;

Injeksi BUMN Karya untuk Apa

Injeksi BUMN Karya untuk Apa
PEMERINTAH bakal menyuntikkan modal sebesar Rp 44,24 triliun untuk 16 badan usaha milik negara (BUMN) pada tahun depan. Empat di antaranya merupakan perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang usaha konstruksi atau BUMN karya. Total penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 19,51 triliun bakal mengalir ke PT Hutama Karya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.

Penyuntikan modal ini antara lain bertujuan memperbaiki struktur permodalan perusahaan. Wijaya Karya, misalnya, bakal menerima PMN sebesar Rp 2 triliun untuk menambah modal mereka yang terkikis oleh tingginya beban keuangan. Perusahaan harus mendanai sejumlah proyek penugasan pemerintah, seperti kereta cepat Jakarta-Bandung, pengembangan bisnis properti dengan konsep transit-oriented development, serta ekspansi bisnis ke luar negeri.

Dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat pada Senin, 8 Juli 2024, Direktur Utama Wijaya Karya Agung Budi Waskito mengatakan proyek-proyek penugasan itu dijalankan dengan dana pinjaman. Jumlah pinjamannya tumbuh lebih besar dari pertumbuhan aset. Hal ini terlihat pada rasio utang terhadap EBITDA perusahaan yang hanya 1,91 kali pada 2014. Namun pada 2022 rasionya mencapai 14,64 kali dan naik menjadi 31,5 kali pada 2023. Aset konsolidasi tercatat naik dari Rp 15,9 triliun pada 2014 menjadi Rp 65,9 triliun pada 2023.

Agung menyatakan utang perusahaan secara konsolidasi mencapai Rp 56 triliun pada 2023. "Ditambah beban bunga dan beban pencadangan, kami mengalami kerugian yang cukup besar," katanya. Total rugi bersih Wijaya Karya mencapai Rp 7,8 triliun pada periode tersebut. Hingga kuartal I 2024, perusahaan masih membukukan kerugian Rp 1,1 triliun. (Yetede)
Download Aplikasi Labirin :