;
Tags

Financial Technology

( 558 )

LinkAja Masuk Holding Keuangan

ayu.dewi 23 Apr 2019 Republika

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebut LinkAja akan masuk dalam pembentukan induk usaha (holding) BUMN keuangan. Prosesnya masih berlanjut dan diharapkan rampung tahun ini.

PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) yang menjadi gerbang layanan pembayaran daring, LinkAja juga bakal masuk dalam induk usaha ini. LinkAja yang tertunda peluncuranya lantaran belum tersedianya dompet elektronik sehingga pihak kementerian perlu menyempurnakanya terlebih dahulu.

Salah satu bank BUMN, PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero) akan menjajaki akuisisi perusahaan modal ventura. Langkah ini agar BTN leluasa memiliki saham perusahaan tekfin seperti LinkAja dan ATM Link. BTN juga baru saja menandatangani perjanjian pembelian saham bersyarat untuk membeli saham 30% PT Permodalan Nasional Madani Investment Management (PNMIM) dari PT Permodalan Nasional Madani (persero). 

Menurut ekonom Indef Bhima Yudhistira, masuknya Finarya menjadi anggota induk usaha BUMN perbankan akan semakin memperkuat Bank Himbara (Himpunan Milik Negara) sehingga semakin mengintegrasikan sistem pembayaran di Indonesia. Kemungkinan besar setelah holding, perbankan akan lebih solid. Adanya Finarya turut mendongkrak pasar inklusi keuangan khusunya dompet digital

Industri Digital : Konsekuensi dan Konsumsi

ayu.dewi 22 Apr 2019 Kompas

Pinjam-meminjam uang antarpihak berbasis teknologi informasi kian merebak. Kemudahan dan kecepatan proses meminjam dana menjadi salah satu daya tariknya. Meski demikian, disisi lain ada suku bunga lumayan yang mesti ditanggung peminjam. Besaran suku bunga yang ditanggung peminjam ini mengompensasi suku bunga yang diberikan kepada pemilik dana. Selain itu, mengompensasi kemungkinan pinjaman macet atau tak dikembalikan oleh peminjam.

Sampai dengan Februari 201, total pinjaman yang disalurkan melalui pinjam-meminjam uang antarpihak berbasis teknologi Rp 28,36 triliun. Jumlah ini memang belum bisa dibandingkan dengan kredit yang disalurkan perbankan yang per Februari 2019 sebesar Rp 5.254 triliun. 

Seorang bankir mengakui, ada hal-hal yang bisa dipelajari bank dari sistem yang digunakan industri digital, yakni kemampuan menjangkau masyarakat secara luas. Jangkauan yang luas ini membuat industri digital memiliki peran meningkatkan inklusi keuangan di tengah masyarakat. Hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan menunjukan, indeks literasi keuangan pada tahun 2016 hanya sebesar 29,7%. Secara sederhana hanya 29 orang dari 100 orang yang memahami tentang keuangan. Jika sebagian besar tidak memahami sektor keuangan, bisa diperkirakan sebagian besar masyarakat juga tidak mengerti tentang risiko yang ditanggung dalam proses pinjam meminjam.

Bank Muamalat Jadi Agen Escrow Fintech Ammana

leoputra 22 Apr 2019 Investor Daily

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk berkerja sama dengan PT Ammana Fintek Syariah (Ammana), sebuah perusahaan teknologi finansial (fintech) syariah yang bergerak di bidang investasi peer to peer (P2P) lending. Dalam kerjasama ini, Bank Muamalat akan bertindak sebagai agen rekening penampungan (escrow account) bagi Ammana.

KKP Permudah Akses Modal

ayu.dewi 11 Apr 2019 Kompas

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng perusahaan teknologi finansial guna menyalurkan pembiayaan ke sektor kelautan dan perikanan. Melalui aplikasi Fintag, pelaku usaha perikanan skala mikro, kecil dan menengah dapat mengakses modal dengan bunga pinjaman 4% per tahun. Aplikasi Fintag dibuat oleh PT Fintegra Homido Indonesia.Uji coba pemanfaatan aplikasi Fintag untuk pembiayaan UMKM perikanan dimulai tahun ini . Pembiayaan diprioritaskan bagi pelaku usaha skala mikro dengan nilai di bawah Rp 50 juta per orang.

Pendiri sekaligus direktur utama PT Fintegra Homindo Indonesia Tumbur Pardede menyampaikan penyaluran pembiayaan dari program dana bergulir pemerintah ditargetkan Rp 400 miliar pada tahun ini. Mekanisme pinjaman tersebut umumnya berjangka waktu 3 tahun. Uji coba penyaluran pinjaman telah dilakukan di Meulaboh (Aceh), Lamongan dan Kepulauan Alor dengan sasaran nelayan dan pembudidaya ikan.

Sebanyak Tujuh Fintech Baru Daftar ke OJK

budi6271 10 Apr 2019 Kontan

Bisnis financial technology peer-to-peer lending semakin tumbuh. Per 5 April 2019, OJK mencatat ada 106 entitas fintech yang terdaftar dan diawasi. Fintech terbaru adalah Jembatan Emas, Kredible, KlikUMKM, Klik Kami, Cairin, Empat Kali, dan Batumbu. Setiap calon penyelenggara fintech lending harus mengikuti pelaihan dan ujian dari Asosiasi Pendanaan Fintech Indonesia (APFI). APFI menjadi mitra strategis OJK untuk menyaring, menyertifikasi perusahaan fintech lending.

Izin Otoritas Jasa Keuangan, Industri Tekfin Lending Kian Marak

tuankacan 10 Apr 2019 Bisnis Indonesia

Aktivitas penyelenggaraan layanan pinjam meminjam langsung berbasis teknologi atau peer to peer lending semakin semarak seiring dengan berkembangnya jumlah pelaku usaha terdaftar di segmen tersebut. OJK kembali menambah catatan perusahaan teknologi finansial (tekfin) P2P lending terdaftar per April 2019. Tercatat sebanyak tujuh perusahaan terdaftar atau mendapatkan izin terdaftar dari OJK pada awal April 2019. Dengan demikian, total tekfin yang terdaftar dan memiliki izin dari otoritas bertambah menjadi 106 entitas pada awal april 2019. Berdasarkan data OJK per Maret 2019, terdapat potensi total 246 perusahaan tekfin di Indonesia. Sebanyak 99 perusahaan telah terdaftar atau memiliki izin, dan tiga diantaranya merupakan tekfin syariah. Bertambahnya pelaku usaha tekfin lending dapat mendorong perkembangan inklusi keuangan, seiring dengan meningkatnya aktivitas keuangan masyarakat.

BI Sudah Empat Kali Panggil Alipay dan WeChat

tuankacan 05 Apr 2019 Bisnis Indonesia

Transaksi pembayaran menggunakan kode QR yang dilakukan oleh perusahaan asing, Alipay dan WeChat Pay, masih terus terjadi dengan menggunakan mata uang asing. Padahal, mereka sudah diperingatkan oleh Bank Indonesia beberapa kali. Bank Indonesia pun memastikan telah menertibkan danmemanggil Alipay dan WeChat Pay empat kali untuk memenuhi berbagai ketentuan yang diatur di Indonesia. Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BankIndonesia Ricky Satria mengatakan Alipay dan WeChat Pay dibawa oleh pihak ketiga masuk ke pasar Indonesia untuk melayani wisatawan China yang bertransaksi selama berwisata. Menurutnya, hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga negeri jiran, Thailand dan Vietnam. Pada prinsipnya, Alipay dan WeChat Pay boleh beroperasi di merchant kawasan wisata maupun merchant lain yang ada di Indonesia asal menggandeng perbankan kategori bank umum kelompok usaha (BUKU) IV.

Di sisi lain penggunaan kanal Alipay dan WeChat Pay, khususnya di kawasan wisata memang terbukti mempermudah wisatawan dan telah memperkuat layanan industri pariwisata di Indonesia. Kendati demikian, Bank Indonesia tidak menerangkan lebih terperinci perihal Alipay dan WeChat Pay yang saat ini masih aktif melayani transaksi di berbagai merchant salah satunya di kawasan wisata Pulau Dewata dan Manado. Dua perusahaan tekfin itu sempat menggandeng bank pelat merah, tetapi kerja sama itu tidak berlanjut karena dinilai tidak menguntungkan bagi perusahaan dalam negeri. Pasalnya, alat transaksi memanfaatkan EDC bank, sedangkan perusahaan tekfin itu bermodal teknologi. Adapun keuntungan komisi lebih banyak diperoleh perusahaan tekfin dibandingkan bank.

Tekfin Layani Usaha Mikro

ayu.dewi 04 Apr 2019 Kompas

Co-Founder dan CEO Modalku Reynold Wijaya mengatakan bahwa mulai awal 2019 Modalku menyediakan pembiayaan modal usaha dengan nilai mulai dari Rp 3 Juta. Pinjaman berjangka waktu 1 tahun dan diangsur secara mingguan. Modalku beroprasi di Indonesia, Malaysia dan Singapura. Produk yang ditawarkan berupa pinjaman modal usaha kecil menengah (UKM) dengan nilai Rp 50juta sd Rp 2 miliar, serta pinjaman untuk membayari tagihan UKM dengan nilai sampai Rp 2 miliar. Hingga akhir maret 2019, Modalku menyalurkan dana Rp 5,2 triliun yang 60% diantaranya dari wilayah opersional Indonesia.

GandengTangan, yang beroprasi sejak 4 tahun lalu membuka peluang bagi siapapun untuk menjadi pemberi  dana dengan nilai mulai dari Rp 50.000. CEO GandengTangan Jezzie Setiawan menceritakan mulai awal 2017 GandengTangan diperluas ke usaha skla mikro itu antara lain toko kelontong. Jezzie menyebutkan pada akhir 2018, sebanyak 1.859 pengusaha skala mikro telah menerima dana dengan jumlah total Rp 8 miliar.

Amartha yang berdiri sejak tahun 2010 fokus pada pinjam-meminjam uang berbasis tekfin, khusus bagi pengusaha mikro perempuan usia 21-60 tahun. Sampai saat ini dana yang disalurkan Amartha Rp 958,69 miliar. Sebanyak 213.713 orang pengusaha mikro telah diberdayakan.Lebih dari 75% debitor pengusaha mikro mengulang pembiayaan di Amartha.

Go-Pay Paling Banyak Dipakai dalam Transaksi

budi6271 02 Apr 2019 Kontan

Studi lembaga riset YouGov menyebutkan, transaksi dengan Go-Pay sebagai mobile payment paling sering digunakan di kota-kota besar Indonesia, dengan angka penggunaan mencapai 80%. Sementara OVO tercata hanya 605, PayPal 54%, LinkAja 46%, dan DOKU Wallet 14%. Tingginya penggunaan Go-Pay karena di dalam ekosistem Go-Jek seperti Go-Food memnungkinkan transaksi dengan Go-Pay. Riset ini melibatkan 1.500 responden. Alasan para responden adalah kepraktisan serta banyaknya promo.

Persaingan Bank & Tekfin, Saling Terbuka Dalam Berbagi Data

tuankacan 29 Mar 2019 Bisnis Indonesia

Industri perbankan meminta regulator melakukan penguatan skema open banking untuk menjaga keberlangsungan kinerja bank ke depan, terutama dalam bersaing dengan perusahaan teknologi finansial (tekfin). Saat ini skema open banking di Indonesia baru diatur dalam POJK No.38/2016 mengenai mitigasi Risiko Teknologi Informasi dan digital banking. Seperti diketahui, skema open banking adalah model kolaboratif antara bank dengan pihak ketiga, dengan berbagi layanan melalui application programing interface (API) dengan pihak ketiga, seperti perusahaan tekfin, dagang-el, perusahaan swasta maupun pemerintah. Melalui kerja sama seperti ini, pihak ketiga dapat mengakses layanan perbanakan, serta data nasabahnya. Data ang dibagikan bukan data personal, melainkan data secara umum, sehingga prinsip kerahasiaan nasabah terjaga. Kemnkominfo tengah merangking berbagai data yang dianggap riskan, penting, hingga sensitif berdasarkan tingkast keamanan. Hal ini guna menghindari penyalahgunaan aset data saat ini.