;

LinkAja Masuk Holding Keuangan

Ekonomi Ayu Dewi 23 Apr 2019 Republika
LinkAja Masuk Holding Keuangan

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebut LinkAja akan masuk dalam pembentukan induk usaha (holding) BUMN keuangan. Prosesnya masih berlanjut dan diharapkan rampung tahun ini.

PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) yang menjadi gerbang layanan pembayaran daring, LinkAja juga bakal masuk dalam induk usaha ini. LinkAja yang tertunda peluncuranya lantaran belum tersedianya dompet elektronik sehingga pihak kementerian perlu menyempurnakanya terlebih dahulu.

Salah satu bank BUMN, PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero) akan menjajaki akuisisi perusahaan modal ventura. Langkah ini agar BTN leluasa memiliki saham perusahaan tekfin seperti LinkAja dan ATM Link. BTN juga baru saja menandatangani perjanjian pembelian saham bersyarat untuk membeli saham 30% PT Permodalan Nasional Madani Investment Management (PNMIM) dari PT Permodalan Nasional Madani (persero). 

Menurut ekonom Indef Bhima Yudhistira, masuknya Finarya menjadi anggota induk usaha BUMN perbankan akan semakin memperkuat Bank Himbara (Himpunan Milik Negara) sehingga semakin mengintegrasikan sistem pembayaran di Indonesia. Kemungkinan besar setelah holding, perbankan akan lebih solid. Adanya Finarya turut mendongkrak pasar inklusi keuangan khusunya dompet digital

Download Aplikasi Labirin :