Kemkes-BSSN Klaim Data Pengguna eHAC Tak Bocor
Jakarta - Kementrian Kesehatan (Kemkes) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengklaim bahwa 1,3 juta data pribadi pengguna di sistem aplikasi Indonesia electronic Health Alert Card (eHAC) tidak bocor. Berdasarkan investigasi Kemkes bersama BSSN, data pengguna eHAC tidak pernah mengalami kebocoran dan tetap aman. Saat VPN Mentor mengungkap ada potensi kebocoran 1,3 juta data, pihaknya telah mengambil tindakan dengan menelusurinya. Hasilnya, Kemkes tidak menemukan adanya celah keamanan pada mitra eHAC, yakni Google sebagai pembuat platform tersebut.
Yang terjadi bukanlah kebocoran data pengguna eHAC. Laporan adanya kerentanan sistem dari VPN Mentor lebih sebagai bagian dari proses trade information sharing. Informasi semacam itu disebut merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko untuk melakukan langkah pencegahan. Saat ini, data-data pengguna yang ada juga masih tersimpan dengan baik di sistem aplikasi eHAC. Meski begitu, Kemkes tetap menindaklanjuti laporan VPN Mentor tersebut. Hal ini dilakukan dengan berkoordinasi langsung dengan BSSN serta Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri.
Tags :
#KesehatanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023