Mengisap Potensi Cuan Saham Rokok
Kinerja emiten rokok tidak mengepul optimal di tiga bulan pertama 2024. Ini tampak dari realisasi kinerja sejumlah emiten rokok. Misalnya saja PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Emiten rokok yang berbasis di Kediri, Jawa Timur ini mencatat laba yang dapat diatribusikan pada entitas induk Rp 595,5 di kuartal I-2024. Hasil itu merosot 69% dari periode serupa 2023 yang tembus Rp 1,96 triliun. Ini imbas dari penurunan pendapatan GGRM di kuartal I-2024 sebesar 11,7% menjadi Rp 26,26 triliun. PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) juga mencatatkan penurunan laba bersih pada kuartal I-2024. Begitu juga pendapatan emiten ini yang mengalami koreksi. Meski demikian hasil berbeda dicapai oleh PT HM Sampoerna Tbk (HMSP). Emiten saham milik Philip Morris ini berhasil mencetak pertumbuhan dan laba bersih positif.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo melihat secara kinerja hasil penjualan GGRM dan WIIM di kuartal I-2024 masih di bawah ekspektasi. Penurunan kinerja kedua emiten tersebut, menurutnya, karena adanya penurunan penjualan segmen sigaret kretek mesin (SKM). Masih mengepulnya kinerja HMSP, sebut Azis, dikarenakan emiten ini bisa menjaga pendapatan di segmen SKM. Sedangkan penurunan kinerja GGRM dan WIIM, ia lihat sebagai indikasi pelemahan daya beli perokok. Sedangkan Senior Investment Information Mirae Aset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta melihat kinerja emiten rokok masih sustainable. Terutama HMSP yang menunjukan kinerja relatif membaik dan stabil. Secara teknikal, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana merekomendasikan trading buy GGRM dengan target Rp 19.725-Rp 20.000 dan speculative buy WIIM dengan target Rp 1.200- Rp 1.260. Sedangkan Azis trading buy HMSP dengan target harga Rp 810-Rp 850.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023