dengan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP), sehingga peralihan ke produk rokok yang lebih murah masih akan terjadi. Analis Trimegah Sekuritas, Ignatius Samon mengatakan, GGRM melaporkan pendapatan kuartal ketiga 2023 sebesar Rp 1,2 triliun, turun 12% secara kuartalan (qoq), namun bertumbuh 116% secara tahunan (yoy). Capaian tersebut membawa pendapatan GGRM menjadi sebesar Rp 4,5 triliun selama periode Januari - September 2023, melonjak 198% yoy dan telah mencapai sekitar 70% dari konsensus. Adanya penurunan laba kotor GGRM pada kuartal ketiga sekitar 20 basis poin mencerminkan kalau pelanggan mungkin beralih ke produk GGRM yang memberikan margin lebih rendah. Situasi ini bisa berdampak ke profitabilitas GGRM secara keseluruhan. "Hilangnya pangsa pasar saat ini tetap menjadi tantangan bagi GGRM," ujar Ignatius dalam riset 7 Desember 2023 lalu. Di sisi lain, Rut menilai langkah efisiensi yang dilakukan GGRM masih berpeluang mendorong EBITDA dan laba bersih tahun ini. Efisiensi itu berada di berbagai bidang seperti pengeluaran advertising & promotion (A&P) dan gaji. Hanya saja, peraturan pajak cukai baru dapat menghambat pertumbuhan pendapatan GGRM mulai kuartal II 2024. Di sisi lain, belanja pemilu dan pencairan bantuan sosial dapat mendukung bisnis GGRM. Menurut Ignatius, secara historis, GGRM mendapat manfaat yang lebih besar dibandingkan perusahaan sejenis saat pemilu. Tapi, Analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto punya catatan. Pada pemilu 2014 dan 2019, volume GGRM tumbuh positif masing-masing 5.3% yoy dan 12.6% yoy. Tapi, ini karena GGRM memiliki produk SKM full flavour kuat, yang saat itu menjadi pilihan konsumen. Nah, di pemilu kali ini lain cerita. Pasalnya, ada kondisi downtrading yang justru membuat konsumen beralih ke rokok tier-2.

MENAKAR KENAIKAN CUKAI ROKOK DAN KINERJA EMITEN

KT3 10 Jan 2024 Kompas

Sejak Januari 2024, pemerintah melanjutkan pemberlakuan enaikan tarif cukai rokok yang sudah diputuskan lewat Permenkeu (PMK) No 191Tahun 2022. Rokok konvensional mengalami kenaikan tarif CHT rata-rata 10 %. Tarif CHT rokok elektronik rata-rata naik sebesar 15 % dan hasil pengolahan tembakau lainnya rata-rata naik 6 %. Kebijakan menaikkan harga eceran rokok itu membuat perokok seperti Fajar Dharmawan (33) harus kembali memutar otak untuk menghemat pengeluaran. Saat ini ia mengonsumsi rokok konvensional jenis sigaret kretek mesin (SKM) dan rokok elektrik setelah kenaikan cukai rokok 12 % pada tahun 2021. ”Kenaikan harga di 2021 itu membuat rokok saya yang sebelumnya Rp 30.000 naik jadi Rp 32.000-Rp 33.000. Kenaikan harga ini membuat saya beralih ke rokok elektrik,” ujar karyawan swasta di Jakarta itu, Selasa (9/1/2024). Setahun terakhir, Fajar menemukan rokok murah di bawah Rp 30.000. Ia kemudian menyelingi konsumsi rokok batang tersebut dengan rokok elektrik yang dinilai lebih hemat.

Selain untuk mengendalikan dampak kesehatan dari konsumsi rokok, penerapan pajak ini bertujuan agar pemerintah dapat mendulang pemasukan, antara lain, penerimaan CHT yang ditargetkan Rp 230,4 triliun tahun ini atau 95 % dari total target penerimaan cukai di 2023 sebesar Rp 245 triliun. Namun, di sisi lain, masyarakat masih bisa mencari substitusi pengganti untuk produk adiktif yang biasa mereka konsumsi. Head of Research Center Mirae Asset Sekuritas Indonesia Roger MM mengamati, kenaikan cukai dari tahun ke tahun menimbulkan dua bentuk perilaku di masyarakat. ”Kalau ada kenaikan harga rokok, sebagian ada yang pindah ke tier bawah, sebagian ada yang kuat atau konsisten dengan kenaikan rokok,” katanya kepada Kompas, di Jakarta, Senin (8/1).

Bursa Efek Indonesia mencatat empat perusahaan rokok di Indonesia, yakni HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM), dan Bentoel International Investama (RMBA). Sejauh ini, indeks kinerja emiten-emiten tersebut bergerak beragam pasca penetapan kenaikan CHT 2024. Sepekan terakhir, harga saham HMSP naik turun antara Rp 865 - Rp 910 per lembar. Demikian juga dengan saham GGRM yang bergerak di antara level 20.500-21.000, dan WIIM di antara Rp 1.740 - Rp 1.890 per lembar. Adapun RMBA sedang masuk dalam daftar pemantauan khusus sejak pertengahan 2021. Mirae Asset Sekuritas Indonesia menganalisis, emiten-emiten tersebut tidak hanya akan terpengaruh oleh kenaikan CHT, tetapi juga factor penurunan daya beli dan tariff ekspor. (Yoga)

Tersebab Cukai Rokok Naik

KT1 03 Jan 2024 Tempo
BERAGAM stoples besar berisi tembakau curah dipajang di etalase Toko Poek Tobacco, Jakarta Barat. Arifin Bachtiar, pemilik toko tersebut, tengah melayani pelanggan saat ditemui kemarin, 2 Januari 2024. Sejak harga rokok naik, jumlah pelanggan yang datang untuk membeli tembakau curah yang dijualnya meningkat. “Mulai banyak pembeli baru yang datang, kebanyakan anak muda,” kata dia. Arifin mulai membuka toko tembakau curah sejak 2021. Sampai saat ini, tiap bulan terjadi peningkatan pendapatan 10 persen. “Tren linting lagi naik sejak kenaikan harga rokok,” ujarnya.

Menurut Arifin, harga tembakau curah memang jauh lebih murah. Ia menunjukkan tembakau curah kemasan dengan rasa mild seharga Rp 18 ribu yang jauh lebih murah dibanding rokok sebungkus. “Dengan harga segitu untuk satu kemasan, akan mendapat lintingan setara empat bungkus rokok dengan rasa yang tidak jauh berbeda,” kata Arifin. Dia beranggapan peningkatan penjualan mulai terjadi akibat kenaikan cukai hasil tembakau yang turut mengerek harga rokok di pasar.

Pemerintah kembali menaikkan cukai hasil tembakau 10 persen mulai awal tahun ini. Kebijakan tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 109 Tahun 2022 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT). Aturan ini disahkan sejak 2022, yang memuat kenaikan harga cukai sebesar 10 persen pada tahun lalu dan tahun ini. Sementara itu, tarif rokok elektrik ditetapkan naik sebesar 15 persen. (Yetede)

Pungutan Pajak Rokok Elektrik Diberlakukan

KT1 02 Jan 2024 Investor Daily
Kementerian Keuangan (Kemekeu) mulai menjalankan pemberlakuan pajak rokok atas rokok eletronik (REL) mulai 2 Januari 2024, sebagai bentuk momitmen pemerintah dalam  memberikan masa transisi pemungutan pajak rokok atas rokok elektrik sejak diberlakukan pengenaan cukainya pada pertengahan tahun 2018. Kepala Biro Komunikasi  dan  Layanan Informasi Kemenkeu Deni Surjantoro mengatakan, pengenaan cukai rokok terhadap rokok elektrik akan berkonsekuensi  pula pada pengemasan  pajak rokok yang merupakan pungutan atas cukai rokok (piggyback taxes). Namun, pada saat pengenaan cukai atas rokok elektrik pada 2018, belum serta merta dikenakan pajak rokok. "Hal ini merupakan upaya pemberian masa transisi yang cukup atas implementasi dari konsep piggyback taxes tang telah diimplemetasikan sejak 2014 yang merupakan amanah Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009," jelas Deni. (Yetede)

Tarif Cukai Menahan Laju GGRM

HR1 30 Nov 2023 Kontan

Produsen rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM) masih harus menghadapi berbagai tantangan pada tahun depan. Salah satunya adalah kenaikan tarif cukai rokok yang akan memicu peralihan ke rokok murah masih berlanjut. Pada sembilan bulan pertama tahun ini, pendapatan GGRM turun 13% secara tahunan alias year on year (yoy) menjadi Rp 81,7 triliun. Analis Sinarmas Sekuritas, Vita Lestari mengatakan, hal ini terutama akibat penurunan penjualan segmen sigaret kretek mesin (SKM) yang mencapai 14,1% yoy. Kontribusi segmen ini terhadap total penjualan pun menurun menjadi 90,4%, dari 91,6% pada sembilan bulan pertama 2022. Sementara itu, kontribusi penjualan segmen sigaret kretek tangan (SKT) sedikit naik menjadi 8,4%, dari sebelumnya 7%. Tren pertumbuhan penjualan segmen SKT sejalan dengan pertumbuhan pesaing utama GGRM, yakni PT HM Sampoerna Tbk (HMSP). Kendati begitu, Analis MNC Sekuritas Raka Junico W dalam riset 15 November 2023, Raka mengatakan, di tengah kenaikan tarif cukai rata-rata 10% pada 2024, GGRM akan melakukan penyesuaian harga secara perlahan demi mempertahankan pangsa pasar. Pada semester kedua 2024, Raka memperkirakan harga ritel untuk produk andalan GGRM seperti Gudang Garam International 12 menjadi Rp 27.100–Rp 27.900 per bungkus, sedangkan Surya 16 seharga Rp 36.200–Rp 37.300 per bungkus. Angka-angka ini mewakili kenaikan 7%-10% dibandingkan harga eceran pada Oktober 2023. Head of Research Mega Capital Sekuritas (Investasiku) Cheril Tanuwijaya menambahkan, tekanan lainnya berasal dari kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2024 relatif kecil. Sehingga, konsumsi masyarakat menengah bawah bakal semakin tertekan. Di tengah penurunan volume penjualan GGRM, Raka memangkas proyeksi kinerja GGRM. Proyeksi pendapatan setahun penuh 2023 diturunkan sebesar 15,1% menjadi Rp 110,8 triliun dari Rp 130,44 triliun. Lalu target laba bersih diturunkan 4,8% menjadi Rp 6 triliun dari prediksi awal di Rp 6,31 triliun.

Industri Rokok Sasar Generasi Muda melalui Pemasaran Digital

KT3 28 Nov 2023 Kompas

Laporan terbaru Vital Strategies menemukan, industri rokok berusaha melawan kemerosotan tingkat konsumsi rokok secara global dengan berinvestasi dalam berbagai perangkat pemasaran digital tercanggih, seperti metaverse, siniar, dan karya seni nonfungible token atau NFT. Berbagai media baru tersebut sejauh ini belum teregulasi dan didominasi oleh audiens muda. Laporan Vital Strategies itu merupakan bagian dari inisiatif sistem pemantauan pemasaran rokok di media digital Tobacco Enforcement and Reporting Movement (TERM). Laporan tersebut memaparkan bukti bagaimana perusahaan rokok mengeksploitasi berbagai platform digital. Bukti yang dilaporkan ini berdasarkan tinjauan dari media social dan situs digital lain di India, Indonesia, dan Meksiko.

”Konsumsi rokok secara global terus merosot dan industri rokok berusaha mati-matian untuk menjaring konsumen generasi berikutnya demi mempertahankan keuntungan mereka seiring dengan menurunnya  jumlah perokok,” sebut Nandita Murukutla, Vice President Global Policy and Research Vital Strategies, dalam keterangan tertulis, Senin (27/11). Dalam laporannya, Vital Strategies memaparkan bagaimana industri rokok menempuh segala cara untuk mendapatkan konsumen baru. Mereka memanfaatkan anggaran pemasaran yang sangat besar untuk memasang iklan di seluruh penjuru internet, yang regulasinya masih sangat lemah. ”Termasuk yang sangat meresahkan adalah menyasar ruang-ruang yang justru adalah sarana media yang ramai digunakan oleh anak muda,” kata Murukutla. Contohnya, seorang pemengaruh Indonesia dengan 42.000 lebih pengikut memajang produk rokok elektronik. Taktik pemasaran ini dinilai efektif karena dapat diakses di mana saja, interaktif, dan sering kali disesuaikan dengan selera personal, terutama anak-anak muda. Saat ini, terdapat 5,2 miliar pengguna internet di seluruh dunia. (Yoga)

Upaya Menjadikan Saham Rokok Tetap Ngebul

HR1 18 Nov 2023 Kontan

Emiten rokok masih bakal menghadapi tantangan di tahun politik. Penyebabnya bukan lantaran memanasnya suhu politik, tapi terutama terkait kenaikan cukai rokok. Setelah tahun ini cukai rokok 10%, di tahun 2024 nanti, pemerintah bakal mengerek kembali tarif cukai rokok sama besar yakni 10%. Kenaikan cukai rokok 10% tahun ini langsung menjadi pukulan bagi industri rokok. Berdasarkan data APBN Kita, kenaikan tarif cukai rokok belum mampu mendongkrak setoran ke kas negara. Penerimaan cukai rokok akhir September 2023 mengalami penurunan 5,37% secara tahunan jadi Rp 144,84 triliun. Penurunan ini lantaran rendahnya pemesanan pita cukai. Selain itu, penurunan ini disebabkan melorotnya produksi rokok sampai Juli 2023 sebesar 3,6% tahunan dan tarif rata-rata tertimbang yang hanya naik 1,0% secara tahunan. Kenaikan ini lebih rendah dari kenaikan tarif normatif sebesar 10%. Dian Widyanarti, Head of External Affairs PT Bentoel International Investama Tbk (RMBA) menyatakan, kebijakan cukai multi years tersebut bisa membuat industri rokok menyusun strategi bisnis ke depan. Selain itu, industri tembakau saat ini tengah menghadapi tantangan berupa rencana pelarangan dan pembatasan produk hasil tembakau yang termuat dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Kesehatan yang merupakan turunan Undang-Undang Kesehatan No. 17 Tahun 2023. Sedangkan Senior Vice President, Head of Retail, Product Research & Distribution Division Henan Putihrai Asset Management, Reza Fahmi Riawan menilai, dampak kenaikan cukai terhadap emiten rokok tergantung pada beberapa faktor. Yakni daya beli konsumen, strategi harga, dan persaingan pasar. Memang secara umum kenaikan cukai akan menurunkan volume penjualan rokok. Terutama segmen rokok mesin yang punya tarif cukai lebih tinggi. Dengan syarat tersebut, BRI Danareksa Sekuritas memberikan peringkat overweight untuk sektor rokok, termasuk saham HMSP dan GGRM, dengan target harga masing-masing adalah di harga Rp 1.000 dan Rp 31.300 per saham.

Menangkal Bumerang Cukai Rokok

KT3 14 Sep 2023 Kompas

Asap pekat mengepul dari lapangan Kantor Wilayah Ditjen Bea Cukai Jatim I, Sidoarjo, Jatim, Rabu (13/9) saat jajaran pejabat bea cukai membakar tumpukan hasil tembakau atau rokok ilegal yang dikumpulkan dalam empat tong pembakaran. Siang itu, bea cukai memusnahkan barang-barang ilegal berupa 15,8 juta batang rokok hasil tembakau (HT), 10.500 gram tembakau iris (TIS), dan 1.595 liter minuman mengandung etil alkohol (minuman keras), yang didapat dari hasil penindakan sepanjang tahun 2022. Potensi kerugian negara dari peredaran barang-barang ilegal itu mencapai Rp 10,04 miliar. Kepala Kantor Bea Cukai Wilayah Jatim I Agus Sudarmadi mengatakan, belakangan ini, rokok ilegal kian marak beredar dengan modus penjualan yang kian beragam pula. ”Ada yang dijual di toko kelontong, diedarkan secara daring atau lewat perusahaan jasa titipan, sampai dijual antarwilayah dengan memakai kendaraan pribadi dan umum. Distribusinya semakin kompleks, bahkan sampai dijual ke luar negeri,” ujar Agus sesudah upacara pemusnahan barang kena cukai ilegal.

Menurut dia, sebagian besar barang illegal yang dimusnahkan siang itu merupakan barang kena cukai polos alias tidak ditempeli pita cukai. Namun, banyak pula ditemukan modus penjualan rokok ilegal yang memakai pita cukai, tetapi tidak sesuai peruntukannya. Penerimaan turun Maraknya peredaran rokok  ilegal semakin terasa setelah pemerintah memutuskan menaikkan tarif cukai hasil tembakau pada 2023 dan 2024 sebesar rata-rata 10 %. Kenaikan itu diterapkan pada golongan sigaret kretek mesin (SKM), sigaret putih mesin (SPM), dan sigaret kretek putih (SKP). Rokok ilegal yang semakin marak beredar itu  membuat target penerimaan cukai hasil tembakau tahun ini berpotensi tidak tercapai. Sampai Agustus 2023, realisasi penerimaan cukai rokok Rp 126,8 triliun atau 54,53 % dari target APBN 2023 yang Rp 232,5 triliun. Menurut Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu Nirwala Dwi Heryanto, potensi tak tercapainya target penerimaan itu disebabkan oleh peredaran rokok ilegal yang semakin menjadi-jadi, tren migrasi konsumsi rokok ke golongan rendah yang lebih murah, dan peralihan konsumsi ke rokok elektrik. (Yoga)