;
Tags

Modal

( 192 )

Arus Deras Modal ke Pasar Saham

KT1 09 Dec 2024 Investor Daily (H)

Arus modal ke pasar saham yang deras membuat IHSG BEI menguat tajam hingga 3,78, dari 7.114 ke 7.383 pada pekan pertama Desember 2024. Kondisi ini diyakini bakal berlanjut di tiga minggu tersisa 2024, seiring banyaknya sentimen positif yang masuk ke pasar, mulai dari window dressing, stabilitas ekonomi dalam negeri, arah kebijakan The Fed. hingga santa claus rally. "Aksi borong sama oleh investor diprediksi makin deras di tiga minggu terakhir tahun 2024. Hal ini di dorong oleh meningkatnya minat (investor) pada saham-saham unggulan, seiring dengan momentum window dressing dan santa claus rally," kata FOunder Stocknow.id Hendra Wardana. Hendra mengungkapkan, fundamental ekonomi Indonesia yang stabil dan prospek pertumbuhan positif di tahun depan, memberikan landasan kuat bagi investor asing untuk kembali masuk pasar di penghujung tahun ini. (Yetede)

Window Dressing, Harapan Akhir Tahun Pasar Saham

HR1 29 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Meskipun terdapat harapan akan terjadinya window dressing dan beberapa aksi besar di pasar modal, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir tahun ini cenderung lesu. Pada bulan November, IHSG mengalami penurunan signifikan sebesar 4,94%, meskipun secara tahunan (YoY) masih mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 2,33%. Perdagangan yang lesu ini mencerminkan penurunan gairah investor dan transaksi pasar yang melambat, dengan rata-rata transaksi harian yang jauh di bawah target Bursa Efek Indonesia (BEI).

Namun, terdapat optimisme karena aksi window dressing yang biasanya dilakukan oleh manajer investasi di penghujung tahun, serta adanya dua IPO jumbo yang diharapkan dapat memberikan dorongan positif bagi pasar. Kedua emiten besar tersebut adalah PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) dan PT Daya Intiguna Yasa Tbk. (MDIY), yang keduanya berpotensi meraup dana besar melalui IPO mereka, masing-masing sekitar Rp4,59 triliun dan Rp4,71 triliun.

Tokoh yang relevan dalam artikel ini adalah PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) dan PT Daya Intiguna Yasa Tbk. (MDIY), yang diharapkan akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pergerakan pasar saham Indonesia menjelang tutup tahun.


Persiapan BPR Penuhi Ketentuan Modal Baru

HR1 27 Nov 2024 Kontan
Batas waktu pemenuhan modal inti minimum sebesar Rp 6 miliar bagi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) konvensional dan syariah akan berakhir pada 31 Desember 2024, sesuai dengan POJK Nomor 5 Tahun 2015. Hingga kini, dari total 1.377 BPR yang terdaftar, beberapa di antaranya menghadapi kendala dalam memenuhi ketentuan tersebut, meskipun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mendorong proses konsolidasi, termasuk merger bagi BPR dengan pemegang saham yang sama.

Ketua Umum DPP Perbarindo, Tedy Alamsyah, menyatakan bahwa proses pemenuhan modal inti berjalan lambat, terutama karena dampak pandemi Covid-19 yang masih memengaruhi pertumbuhan laba BPR. Tedy berharap BPR yang belum memenuhi ketentuan tetap diberikan kesempatan beroperasi, selama kondisi keuangannya sehat, dengan lingkup kegiatan yang disesuaikan dengan kapasitas modal yang dimiliki.

Ketua Umum Kompartemen BPR Syariah (BPRS) Asbisindo, Cahyo Kartiko, juga mengungkapkan bahwa beberapa BPR syariah mungkin akan mengembalikan izin operasionalnya ke OJK karena tantangan persaingan, terutama dari lembaga keuangan berbasis digital.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan bahwa hingga kuartal III-2024, 53 BPR telah menyelesaikan konsolidasi menjadi 17 unit. Selain itu, 13 BPR telah mendapat persetujuan merger menjadi 5 unit, sementara 75 BPR lainnya sedang dalam proses penggabungan menjadi 26 unit. Proses konsolidasi diharapkan dapat membantu BPR memenuhi persyaratan modal inti dan meningkatkan daya saing di tengah persaingan industri keuangan yang ketat.

IPO Jumbo Bertebaran di Penghujung 2024

KT1 26 Nov 2024 Investor Daily (H)
Serangkaian aksi penggalangan dana publik melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham akan bertebaran di penghujung 2024. Potensi dana dari emisi tersebut bernilai fantastis seperti yang pernah diungkapkan Bursa Efek Indonesia (BEI), sebagai perusahan berklasifikasi mercusuar alias 'Lighthouse Companies'.  Perusahaan-perusahaan mercusuar yang segera melantai di BEI di antaranya, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), anak usaha PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) atau yang kini berganti nama menjadi PT Alamtris Resource Indonesia Tbk. Satu lagi, peritel peralatan dan perabotan rumah tangga, PT Daya Intiguna Yasa Tbk atau populer dengan MR D.I.Y. AADI akan menawarkan sebanyak-banyaknya 778.689.200 atau mencerminkan 10% dari modal dengan membandrol pelaksanaan di kisaran Rp4.590-Rp5.900, sehingga calon emiten tersebut berpeluang meraup dana publik sejumlah Rp4,59 triliun. Sedangkan, MR. D.I.Y bakal menawarkan sebanyak-banyaknya 2.519.039.400 saham atau mencerminkan 10% dari modal dengan harga berkisar Rp 6.650-1.870 per saham. (Yetede)

Memperkuat Keuangan melalui Right Issue

HR1 22 Oct 2024 Kontan
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mendapatkan respons positif atas rencana aksi korporasi melalui penawaran umum terbatas (PUT) sebanyak 5 miliar saham baru dengan dana yang diharapkan mencapai Rp 4,5 triliun. Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas Indonesia menilai rights issue ini akan memperbaiki rasio utang TOWR, meskipun laba bersih per saham akan turun. Christofer Konjongian dari Sucor Sekuritas memperkirakan bahwa pelunasan utang dengan dana rights issue akan menurunkan net gearing dan meningkatkan marjin bersih pada 2025, meskipun laba bersih per saham akan berkurang.

Aqil Triyadi dari Panin Sekuritas mencatat bahwa penurunan suku bunga Bank Indonesia dan The Fed akan memberikan dampak positif bagi TOWR dengan mengurangi beban bunga perusahaan. Selain itu, penggunaan dana rights issue untuk akuisisi, seperti rencana mengakuisisi serat optik PT Link Net Tbk (LINK) dan aset PT Indosat Tbk (ISAT), berpotensi membuka sumber pendapatan baru.

TOWR sebelumnya juga telah mengakuisisi PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST), yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap EBITDA perusahaan. Dengan ekspansi ini, TOWR diproyeksikan mengkonsolidasikan IBST pada kuartal III-2024. Christofer menyematkan rating "buy" dengan target harga Rp 1.500, sementara Sukarno dan Aqil merekomendasikan "hold" dengan target harga masing-masing Rp 885 dan Rp 930.

Sentimen Positif Pasar Modal dari Pemanggilan Menteri Ekonomi

KT3 17 Oct 2024 Kompas
Indeks Harga Saham Gabungan kembali bergairah awal pekan ini menyambut beberapa peristiwa di dalam negeri. Peristiwa ini mulai dari pelantikan presiden dan pembentukan kabinet hingga Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Dana investor asing juga berkontribusi pada bangkitnya kinerja pasar modal pada produk surat utang. Sejalan dengan beberapa peristiwa itu, dana asing masuk ke pasar modal. Pada Selasa (15/10/2024), menurut RTI Business, investor asing mencatatkan net buy atau nilai pembelian bersih di pasar modal Rp 339 miliar. Kondisi ini menyokong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,89 persen ke level 7.626. Pada akhir perdagangan Rabu (16/10), IHSG ditutup menguat 0,29 persen di level 7.648.

Pengamat pasar modal, Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Reza Priyambada, menilai bahwa sentimen pemerintahan baru di Indonesia ikut memberikan dampak positif di pasar modal. Sejak Senin (14/10), presiden terpilih Prabowo Subianto telah memanggil puluhan tokoh yang diyakini akan mengisi jabatan kementerian dan lembaga di pemerintahannya. Para tokoh itu akan dilantik setelah Prabowo Subianto dan pasangannya, Gibran Rakabuming Raka, ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI pada 20 Oktober 2024. Reza menilai, pasar melihat nama-nama tokoh lama yang muncul. Salah satunya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan sejumlah pejabat yang sudah menduduki posisi di sektor perekonomian di periode pemerintahan sebelumnya.

”(Situasi) ini tampaknya cukup memberikan sentimen positif. Pelaku pasar bisa jadi memiliki persepsi bahwa program-program pemerintahan sebelumya yang sudah berjalan baik akan dilanjutkan kembali,” ujarnya di Jakarta. Selain isu terkait pembentukan kabinet pemerintahan baru, pasar juga mengapresiasi surplus perdagangan ekspor-impor Indonesia yang bertahan selama 53 bulan sejak Mei 2020. Pada pekan ini, pasar juga menanti kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam mengatur strategi moneter setelah menurunkan suku bunga 25 basis poin pada September 2024. Mengutip analisis Phintraco Sekuritas, pasar memperkirakan BI masih menahan suku bunga 6 persen bulan ini meski ke depan ada peluang BI melanjutkan penurunan suku bunga. Pasar juga masih memantau kebijakan ekonomi di luar negeri. Positifnya bursa regional Asia menyambut laporan kinerja keuangan triwulan III juga menjadi penguat bagi IHSG. (Yoga)

Bersama Mendanai UMKM

KT1 25 Jul 2024 Investor Daily (H)
Kabar gembira bagi pelaku UMKM. OJK tengah menyusun Rancangan Peraturan OJK tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi atau fintech peer to peer lending (fintech P2P Lending). Aturan tersebut nantinya menjadi dasar hukum untuk meningkatkan batas pinjaman bagi UMKM dari semula Rp 2 miliar menjadi Rp 10 miliar. Sebuah angka yang cukup besar dan seharusnya cukup memadai untuk mengembangkan  usaha UMKM. Kebijakan ini diharapkan menjadi solusi bagi UMKM yang selama ini menghadapi kendala permodalan dari, khususnya dari perbankan. Apalagi, banyak masyarakat yang memang saat ini membutuhkan dana untuk bisa menjalankan usaha yang terpukul akibat  dihantam pandemi Covid-19. Dengan sokongan pendanaan ini, pelaku usaha diharapkan dapat memperkuat modal, sehingga bisa agresif mengembangkan bisnis. (Yetede)

Salah Obat BUMN Sakit

KT1 13 Jul 2024 Tempo
KEPUTUSAN pemerintah menyuntikkan modal baru bagi badan usaha milik negara yang merugi berpotensi sia-sia. Sudah lama kebijakan serupa tidak pernah menyehatkan perusahaan negara yang sakit selama akar masalah yang menggerogotinya tidak diatasi lebih dulu. Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat yang mengurusi keuangan telah menyetujui penyertaan modal negara (PMN) tunai dan nontunai senilai Rp 44,24 triliun untuk 16 BUMN. Nilai PMN untuk anggaran 2025 itu hampir dua kali lipat dibanding anggaran PMN 2024 yang sebesar Rp 27,4 triliun untuk 17 BUMN. Artinya, beban anggaran yang mesti dipikul negara juga makin besar.

Namun persoalan utama bukan semata bertambahnya beban anggaran. Masalah yang lebih serius adalah tidak ada jaminan bahwa suntikan modal tersebut bakal membuat BUMN memiliki kinerja lebih baik. Apalagi sejumlah BUMN yang mendapat tambahan dana tersebut dalam kondisi tidak sehat. Kementerian Badan Usaha Milik Negara selalu berdalih bahwa suntikan PMN itu untuk meningkatkan kinerja perusahaan agar kembali sehat. Faktanya, selalu saja ada BUMN yang sakit meski setiap tahun anggaran PMN yang disuntikkan cenderung meningkat.  Tengok saja pada 2023, terdapat 15 BUMN yang sakit dan tujuh BUMN yang bubar. Padahal, sepanjang 2021-2022, pemerintah menyuntikkan PMN hingga Rp 109,7 triliun. Alih-alih menyehatkan, PMN itu justru membuat pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. (Yetede)

Injeksi BUMN Karya untuk Apa

KT1 12 Jul 2024 Tempo
PEMERINTAH bakal menyuntikkan modal sebesar Rp 44,24 triliun untuk 16 badan usaha milik negara (BUMN) pada tahun depan. Empat di antaranya merupakan perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang usaha konstruksi atau BUMN karya. Total penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 19,51 triliun bakal mengalir ke PT Hutama Karya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.

Penyuntikan modal ini antara lain bertujuan memperbaiki struktur permodalan perusahaan. Wijaya Karya, misalnya, bakal menerima PMN sebesar Rp 2 triliun untuk menambah modal mereka yang terkikis oleh tingginya beban keuangan. Perusahaan harus mendanai sejumlah proyek penugasan pemerintah, seperti kereta cepat Jakarta-Bandung, pengembangan bisnis properti dengan konsep transit-oriented development, serta ekspansi bisnis ke luar negeri.

Dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat pada Senin, 8 Juli 2024, Direktur Utama Wijaya Karya Agung Budi Waskito mengatakan proyek-proyek penugasan itu dijalankan dengan dana pinjaman. Jumlah pinjamannya tumbuh lebih besar dari pertumbuhan aset. Hal ini terlihat pada rasio utang terhadap EBITDA perusahaan yang hanya 1,91 kali pada 2014. Namun pada 2022 rasionya mencapai 14,64 kali dan naik menjadi 31,5 kali pada 2023. Aset konsolidasi tercatat naik dari Rp 15,9 triliun pada 2014 menjadi Rp 65,9 triliun pada 2023.

Agung menyatakan utang perusahaan secara konsolidasi mencapai Rp 56 triliun pada 2023. "Ditambah beban bunga dan beban pencadangan, kami mengalami kerugian yang cukup besar," katanya. Total rugi bersih Wijaya Karya mencapai Rp 7,8 triliun pada periode tersebut. Hingga kuartal I 2024, perusahaan masih membukukan kerugian Rp 1,1 triliun. (Yetede)

Penguatan Kinerja BUMN Mutlak

HR1 12 Jul 2024 Bisnis Indonesia

Keputusan Komisi VI DPR untuk menyetujui usulan penyertaan modal negara atau PMN kepada 16 BUMN senilai total Rp44,2 triliun harusnya menjadi bahan bakar untuk menggegas kontribusi perusahaan pelat merah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. PMN untuk tahun anggaran 2025 tersebut naik 60,7% dari injeksi modal tahun ini yang mencapai Rp27,5 triliun. Dengan nilai penyertaan yang tumbuh relatif tinggi, BUMN sudah sepantasnya meningkatkan peran dalam penerimaan negara. Proporsi dividen BUMN saat ini memang sudah lebih besar daripada nilai penyertaan modal negara. Dalam 5 tahun terakhir, dividen yang disetor BUMN ke negara mencapai Rp279,9 triliun. Angka itu melampaui penyertaan modal negara yang berjumlah Rp226,1 triliun pada periode yang sama. Namun, dari 65 BUMN yang beroperasi hingga akhir 2023, hanya segelintir perseroan yang memiliki kinerja sesuai dengan harapan. Sisanya masih terlalu sibuk dengan situasi sulit, sehingga belum berkontribusi optimal. Kami mencatat, dari sisi setoran dividen, ada 10 perusahaan pelat merah yang berkontribusi hingga 80% dari total dividen yang diperoleh negara dari BUMN. Ketimpangan ini menandai masih banyaknya problem yang harus diselesaikan.

Di antara 16 BUMN yang menerima PMN untuk tahun anggaran 2025, diskursus publik tertuju pada PT Hutama Karya (Persero) dan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) yang kini tengah tersandung masalah hukum. Hutama Karya akan menerima suntikan modal senilai Rp13,86 triliun dalam rangka melanjutkan pembangunan Tol Trans Sumatera Fase 2 dan 3. Adapun, Pelni bakal disuntik PMN sebesar Rp2,5 triliun untuk pengadaan kapal-kapal baru. Penanganan kasus korupsi di kedua BUMN itu tengah menjadi sorotan. Hutama Karya kini sedang bergelut dengan kasus pengadaan lahan di Kecamatan Bakauheni dan Kalianda, Lampung. Belum lagi, mereka juga tengah menghadapi gugatan PKPU dari tiga perusahaan vendor, yaitu PT Rekayasa Energi Bersama, PT Yuan Sejati, dan CV Adi Kencana Buana Raya. Tak hanya Hutama Karya dan Pelni, PT Biofarma (Persero) yang bakal menerima suntikan modal Rp2,2 triliun juga sedang tidak baik-baik saja. Perseroan tersandung dugaan fraud pada pelaporan keuangan yang melibatkan perusahaan teknologi finansial. Dengan kondisi itu, kita berharap Kementerian BUMN meningkatkan pengawasannya terhadap peruntukan modal tersebut, sehingga tepat sasaran dalam rangka peningkatan kinerja perseroan, serta kontribusinya terhadap penerimaan negara.